Suami 189 Cm-ku

Suami 189 Cm-ku
100 ( end of Season 1)


__ADS_3

Kedua wanita itu berjalan sambil mengendap-endap menatap kesana kemari agar tidak ketahuan penyamarannya. Roda roda troli itu berjalan dnegan pelan namun pasti. Langkah kaki mereka berdua berjalan dengan begitu percaya dirinya hingga tiba di ruangan yang bertuliskan nama orang yang mereka tuju.


Pagi tadi, Shela dan Ibunya merencanakan untuk segera membunuh Tiara dan Vernon. Mereka sebelumnya masuk ke dalam rumah Mina dan mencari ponsel Shela namun tak ditemukan sama sekali. Akhirnya mereka dengan sengaja mengambil kartu nama dan kalung milik Mina untuk menjadikan gadis itu sebagai tumbal. Sebab ada pesan masuk ke ponsel nyonya Admaja yang mangatakan kalau Mina melarikan diri dan akan membalas dendam untuk membunuh mereka berdua jika Tiara tidak lenyap.


Dengan bodohnya kedua orang itu menggunakan kesempatan ini untuk memusnahkan Tiara dan Vernon demi membalaskan dendam mereka atas kematian tuan Admaja dan hilangnya Risa dari pandangan mereka.


Setelah memporak porandakan rumah Mina, kedua orang itu beranjak dari sana keluar dari rumah itu lalu menuju rumah sakit sesuai dengan informasi yang dikirimkan Mina yang meminta mereka untuk datang ke rumah sakit dimana Vernon berada.


“ mom ini ruangannya,” ucap Shela sambil menunjuk nama Vernon di pintu masuk ruangan VVIP itu.


Nyonya Admaja mengangguk. Mereka mengintip dari bagian kaca pintu ruangan itu. Ada seorang wanita yang sedang duduk di samping pria yang kepalanya dibalut denagn perban dan sedang tertidur di atas brankar.


Shela membuka pintu ruangan itu perlahan lahan. Mengeluarkan pisau dari balik kantongnya, berjalan dengan percaya diri seolah dia memang petugas di rumah sakit itu.


"Ayo Mom," ucapnya .


Klotak... Klotak.... Klotak.


Troli itu berjalan mendekati wanita di depan mereka.


"Ekhmm Saya akan memberikan vitamin untuk tuan Vernon," ucap Shela sambil mengeluarkan pisau dari balik lengan bajunya.


Perlahan perempuan itu mendekati Tiara, dan..


Grep....


Dia menarik Tiara dan mencekik leher wanita itu sambil menodongkan pisau ke lehernya.


"A.. apa yang kau lakukan!!!!!!" Tiara terkejut saat melihat seseorang mencekik lehernya dari belakang.


"AKU AKAN MEMBUNUH KALIAN BERFUA DISINI HAHAHAHAHAHAHHA....." Tawa kemenangan Shela menggelegar di dalam ruangan itu. Dia dengan penuh kebanggaan mengancam.orang di depannya.


"Heh... Benarkah!?" Ucap Tiara dengan nada meremehkan yang membuat Shela dan Nyonya Admaja saling melemparkan tatapan.

__ADS_1


Saking kesalnya karena diremehkan, Nyonya Admaja mengambil.cairan injeksi berisi racun dan berjalan ke sisi lain brankar Vernon.


"kau aku melihat suamimu mati terlebih dahulu wanita sialan!!!!!!!" Ucap nyonya Admaja.


Tiara menunduk sambil menyeringai," hmmm... Bolehlah, daripada aku tidak melihat suamiku entah dimana, dan putriku yang hadir pelacur, setidaknya aku beruntung mati dalam.kondisi begini hahhaahhahw....m" lagi lagi Tiara mengucapkan kata kata yang ambigu.


"Sialan, dasar perempuan munafik, gara gara kalian kami kehilangan keluarga kami, gara gara kau aku kehilangan semua harta dan ketenaran, kau memang pantas untuk mati!!!!!" Shela menarik rambut Tiara dan menatap wajah wanita itu.


"Kau Harus ma...... Mi...Mina!!!!!!?" Shela terbelalak saat melihat wanita yang dia ancam bukanlah Tiara tetapi Mina.


"Hahahaha... Benar kata mereka, kau kuat rapi otakmu benar benar bodoh hahahah... Kita ketemu lagi Shela!!!" Ucap Mina sambil tersenyum menyeringai menatap wajah Shela yang shock.


"SIALAN !!!!!"


"Mom lari kita di jebak!!!!" Pekik Shela yang langsung panik, dia melepaskan Mina karena sadar kalau dia dan ibunya sudah terjebak dalam perangkap orang orang itu. Mereka dipancing ke rumah sakit agar tidak perlu capek untuk melacak keberadaan mereka di luar sana.


"Apa apaan ini... Sial!!!" Nyonya Admaja juga sama paniknya.


Namun sudah terlambat untuk melarikan diri. Anak buah Davichi dan Vampire sudah berjaga di dalam ruangan itu, mereka keluar dari tempat persembunyian masing masing dan menangkap Shela juga ibunya.


"TI..TIDAK!!! SIAL!!!" Pekik Shela histeris. Dia mencoba melarikan diri dari sana.


Grep...


Bughh...


Kedua wanita itu ditangkap dan dibekuk oleh anak buah mereka. Shela dan Nyonya Admaja meronta ronta saat ditangkap oleh mereka. Jelas aura kemarahan itu tergambar di wajah mereka.


"Lepaskan aku banjingan, aku harus membunuh wanita sialan yang sudah merusak keluarga kami, sialan kalian harus mati!!!!"


"Kalian semua harus mati!!!!!" Keduanya berteriak histeris, memberontak, menendang kesana kemari dan berteriak membuat keributan.


"Bawa mereka, ikat dan kunci di markas sebelum dieksekusi, mereka harus melihat bagaimana keluarga yang mereka banggakan di hukum setimpal dengan perbuatannya!!!" Suara bariton Max terdengar menggelegar di dalam ruangan itu.

__ADS_1


"Baik tuan!" Ucap mereka sambil membungkuk hormat.


Kedua perempuan itu ditangkap dan dibawa sesuai permintaan Max. Kini tinggal Max, Arthur, Mina dan Athena di dalam ruangan itu.


Athena dan Mina berdir dan menghadap mereka berdua sambil membungkuk pertanda penyesalan mereka begitu dalam. Mina dan Athena sama sama memberikan tangan mereka kepada kedua pria itu.


"Sesuai janji kami, kalian boleh menghukum kami sekarang karena semuanya telah selesai," ucap Athena.


"Kakak benar, sekarang giliran kami," ucap Mina sambil menunduk malu karena perbuatannya.


"Bukan kami yang memutuskan hal itu, lagi pula hutang kalian pada Nyonya muda semakin bertambah, tunggu sampai tuan muda bangun baru kami memutuskan apa yang akan dilakukan pada kalian!" Ucap Max dengan tegas.


"Tetapi sebelum itu, kalian pasi tau apa yang harus kalian lakukan terhadap Tiara bukan? Gunakanlah waktu kalia dengan baik!" Tambah Arthur.


Max dan Arthur keluar dar ruangan itu. Mina bergetar ketakutan sambil menangis. Dia terjatuh ke atas lantai, kesalahan besar yang memang tidak bisa dimaafkan.


Athena menghampiri adiknya dan memeluk gadis itu dengan erat," maafkan kakak, kakak janji akan selalu menemanimu Mina, seharusnya kakak mengajarimu lebih baik, ini salah kakak tidak bisa jadi kakak yang baik untukmu, maaf sayang," ucap Athena.


"Tidak, aku justru bangga pada kakak, karena sampai akhir pun kakak selalu disisi Mina, Mina memang salah, Mina yang terlalu serakah, mulai sekarang Mina janji tidak akan hidup dengan cara seperti itu lagi meski aku tidak tau apa kita akan hidup di masa depan," ucap Mina dengan air mata yang mengalir begitu deras dari kedua pelupuk matanya.


Athena mengangguk sambil mengusap wajah adiknya," Sekarang kita cari waktu untuk minta maaf pada Tiara, selamanya hutang darah ini tidak akan pernah terbayar," ucap Athena.


Sementara itu tanpa mereka ketahui, Tiara mengawasi mereka dari ruangan suaminya. Ada kamera tersembunyi disana yang merekam segala hal yang telah terjadi. Hampir saja Tiara menuduh Mina mencelakai suaminya, meski secara tidak langsung Mina memang memiliki niat itu.


Tiara juga menangis, dia tau kakak beradik itu sangat kesakitan di masa lalu, dia tau mereka juga menderita tapi untuk menerima mereka kembali akan butuh waktu lama. Tiara akan sulit membuka hatinya lagi karena terlanjur kecewa.


"Kalian berdua.. apa yang harus kulakukan pada kalian!!!!" Tiara menangis karena terlalu kesal.


Tiara menatap suaminya yang tak kunjung sadarkan diri. Semuanya sudah selesai, para penjahat itu sudah ditangkap namun Vernon masih saja terlelap.


Tiara mendekati tubuh suaminya, mengusap wajah tampan itu dengan hati yang hancur. Terlalu berat baginya untuk menghadapi ini sendirian. Dia dan janinnya membutuhkan suaminya, namun Vernon tidak akan bangun untuk waktu dekat.


"Cepatlah kembali sayang.... cepat pulang, kami kesepian hiks hiks hiks.....

__ADS_1


The End of Season 1


(Di masa depan Vernon dibawa berobat ke luar negeri dan Tiara tinggal sendirian bersama janinnya di mansion utama keluarga Karl, Vernon dan Tiara menjalani dua kehidupan berbeda, Vernon yang lupa ingatan hidup dengan bahagia bersama Ibunya setelah hubungan mereka membaik dan Tiara hidup kesepian bersama bayi kecilnya di rumah besar itu)


__ADS_2