
Markas telah dikepung dari berbagai sisi. Vernon, Tiara dan yang lainnya malah terjebak di depan gedung markas. Anak buah yang lain sudah dipanggil namun butuh waktu untuk tiba di lokasi itu, sebab markas Vernon berada di daerah terpencil dan di lingkungan tersembunyi.
"Sial, mereka terlalu cepat datang!" kesal Vernon.
"Pasti ada sesuatu kan?" bisik Tiara.
"atau mungkin mereka mengejar kelinci buruan ini hihihi..." bisik Tiara yang malah tertawa padahal kondisi sedang gawat.
"Yang, kamu di dalam ya jangan keluar sampai semuanya selesai," pinta Vernon.
"Arthur tolong jaga Tiara, aku akan membereskan pembuat onar!" ucap Vernon.
"Kalian cepatlah, dan berhati hati!" ucap Arthur.
Mereka semua pergi keluar, Tiara dibawa masuk oleh Arthur ke dalam markas. Tiara sedikit khawatir dengan suaminya dan sisanya, dia penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.
"Kak, apa kita tidak bisa menonton? aku penasaran," tanya Tiara dengan polosnya.
Arthur geleng geleng kepala melihat tingkah wanita itu. Jika itu orang lain, mungkin mereka sudah berteriak dan menangis histeris dalam kondisi seperti ini. Tetapi Tiara justru penasaran dengan apa yang sedang terjadi di luar.
Sementara itu peperangan tengah terjadi di sekitar markas. Anak buah Vernon menghadang anak buah Kalvari yang ternyata dipusatkan untuk melumpuhkan markas utama Davichi.
"Banyak sekali, ternyata taktik Praja masih sama, dia memusatkan serangan di titik utama!!" geram Vernon.
Mereka semua berpencar, Johan, Max, Damian, Vernon dan seluruh anak buah berupa menghadang kedatangan musuh.
"Beraninya kalian menyerang markas Davichi, rasakan kematian kalian!!!!" pekik Vernon, dia menerjang semua orang, menggunakan dua bilah belati kecil yang tajam dan sudah diberi racun pelumpuh badan. Bahkan setiap komponen belati itu diisi dengan racun pelumpuh.
Dalam sekejap Vernon berhasil mengalahkan puluhan orang meskipun mereka kembali bangkit dan menyerang Vernon lagi.
"Vernon hati hati di belakangmu!!!" pekik Johan saat melihat salah satu musuh melayangkan sebuah pemukul Bisbol ke arah kepala Vernon.
Bughh... Brukk...
Dengan kakinya yang panjang, Vernon menendang pria itu dengan posisi membelakangi. Ambruk dalam seketika, mungkin isi perutnya sudah hancur berantakan.
Meski jumlah Davichi sedikit, mereka berhasil melumpuhkan pergerakan lawan. Vernon menatap semuanya dengan tajam,dia mengeraskan rahangnya.
Diana langsung berdiri di samping Vernon, dia mencari cari dimana gerangan wanita yang membuatnya kesal tadi.
"Dimana wanita itu, aku harus menggunakan kesempatan ini untuk membunuhnya, beraninya dia mendekati tuan muda dan membuat tuan marah padaku!!!" batin Diana sambil melirik ke kanan kiri mencari dimana gerangan lokasi Tiara saat ini.
"Serang mereka jangan mundur!!!" pekik pimpinan Kalvari. Praja belum tiba disana, yang datang masih anak buah dan wakilnya yang sangat dia andalkan.
"Seraaaangggg!!!!" balas Vernon sambil mengangkat tangannya.
Pertempuran sekali lagi tak terelakkan, semuanya saling memukul, menghajar satu sama lain. Vernon menarik, mematahkan dan menghajar mereka satu persatu.
Yang ada dalam pikirannya saat ini adalah keamanan dan keselamatan istrinya.
Vernon terlihat melamun dan tidak fokus. Di saat yang sama seorang lainnya berlari ke arah Vernon sambil mengacungkan pisau tajam yang panjang.
"Vernon awass;!!!!!" pekik Damian.
__ADS_1
Namun kejadian tak terhindarkan, pisau tajam itu berhasil menusuk perut Vernon.
jleb....
"Arrkhhh sialan, beraninya kau!!!!!" Tangan kekar Vernon mencekik leher orang itu.
"Hahhahah mati kau, mati kau!!!!"
Brakkk... brukkk...
Pria itu diangkat tinggi ke atas dan di hempaskan ke atas jalanan dengan sangat kasar. Kepalanya membentur batu dan dia mati saat itu juga.
"Tuan berhati hatilah, kenapa anda seperti ini!!!!" Diana langsung menopang Vernon dan membawanya ke lokasi kosong.
"Astaga lihat lukamu Vernon, kenapa kau melamun!!" senggak Damian.
"Ckk... maaf, aku tidak fokus, pikiranku ke Tiara," ucap Vernon sambil menekan lukanya.
"Grrhhh Tiara lagi Tiara lagi, lihat saja akan kubunuh kau!!!" geram Diana.
Vernon terluka, namun dia tetap bertahan dan menganggap luka itu bukan apa apa.
"Tuan duduklah dahulu, biar kami yang selesaikan!" ucap Diana.
"Tidak, istriku dalam bahaya!" ucap Vernon dengan tegas sambil melangkah masuk ke arena pertempuran.
Diana menatap Vernon dan yang lainnya, mereka semua sampai seperti itu demi melindungi seorang wanita yang tidak ada apa apanya.
Johan, Max dan Damian benar benar kesal dan marah. Tak bisa dihadapi dengan pukulan biasa, mereka bertiga memakai sarung tangan berduri untuk menghajar orang orang itu.
Bughh... baghhh.. bughh....
Anak buah Kalvari tergelatak tak berdaya di atas tanah. Beberapa anak buah Davichi juga mengalami hal yang sama.
"Hohohohoho.... aku tak lagi meragukan kekuatan Davichi hahahahah.... hajar semua, bunuh semua maka wanita itu akan mati di tanganku!!!!" Suara seseorang terdengar keluar dari dalam gedung.
Seorang pria berjalan sambil mencekik leher Tiara di depannya, dia melingkarkan tangannya di leher wanita itu.
Pria itu adalah orangnya Praja, dia membekuk Tiara dan Arthur dari dalam. Serangan besar besaran terjadi membuat Vernon dan yang lainnya lengah.
"Tiara!!!"
"Jangan sentuh dia!!!' pekik Vernon yang hendak berjalan mendekati namun tangannya ditahan oleh Diana.
"Tuan jangan begini, " ucap wanita itu.
"Maafkan aku Ver, aku tidak bisa menjaganya dengan baik," ucap Arthur yang juga dibekuk oleh anak buah Praja.
"Sialan!!!"
Vernon menatap istrinya, namun ada yang aneh dengan Tiara, wanita itu sama sekali tidak takut, dia mengikut saja dengan pria berbadan besar yang menangkapnya beberapa saat lalu.
"Raaa... "
"Tenangkan dirimu Vernon!!" teriak Tiara.
__ADS_1
Plaakkk...
"Diam kau, jangan banyak bicara dasar perempuan sialan!!' kesal pria itu sambil memukul wajah Tiara sampai berbekas dan cadarnya lepas.
"Beraninya kau!!!" pekik Vernon.
"Tahan Ver, jangan sampai gegabah, Tiara bisa dalam bahaya!!!" ucap Johan.
"Bagaiman ini, istriku!!!!" ucap Vernon panik.
Tanpa mereka ketahui, Diana sudah berjalan mendekati Pria itu dan Tiara sambil memegang belati di tangannya.
"Mati kau!!!" teriak Diana yang berlari ke arah pria itu dengan kencang sambil mengarahkan pisaunya. Namun aneh yang dia serang bukan pria itu tetapi Tiara.
"ini saatnya!!" ucap Tiara sambil menatap Dua a yang berlari menerjang ke arahnya.
"Apa yang kau lakukan Diana !!!" pekik max.
Diana berlari dan di saat yang sama Tiara mematahkan lengan pria di belakangnya lalu melompat ke atas bahkan sampai membuat tubuhnya berputar di atas.
Jleebbb...
Belati di tangan Diana berhasil menembus perut pria besar itu dan membuatnya tehuyung ke atas jalan.
Baghh... Bughhhh
Kaki jenjang Tiara yang masih melayang di atas menendang kepala pria itu hingga membuatnya tak berdaya dan terjatuh ke atas tanah.
Diana terdiam membatu saat melihat apa yang terjadi, targetnya adalah membunuh Tiara, siapa sangka wanita itu menunjukkan taringnya saat ini dan malah membalik keadaan untuk lepas dari pria besar itu.
Tiara berdiri di depan Diana sambil menyeringai.
"Terimakasih atas bantuannya nona!!" ucapnya sambil menendang tukang kering wanita itu.
"Ini untuk rencana licikmu bodoh!!" bisik Tiara sambil mencengkram leher wanita itu dan menatapnya dengan tajam.
Plaakk... Plakkk...
"yang di kanan untuk tanganmu yang menyentuh suamiku dan yang di kiri hadiah dariku!" ucap Tiara.
Diana diam membeku, dia salah menilai orang lain dan salah memilih lawan. Siapa sangka wanita biasa yang terlihat lemah itu ternyata adalah sabuk hitam dalam perguruan taekwondo.
"A..aku...
.
.
.
like, vote dan komen 🤗
...Selamat hari raya idul Fitri 1443...
...Mohon maaf lahir dan batin...
__ADS_1
...☺️☺️☺️☺️...
...✨✨...