Suami 189 Cm-ku

Suami 189 Cm-ku
29


__ADS_3


Semua orang terbelalak dengan apa yang barusan dikatakan oleh Vernon. Bagaimana bisa seorang pria idiot mengatakan hal mengejutkan itu, dan bagaimana bisa Vernon yang dikenal bodoh tau rencana jahat tuan Dharma yang memanfaatkan keluarga Admaja?


"A..hahah.. ha... Ve..Vernon ka..kau bisa saja," tuan Duke mati kata di depan Vernon.


"Apanya yang bisa, jawab saja pertanyaan ku, mau apa kau datang kesini hah? apa disuruh menawarkan putrimu ini padaku setelah mendapatkan Risa!?" Vernon Tampak menyeramkan, bahkan paman dan Bibinya terkejut saat melihat perubahan besar pada ponakan mereka itu.


"Eh.. Vernon jangan begini, bersikap lunaklah, bukankah tuan Dharma sudah bilang akan menjodohkan mu dengan Sherly, kami datang kesini untuk memberitahu kabar baik itu dan kebetulan kau ada disini," ucap Tuan Duke.


Sementara itu Sherly menatap Vernon dengan tatapan terkejut," ternyata dia tidak idiot, atau pura pura idiot! cara dia bicara dan cara dia menggertak sangat seksi, aku menginginkan nya!!" batin Sherly.


"Bersikap lunak? cihh kau pikir aku onde onde, apa pun tujuan kalian kesini, tidak akan pernah tercapai, aku sudah menikah, tidak ada pernikahan berikutnya!" tegas Vernon.


"Menikah? ahhh kudengar kau menikah dengan gadis yang tidak tau latar belakangnya dari mana,"Sherly berdiri lalu berjalan mendekati Vernon, Max sudah sangat geram saat melihat perempuan ular itu mendekat pada tuan mudanya.


Vernon masih diam, " Bukankah lebih baik bersamaku Vernon, kulihat kau normal normal saja, tidak seperti yang dikatakan orang orang sebagai pria idiot," ucap wanita itu seraya mengusap punggung lebar Vernon dengan sensual, sementara tangannya yang lain menarik gaunnya menunjukkan paha seksinya pada Vernon sungguh sangat agresif.


"Istrimu itu tidak sebanding denganku, kau tau kan dia itu hanya perempuan miskin dan tidak tau di..."


Jleb... creeettttr....


" arrkhhhhhhhhhh" Sherly berteriak kesakitan saat sebuah benda tajam menusuk pahanya.


creeettttr....


Vernon menarik belati kecilnya dan menggores kulit paha gadis itu hanya dengan satu tangan. Hancur sudah karir Sherly sebagai seorang model kelas dunia.


"Waduh gila lu Ver, tau aja titik lemah seorang model, kulitnya hancur begitu bakal susah dapat job, harus operasi besar!!" Arthur terbelalak dengan apa yang baru saja dilakukan oleh Vernon.


Semua orang lagi lagi dibuat tercengang dengan apa yang barusan di lakukan oleh pria itu.


Sambil tersenyum menyeringai Vernon menarik belati itu, baginya seperti sedang memotong daging ayam.


"Arrkhh kenapa kau melakukan ini!!!!" pekik Sherly sambil menangis histeris melihat luka memanjang di pahanya.


"Sherly!!" Nyonya Duke panik, dia menghampiri putrinya.


"Apa yang baru saja kau lakukan pria idiot!!!" tuan Duke benar benar kehilangan kendali saat melihat putrinya disakiti oleh psikopat gila di depan mereka itu.

__ADS_1


"Hahhahahahah.... hahahahahahaha.... menyenangkan, Paman Bibi, Vernon dapat mainan baru hahahah, apa Paman dan bibi belum bilang kalau Vernon suka main pisau hahahaha... ini menyenangkan, ayo kita potong, mulai dar mana hahahah.." Vernon tertawa cekikikan seorang orang gila atau sebut saja dia memang sedang menggila, karena lagi lagi istrinya direndahkan orang lain yang bahkan tak pernah bertemu dengan malaikat kesayangannya itu.


Vernon berdiri sambil melompat lompat ke kegirangan sambil memutar mutar belati di tangannya.


"Beraninya kau bajingan!!" pekik tuan Duke yang hendak melayangkan pukulan pada Vernon.


"Jangan membuat keonaran apa pun di rumah Keluarga Karl tuan Duke, itu pun jika ka masih ingin perusahaan mu selamat!!" ucap tuan Frank yang langsung mengambil alih situasi, dia mengangkat ponselnya dan menunjukkan grafik saham perusahaan Admaja saat ini, sangat stabil namun Frank bisa menghancurkannya dalam sekali klik.


Tuan Duke terdiam, dia menarik kepalan tangannya," Jangan melibatkan masalah pribadi dengan perusahaan tuan, saya harap anda profesional!" tegas Duke.


"Hmm..kalau begitu tenang lah, ini salah perempuan itu juga, kenapa dia harus melakukan hal bodoh padahal sudah jelas tau bagaimana sifat dan perilaku Vernon!" ucap Tuan Frank sambil melirik Vernon yang bertingkah seperti anak kecil menunjukkan kalau dia benar benar idiot.


"hah.. serang.. serang hahahahah... mati kau mati kau!!!" Celotehan Vernon terdengar jelas di telinga mereka.


"Padahal aku sempat berpikir kalau dia normal, ternyata dia hanya pria idiot hiks hiks hiks... perempuan mana yang mau menikah dengan orang bodoh dan kasar seperti dia, aku menolak perjodohan ini Pa, aku tidak akan pernah menuruti permintaan kalian lagi!!!" Sherly menangis histeris, kakinya terluka dan kulitnya rusak padahal beberapa hari lagi dia ada photo shoot dengan perusahaan terkenal, tentu hal ini akan merusak karirnya.


"Kita pulang saja, kami tak akan berharap lagi pada pria idiot seperti dirimu, cih menjijikkan , bagaimana bisa kau melukai putriku!" kesal Nyonya Duke sambil menopang putrinya.


"Hahahaha .... potong tangan? ya potong tangannya hahaha.. sini, kemari kau, sini!!!" pekik Vernon, dia benar benar bertingkah gila saat ini.


"Vernon tidak main main, hanya saja dia menutupinya dengan tingkah gilanya, dia benar benar serius dengan kata katanya, entah siapa dari mereka yang akan kehilangan jari jarinya, aku sangat menantikan itu!" batin Arthur yang tetap tenang mengawasi.


Keluarga Admaja keluar dengan perasaan kesal dan marah, keluarga Karl terlalu kuat untuk mereka lawan dan Vernon terlalu gila untuk mereka manfaatkan.


"Sialan, tunggu pembalasan ku pria sialan!" geram Sherly.


Pada akhirnya mereka keluar secara tidak terhormat dari rumah itu.


"Hahahahha... hahahahahahaha.... sialan!!!!" pekik Vernon. Tatapan nya langsung berubah. Dia menatap tajam ke arah kepergian keluarga Admaja, mengeraskan rahangnya dan mengepalkan kedua tangannya.


"Beraninya menghina istriku lagi, kenapa semua orang begitu merendahkan istriku!!!" Vernon benar benar dalam mode marah.


Tuan Frank dan nyonya Gita dibuat heran dengan perilaku Vernon yang malah terlihat seperti seorang pria dengan kepribadian ganda.


"Tuan Muda duduk dan tenangkan diri Anda!" ucap Max yang menarik paksa belati itu dari tangan Vernon.


Vernon menarik nafas dalam dalam, dia benar benar marah saat ini.


"Paman Bibi, ada yang ingin kusampaikan pada kalian!" ucap Vernon.

__ADS_1


"Ada apa nak? bicaralah!" ucap tuan Frank.


"Vernon sudah sembuh, Vernon bukan pria idiot itu lagi, dan Vernon siap mengambil alih D.K maupun Karl!" tegasnya.


Tuan Frank dan Nyonya Gita saling menatap, mata mereka berkaca kaca sambil menatap Vernon yang masih marah.


Seketika Nyonya Gita berlari menghampiri Vernon dan memeluk keponakannya.


"akhirnya Vernon sembuh, sudah berapa lama sayang? pantas saja sikapmu banyak berubah, keponakan bibi sudah sehat rupanya, syukurlah!!" Nyonya Gita menangis sambil memeluk Vernon begitu juga dengan tuan Frank.


Vernon diam menunduk saat merasakan tangan hangat pasangan itu memeluknya, rasa hangat sebuah keluarga yang sangat ingin dia rasakan, kemarahannya sedikit mereda, dia membalas pelukan mereka.


"Tak perlu kapan tau waktunya, yang pasti Vernon sudah sembuh," ucapnya.


"Ahh syukur lah nak, syukurlah, kami turut bahagia untukmu," Ucap Tuan Frank.


"Ini semua berkat doa dan dukungan kalian, Vernon menyayangi kalian, terimakasih banyak," ucap pria itu.


"Akhirnya tuan muda mengungkapkan kebenaran nya, hiks hiks hiks tak kusangka di saat seperti ini," Max menangis terharu.


Tiba tiba sebuah kain lap melayang di wajah Max.


plukk..


"Lap ingusmu cengeng!!" celetuk Arthur.


"Yaakkk.. Grrhhhh kau benar benar menghancurkan kesabaran Ku!!!" geram Max sambil menatap tajam ke arah Arthur.


"Cengeng!!"


.


.


.


like, vote dan komen 😉


puas apa belum nyiksa manusia bibir lemes??

__ADS_1


__ADS_2