Sistem Melayani Suami

Sistem Melayani Suami
Part 80


__ADS_3

Berkat semangat dan juga dukungan dari orang-orang di sekitarnya akhirnya keadaan Naura semakin membaik. Dia tidak merasakan perih lagi di luka tusukannya. Dia juga sudah melakukan semua kegiatannya seorang diri. Walaupun Bi Inah selalu melarangnya untuk bekerja dan membersihkan apartementnya.


Namun, Naura terus keras kepala, dia selalu membuat kesibukannya sendiri agar tidak merasa jenuh. Naura adalah wanita yang tidak bisa diam. Dia selalu memikirkan restoran nya dan juga pantang melihat barang yang berantakan. Jadi jika di suruh untuk diam maka dia tidak akan pernah bisa melakukannya.


Seperti pagi ini, di saat Icha dan Bi Inah masih tertidur dia malah sudah sibuk wara-wiri di dapur. Dia memasak sarapan untuk Icha dan Bi Inah secara diam-diam. Namun, saat dia sedang asik memasak tiba-tiba sebuah tangan kekar melingkar dengan indah perutnya.


"Arghh!" teriak Naura mengangkat sendok sayur yang ada di tangannyatangannya hendak memukul pria itu.


"Upsss! ini aku sayang," bisik Raygan menutup mulut Naura.


"Ray! kenapa kamu datang di pagi buta seperti ini?" tanya Naura membuang napasnya lega.


Hampir saja Raygan mendapat sambutan dari sendok sayur yang ada di tangan Naura. Habisnya salah sendiri datang mengendam-endap seperti maling di pagi-pagi buta.


"Aku merindukanmu, Sayang," ucap Raygan tersenyum kecil lalu kembali memeluk Naura.


"Kau masak apa?" tanya Raygan menatap wajan yang berada di atas kompor gas itu.


"Aku masak sup ayam," ucap Naura sambil mencicipi masakannya.


"Tidak rugi aku datang di pagi-pagi buta seperti ini," ucap Raygan tersenyum sambil mengelus perutnya yang mulai keroncongan mencium aroma masakan Naura.


"Kau belum sarapan?"


"Belum!"


"Ya sudah! kau duduk sana. Biar aku selesaikan masakannya," ucap Naura tersenyum.


"Baik tuan putri," ucap Raygan mengantuk patuh, tidak lupa satu kecupan langsung meluncur di wajah cantik Naura.


Agar tidak menggangu Naura, Raygan memilih untuk duduk sambil memainkan ponselnya. Dia sesekali melirik ke arah Naura yang sibuk wara-wiri dengan alat masaknya. Senyuman di wajah Raygan langsung melingkad dengan sempurna ketika melihat Naura yang selalu melayaninya dengan sangat baik.


"Sudah selesai," ucap Naura menata masakannya di atas meja.


"Kau mau langsung makan atau minum teh dulu?" tanya Naura menatap Raygan.


"Aku mau langsung sarapan saja," ucap Raygan tersenyum.

__ADS_1


"Baiklah!" ucap Naura mengisi piring Raygan tidak lupa juga dengan air minumnya.


"Terima kasih, Kau tidak ikut sarapan denganku?" tanya Raygan melihat Naura yang masih betah berdiri.


Mendengar pertanyaan Raygan, Naura langsung menganguk kecil lalu duduk di samping Raygan. Mereka sarapan bersama sambil berbincang-bincang keci. Tidak mau membuang kesempatan Raygan membuat suasana pagi itu menjadi romantis. Dia menyuapk Naura dengan lembut hingga akhirnya dia lupa pada perutnya sendiri.


"Ray! aku bisa makan sendiri," ucap Naura melihat tingkah Raygan yang terus menyuapinya.


"Ehem! pagi-pagi sudah merusak mata suciku saja," ucap Icha tiba-tiba datang dan duduk bergabung dengan pasangan yang sedang di landa asmara itu.


"Biarin! itu makanya cepat cari jodoh," ucap Raygan santai lalu kembali menyuapi Naura tanpa memperdulikan Icha.


"Dasar! bucin akut," ucap Icha memayukkan bibirnya lalu membawa sarapannya ke ruang tv.


Dia tidak mau menjadi obat nyamuk di tengah-tengah calon pengantin itu. Dia memilih untuk sarapan sendiri sambil menonton TV. Melihat itu Raygan tidak mau ambil pusing, dia kembali membuat suasana pagi menjadi romatis bersama Naura.


"Kita sebentar lagi akan melakukan fitting baju pengantin. Kau siap-siap ya," ucap Raygan.


"Di pagi-pagi seperti ini?" tanya Naura mengerutkan keningnya binggung.


"Tidak! nanti siang. Tapi sebelum kita ke butik aku mau membawamu ke suatu tempat," ucap Raygan tersenyum.


"Hem! tempat yang akan menjadi saksi cinta kita," ucap Raygan tersenyum lalu menyantap makanannya dengan lahapnya.


Setelah selesai sarapan Naura langsung membersihkan tubuhnya. Dia membersihkan tubuhnya dengan cepat lalu mengenakan gaun terbaiknya. Tidak lupa dia mengoles make up tipis di wajahnya sehingga membuat penampilannya menjadi sempurna.


"Selesai," ucap Naura mengambil tas selempang nya lalu turun untuk menemui Raygan.


Raygan yang tadinya sibuk dengan ponselnya tiba-tiba melirik ke arah Naura yang berjalan mendekatinya.


"Ayo!" ucap Naura tersenyum.


"Kakak mau kemana? bukankah fitting nya nanti siang?" tanya Icha melihat Naura yang sudah rapi.


"Bocah gak usah ikut campur. Aku mau memberikan suprise kepada calon istriku terlebih dulu," ucap Raygan tersenyum kecil.


"Icha ikut!" ucap Icha.

__ADS_1


"Tidak!" ucap Raygan to the point lalu merangkul pinggang Naura dan membawanya keluar dari apartement itu.


"Mentang-mentang sudah ada Kak Naura! adiknya sendiri di lupain," ucap Icha kesal lalu menghentakkan kakinya dengan kasar menuju kamarnya.


Melihat tingkah mereka Bi Inah hanya tersernyum kecil sambil mengelengkan kepalanya kecil. Kemudia dia menatap ke arah Raygan yang selalu memperlakukan Naura dengan sangat baik.


"Akhirnya Nyonya menemukan kebagiaannya," gumam Bi Inah tersenyum sambil menatap kebahagiaan Naura dan Raygan.


Raygan membawa Naura ke sebuah taman di pinggir sungai yang terlihat sangat indah. Bahkan Raygan telah mendekorasi taman itu sebaik mungkin. Dia telah menyiapkan taburan bunga yang indah untuk menyambut kedatangan mereka.


"Kiita sudah sampai," ucap Raygan membuka pintu untuk Naura setelah mereka sampai di tempat tujuan mereka.


Naura langsung menurunkan kakinya. Namun, saat kakinya sampai ke tanah dia langsung menginjak taburan bunga mawar.


"Ray!" ucap Naura menatap Raygan.


"Ini masih penyambutan. Ayo lihat kejutan yang sebenarnya," ucap Raygan merangkul pinggang Naura lalu membawanya ke tepi sungai.


Saat sampai di tujuan mereka Naura langsung menatap memandangan yang sangat indah. Tepi sungai itu telah di hiasi bunga-bunga yang indah. Mata Naura langsung tertuju ke sebuah batu besar yang ada di pinggir sungai. Dia dapat melihat baru itu sudah di hiasi oleh bunga sehingga terlihat seperti panggung dansa.


"Maukah kau berdansa denganku?" tanya Raygan menatap lekat wajah Naura.


Mendengar pertanyaan Raygan, Naura langsung menganguk cepat. Melihat persetujuan Naura, Raygan langsung membawa tubuh Naura kedalam gendongannya.


"Ray!" ucap Naura terkejut.


Melihat Raygan yang telah mengendong Naura, para pemain musik yang ada telah menunggu di sana langsung memainkan musik mereka. Raygan berlahan melangkahkan kakinya melewati sungai sambil mengendong Naura. Dia memindahkan kakinya dari satu batu kecil ke batu batu yang lainnya. Hingga akhirnya mereka sampai di batu besar itu dan dia langsung menurunkan tubuh Naura dengan pelan.


Naura berlahan melingkarkan tangannya di leher Raygan. Raygan juga melingkarkan tangannya di pinggang Naura. Mereka berdansa bersama sambil mengikuti irama musik sambil saling bertatapan.


"Terima kasih!" ucap Naura menatap lekat wajah Raygan.


"Jangan berterima kasih dulu. Karena kau belum melihat kejutan yang sebenarnya," ucap Raygan tersenyum.


Mendengar ucapan Raygan, Naura langsung membulatkan matanya terkejut. Dia tidak tau ada berapa banyak kejutan romantis yang akan di berikan Raygan kepadanya.


Bersambung....

__ADS_1



__ADS_2