Suami 189 Cm-ku

Suami 189 Cm-ku
Season 2(Uji Lab)


__ADS_3

Max duduk di dalam ruang perawatan keluarga Karl, dia duduk di samping brankar istrinya sambil menunggu Hanum yang belum bangun setelah semalaman tak sadarkan diri. Pria itu duduk dan mendampingi Hanum dengan setia. Tak dia tinggalkan Hanum barang sekali pun setelah dia mendengar kondisi kesehatan istrinya yang menurun beberapa hari belakangan.


Max menatap wajah Hanum yang tampak pucat. Dia mengusap wajah istrinya dengan tatapan penuh kekhawatiran dengan apa yang sudah terjadi pada Hanum.


Tiara yang sudah bangun pagi dan memberi ASI si kembar masuk ke dalam ruang perawatan dengan Vernon yang mendampinginya. Tiara tak bisa tenang jika sahabat baiknya itu belum sadarkan diri .


“ Bagaimana kak, apa Hanum sudah bangun?” tanya Tiara yang duduk di sisi lain dengan Vernon berdiri di belakangnya menjaga Tiara dengan posesif.


Max menggelengkan kepalanya dengan lemah. Dia sudah diusulkan untuk membawa Hanum ke rumah sakit, tapi Tiara tau betul Hanum membenci rumah sakit sehingga dia meminta bantuan suaminya untuk memakai peralatan yang tersedia di rumah itu agar Tiara bisa mendampingi Hanum.


“ Apa yang terjadi sampai kalian tidak tau kalau Hanum sudah sampi se-drop ini?” tanya Vernon heran.


“ Dan lagi beruntung kalian tidak kehilangan janin itu,” ucap Damian yang baru keluar dari ruang laboratorium milik keluarga Karl yang dibebaskan untuk dia pakai kapan pun oleh Damian. Terkadang memang pria itu bekerja di dalam ruang laboratorium itu karena dia anggap lebih nyaman dan tenang jika dibanding dengan lab rumah sakit tempat dia bekerja.


“ Hasil tes darah Hanum menyatakan kalau dia mengonsumsi sejenis obat penggugur kandungan yang reaksinya akan tampak perlahan lahan, dan ini akan membahayakan Janin dan si Ibu di saat yang bersamaan apa kau tau ini Max?” tanya Damian.


Tiara , Vernon dan Max bahkan Arthur dan Diana yang baru masuk ke dalam ruang perawatan itu terbelalak kaget dengan penjelasan Damian. Bagaimana bisa Hanum meminum obat sejenis itu.


“ Kak Max, apa yang sebenarnya terjadi?” Tiara terkejut bukan main.


“ Aku tidak tau hal ini, dia tidak pernah bilang kalau dia sedang minum obat padaku , apa dia tidak mau memiliki anak dariku? Kenapa dia seperti ini,?” Max tak kalah terkejut. Saat mendengar itu dia benar benar syok dengan apa yang sudah dia dengar dari Damian.


“ Apa kalian bertengkar? Atau ada masalah?” tanya Vernon.


Max menggelengkan kepalanya,” tidak ada masalah apa pun, aku dan Hanum baik baik saja. Hanya waktu kami yang sedikit kurang karena pekerjaan dan dia kuliah selebihnya tidak ada masalah apa pun selama ini dan dia tidak bilang apa apa padaku,” ucap Max.

__ADS_1


"Bahkan aku sendiri tidak tau kalau Hanum sedang mengandung!" ucap Max lirih.


Tampak pria itu kecewa karena Hanum tak mengatakan apa pun pada dirinya. Bagaimaan Max bisa tidak tau kalau istrinya sedang mengandung dan kandungan itu malah sedang dalam kondisi berbahaya saat ini.


“ Beruntung kita cepat menanganinya, kandungan Hanum sangat kuat, dia bisa bertahan melawan obat sialan itu, tapi obat yang dikonsumsi oleh Hanum tidak semua orang bisa mendapatkan obat jenis itu. Ini hanya ditemukan di sekitaran Amerika dan sangat sulit untuk diperoleh, darimana dia mendapatkan obat obatan itu?’ ucap Damian heran.


Mereka semua hanya bisa terdiam dengan keadaan ini. Max memijit kepalanya, dia benar benar kecewa, mereka tidak tau apa yang telah terjadi dan malah berpikir kalau Hanum memang tidak ingin memiliki anak dengan Max sehingga dia memilih mengondumsi obat obatan aneh itu.


“ Apa dia sebenci itu padaku? Dia yang bilang ingin punya anak, tapi saat ada anak dia malah ingin menggugurkan kandungannya secara diam diam?” Max berdiri, dia melepaskan tangan istrinya, keluar dengan hati yang hancur.


“ kak Max tunggu dulu, kakak ipar tak mungkin seperti itu,” kali ini Diana angkat bicara.


Max berbalik dan menoleh ke arah Diana.


“ Benar kak Max, Hanum bukan orang yang demikian, aku tau seberapa besar keinginannya untuk memiliki anak, dia bahkan dengan telaten menemaniku selama aku mengandung, dia juga ingin memiliki anak denganmu kak,” ucap Tiara.


Max terdiam, dia hampir saja menyalahkan istrinya atas apa yang terjadi.


“ kalau ini memang bukan niat murni Hanum maka pasti ada dalang di balik ini semua, aku yakin ada yang sedang mengincar istriku,” ucap Max sambil mengeraskan rahangnya.


“ kak Max coba periksa kamar kalian dan barang barang Hanum, mungkin dia menyembunyikannya di sana, “ usul Tiara.


“ mungkin saja ada bukti yang menguatkan kecurigaan ini, aku takut Hanum dimanfaatkan oleh seseorang, terutama perempuan pengganggu sebulan lalu yang membuat keributan di depan kantor, aku merasa dia mencurigakan,” ucap Tiara .


“ Maksud anda, Bella? Dia hanya seorang mantan yang pergi meninggalkan saya tak mungkin dia kembali lagi kan?” Max tak yakin dengan apa yang diucapkan oleh Tiara.

__ADS_1


Memang sebulan lalu, ada seorang perempuan yang membuat keributan di halaman kantor Nusantara grup yang terus menerus memanggil Max dengan panggilan sayang. Dia mengaku ingin berbaikan pada Max dan kembali ke sisi pria itu, dia meminta Max untuk menerimanya kembali karena suaminya telah menceraikan dirinya dan malah mengaku kalau dia dipaksa menikah dengan pria itu.


Saat itu,Tiara berkunjung ke perusahaan dengan perut besarnya. Dia dikawal ketat oleh bodyguard, datang bersama Arthur, Praja dan Diana. Saat itu, Tiara melihat sosok perempuan pembuat onar yang diusir oleh Tiara melalau perantara anak buahnya.


“ Sekai lihat saja, aku yakin dia akan menghalalkan segala cara untuk mengusik rumah tangga kakak, kalau seperti itu kita harus lebih berhati hati sekarang!" ucap Tiara.


“ Aku hanya kurang yakin, karena Bella yang ku kenal tidak seperti itu,” ujar Max yang masih ragu denagn ucapan nyonya mudanya.


“ Ya sudah , itu sih terserah padamu kak, tapi aku sebagai sahabat Hanum akan mengambil tindakan sendiri kalau Kakak bergerak lambat,” kesal Tiara.


Max dilanda kebingungan, “ aku akan melihatnya dulu, tolong jaga kalian dia,” ucap Max yang langsung berlari ke kamar nya dan hanum di dalam ruamh besar itu.


Max masuk ke dalam kamar dengan terburu buru bahkan kakinya sampai tersandug meja namun tak dihiraukannya.


Dengan cepat dia membuka laci dan lemari lalu membongkar tas yang biasa di pakai oleh Hanum.


Max menemukan kertas putih hasil uji laboratorium tentang uji kesuburan pada Hanum yang menyatakan kalau Hanum memiliki kandungan yang lemah. Lalu sebotol vitamin yang diberikan pada Hanum dan surat tentang kondisi kesehatan hanum yang dipalsukan.


“ Sial aku kecolongan, beraninya bermain kotor seperti ini!!!" geram Max.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen


__ADS_2