
Naura menatap malam kedua orang tuanya dengan mata berkaca-kaca. Dia berlahan duduk dan memeluk baru nisan kedua orang tuanya secara bergantian. Naura menangis sambil memeluk baru nisan orang tuanya sebagai pelepas rasa rindunya. Walaupun tidak bisa memeluk tubuh kedua orang tuanya, tapi Naura masih bersyukur bisa memeluk baru nisan mereka.
"Ma! Pa! Terima kasih karena sudah melindungi Naura. Usaha kalian tidak sia-sia, sekarang aku bisa berdiri di depan makam kalian. Tapi kenapa? kenapa kalian tidak memberikanku kesempatan untuk memeluk kalian," ucap Naura tidak sanggup lagi menahan air matanya.
Naura menangis sedu sambil memelui baru nisan orang tuanya. Rocky dan Raygan yang melihat itu hanya mampu menahan air mata mereka. Raygan berlahan berjongkok di samping Naura dan berusaha menenangkannya.
"Kau jangan menangis seperti ini. Aku yakin jika papa dan mama tidak akan menyukainya. Lebih baik kita berdoa dan perbanyak beribadah untuk kenyaman mereka di surga. Apa kau lupa, jika hal yang paling di nantikan semua orang tua setelah meningal adalah doa para anak-anaknya?" ucap Raygan mengelus punggung Naura.
"Kita belum pernah melakukan pengajian untuk mereka. Bagaimana jika pergi ke panti asuhan. Kita memberi sedekah atas nama mama dan papa sambil mengirim doa kepada mereka," ide Raygan tersenyum.
"Kau benar! tidak akan ada artinya jika aku terus menangis seperti ini. Lebih baik kita berdoa untuk mama dan papa. Mudah-mudahan dengan doa kita mama dan papa akan bahagia di surga allah," ucap Naura mengusap air matanya lalu berusaha terlihat kuat.
"Paman! tolong siapkan pengajian untuk mama dan papa," ucap Naura menatap Rocky.
"Baik, Nyonya," ucap Rocky menaganguk patuh.
__ADS_1
Dia langsung menghubungi pihak panti asuhan untuk menyiapkan pengajian untuk kedua orang tua Naura. Bukan hanya itu, Naura juga menyiapkan nasi kotak sembako dan juga amplop yang berisi uang untuk di bagikan kepada orang jalanan, pengemis dan juga fakir miskin.
Rocky mengerakkan semua pengawal dan juga anak buahnya. Sehingga mereka bisa membagikan semuanya dalam satu hari. Naura juga memberikan donasi kepada beberapa sekolah dan rumah sakit yang dikhususkan untuk para parkir miskin. Naura tidak mau menyia-nyiakan semua kekayaan orang tuanya dengan sia-sia.
Dia mau kekayaannya memberikan manfaat kepada orang yang lebih membutuhkannya. Naura ingin kekayaan peninggalan orang tuanya akan menjadi ladang pahala untuk kedua orang tuanya.
"Paman! aku mau lahan kosong yang ada di pinggir kota di jadikan pondok pesantren gratis. Aku lihat lahan itu cukup luas, jadi akan mampu menampung banyak santri. Kita juga bisa menyisakan sedikit lahan untuk bertani dan juga berternak untuk kegiatan para santri," ucap Naura setelah mengunjungi satu persatu aset peninggalan kedua orang tuanya.
Awalnya Rocky menyuruh Naura berbulan madu terlebih dulu sebelum melihat semua kekayaan miliknya. Namun, Naura belum tenang jika dia belum bisa mengelolah harta peninggalan orang tuanya dengan baik. Berkat bantuan Raygan dan Rocky, Naura bisa memeriksa satu persatu kekayaannya dengan cepat.
"Baiklah! kalau begitu lebih baik kita bangun pondok pesantrennya secepatnya. Aku juga akan membantu biaya pembangunan. Bagaimanapun jika kita lakukan bersama-sama pasti akan lebih mudah dan cepat," ucap Raygan tersenyum.
"Baiklah! Aku akan langsung mengerakkan para karyawan dan anak buah kepercayaan kita," ucap Rocky tersenyum.
"Sekarang urusan perusahaan dan fasilitas yang lainnya sudah selesai. Apa sekarang kita bisa melakukan bulan madu kita ya terus tertunda?" tanya Raygan memasang wajah memelasnya.
__ADS_1
"Kau tenang saja. Aku sudah menyiapkan keberangkatan kalian," ucap Rocky tersenyum.
"Kau serius?"
"Tidak! ya ia lah. Kalian pergi saja. Biar masalah di sini aku yang mengurus. Icha terus menelpon ku dan menyanyikan kalian kapan pulang. Dia ingin melakukan pernikahannya secepatnya," ucap Rocky kesal.
"Ternyata bocah itu sudah tidak sabaran," ucap Raygan membuang napasnya kasar.
"Memangnya hanya kau yang ingin nikah cepat-cepat. Mereka juga ingin merasakan indahnya surga dunia secepatnya," ucap Rocky terkekeh kecil.
"Paman!" ucap Naura kesal melihat tingkah genit Rocky.
"Apa yang paman katakan benar apa adanya," ucap Rocky tanpa merasa bersalah sedikitpun.
Bersambung....
__ADS_1