
Setelah acara makan bersama yang meriah dengan nyanyian dadakan dari semua yang ikut bergabung, mereka semua kini kembali ke kediaman masing masing. Tiara sendiri pulang pengawal bersama Diana, Arthur, Duo K dan pasangan Max dan Hanum. Mereka kembali ke mansion setelah menikmati hasil masakan bersama sama.
Para pengawal juga turut menikmati masakan yang dibuat oleh nyonya muda mereka. Bertukar cerita, bercengkrama dan menghibur ibu hamil yang dalam waktu dekat akan segera melahirkan itu. Tiara yang sudah lelah membersihkan dirinya dan masuk ke dalam kamar untuk beristirahat, jika malam sudah tiba wanita itu hanya akan mengurung diri di dalam kamar.
Tak ada yang berani mengusik karena jika diusik ada dua kemungkinan. Tiara akan sangat marah atau malah menangis histeris dan susah tidur,bahkan Hanum sendiri harus berhati hati jika malam sudah tiba karena Tiara akan lebih sensitif tanpa Vernon di sisinya.
Tiara masuk ke dalam kamarnya yang sepi tanpa suaminya. Bayang bayang Vernon di dalam kamar itu lagi lagi teringat, dia benar benar merindukan sauminya.
Dug.. dug.. dug..
“ akhhh... shhhhh....” Tiba tiba Tiara merasakan perutnya bergerak, bayi bayinya menendang.
“ anak anak Mama, kenapa sayang? Kalian rindu papa ya? Sabar ya sayang,” lirih Tiara sambil duduk di atas kasur dan mengusap perutnya.
Wanita itu mengambil ponselnya mencari nama suaminya dalam kontak ponsel itu.
Tiara mencoba menghubungi Vernon melalu video call, meski sudah tau kalau dia akan ditolak seperti jauh jauh hari, tapi Tiara tak melewatkan sehari pun untuk menghubungi suaminya. Dia sangat merindukan Vernon bahkan sampai menusuk ke tulang tulangnya.
“ Apa akan di tolak lagi?” gumam Tiara sambil meletakkan ponselnya di atas kasur dengan menyandarkan benda pipih itu ke bantal di dakatnya.
Tiara menatap ponselnya, tiba tiba wajah Vernon muncul di sana, wajah tampan yang menatap Tiara dengan tatapan dingin dan penasaran. Tak mengatakan apa pun hanya menatap dari seberang sana. Ini kali pertama Vernon mengangkat panggilan Tiara sejak kejadian itu. Vernon hanya diam dan menatap wajah Tiara dari seberang sana. Tiara yang terkejut, juga tidak mengatakan apa pun selain diam dan mengamati wajah suaminya denganmata berkca kaca. Rasa rindunya sedikit terobati dengan melihat wajah Vernon.
Mereka terus dalam posisi seperti itu sepanjang malam, tak ada pembicaraan ,tak ada yang perlu dibahas, hanya diam dan saling menatap dari tempat masing masing dan terlarut dalam pikiran mereka.
Sementara itu di kamar Max , pria itu baru selesai mandi, dia hanya menggunakan Bath robe menatap istrinya yang duduk di atas kasur sambil menatap langit langit dengan pakaian Max di tangannya.
“ Sedang memikirkan apa sayang?” tanya Max yang membuyarkan lamunan Hanum.
Wanita itu menoleh,” ehh udah selesai? Maaf aku melamun hehehe,” balas Hanum sambil tersenyum.
“ Ada apa? Apa tentang nyonya muda lagi?” tanya Max sambil mengambil pakaian itu dari tangan Hanum.
“ Sedikit, aku memikirkan Tiara sepanjang hari, kasihan dia, bagaimana cara agar ingatan tuan Vernon bisa kembali ya? Apa Mas tau caranya?” tanya wanita itu dengan polosnya.
“ Hanya waktu yang bisa menyembuhkan Hanum, tapi yakinlah Allah pasti akan menolong mereka,” ucap Max dengan yakin.
“ hmmm apa kita juga begitu?” ucap Hanum tiba tiba.
“ mm? Kenpa malah ke kita, apa kamu mau kita pisah kayak begitu sayang?” tanya Max heran.
“ Eh ya nggak dong mas, mana mau aku pisah sama kamu, makanya kalau kerja hati hati,aku gak mau jadi janda muda,” celetuk Hanum dengan wajah polos menggemaskannya itu.
“ iya sayang iya, aku pakai baju dulu,” ucap Ma yang di jawab anggukan kepala oleh Hanum.
__ADS_1
“ Mas, Hanum ...
“ kenapa sayang?” tanya Max sambil menatap istrinya, dia belum ke ruang ganti.
“ Mas, Hanum pengen punya baby , Hanum pengen hamil kayak Tiara, tapi pas Hanum tanya caranya gimana, Tiara bilangnya tanya aja sama Mas, pasti tau katanya,” ucap wanita itu sambil menatap suaminya dengan mata berbinar binar.
Plukkk...
Pakaian Max jatuh ke lantai saking terkejutnya dengan ucapan Hanum. Dia memang belum menyentuh Hanum lebih dair sekedar ciuman dan berpelukan. Dia selau menahan diri karena beberapa kali dia hampir melakuannya, Hanum malah kebingungan dan kelihatan takut bahkan pernah sampai tertidur.
“ ka.. kamu beneran sayang hah?"Max terkejut, dia langsung menghampiri istrinya dan menatap Hanum sambil menangkupkan kedua tangannya ke wajah Hanum.
Hanum mengangguk sambil tersenyum dengan manis.
“kamu tau tidak caranya bagaimana?” tanay Max .
“Nggak, bukannya Mas tau?” tanya Hanum lagi dengan polosnya.
“ Hahahahhahaha… sayang kamu kok polos banget sih, masa iya kamu gak tau?” Max tertawa karena ucapan konyol istrinya.
“ beneran gak tau Mas, emang caranya gimana?” Tanya Hanum penasaran.
“ Kamu yakin mau? Kalau udah dilakukan aku gak mau berhenti loh, “ ucap Max.
Mendengar ucapan istrinya, Max malah jadi malu sendiri.
“ hahahha kamu yang bilang ya, kalau gitu Mas ajarin kamu malam ini,” ucap Max sambil berjalan ke arah pintu dan mengunci rapat pintu kamar mereka, menyalakan lampu tidur dan menatap Hanum dengan tatapan lapar.
“ kenapa aku jadi merasa kalau aku baru saja masuk dalam lubang buaya?” batin Hanum yang merasa suasana di kamarnya jadi lebih aneh.
“ Mas juga pengen punya anak dari kamu sayang tapi tunggu kamu setuju dulu, ternyata malam ini waktunya,” ucap Max sambil tersenyum dan mulai mengungkung istrinya di atas kasur, dia masih mengenakan bathrobe.
“emmm… ke.. kenapa harus begini mas?” tanya Hanum denagn wajah bersemu merah.
“Kita mau belah duren sayang,” bisik Max dengan sensual seraya mengecup telinga istrinya.
Crretetttttt
Tubuh Hanum bagai terkena sengatan listrik akibat ulah Max. Belum lagi Hanum tidak memakai penutup kepala jika bersama suaminya.
“ Ma... mas?” Hanum kelihatan gugup.
“ Kenapa? Kamu gugup?Mas akan ajarin pelan pelan,” ucap Max sambil tersenyum dan membelai wajah istrinya dengan lembut. Perlakuan yang berbeda, membuat Hanum benar-benar gugup.
__ADS_1
Max memulai aksinya, mencium bibir lembut itu dengan rakus,Hanum membalas meski dengan cara yang kaku. Tangan Max mulai liar menjamah kesana kemari , menjelajah tubuh itu sesuai dengan keinginannya.
Tubuh Hanum menegang saat Max menyentuh bagian bagian sensitifnya.
“ masshh... apa buat baby caranya begini ahhh...” ucap Hanum di sela sel kegiatan panas itu.
“ Hanya tahap awal sayang, belum ke intinya,” ucap Max sambil mengarahkan tangannya ke lembah di bawah sana, pria itu berhasil membuat Hanum yang baru pertama kali merasakan hal ini langsung merem melek dengan semua sentuhan itu.
Permainan semakin panas. Semua pakaian mereka berserakan di atas lantai. Hanum merasakan nikmat yang belum pernah dia rasakan .
“ mas... Hanum... hanum arrhhh..
“ tahan sayang, kita akan langsung ke intinya, “ ucap Max yang akan melepas keperjakaannya malam ini. Dia mengayunkan tubuhnya hingga terjadilah penyatuan yang begitu menyakitkan bagi Hanum.
“ maass... itu sakit hiks hiks....kenapa sakit huwaa....” Hanum menangis histeris saat merasakan bagian bawah sana robek.
Max terkekeh, dia sudah berusaha sepelan mungkin tapi hasilnya tetap sama, Hanum malah menangis di malam pertama mereka sebagai suami istri yang sah.
“Maaf sayang hahahah, “Max tertawa.
“ Keluarin ihhh... sakit hiks hiks hiks...” rengek Hanum.
“ Tahan saja sebentar sayang, mas kan udah bilang gak akan berhenti mau kamu minta tolong seperti apa pun, oke,” ucap Max.
“ Tapi sakit,” cicit hanum.
Max menatap wajah istrinya dibelainya lembut wanita yang sudah resmi dia miliki seutuhnya.
“ Mas cinta sama Hanum, Mas gak akan nyakitin Hanum Mas Janji akan buat Hanum dan anak anak kita nanti bahagia, percaya dan serahkan semuanya sama Mas ya sayang, kamu ikuti saja alurnya,” ucap pria itu.
Mata Hanum tampak berkaca kaca,” terimakasih karena Mas selau ada buat Hanum, Hanum juga sayang sama mas,” ucapnya sambil menangis.
Max tersenyum dia kembali melancarkan akisnya, memainkan permainan panas dan membisikkan kata kata cinta bagi istrinya. Pada awalnya memang Hanum memarahi Max habis habisan, namun lama kelamaan Hanum menikmati setiap sentuhan itu, melakukannya dengan penuh kasih sayang dan penuh hormat.
Hingga malam semakin larut namun Max tiada lelah setelah menahan diri beberapa lama, berharap sosok malaikat kecil mereka akan segera tiba.
.
.
.
like, vote dan komen 🤗
__ADS_1