
Sesampainya di toilet wanita, Raygan dan Icha meneriksa satu persatu ruangan itu. Tapi, mereka tidak menemukan jejak Naura di sana. Mbara yang melihat salah satu pintu yang tertutup langsung memangil Raygan dan Icha.
"Di sana ada pintu yang tertutup. Aku curiga Naura ada di sana." ucap Mbara menunjuk ke arah toilet yang ada di ujung.
Dengan cepat Raygan dan Icha menuju ke tempat yang di maksud Mbara. Raygan melihat pintu itu tertutup dan merasa sangat yakin jika Naura ada di dalamnya.
Brak...
Hanya sekali tendangan pintu itu langsung terbuka dengan lebarnya. Amarah Raygan langsung memuncak ketika melihat Gabryel menjajah tubuh Naura yang tidak berdaya dengan rakusnya.
"Beraninya kau!"
Brakk....
Satu tendangan langsung melayang ke wajah Gabryel. Hanya dengan satu tendangan, Gabryel langsung jatuh tersungkur di lantai. Gabryel berlahan memegang kepalanya yang sempoyongan karna tendangan Raygan yang sangat keras.
"Kak Naura!" ucap Icha memeluk tubuh Naura sambil menangis histeris.
Dia melihat Naura yang tidak sadarkan diri dengan tangan dan mulut yang di ikat. Di tambah lagi pakaian Naura yang sudah berantakan karna ulah Gabryel. Beberapa bagian dress Naura robek. Namun, yang lebih parah di bagian lengan dan dada Naura.
Bahkan sudah memperlihatkan buah dada Naura yang tertutup kaca mata pelindungnya. Icha yang melihat ada bekas merah yang di ciptakan Gabryel di leher dan juga dada Naura sehingga, membuat Icha semakin murka.
"Dasar kau pria bejat! Apa belum cukup kau menyiksa Kak Naura?" teriak Icha menatap Gabryel penuh amarah.
Melihat keadaan Naura, Raygan yang di hantui amarah. Dia menatap Gabryel yang terus memegangi kepalanya sambil duduk di lantai. Raygan berlahan menarik lengan Gabryel dan kembali melayangkan tinjunya.
Bugh....
"Berani kau menyentuh wanitaku!" teriak Raygan dengan emosi yang memuncak.
Dia terus melayangkan tinjunya sehingga membuat wajah Gabryel babak belur. Bahkan Gabryel juga mengeluarkan darah segar dari sudut bibirnya karna pukulan Raygan yang membabi buta.
__ADS_1
"Gabryel!" teriak Rini menatap putranya yang sudah babak belur di tangan Raygan.
Tadinya, Rini dan Elissa sedang mencari keberadaan Gabryel. Tapi, saat melewati jalan menuju toilet mereka mendengar suatu keributan. Karna penasaran Rini dan Elissa berlahan mendekati sumber keributan itu. Alangkah terkejutnya mereka melihat Gabryel yang tergeletak tidak berdaya dengan wajah yang babak belur.
"Kalian apakan putraku?" ucap Rini berlari memeluk Gabryel lalu menatap Raygan dengan penuh amarah.
"Seharusnya kau bertanya kepada putramu itu, apa yang telah dia lakukan kepada wanitaku?" ucap Raygan membentak Rini.
Mendengar ucapan Raygan, Rini langsung menatap ke Naura yang tidak berdaya di dalam pelukan Icha.
Karna keributan yang cukup keras, berita keributan itupun langsung terdengar ke telinga Ronal dan juga Candra. Ronal langsung menyuruh anak buahnya untuk mengawasi pesta. Dia juga menyuruh pengawalnya berjaga di lorong menuju toilet agar keributan yang di buat oleh Gabryel tidak tersebar.
"Kenapa kau menyalahkan putraku? Pasti wanita ****** itu yang mengoda putraku." ucap Rini langsung menyalahkan Naura.
"Dasar wanita iblis! Beraninya kau mengatakan Kak Naura seperti itu. Sini kau! Biar aku robek mulutmu iblismu itu." ucap Icha penuh amarah lalu bersiap menyerang Rini. Namun, langsung di halangi oleh Mbara.
"Hai! Kau bocah kencur. Kau baru mengenal wanita murahan itu. Jadi kau belum tau bagaimana wajah aslinya." ucap Rini.
"Beraninya kau mengatakan mama nenek tua. Sini kau." ucap Elissa mencari muka agar Rini semakin menyukainya.
"Dasar kau wanita ******! Sini kau kalau berani. Biar aku keluarkan anak haram yang ada di dalam perutmu itu." ucap Icha mendorong tubuh Mbara dengan kuat lalu mengejar Elissa yang berdiri di depan pintu.
"Arghh! Dasar bocah gila." pekik Elissa ketika Icha menjambak rambutnya dengan keras.
"Sini! Biar aku tunjukkan kegilaanku kepadamu." ucap Icha semakin memperkuat jambakannya.
Tidak mau kalah, Elissa juga membalas jambakan Icha hingga akhirnya aksi saling menjambak terjadi.
"Elissa!" teriak Ronal penuh amarah melihat kelakuan Elissa yang bertengkar dengan Icha.
Melihat orang berdatangan, Raygan dengan cepat membuka jasnya lalu menutupi tubuh Naura yang terbuka. Dia menatap lekat wajah Naura yang memerah karna tamparan Gabryel yang sangat keras.
__ADS_1
"Ma... Maafkan aku! A..aku tidak tau kenapa aku melakukan itu. A...aku tadi terlalu banyak minum. A..aku mohon maafkan aku." ucap Gabryel penuh permohonan setelah sadarkan diri dari mabuknya.
"Begitu mudah mulutmu mengatakan kata maaf!" ucap Raygan menatap Gabryel dengan tatapan penuh kebencian.
Raygan tidak bisa membayangkan apa yang terjadi kepada Naura, jika sampai dia terlambat menyelamatkannya. Dia terus memeluk Naura sambil menatap keadaan Naura dengan mata berkaca-kaca.
"Gabryel! Papa menyesal punya putra sepertimu." ucap Ronal menatap Gabryel dengan penuh kekecewaan.
Kali ini perbuatan Gabryel sudah kelewatan batas. Jika sampai media tau tentang perbuatan Gabryel, Ronal tidak bisa membayangkan bagaiamana hancurnya nama baik keluarganya di depan umum.
"Pa! Maafkan Gabryel, Pa. Gabryel tidak ada niat melakukan itu." ucap Gabryel mendekati Ronal dengan susah payah.
Saat Gabryel berusaha memegang tangan Ronal, dengan cepat Ronal menghindarinya. Ronal tidak memperdulikan Gabryel, dan memilih berjalan menuju Naura yang ada di dalam pelukan Raygan. Ronal menatap Naura yang tidak sadarkan diri sambil menitikan air matanya.
"Maafkan papa! Maafkan papa yang tidak bisa mendidik putra papa dengan baik." ucap Ronal mengelus rambut Naura lalu mencium kening Naura sambil menangis.
"Tolong kau bawa putriku ke rumah sakit. Aku percayakan dia kepadamu." ucap Ronal menatap Raygan dengan tatapan penuh permohonan.
Mendengar ucapan Ronal, Raygan langsung menganguk. Raygan berlahan membawa tubuh Naura ke dalam gendongannya lalu berjalan keluar dari toilet itu. Dia berjalan sambil mengendong Naura, di ikuti oleh Mbara yang berjalan di belakangnya.
Melihat Raygan yang telah keluar dari toilet, Icha juga mengikutinya. Namun, sebelum meninggalkan toilet dia menatap Rini dan Gabryel dengan penuh kebencian.
"Kalian lihat saja! Suatu saat nanti kalian akan menyesal. Karna, kalian telah membuang berlian yang sangat berharga hanya untuk sebuah sampah." ucap Icha menatap Rini dan Gabryel dengan penuh kebenciaan.
"Dan kau! Urusan kita belum selesai." ucap Icha menunjuk Elissa lalu melangkahkan kakinya mengikuti Raygan dan Mbara.
Melihat semuanya telah pergi, Candra menatap Gabryel dan Elissa secara bergantian.
"Pasangan yang cocok!" ucap Candra tersenyum sinis lalu melangkahkan kakinya keluar dari toilet.
"Mulai malam ini papa akan kembali ke mension kita. Jika mama mau tetap tinggal bersama mereka. Maka, mama tinggallah bersama mereka." ucap Ronal menatap Rini lalu melangkahkan kakinya meninggalkan anak, istri beserta menantnya itu.
__ADS_1
Bersambung.....