Suami 189 Cm-ku

Suami 189 Cm-ku
Season 2 ( Polosnya Hanum)


__ADS_3

Rindu, sebuah kata yang tidak bisa diungkapkan hanya dengan perkataan. Hati yang merindukan rumah tempatnya pulang, setiap hari menanti kedatangan sang pemilik hati. Hari yang berjalan terasa lebih lambat. Rasanya hati menjadi kosong .


Tiara membuka matanya dari tidurnya yang tak lelap, lagi lagi mual di pagi hari menyerang ibu muda ini. Cepat cepat dia bangkit lalu berlari ke wastafel. Padahal usia kandungannya sudah menjalani enam bulan lebih tetapi morning sickness yang dia alami semakin parah. Tentu saja semakin parah, obat penawarnya sudah menjauh dari dirinya.


Tanpa Vernon di sisinya, Tiara menjalani hari yang menyedihkan dan melelahkan. Terkadang perutnya kram dan rasa sakit menjalar sampai ke tulang punggungnya. Sungguh sakit membuat dia tak bisa bergerak dengan bebas. Kakinya yang membengkak, dan perutnya yang semakin berat membuat wanita itu menjalani hari yang berat tanpa Vernon di sisinya.


Huweekkk.... hoeekkkk uhuk uhuk....


Aliran air di wastafel di nyalakan, Tiara mengusap mulutnya, jika sebelumnya Vernon pasti akan sigap membantu Tiara dan memberihkan bibirnya maka sekarang Tiara sendirian.


“ Akhhh... hiks hiks hiks... Vernon.... Sayang pulanglah aku sakit Ver... kumohon pulang lah, tak apa kau tak ingat, asal aku melihat wajahmu kumohon... hiks hiks hiks... kumohon pulang Ver.....” Lagi lagi Tiara menangis, sakit sekali hati nya saat ini.


Dadanya terasa sesak, tangisnya pecah di dalam kamar mandi itu, dia memukul mukul dadanya berusaha untuk menlonggarkan perasaannya yang menyedihkan.


“ Tiara!?” Seseorang masuk ke dalam kamarnya yang disengaja tidak dikunci.


“ Ya ampun sayang, kamu mual mual lagi, kenapa tidak panggil aku?!” Hanum langsung memeluk sahabatnya, dia bisa merasakan penderitaan ibu hamil itu saat ini. Betapa kecewa dan sedihnya hati Tiara saat ini.


“ Hanum... hiks hiks... kumohon bawa suamiku pulang, kumohon bawa Vernonpulang, au tak bisa hidup tanpa dia arkkkkk... kumohon Hanum bantu aku... bantu aku... hiks hiks hiks...” Tiara menangis sesenggukan sambil memeluk Hanum.


Hanum juga ikut menangis, bukan dia tak ingin membantu, tetapi memang tak ada seorang pun diantara mereka yang bisa membuat ptia itu pulang. Bahkan Johan saja dilawan oleh Vernon, ayah mertuanya pun dia tolak .


Bahkan ada hari dimana Max mengamuk bahkan sampai memukul tuan mudanya karena kata kata kasar Vernon pada Tiara. Kala Itu Max benar benar kesal dan marah dengan kelakuan Vernon . Namun setelah kejadian itu, Vernon malah semakin keras kepala. Dia menolak segala penjelasan tentang dirinya yang sudah berusia hampir kepala tiga, tentang fakta bahwa dirinya sudah menikah, ,dia menolak semua fakta itu.


Hanum membawa Tiara untuk duduk di kursi, dia menenangkan sahabatnya dengan lembut. Setiap hari isi kepala Hanum hanya diisi dengan kekhawatiran terhadap temannya. Setiap hari dia berkunjung ke rumah itu, begitu juga dengan tuan Weizmann, keluarga kakaknya, bahkan keluarga Karl terus menemani Tiara .


“ Raa... aku gak tau harus menenangkan kamu dengan cara apa, tapi..” Hanum mengusap perut Tiara dengan lembut, air mata wanita itu juga mengalir begitu deras.


“ Ada anak kalian yang sedang bertumbuh disini, kalau kamu seperti ini, kamu juga sama saja sedang membuat anak kalian bersedih, kamu harus bisa lebih semangat, masalah ingatan tuan Vernon kita serahkan pada waktu ya, biarkan dia tenang dulu disana, kalau memang dia adalah pria yang begitu mencintai kamu selama ini, maka dia pasti akan pulang ra... karena hatinya pasti kosong ketika jauh dari kamu, cinta tuan Vernon melebihi apa yang kamu tau, tenangkan dirimu, aku yakin semua akan baik baik saja,” ucap Hanum dengan lembut.


Hanya kata kata dukungan ini saja yang bisa dia berikan pada sahabatnyuaminya secara rutin menemani Tiara. Saat Max sedang di kantor maka Hanum akan mengambil waktu sepulang kuliah untuk mengunjungi Tiara. Tiara sendiri mengambil cuti kuliah sejak kejadian yang menimpa suaminya.


Tiara menatap Hanum. Wajahnya merah dan sembab karena terlalu lelah menangis,” Apa menurutmu dia akan kembali num? Aku merindukannya, anak kami juga merindukan papanya,” ucap Tiara.


Hanum mengangguk,” ya, aku yakin dia akan kembali. Mas Max bilang kalau tuan muda sangat mencintai kamu, mungkin dia hanya butuh watu untuk menerima semua ini dengan lapang dada ra, dia lupa ingatan, saat bangun dia hanya berada dalam ingatan nya saat berusai 23 tahun, jadi wajar kalau dia syok, mungkin akan butuh waktu yang lama, tapi kamu harus kuat,aku yakin kalian akan kembali berkumpul,” ucap Hanum.

__ADS_1


Tiara mengangguk, sedikit hatinya merasa lega dengan adanya hanum di sampingnya.


“ Terimakasih sudah menghiburku Hanum, “ ucap Tiara.


Hanum tersenyum, dia mengusap wajah Tiara dengan tisu, membersihkan air matanya dan membelai wajah Tiara dengan lembut. Beda kepercayaan tak memutus hubungan persahabatan mereka, malah semakin lama mereka semakin dekat.


“ Itu tugasku ra, karena selama ini kamu selalu ada buat Hanum,” ucapnya.


“ Emm... Hanum, aku mau keluar, kamu boleh menemaniku? Ajak kak Nastusha dan Shaka juga, sudah lama rasanya aku tidak keluar dari kamar ini, aku juga mau memriksa kondisi Baby,” ucap Tiara.


“ kamu mau keluar? Wahh... baiklah, aku akan menghubungi mereka, sebentar kusiapkan pakaianmu, kamu cuci muka dulu,basuh wajahmu, “ ucap Hanum dengan antusias.


“ Biar aku saja num,” ucap Tiara.


“ Nggak, pokoknya hari ini kamu harus diperlakukan seperti seorang ratu, lagian perutmu besar begitu bagaimana caranya kamu gerak sana gerak sini,” celetuk Hanum yang sibuk memilih gaun yang pas untuk Tiara.


“ Kamu mau pakai yang mana ra?” tanya Hanum.


“ aku mau pakai kaos Vernon yang longgar num, setidaknya aku bisa mencium aroma Vernon,” ucap Tiara.


“ makanya aku bilang tadi aku yang ambil,” balas Tiara sambil tersenyum tipis.


“ emmm ngomong ngomong ra, kandungan kamu udah jalan berapa bulan?” tanya Hanum yang kini sedang menopang Tiara untuk berjalan.


“ jalan 6 bulan lebih, kenapa num?” tanya Tiara.


“ 6 bulan ya, tapi kok besar banget, kayak udah sembilan bulan aja,” celetuk Hanum yang spontan mengusap perut Tiara yang memang ukurannya berbeda dengan ukuran ibu hail normal.


“ Dia gemuk mungkin heheh..” balas Tiara sambil bercanda.


“ ummm... bukan begitu, mungkin kembar kali ra, soalnya besar banget, aku lihatnya kayak berat banget gitu,” ujar Hanum.


“ Nggak num, udah USG, kata dokter cuma satu, dinding rahimku yang tebal katanya,” balas Tiara.


“ ohhh... by the way, hamil tuh rasanya gimana sih ra? Aku penasaran?” tanay Hanum tiba tiba.

__ADS_1


“ emm? Ya gimana aku ngejelasinnya ya, kamu pengen ya?” tanya Tiara.


“ Pengen sih, tapi cara bikinnya gimana?” celetuk Hanum dengan polosnya.


“ Haaa?” Mata Tiara membulat sempurna saat mendengar kata kata Hanum. yang benar saja, seorang wanita yang sudah menikah menanyakan pertanyaan konyol seperti itu? Apa dia ini tidak kelewat polos?


“ Eh kenapa ra?” tanya Hanum bingung.


“ Kamu beneran gak tau atau pura pura bodoh num? Kamu gak ikut pelajaran biologi atau gimana sih?” Tiara benar benar heran dengan ucapan Hanum.


“ apa jangan jangan kamu dan kak Max belum melakukan itu? “ tanya Tiara.


“ Itu apa ra? Emangnya harus melakukan apa? Lagian kau dari kecil gak suka pelajaran IPA, pas SMA juga jurusan IPS, kuliah jurusan Design, emangnya kenapa?” tanya Hanum dengan polosnya.


“ Astaga Hanum, kamu itu cewek masa gak tau yang begituan? Ya ampun, pelajaran tentang reproduksi kamu gak ingat emang hah? Itu pengetahuan umum Num?” Tiara tak habis pikir.


“ eh... emang gak tau, memangnya harus gimana ra? Hubungan suami istri itu bukannya cuma sekedar ciuman , tidur bareng terus hamil ya?”ucap Hanum lagi dengan polosnya.


Plukkkkk...


“ mampus kita, hadehhh berat kamu num, kak Max pasti tersiksa selama lima bulan ini , nahan itu gak mudah loh num, wahh... aku salut dengan kak Max yang bisa tahan dengan kelakuan polos mu ini, makanya kalau sekolah itu jangan molor num, dengerin penjelasan guru, hadehhh.... ada ada aja kamu,” oceh Tiara.


“ Ehh aku kan emang gak tau, memangnya ada proses lain gitu? Bingung deh, kamu sama tuan vernon buatnya gimana? Aku pengen tau, biar aku praktekin sama kak Max,” celetuk Hanum.


Tiara memijit pelipisnya, ucapan Hanum benar benar konyol. Mungkin diantara jutaan manusia dia adalah satu dari sekian juta yang otaknya masih sangat polos.


“ Cari tau sendiri, minta sama Kak Max, mungkin kalau kamu bilang pengen punya anak, kak Max akan bantu kamu,” ucap Tiara.


“eh jadi Mas Max tau caranya, okedeh entar aku tanyain, bisa kali ya buatnya di kantor,” celetuk Hanum dengan polosnya.


“pffthh bwahahahhahahaha... ahahahhahaha Hanum Hanum kamu polos banget sih ahahahhaha.... Ya Tuhan aku gak tahan lihat ni anak akhahahhahahhaha......”


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen


__ADS_2