
Hari menjelang malam. Vernon telah selesai dari pekerjaannya yang penuh dengan keributan dan kepanikan karena istrinya seharian tidak menjawab panggilan telepon nya, bahkan tak sekalipun mengirim pesan pada dirinya.
Saat hendak menjemput dari kampus, Vernon malah mendapati Tiara sudah pulang terlebih dahulu. Sialnya Anak buah yang seharusnya mengikut Tiara sedang bertugas di markas Davichi sebab ada serangan tiba tiba di tiga pusat markas. Terpaksa seluruh anak buah dikerahkan. Arthur dan Damian tentu bukan pengawal Tiara, mereka punya banyak jadwal.
Vernon sampai saat ini tidak mengetahui keberadaan istrinya. Ponsel Tiara dimatikan membuatnya sulit melacak keberadaan wanita itu. Titik akses terakhir ponsel Tiara adalah di jalan besar kota itu. Setelahnya, Vernon tak bisa melacak keberadaan Tiara, anehnya seperti ada yang sengaja menutup akses mencari keberadaan wanita itu.
Vernon pulang ke rumah berharap dia menemukan istrinya disana. Penampilan nya acak acakan bahkan rambutnya sudah seperti sarang burung saking kesalnya dengan hari ini.
"Tiara!!! sayang kau di rumah!!!' teriak pria itu begitu dia turun dari dalam mobil.
Max berlari mengikuti Vernon. Seharian dia juga tidak mengetahui kabar nyonya mudanya. Bahkan kedatangan Johan dan istrinya ke Indonesia tidak mereka ketahui.
"Paman Bibi apa Tiara sudah pulang!?" tanya Vernon seperti orang gila.
Kedua orangtua itu langsung menoleh saat mendengar pertanyaan Vernon. Mereka pikir Tiara belum kembali karena sudah bersama Vernon.
"Loh bukannya pulang bareng kamu nak?" tanya Nyonya Gita yang langsung menghampiri Vernon.
Krekkk...
Runtuh sudah pertahanan Vernon saat mendengar istrinya belum pulang ke rumah. Semua salahnya yang terlalu egois dan malah menyakiti hati istrinya.
"Ja..jadi Tiara belum pulang Bibi!?" Mata Vernon membulat.
"Belum, kami pikir pulang bareng kamu!" ucap Nyonya Gita dengan nada khawatir.
"Ya Tuhan ini semua salahku, aku membuat Tiara tidak pulang, apa yang harus kulakukan arhh sial!!!" Vernon memijit pelipisnya.
Dia benar benar khawatir karena Tiara belum juga kembali ke rumah itu. Bagaimana bisa dia kecolongan seperti ini.
Seharian dia memikirkan dirinya sendiri, hendak meminta maaf tapi egonya terlalu tinggi. Dia tidak ingin mendengar istrinya membela Kevin namun hal itu justru membuat hubungan mereka menjadi renggang seperti saat ini.
"Aku akan mencarinya!" ucap Vernon..
Rasa bersalah menyelimuti dirinya, khawatir dan takut istrinya kenapa kenapa. Cepat cepat dia melangkah keluar hendak mencari sang istri.
"Max ayo kita cari Tiara!" ucap pria itu.
__ADS_1
"Baik tuan!" jawab Max dengan tegas.
Vernon langsung masuk ke dalam mobil bersama.Max. Mereka mencari ke tempat dimana saja Tiara mungkin berada. Saat itulah Vernon sadar kalau selama ini Tiara tidak bebas. Bahkan tempat yang biasa di kunjungi wanita itu pun sangat sedikit dan bisa dihitung jumlahnya.
"Sial kenapa aku tidak peka!" Vernon mengumpat dirinya sendiri.
"Ayo ke kafe di depan perusahaan!' ucap Vernon yang dibalas anggukan kepala oleh Max.
Mereka melaju menuju kafe yang dimaksud oleh Vernon, tempat Tiara bekerja sambilan jika ada jam kosong.
Sepanjang jalan Vernon menatap jalanan siapa tau dia mungkin menemukan sosok istrinya tersesat di jalanan.
Tak beberapa lama mereka tiba di kafe yang Dimas oleh Vernon. Sontak dia berlari keluar dan menerobos masuk ke dalam kafe, matanya menatap seisi kafe itu dan mencari cari dimana istrinya berada.
" Apa Tiara ada disini!?" tanya pria itu pada salah satu pelayan kafe.
"Tiara tidak.masuk hari ini, ada perlu apa tuan!?" tanya pelayan itu.
"Tidak!" ketus pria itu, dia langsung pergi dari sana dan berlari menuju mobil meninggalkan kafe itu.
"Kota ke kontrakan lama Max!" ucap Vernon.
"Baik tuan," ucap Max.
"Cepatlah hubungi perempuan itu!" ucap Vernon. Jelas dalam kata katanya dia terdengar khawatir karena istrinya tak kelihatan sampai saat ini.
Max menghubungi Hanum, nomor kontak teman teman dekat Tiara sudah ada dalam daftar kontak pria itu, baginya tidak sulit untuk menemukan nomor seperti itu.
"Assalamualaikum nona Hanum, saya Max asisten tuan muda Vernon" ucap Max membuka panggilan.
"Walaikumsalam tuan, Ya, ada apa tuan?" tanya Hanum dengan lembut. Jujur saja hanya dengan mendengar suara lembut gadis itu sudah membuat hati Max tak tentu. Tetapi dia tak bisa memikirkan hal itu sekarang, keselamatan nyonya mudanya lebih penting saat ini.
"Apa nyonya muda, maksud saya nyonya Tiara bersama anda nona?" tanya Max.
"Tidak, bukannya dia sudah pulang? bukannya bersama dengan tuan Vernon, apa yang terjadi?!" tanya Hanum dengan suara panik.
"aahhh begitu, nyonya belum tiba sampai saat ini kami sedang mencarinya, jika kebetulan melihat atau tau posisi nyonya mohon segera memberitahu saya nona," ucap Max.
"Baik tuan, akan saya beritahu!" ucap Hanum .
__ADS_1
Max mengakhiri panggilan nya, hasilnya nihil, Hanum bahkan tak tau dimana wanita itu berada.
"Maaf tuan, Nyonya muda tidak bersama nona Hanum," ucap Max.
Brakkk...
Vernon memukul pintu mobil dengan akan kesal.
"Bodohnya aku!!" kesal pria itu.
"Ayo ke kontrakan Tiara Max!" ucapnya.
Akhirnya mereka berkeliling mencari Tiara, pergi ke seluruh tempat yang mungkin dikunjungi wanita itu. Namun semua hasilnya sama, mereka tak menemukan Tiara sama sekali. Padahal sudah berjam jama mencari.
"Dimana kamu sayang, maafkan aku.." lirih Vernon,, dia tetap berusaha menghubungi ponsel istrinya meski tau kalau ponsel itu mati.
"Tuan sampai seperti ini hanya karena nyonya muda tak pulang, tau rasa kau tuan, makanya dengarkan dahulu kalah seseorang berbicara padamu!" batin Max yang malah menikmati pertunjukan hari ini.
Jarang jarang melihat tuan mudanya galau merana, max akan menikmati hal ini meski di satu sisi dia khawatir nyonya mudanya diculik oleh komplotan Tuan Dharma dan nyonya Kiara.
Saat Vernon sedang dalam pencarian, tiba tiba sebuah pesan masuk ke ponselnya. Cepat cepat dia membuka pesan itu berharap kala pesan itu berasal dari istrinya, namun nyatanya pesan itu berasal dari nomor tak dikenal.
"Bersiaplah menerima kehancuran mu Vernon, anak tidak tau diri seperti dirimu akan segera habis di tanganku, termasuk semua orang yang kau sayangi, jangan harap kau bisa hidup tenang setelah melakukan semua itu pada Toretto grup!! Kau dan anak angkat sialan itu akan mati di tanganku!!"
isi pesan dari tuan Dharma yang memberikan ultimatum pada Vernon. Sepertinya ada hal besar yang telah terjadi di Toretto grup sampai membuat pria itu mengirim ultimatum secara tiba tiba, padahal tim Max bergerak perlahan untuk menghancurkan pria itu.
Vernon menyerngitkan keningnya, dia bingung dengan apa yang terjadi, namun pikiran nya langsung ke arah Tiara, apa mungkin mereka akan menargetkan istrinya, dan Kevin? kenapa mereka juga menyinggung soal anak angkat dalam pesan itu.
Vernon terus melakukan pencarian, namun tak juga menemukan titik terang dimana istrinya berada.
Sudah hampir tiga jam mereka berkeliling namun tak ada tanda tanda dimana Tiara berada. Saking paniknya dia tak memikirkan cara paling cepat dan hanya berfokus pada satu cara. Di saat dia hampir menyerah seperti orang gila. Satu pesan masuk menyelamatkan dirinya.
"Kak, Kakak ipar baru pulang!" isi pesan dari Kodak.
"Max putar balik, kita ke rumah!!" ucap Vernon dengan tegas.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 🤗