
..."Biar Takdir yang Bekerja,"...
Kepulangan dan kabar kehamilan Tiara di sambut dengan bahagia oleh ayah Tiara tuan Weizmann dan juga keluarga Karl. Mereka semau berkumpul di mansion milik mendiang kakek vernon yang sudah menyerahkan mansion itu atas nama Vernon.
Kevin menatap adiknya benar benar bahagia sekarang. Dia hendak memberitahukan tentang nyonya Kiara yang kini tinggal di apartemen Kevin. Namun sepertinya waktunya kurang tepat.
Mereka tertawa bersama, terilhat pancaran kebahagiaan di dalam keluarga itu. Namun beberapa orang tampknya terbawa dengan pikiran mereka masing masing saat melihat keluarga itu benar benar bahagia.
Tak ayal Hanum juga demikian, dia terus menatap Tiara dan vernon, menatap pasangan muda keluarga Weizman, menatap pasangan tua keluarga Karl yang harmonis membuat sedikit iri di dalam hati Hanum.
Tentu semua orang ingin memiliki keluarga yang bahagia, dia juga inginmenikah dnegan orang yang dia cintai dan juga mencintainya. Tidak semua orang yang dijodohkan mengalami nasib rumah tangga yang baik. Keluarga Hanum juga demikian, ayahnya menikah dengan seorang wanita karena perjodohan, namun pada akhirnya karena wanita itu mandul mereka memilih bercerai dan Ibunya Hanum menikah dengan ayahnya dan lahirlah Hanum dan saudara laki lakinya.
Gadis itu tidak inginmenjalani kisah pernikahan seperti yang dialami oleh ayahnya. Kegagalan karena perjodohan bahkan pernikahan berikutnya juga karena di jodohkan. Tidak ada kata cinta dalam rumah tangga itu,, yang ada hanya peraturan keras dan hanya untuk emenuhi kebutuhan fisik saja.
Tiara mendapati ekpresi sedih dari sahabat baiknya. Dia yang sedang bermain dengan Shaka dan Vernon berdiridanmenghampiri Hanum.
“ sayang aku ke Hanum dulu ya, sepertinya dia ada masalah,” bisik Vernon .
“ baiklah,” ucap Vernon yang juga menangkap kalau ada sesuatu yang tidak beres denagn Hanum.
“ Hei mikirin apa ?” Tiara duduk dan langsung menggandeng lengan Hanum sambil memberikan senyuman terbaiknya bagi gadis itu.
“ eh.. si bumil, nggak mikirin apa apa kok,” balas Hanum yang langsung tersadar dari lamunannya.
“ Emmm kamu pasti mikirin sesuatu kan? Ini tentang perjodohan itu ya?” celetuk Tiara.
Hanum menatap Tiara,” kamu dukun ya, kok tau sih?” celetuk Hanum sambil mencolek hidung Tiara dengan gemas. Masih berusaha untuk menyembunyikan rasa sedihnya.
“ Tuh kan pura pura lagi, aku tau num, kamu pasti mikirin perjodohan itu, kayaknya kita harus bicara berdua deh,” ucap Tiara smabil bangkit berdiri dan menarik lengan Hanum tak lupa dia mengambil cemilan di atas meja dan membawanya di pangkuannya.
“ Sayang aku ke ruang kerja kamu boleh? Mau bicara sama Hanum, gak enak ngomong disini,” ucap Tiara sambil berbisik.
“ Boleh, kalian bicaralah, kalau butuh apa apa kamu minta aja ya sayang, “ucap Vernon sambil menatap wadah snack di tangan Tiara.
__ADS_1
“ baiklah, aku makan ini boleh kan?” tanya Wanita itu lagi. Sungguh mereka ini pasangan yangsangat manis. Berbicara dengan lembut dan saing memberi perhatian satu sama lain.
“ Boleh, apa itu cukup, kamu makan untuk berdua,eh bertiga sama Hanum juga,” ucap Vernon.
“ Emm cukup deh, ya udah aku kesana dulu ya, Shakanya dijagain, jangan diiket rambutnya kayak anak perempuan, “ celetuk Tiara.
“ ehh heheheheh.. habisnya gemes rambutnya panjang, ada kuncir rambut ya aku kuncir deh heheheh...” celetuk Vernon sambil menunjukkan wajah Shaka yang menggemaskan dengan rambut di kepang dua dengan kuncir strawberry sungguh menggemaskan.
“ kamu ada ada aja, kami pergi dulu,” ucap Tiara sambil menarik tangan Hanum.
Keduanya masuk ke ruang kerja Vernon di rumah besar itu, mereka duduk bersila di sofa panjang yang cukup besar .
“ Sekarang bilang ada apa?” tanya Tiara denagn serius meski sncak itu terus masuk ke dalam mulutnya.
“ Aku takut Ra, soal perjodohan itu, au tidak mau tapi aku akan segera menikah dnegan orang yang bahkan tidak kuknel bahkan tak pernah kutemui sebelumnya, bagaimana bisa aku melakukannya?” ucap Hanum sambil menatap Tiara denagn mata berkaca kaca. Jujur saja hal ini berat.
“ Kamu sih gak nolak, kenap gak ditolak waktu itu?” celetuk Tiara.
“ Kan sekarang kamu yang bingung, kamu juga yang salah, dari awal gak ngomong, makanya jadi orang itu berani ungkapin kemauan kamu, nah sekarang udah jadi begini kamu mau gimana batalinnya? Pasti persiapan sudah dibuat dan kamu... huh... kamu malah terjebak dengan ini,” omel Tiara.
Tiara tersenyum, dia melirik ke arah sudut ruangan samnbil tersenyum jahil.
“ Hah jadi kamu suka sama kak Max?” Celetuk Tiara dengan wajah pura pura terkejut.
“ Ehh Raaa... jangan keras keras nanti di dengar, au malu, masa iya cewenya duluan yang suka, malu ihhh..” celetuk hanum yang langsung panik saat Tiara memperjelas rasa sukanya pada Max.
“ Heheh maaf, yaahhh terus gimana dong, kamu udah dijodohin, selain itu kamu gak tau mau dijodohin sama siapa, terus persiapan pernikahan akan segera dilakukan, kamu gimana sih, tapi kayaknya kakMax gak suka sama kamu,” celetuk Tiara.
Krattkkk...
Sesuatu di sudut ruangan itu bergerak saat Tiara mengatakan hal itu.
“ Ehhh apa itu? Ada orang ya Raa...” Hanum panik dia melihat ke kanan kiri namun tak menemukan sosok yang dia cari.
“ Nggak, itu Cuma cicak besar yang lagi nempel di gorden, lagi cari pacar dia,” celetuk Tiara.
__ADS_1
“ huh... aku harus gimana dong ra... aku gak tau , aku bingung, di satu sisi aku suka sama dia, di sisi lain dia mungkin gak suka sama aku, dan akau juga akan segera menikah,a ku harus apa coba?” tanya Hanum dengan mata memelas.
“ Yahhh kamu menikah saja num, sudah terlanjur juga, kamu yang memulai ya kamu juga harus bertanggung jawab denagn omongan kamu, jangan sampai kamu nyakitin perasaan orang lain,” ucap Tiara.
“Aku gak mau Raa... aku.. arhhh aku gak tau harus gimana hiks hiks hiks... aku beneran bingung...” Hanum menangis tersedu sedu.
“ Kamu kan belum lihat siapa calonnya, lagian pasti ada acara lamaran resmi kan? Kamu juga gak boleh jadi orang yang gak bertanggung jawab, ya kamu jalani aja,” ucap Tiara.
“ Raaa aku bukannya makin tenang malah makin pusing.... huwaaa....... gimana dong...” Hanum lagi lagi menangis.
“ Aku juga gak bisa bantu Hanum, kecuali kak Max juga suka, tapi sepertinya kak Max gak punya perasaan yangsama deh, soalnya dia masih belum move on dari mantannya, layar komputernya aja masih dipasang foto mantan, kamu kayaknya gak ada kesempatan, yang sabar ya,” ucap Tiara samnbil memeluk Hanum.
“ Jadi aku akhirnya akan menikah dengan prang pilihan keluarga? Menyedihkan hiks hiks hiks...” Hanum masih menangis.
“ gak ada salahnya num, kamu coba aja dulu, kalau kak Max memang suka , dia pasti akan berjuang buat dapetin kamu,” ucap Tiara.
Pinsel Hanum berbunyi, gadis itu mengangkat panggilan dari ayahnya.
“ Assalamualaikum ayah, ada apa?” tanya gadis itu.
“ kamu udah balik ke Indo kan? Segera pulang ke rumah hari jumat calon suami kamu akan melamar kamu, kita harus buat persiapan,” ucap Ayah Hanum.
“ Ju.. mat yah? Kenapa dipercepat?” Hanum terkejut,
“ Ya, itu permintaan dari calon suami kamu, lagian mereka sudah banyak membantu keluarga kita ada baiknya kita laksanakan lebih cepat,” ucap ayah hanum.
“ Baik ayah, Hanum pulang,” ucap gadis itu dengan nada lirih.
“ kenapa Num?” tanya Tiara.
“ lamarannya hari jumat, dua hari lagi, aku gak bisa apa apa.. terserah pada takdir saja,” tangis Hanum.
“ au pulang dulu Ra, titip salam sama yang lain, gak enak pamitan denagn wajah begini,” ucap gadis itu sambil beranjak keluar diikuti Tiara.
Hanum dan Tiara keluar, kepala seseorangmuncul dari balik gorden besar di sudut ruangan itu. Matanya melihat ke kanan kiri memsatikan tidak ada orang.
__ADS_1
“ Jadi Hanum suka padaku? Bagaimana ini? Apa yang harus kulakukan? Haruskah kuculik dan kubawa kawin lari? atau prianya ku bunuh, atau Hanum nya kusembunyikan!?? Ya Allah beri hamba petunjuk...” Celetuk pria yang tak lain adalah Max.