Suami 189 Cm-ku

Suami 189 Cm-ku
30


__ADS_3


Semua orang bahagia mendengar kabar baik tentang Vernon yang sudah kembali menjadi normal. Meskipun tidak menceritakan detail kesembuhannya, berita tentang dia pulih kembali sudah cukup untuk mereka.


"Lalu apa istrimu sudah tau?" tanya Nyonya Gita.


"Belum Bibi, Tiara belum tau," ucap Vernon.


"Wah jangan jangan kau menculik anak gadis orang ya!??" celetuk tuan Frank.


"Hahaha mana mungkin aku menculik anak gadis orang, Paman ada ada saja!" ucapan tuan Frank selalu membuat suasana jadi ramai.


"Tau nih si papi, dari tadi bilang kalau kamu menculik anak gadis orang," seloroh nyonya Gita sambil melemparkan tatapan mengejek pada suami.


"Hahahah kalian sama sekali tidak berubah ya," Vernon lagi lagi tertawa.


Tentu saja hal itu membuat orang orang dekatnya tertegun, begitu banyak hal yang berubah dari Vernon. Dia banyak tertawa sebagai pria normal, tatapan matanya perlahan berubah. Jika dulu dia selalu kelihatan sedih, maka saat ini di mata pria itu hanya ada sebuah kebahagiaan.


Mereka terus bercerita dan tertawa tentang banyak hal. Saat mereka asik bercengkrama tiba tiba Vernon tersentak saat mendengar suara teriakan istrinya dari lantai dua.


"Vernon!!!!!" pekik wanita itu dari lantai atas, jelas terdengar kalau Tiara ketakutan disana, tentu saja hal itu bisa terjadi karena Tiara baru di lingkungan yang sangat asing tanpa orang yang dia kenal dekat dengannya.


"Tiara bangun!" ucap Vernon.


Vernon panik, pria itu langsung berlari ke lantai dua dimana istrinya berada.


"Lihatlah anak ini, dia begitu cepat berlari ke istrinya setelah mendengar teriakan perempuan itu, sepertinya dia sudah dimabukkan oleh cinta sampai tidak permisi pada paman dan bibinya!" celetuk tuan Frank.


"Halah, seperti Papi tidak saja, kamu sama aja sama ponakanmu, bucinnya gak ketulungan, tapi Mami tetap suka hihihi..." balas Nyonya Gita sambil memeluk manja lengan suaminya tanpa segan di hadapan garda terdepan kumpulan jomblo se-Indonesia.


"Lagi harus melihat orang lain bermesraan, arrhhhkk sial..." Batin Max benar benar tersiksa, dia masih belum move on dari mantan kekasihnya yang sudah jelas bertunangan dan sebentar lagi akan menikah bahkan mengirim undangan pernikahan pada Max, menyedihkan memang nasib asisten yang satu ini.


"sabar bro, gue tau rasanya ditinggal ayang hahahah... cepat cepat move on, banyak yang lebih segar!!" ucap Arthur.


"Segar kepalamu, kau pikir es buah!!" celetuk Max.


Sementara mereka asik bercanda, Vernon naik ke lantai dua dengan langkah tergesa gesa, apalagi mengingat kalau Tiara mengalami mimpi buruk sebelumnya, dia takut istrinya mengalami hal yang sama lagi.


Vernon berada di lantai dua, Tiara tampak di depan kamar mereka dengan wajah kebingungan sambil menangis menatap rumah mewah nan besar itu.


"Vernon, dimana kamu!!" suara Tiara terdengar lirih, seperti seseorang yang ditinggalkan lama.


"Ra,Vernon disini!!" Pria itu berlari menghampiri Tiara.

__ADS_1


Tiara berbalik dan langsung memeluk Vernon sambil menangis, sepertinya dia lagi lagi mengalami mimpi buruk.


"Kenapa tinggalin Tiara hiks hiks hiks..." dia menangis sesenggukan sambil memeluk erat suaminya.


Vernon terkejut, dia tak menyangka kalau hal ini akan terjadi, sebenarnya apa yang menyebabkan istrinya begitu sedih hari ini bahkan sampai mengalami mimpi buruk dua kali.


"Ra ada apa?" tanya Vernon sambil membawa wanitanya ke dalam kamar.


"Tiara takut, Mimpi buruk lagi, darah lagi, petir lagi, kecelakaan semuanya mati, Tiara sendirian, Tiara ditinggalkan lagi, Tiara takut huaaa....." Suara Tiara sampai serak menjelaskan mimpi buruknya yang terus menerus terulang.


"Tenang Ra, itu cuma mimpi, Vernon disini, tenang ya, Vernon disini," ucap pria itu sambil memeluk Tiara dan menenangkan istrinya.


Hati Vernon benar benar sakit melihat istrinya menangis seperti itu.


"Vernon kenapa tinggalin Tiara!?" tanya wanita itu sambil menatap suaminya dengan wajah sembab dan mata merah.


"Nggak ditinggalin sayang, Vernon cuma ke bawah sebentar, menemui paman dan Bibi, sekarang kan sudah disini, jangan menangis lagi ya, semua baik baik saja, Vernon sudah disini," ucap pria itu sambil mengusap wajah Tiara dengan lembut dan tersenyum hangat untuk menenangkan istrinya.


"Kupikir kamu pergi..." Tiara menangis, jujur saja dia hanya menangis di depan suaminya, di depan orang lain dia akan berubah menjadi sosok yang keras dan kejam tetapi di depan suaminya, dia bisa mengungkapkan siapa hati dirinya.


"nggak kok, kan rumah Vernon masih disini," ucapnya sambil menoel hidung Tiara dan membersihkan air mata istrinya dengan lembut.


"Sudah jangan menangis, kok kamu cengeng banget di depan aku sih, kalau di depan orang kamu seperti singa, siap menerkam siapa pun yang menyerang kamu," ucap Vernon.


"Nggak akan ada yang menghinaku sayang, mana berani mereka menghina seorang Vernon," ucapnya.


"Hmm iya terserah kamu bilang apa, pokoknya siapapun nggak ada yang boleh mengejek kamu!" tegas Tiara.


"iya iya paham, sudah nangisnya? " tanya Vernon.


"he..em.. sudah, Tapi kok ada yang aneh!?" celetuk Tiara sambil menatap suaminya, dia memicingkan mata menatap penampilan Vernon yang menurut sangat menarik.


"Kenapa? apanya yang beda Tiara? " tanya Vernon dengan logat pria normal, tidak lagi seperti anak anak. Duduk tegap, menunjukkan kharismanya sebagai seorang pria dewasa, berbicara dengan normal seperti orang pada umumnya.


"Penampilan kamu, siapa yang buat? terus cara bicara, cara melihat, semuanya aneh, kayak gak kamu!!!" celetuk Tiara sambil menunjuk suaminya.


"Kenapa? apa aku terlihat berbeda nyonya Vernon!?" Pria itu mendekatkan tubuhnya ke arah Tiara, pelan pelan sampai Tiara terjatuh ke atas tempat tidur dan berada di bawah lingkungan Vernon.


"Apa yang berbeda sayang?" tanya Vernon.


"sepertinya bermain sedikit akan menyenangkan heheheh..." jiwa jahil pria itu lagi lagi menguasai situasi.


"emm.. i..itu, anu.. ka..ka..kamu be..beda... sedikit berbeda!" tiba tiba Tiara gugup karena suaminya begitu agresif, menimpa tubuhnya dengan sensual tentu membuat Tiara merasa aneh.

__ADS_1


"Kenapa sayang katakan apanya yang aneh dari pria idiot ini!?" celetuk Vernon.


"Jangan bilang kamu idiot, kamu itu normal, kamu gak idiot!!! aku gak suka kamu bilang begitu tentang diri kamu!" Kali Ini Tiara menatap Vernon dengan jelas, seketika moodnya berubah karena kata kata Vernon barusan.


"Darimana tau aku normal? aku memang sudah norma Ra," ucap pria itu .


"Ya kamu memang normal.. a..apa!!!" Tiara menyadari apa yang dikatakan suaminya.


"Ka..kamu..." Tiara terdiam dan mencerna semua yang dalam sekejap terjadi, mulai dari tragedi panas dingin di kamar mandi tadi sampai saat ini.


"Ya, ini Vernon yang sebenarnya Ra, Vernon sudah sembuh, bukan pria idiot lagi!" ucapnya sambil menatap netra istrinya dengan dalam.


"Aku bukan pria idiot lagi Tiara," ucap Vernon.


Mata Tiara membulat sempurna, dia menatap suaminya dengan tatapan tak percaya.


"Dasar pembohong, kamu jangan menjahili ku dasar kamu ini ya, jangan bermain main dengan ku Vernon!!!" Tiara mendorong Vernon sampai terjatuh ke lantai.


Bruuukk...


"Arrkhh Ra sakit loh!!!" rengek pria itu saat bokongnya menghantam lantai karena tenaga istrinya.


"Makanya jangan bercadain Tiara, sembuh apanya, normal apanya, jangan aneh aneh deh, kamu bikin Tiara takut tau!!!" gerutu wanita itu, bukannya percaya, dia malah mengomeli Vernon yang menurutnya hanya bercanda dan mempermainkan dirinya.


"Ya ampun Ra beneran sumpah, Aku gak sakit lagi, kok kamu gak percaya!??" tanya Vernon heran.


"Gak mau, gak percaya, Vernon gak boleh sembuh, pokoknya gak boleh!!!!" Tiara tiba tiba menangis.


"Tiara.. Kenapa sih!?" tanya pria itu heran, dia tak tau apa yang terjadi.


"Pokoknya gak mau Vernon sembuh, jangan sembuh please hiks hiks hiks... jangan sembuh!!!" Tiara berjongkok sambil menangis memeluk dirinya sendiri.


Disaat yang bersamaan,


Ting... Ting...


Notifikasi pesan masuk ponsel Tiara berbunyi, Vernon mengambil ponsel itu hendak memberinya pada Tiara namun apa yang dia baca membuat Vernon terdiam dan menatap istrinya.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 😉


__ADS_2