
Splaaassshhh....
Bagai percikan sihir, kediaman Malik kini berubah menjadi aula pesta pernikahan untuk Max si pria kaku seperti robot dan Hanum si gadis manis Solehah.
Pernak pernik pernikahan telah dipasang oleh W.O yang disiapkan oleh sang Pimpinan Nusantara grup, baju pengantin dipilih langsung oleh Tiara, Perlengkapan lain diatur oleh Arthur, Diana, Kevin, Duo K, Damian bahkan Johan dan Nastusha pun sudah tiba disana setelah membawa sepasang cincin pernikahan terbaik untuk kedua mempelai.
Baik keluarga Malik maupun Keluarga Syekh hanya bisa menurut dan diam sebab ada tekanan besar dari si tuan muda V. Aura pembunuh dan mendominasi pria itu jelas jelas telah mematahkan semangat mereka untuk membatalkan pernikahan itu.
Tak ada yang berani berkutik, hanya diam dan menurut sesuai dengan semua yang sudah diatur oleh orang terdekat Max dan Hanum.
Setelah persiapan kilat yang memakan waktu tak kurang dari lima jam, kini di siang ini, Hanum dan Max akan mendeklarasikan pernikahan mereka di hadapan semuanya.
Max dirias dengan begitu gagah dan sempurna, tentu ini pekerjaan tangan para pria, mereka membantu Max untuk terlihat keren dengan kemampuan mereka mengatur Fashion, di tambah lagi dengan MUA profesional.
Sungguh penampilan Max begitu luar biasa dengan baju pengantin bernuansa tradisional berwarna Hitam pekat dengan ornamen ornamen indah di bagian bahu, tangan dan dada, dilengkapi sarung dengan ukuran unik di bawah serta celana senada dengan pakaian atasnya dan dilengkapi dengan peci yang sudah bertengger di atas kepalanya.
Wajah nya yang luar biasa dipadukan dengan pakaian yang begitu indah.
Max duduk di depan penghulu menunggu sang calon pengantin wanita tiba setelah melalui acara sebelumnya.
Kini Hanum dengan dampingan Tiara dan Diana yang sangat mempesona membawa gadis itu secara perlahan lahan dan membantunya berjalan dengan pakaian indah yang membalut tubuhnya.
Gaun pernikahan berwarna abu abu dengan manik manik di bagian atasnya, kebaya modern yang sudah dipermak dilengkapi dengan sarung indah di bagian bawah yang senada dengan suaminya. Kerudung panjang yang sangat dipas untuk menyempurnakan penampilan itu.
Semua orang melongo menatap penampilan kedua mempelai. Max menatap pengantin wanitanya, dia tersenyum lembut, kali pertama dalam hidupnya melihat seorang gadis yang begitu sempurna dan sekarang dia akan menjadi milik Max selamanya.
"Max kau menang besar, Hanum tak sepadan denganmu!" goda Rian.
Max melemparkan tatapan pembunuh yang mengatakan," Sekali lagi kau mengucapkan kata kata itu maka kutendang kau!"
__ADS_1
"Hehehe bercanda bro, bercanda, "Rian cengengesan melihat sifat Max yang berubah drastis.
Hanum di bawa duduk di samping Max, rasanya gugup dan tak menyangka kalau mereka berdua kan menikah dadakan setelah lamaran rujak itu.
"Sayang mereka cocok sekali, hiks hiks " bisik Tiara yang duduk di samping suaminya.
"loh kenapa kamu menangis?" tanya Vernon.
"Aku juga gak tau, pengen nangis aja, rasanya kayak aku belum rela Hanum menikah, apa ini perasaan seorang ibu yang sedih saat putrinya menikah?" celetuk Tiara yang masih menatap pasangan itu dengan mata berkaca-kaca.
"Mungkin iya, tapi bahkan ibunya sendiri tidak sesedih kamu, putri satu satunya menikah dia malah terlihat cuek dan biasa saja, siapa disini ibunya siapa bukan?" ujar Vernon yang tangannya dengan aktif membersihkan air mata si ibu muda.
"Tante Maryam memang aneh, keluarga Merry memang aneh, keluarga kak Max juga paling aneh, dua duanya sama sama memancarkan aura persaingan, benar benar bikin kesal padahal ini hari bahagia!" ketus Tiara.
Ruangan acara itu seolah terbagi menjadi beberapa kubu. Jujur saja Merry masing-masing berusaha merebut perhatian sang Vernon dan istrinya yang cantik. Alasannya cukup jelas Karena Nusantara grup berhasil menjadi perusahan terbesar saat ini bahkan setelah pengumuman identitas yang mengejutkan itu saham mereka malah naik melejit.
Pasangan yang kuat ini digadang gadang menjadi pernikahan politik, namun nyatanya itu semua hanya ucapan kosong dari para pembual dan orang orang yang iri dengan mereka.
"Bagaimana saksi, Sah!?"
"Saaahhhhhh....." Semua orang berseru dengan riang gembira pertanda ijab kabul dilakukan dengan sangat lancar. Akhirnya pasangan baru itu resmi menjadi pasangan suami istri.
Hanum dan Max saling berhadapan. Setelah memasang cincin pernikahan, dengan lembut Hanum menyalim suaminya dan mengecup punggung tangan pria itu dengan penuh hormat untuk menunjukkan bahwa Max kini adalah orang yang harus Hanum hormati.
Max menatap wanita yang kini sah jadi istrinya, umur Hanum yang masih muda membuat Max ingin terus menjaga hati yang polos itu dan merawatnya juga melindunginya sampai akhir hayatnya.
Dia mengecup kening Hanum, menandakan bahwa Max akan menjadi orang yang bertanggung jawab atas diri Hanum ke depannya, mensahkan janji yang sudah mereka ucap dia depan penghulu, keluarga dan para saksi.
Meski tak memilik banyak waktu berdua, baik Max maupun Hanum sama sama yakin dengan pilihan mereka. Keduanya sama sama telah jatuh cinta. Bagi Hanum Max adalah yang pertama dan untuk yang terakhir. Bagi Max Hanum adalah satu satunya bagi dirinya.
__ADS_1
Pertemuan pertama saat di kampus nyonya mudanya membawa berkah bagi Max yang kala.itu baru ditinggal menikah oleh si mantan. Hatinya yang galau tiba tiba merasa berbunga bahkan semangatnya menggebu-gebu saat melihat sosok gadis Soleh itu.
Kepribadian Hanum yang lembut dan ceria apalagi saat bersama Tiara membuat Max perlahan lahan semakin penasaran dengan sosok Hanum.
Saat kejadian keracunan di Milan, jujur saja Max sudah benar benar panik saat itu, dia seperti orang gila menghancurkan seisi lobi saat para dokter begitu lambat bekerja padahal mereka sudah dalam performa terbaik tapi bagi Max masih kurang.
Dia menyiapkan semua kebutuhan Hanum dengan benar benar baik, memperhatikan obat yang Hanum makan, memperhatikan pola makan bahkan menyeleksi orang orang yang merawat Hanum.
"Terimakasih," bisik Max dengan mata berkaca-kaca menatap Hanum..Ini kali pertama Hanum melihat suaminya menangis. Kali pertama dia melihat pria itu dari sisi yang lain, sungguh banyak kejutan dari diri Max.
"Hanum juga berterimakasih tuan hiks hiks hiks..." Hanum menangis sesenggukan jujur saja dia benar benar bahagia saat ini.
"Kenapa menangis Hanum?" Tanya Max lembut. Yang lain malah melihat keuwuan ini sambil gigit jari.
"emmm... i...itu... " Hanum menatap mereka semua.
"Kenapa? ada apa? apa yang mau kamu katakan?" tanya Max dengan lembut sambil bergerak semakin dekat.
"Hik hiks i..itu... kaki Hanum tuan injak, sakit hiks hiks hiks.." tangis gadis itu dengan polosnya menunjuk kakinya yang tak sengaja terinjak oleh Max.
"Masya Allah, maaf Hanum Mas gak sengaja, ya Allah, aduh maaf ya jangan nangis maaf gak sengaja sumpah!!!" Max terbelalak saat melihat kakinya menginjak kaki istrinya.
"pffthh bwahahahahhahaha....." Semua orang lagi lagi tertawa dengan tingkah pengantin baru ini. Max yang kaku ternyata memiliki sisi ceroboh seperti ini.
"Hahahahah... Kak Max dan Hanum lucu ihhh ahahhaha..."
"Dasar anak ini, selama kerja dia sempurna tapi kenapa di momen sekali dalam seumur hidupnya dia malah mempermalukan aku bosnya ini!??" gerutu Vernon.
"Hehehhe maafkan saya tuan muda, saya terlalu bahagia sampai mau terbang dan menangis rasanya," batin Max berteriak .
__ADS_1