Suami 189 Cm-ku

Suami 189 Cm-ku
23


__ADS_3


Tiara terhuyung dan hampir jatuh tiba tiba...


Hap...


Seseorang menangkap tubuhnya di belakang agar tidak terjatuh ke lantai yang keras.


"Kau baik baik saja, bibirmu terluka," ucap seorang pria yang tak lain dan tak bukan adalah Arthur, Beberapa saat lalu dia dan kedua temannya Max serta Damian mencari kedua orang itu.


Saat mendengar keributan dan suara Tiara, mereka langsung berlari kesana tepat saat Tiara hampir jatuh karena ulah Gibran.


"Bu..bukannya dia Arthur Loren? wajah baru dunia fashion yang memenangkan penghargaan Nobel berturut turut bukan hanya sebagai model tetapi aktor terkenal, ke..kenapa dia disini, dan.. bersama wanita sialan itu!!!" batin Gea yang malah terbelalak menatap Arthur yang tampak dekat dengan Tiara, wanita yang selalu membuatnya iri dengan semua hal yang didapatkan Tiara selama ini.


"aku baik baik saja Arthur, tapi Vernon!!!" ucap Tiara yang langsung tegap berdiri dan hendak mendekati suaminya lagi.


"Biarkan, kau belum kenal betul siapa Vernon, biarkan dia menyelesaikan hal itu," Arthur menahan tangan Tiara.


"Tapi...


"tenang saja Nyonya," ucap Max.


Sementara itu Vernon menggenggam kerah leher Gibran dan menatap pria itu dengan sangat marah, dia menunjuk sisi aslinya dibarengi dengan sisi idiotnya.


"Kenapa kau memukul istri Vernon, dasar pria bajingan!!" pekik Vernon yang mencengkram kuat leher pria itu bahkan Gibran sampai sulit bernafas.


Saat itulah Gibran menyadari kekuatan sebenarnya si pria idiot yang selama ini direndahkan oleh orang orang.


"sialan, siapa sebenarnya pria ini ? kenapa dia sangat kuat? bahkan tenaga ku saja tidak sampai sebesar ini!?? bukannya dia idiot!!!" batin Gibran yang sudah kesulitan bernafas akibat ulah Vernon.


"Beraninya tangan kotormu ini menyentuh istriku Gibran, kau pikir kau akan selamat setelah ini hah!!" ucap Vernon dalam mode normal sambil memelintir tangan Gibran, bagaimana bisa seseorang melakukan hal itu saat tangannya yang lain sedang mencekik leher pria itu.


"sialan, siapa dia, siapa dia sebenarnya suaranya tidak terdengar seperti orang idiot, tatapannya dan tenaganya, apa ini sebenarnya!!!!" batin Gibran yang sudah bergetar ketakutan bahkan seluruh tubuhnya terasa sakit hanya dengan Vernon menekan titik titik vital di tubuh pria itu.


"lepaskan suamiku, apa yang kau lakukan pada dia, dasar pria idiot, pria tidak punya otak, tolong siapa pun tolong suamiku!!" pekik Gea yang mencoba meminta pertolongan namun anehnya seluruh area itu telah dikosongkan, tak ada pelanggan yang diijinkan memasuki area itu.


Tanpa mereka sadari, anak buah Davichi telah mengepung seluruh area dan menutup akses ke lantai itu.


"Kau yang tidak punya otak!!!" pekik Vernon.


"Vernon jangan menyakiti orang lain, kumohon, kau bisa terluka!!" teriak Tiara, dia benar benar khawatir pada suaminya.


"Sial, karena Tiara melarang kau tak jadi kubunuh disini bajingan!!" umpat Vernon dengan suara berbisik yang sangat tajam dan menusuk.


"a..apa maksudnya dia akan membunuhku jika Tiara tidak melarangnya, apa dia benar benar akan membunuhku!?? ti..tidak pria ini monster, dia setan dia ini setan!!!" batin Gibran berteriak.


"Tapi dia sudah buat Tiara terluka, Vernon gak bisa diam saja," ucapnya dengan wajah bodoh dan mata berkaca-kaca, sungguh aktor profesional.


"Sialan kau pria bodoh, cepat lepaskan suamiku!!!" pekik Gea.

__ADS_1


"Mati saja kau!!!" teriak perempuan itu sambil mengangkat sebuah kursi plastik dan menghantamkannya dengan keras ke kepala Vernon.


"Vernon!!!" pekik Tiara, dia benar benar panik, kepala suaminya berdarah.


"Nggak apa apa Tiara, nggak apa-apa kok, Tiara udah larang biar Vernon gak marah, tapi untuk yang satu ini ijinkan Vernon ya," ucapnya sambil menatap Gibran.


"Mau apa lagi kau, lepaskan dia bodoh, kau hanya pria bodoh, selamanya akan tetap bodoh!!!" pekik Gea.


Tiara tak tinggal diam," Ver ayo lakukan bersama sama!!!" ucap wanita itu yang kini sedang menarik leher Gea dalam cengkramannya.


" uhukk.. uhuk apa yang kau lakukan Tiara, ini penyiksaan, ini penyiksaan aku akan menuntutmu, arrhhkkkk sialan lepaskan aku!!!!!" pekik Gea sambil menangis kesakitan karena mengunci lehernya.


"Ayo lakukan Ra!!" ucap Vernon.


"Waah mau apa mereka!?" celetuk Damian dengan mulut menganga.


"saksikan saja!" ucap Max.


"mulai!!" ucap Vernon.


"Rasakan tendangan Sakratul maut dari Vernon, kyaaakkkkkk..."


bughhj....


zzrrttt... zrrrttt... zrrrttt


Benda tak bertulang itu kini berdenyut, wajah Gibran memerah, nafasnya tercekat, bahkan dia sampai ambruk ke atas lantai memegang bagian bawahnya, tubuhnya ditekuk rasanya seperti mau mati saja.


"akhhh... ma..mati aku.. arkhhhh....." Gibran meringis kesakitan.


Max, Damian dan Arthur sontak menutup bagian bawah mereka saat melihat kejadian itu, sungguh membuat ngilu.


"Jadi ini tendangan yang dimaksud Vernon!? bisa mampus!!" gumam Arthur.


Kembali ke Tiara, wanita itu menarik Gea dan memelintir tangan wanita itu sampai bengkok ke belakang.


"kyaaakkk arrkhh tolong aku!!!!!" pekik Gea.


Brukkk


Gea di dorong ke lantai, wajah Tiara benar benar marah, namun kali ini dia puas akhirnya berhasil membalas kedua manusia tanpa hati itu.


"Jika sekali lagi kau bertingkah dan berbuat semena mena padaku atau suamiku, maka aku akan benar benar membuat hidupmu menderita Gea, kau memang pernah jadi sahabatku, tapi kau sama sekali tidak tau apa apa tentang aku!!" tegas Tiara.


"Awas kau Tiara, akan kupastikan kau mendapatkan balasannya!!!" ucap Gea yang kini menangis sesenggukan di samping suaminya


Tiara berdiri tegak dia menggandeng tangan suaminya, namun saat dia melakukan itu Vernon tau kalau Tiara benar benar dalam keadaan terpuruk saat ini, tubuh wanita itu gemetar, bahkan cengkraman tangan nya sangat kuat.


"Dia berusaha sekuat itu untuk terlihat baik baik saja, sejak bertemu denganku, yang dia hadapi hanya kesedihan dan masalah, maafkan aku sayang," batin Vernon.

__ADS_1


"Ver pulang yuk, Tiara..."wanita itu menatap netra suaminya, jelas terlihat dia menahan tangisnya.


"Ayo pulang sayang, " Vernon merangkul istrinya, mereka berjalan meninggalkan mereka berdua disana.


"Max, lakukan bagianmu!" ucap Vernon pelan.


"Saya mengerti tuan," ucap Max.


Gea dan Gibran dibiarkan tinggal disana, dan dalam hitungan menit tempat itu kembali dipenuhi oleh pelanggan.


"Ver..." lirih Tiara.


"Ada apa?" tanya Vernon lembut, mereka sudah duduk di dalam mobil.


"boleh peluk?" tanya Tiara dengan mata berkaca-kaca.


"kemarilah," ucap Vernon.


Tiara memeluk suaminya dengan erat, kata kata Gea tadi berbekas dalam ingatannya. Benar kata Gea, dia hanya seorang anak yang dibawa ibunya tetapi tidak tau siapa keluarga kandungnya, dia beruntung Ayahnya sangat menyayangi dirinya oleh karena itu dia tumbuh menjadi anak yang tau diri.


Namun rahasia ini hanya dia beritahukan pada sahabat sahabatnya, nyatanya Gea mengkhianati nya.


"Tiara?!" panggil Vernon.


"Biar begini bisa kan? hiks hiks ..." Tiara menangis memeluk erat suaminya, tempat paling nyaman baginya saat ini.


"Baiklah, " ucap Vernon, dia membalas pelukan istrinya.


"Tiara tidak tau siapa orangtua kandungnya? kenapa aku baru tau? dia pasti menderita selama ini," pikir Vernon.


Mereka melakukan perjalanan menuju rumah, perjalanan cukup lama karena macet sampai Tiara terlelap dalam pelukan Vernon.


Namun saat di jalanan tiba tiba mobil mereka dikepung oleh beberapa mobil dan motor sport.


Brummm.. brummm


"Tuan muda, kita dikepung!!" ucap Max panik


"Tenang Max, ikuti saja arah mereka, " ucap Vernon dengan suara tenang, dia memeluk istrinya dengan erat, bisa bisanya di saat seperti ini dia diserang oleh kelompok tikus.


"Tikus curut yang harus segera dibasmi!!" gumam Vernon sambil mengeraskan rahangnya.


.


.


.


like, vote dan komen

__ADS_1


__ADS_2