
Tak terasa hari demi hari berlalu, Naura telah dinyatakan sembuh total dan diperbolehkan untuk pulang. Melihat keadaan Naura yang terus membaik keluarga Wilona dan Rocky langsung membicarakan pernikahan Naura dan Raygan. Mereka tidak mau menunda-nunda hal baik itu agar Raygan dan Naura bisa secepatnya di satukan dalam ikatan suci pernikahan.
"Baiklah! kita akan melakukan pernikahan mereka dia minggu lagi. Kami akan mengurus semuanya secepatnya," ucap Candra tersenyum.
"Baiklah! sebelum hari pernikahannya tiba, saya bawa nyonya kembali ke apartementnya terlebih dulu ya. Tidak baik jika mereka berada di bawah satu atap yang sama sebelum pernikahan," ucap Rocky.
"Tapi, Paman!" ucap Raygan melihat keadaan Naura yang masih belum pulih benar.
"Kau tidak perlu khawatir. Icha akan bersamanya. Saya juga akan mengirimkan Bi Inah untuk merawat Naura. Dia adalah pembantu kepercayaan keluarga Leonard sejak dulu. Bahkan dia yang telah merawat nyonya muda di panti asuhan," jelas Rocky.
"Tidak apa-apa, Ray. Lagian kau masih bisa mengunjungiku. Lagi pula Icha ada bersamaku," ucap Naura tersenyum.
"Baiklah! tapi kau harus minum obat muda tepat waktu. Ingat jangan terlalu banyak bekerja. Kau hanya perlu istirahat dan fokus pada kesembuhanmu," ucap Raygan tersenyum.
"Siap!" ucap Naura tersenyum.
"Kalau begitu kami permisi dulu ya. Untuk persiapan pernikahan kami akan membantu kalian," ucap Rocky tersenyum.
"Baiklah! minggu depan kita akan melakukan fitting baju pengantin. Ray akan menjemputmu ya, Sayang," ucap Yulia tersenyum.
"Baik, Ma!" ucap Naura mengantuk patuh.
"Baiklah! kami permisi dulu ya. Nyonya muda masih butuh bayak istirahat," ucap Rocky bangkit dari duduknya.
"Baiklah! ayo saya antar," ucap Raygan membantu Naura untuk berdiri.
Raygan merangkul Naura dan kenapah Naura sampai ke mobilnya. Walaupun sudah sembuh, tapi keadaan Naura masih sangatlah lemah. Luka tusukan itu cukup dalam dan menguras cukup banyak darah pada tubuh Naura. Di tambah lagi Naura yang koma beberapa hati di rumah sakit membuat keadaannya semakin lemah.
Sesampainya di depan mobil Naura, Raygan langsung membukakan pintu untuknya. Raygan mendudukkan Naura di bangku belakang lalu memakaikan sabuk pengamannya.
"Kau jaga kesehatanmu ya, Sayang. Aku akan mengunjungimu setiap hari," ucap Raygan lalu mencium lembut kening Naura.
Mendengar ucapan Raygan, Naura langsung mengatur pelan.
"I love you, Sayang," ucap Raygan kembali sambil mengacak-acak rambut Naura.
"I love you too, Sayang," ucap Naura tersenyum.
__ADS_1
Setelah melihat Naura duduk dengan nyaman Raygan langsung menutup pintunya dengan pelan. Icha juga langsung duduk di samping Naura sambil melambaikan tangannya kepada Raygan dan kedua orang tuanya.
"Kakak! paman! bibi! Icha pergi dulu ya. Icha akan menjaga calon kakak ipar dengan baik," ucap Icha tersenyum.
"Kau jaga kakak iparmu ya. Awas saja kalau ada lecet sedikit saja. Kakak aka potong uang sakumu," ancam Raygan menunjuk Icha.
"Astaga kak! kau memang kakak yang kejam," ucap Icha melipat kedua tangannya di dadanya sambil menatap kesal Raygan.
"Ha... ha... kakak hanya bercanda," ucap Raygan terkekeh kecil.
"Maaf, Tuan! kami pergi dulu ya," ucap Rocky menunduk hormat lalu masuk ke dalam mobil.
Dia duduk di samping supir lalu menatap Naura dari kaca spion depan.
"Apa kita sudah boleh berangkat nyonya?" tanya Rocky melirik Naura.
"Ayo jalan!" perintah Naura.
Saat mobilnya mulai melakukan, Naura dan Icha langsung melambaikan tangannya kepada Raygan. Raygan hanya mampu melambaikan tangannya sambil tersenyum. Walaupun hatinya terasa sangat berat karena harus berjauhan dari Naura selama dua minggu ini. Walaupun untuk sementara ini mereka pisah atap tapi setidaknya Raygan masih bisa menemukan Naura kapanpun yang dia mau.
"Apakah di kota kelahiranku juga ramai seperti ini, Paman?" tanya Naura penasaran bagaimana keadaan di kota kelahirannya.
"Tentu saja, Nyonya. Di sana sangat ramai seperti ini. Apa sebelum menikah nyonya mau melihat mension peninggalan tuan dan nyonya besar?" tanya Rocky tersenyum.
"Berarti kita akan jalan-jalan dong?" ucap Icha tersenyum penuh semangat.
"Sepertinya tidak mungkin. Hari pernikahan sudah semakin dekat. Keadaanku juga masih seperti ini," ucap Naura menunduk sedih sambil memengang perutnya yang masih sedikit terasa perih.
"Bagaimana jika nyonya melakukan bulan madu di sana? tuan dan nyonya besar memiliki villa di tepi pantai. Aku yakin nyonya akan senang jika berkunjung ke sana. Bahkan di villa itu juga dulu mereka melakukan bulan madu dan tempat favorit mereka. Mereka selalu berlibur ke sana. Di sana tersimpan banyak kenangan mereka, Nyonya," ucap Rocky tersenyum.
"Benarkah! kalau begitu aku akan mengajak Ray ke sana saat bulan madu nanti," ucap Naura tersenyum penuh semangat.
"Yah! kakak perginya saat bulan madu. Kak Ray pasti tidak mengizinkanku untuk ikut," ucap Icha memelas.
"Nona tenang saja. Nona juga boleh ke sana untuk melakukan bulan madu bersama suami nona nantinya," ucap Rocky terkekeh kecil.
"Paman ini! punya pacar saja tidak. Bagaimana Icha bisa menikah?" ucap Icha memutar bola matanya memelas.
__ADS_1
"Benarkah? kalau begitu apa kau mau jadi calon istri paman?" ucap Rocky tersenyum kecil.
"Apa! paman ada-ada saja," ucap Icha terkekeh kecil mendengar gurauan Rocky.
"Paman hanya bercanda! Lagian kau itu pantasnya jadi putri paman," ucap Rocky terkekeh.
"Maaf! apa paman belum menikah?" tanya Naura mengecilkan suaranya agar Rocky tidak tersinggung.
"Belum! paman pernah berjanji tidak akan menikah sebelum kau mendapatkan kebahagiaanmu. Paman takut jika paman menikah paman akan kurang memperhatikanmu karena kehadiran anak dan istri paman," ucap Rocky menunduk sedih.
Mendengar ucapan Rocky, Naura langsungerasa tidak enak. Karena dia Rocky jadi menyia-nyiakan masa mudanya karena terlalu fokus pada dirinya dan juga perkembangan almarhum kedua orang tuannya.
"Kalau boleh tau umur paman berapa?" tanya Naura pelan.
"Paman masih sangat muda. Umur paman masih empat puluh tiga tahun. Jadi masih mapan untuk menikah," ucap Rocky dengan pedenya.
"Paman ini! ternyata paman sangat lucu ya," ucap Naura tersenyum.
"Paman memang humoris. Tapi karena wajah paman yang sangat menyeramkan semua orang jadi takut kepada paman," ucap Rocky terkekeh kecil.
"Kalau begitu paman harus merubah tampang menyeramkan paman itu. Lagian sekarang aku sudah menemukan kebahagiaanku. Bahkan sebentar lagi aku akan menikah dan memiliki keluarga. Jadi sekarang tugas paman sebentar lagi sudah selesai," ucap Naura tersenyum.
"Tapi paman jangan senang dulu. Aku masih ada tugas penting untuk paman," ucap Naura kembali.
"Tugas apa, Nyonya?" tanya Rocky mengerutkan keningnya binggung.
"Tugas mencari pendamping hidup,"
"Untuk siapa?"
"Untuk paman lah! Mana mungkin untukku," ucap Naura terkekeh kecil.
"Kalau itu gampang, Nyonya. Setelah nyonya menikah aku akan berkelana mencari cintaku yang telah lama menghilang," ucap Rocky tersenyum penuh semangat.
Bersambung....
__ADS_1