
Aula Fashion week itu kini hening sejenak setelah pengumuman dan pengakuan mengejutkan dari Vernon alias si idiot dari D.K . Seluruh negeri di buat syok dan terdiam setelah pengakuan besar ini.
Vernon mengungkap jati dirinya di hadapan publik, pengumuman besar yang membawa pengaruh mengerikan bagi dunia.
Semua orang yang pernah mengejek dan mencemooh pria itu kini terdiam saat melihat bahwa si idiot dari D.K bukanlah idiot yang sesungguhnya. Tetapi para netizen dan orang orang yang selalu menilai seseorang dari penampilan lah yang menjadi orang idiot disini.
Tak ada yang berani berkata kata. Para wartawan yang pernah menulis berita buruk tentang Vernon pun bungkam dengan semua kenyataan yang sudah mereka dengarkan itu.
Vernon berdiri dengan tegap, dia membuka topengnya lalu mengangkat nya ke atas.
"Vernon si idiot dari D. K sudah berakhir hari ini..." ucapnya sambil meremukkan topeng itu dengan genggaman tangannya.
Krakkk....
Hancur sudah topeng hitam itu di hadapan semua orang. pecah berkeping-keping di hadapan orang orang yang menghinanya dulu.
Pria itu terdiam, ingatan masa lalu saat dia menjalani kerasnya hidup, ingatan saya dia di bully karena tubuh gemuknya, ingatan saya tuan Dharma membakar wajahnya, ingatan saat nyonya Kiara bahkan tak meliriknya saat pertemuan orang tua dengan guru, ingatan saat semua menjauhinya karena dia pria bodoh, semuanya berputar di kepala Vernon bagaikan film dokumenter yang sengaja di putar untuk mematahkan pertahanan pria itu.
Trauma dan rasa sakit yang begitu dalam, luka yang berkali kali ditusuk dan disiram garam. Perih dan berbekas, semuanya membuta Vernon lemah.
Tiara merasakan tangan suaminya gemetaran, dia tau Vernon tidak dalam kondisi yang baik sekarang. Tangan lembut wanita itu terangkat, dia mengusap punggung Vernon dengan lembut, menggenggam tangannya dan menaruh kepercayaan penuh pada suaminya.
"Kamu sudah melakukan yang terbaik, kamu berhasil sayang, semuanya akan baik-baik saja, tenang, ada aku.." bisik Tiara.
Kekuatan batin yang diberikan istrinya sangat berpengaruh bagi pria itu. Hati yang terluka, hati yang kosong itu kini telah dipenuhi oleh Tiara seutuhnya, tak ada lagi celah yang tersisa bagi luka yang lain. Kini hidup Vernon adalah Tiara.
"Tarik nafas lalu buang perlahan, tenangkan dirimu, semua sudah berakhir, ayo kita selesaikan dengan baik," ucap Tiara.
Vernon menatap istrinya yang hanya setinggi dadanya itu. Seutas senyuman indah tergambar di wajah Vernon.
"Terimakasih, " bisik Vernon.
Tiara membalasnya dengan senyuman penuh kelembutan.
Diana melirik Tiara dan Vernon, gadis itu tersenyum bahagia ternyata Tiara bukan wanita yang seperti dia pikirkan, ternyata Tiara memang wanita luar biasa yang cantik luar dalam.
__ADS_1
"Pantas saja tuan muda banyak berubah, nyonya muda begitu baik," pikir wanita itu.
Vernon kembali menatap mereka, kali ini dia menatap tajam ke arah tuan Dharma yang terdiam membatu setelah mendengar kenyataan tentang siapa pria di depannya itu.
"Hahahah kau tidak mungkin si idiot bodoh itu, kau pasti berbohong hahahah iya kan kau berbohong, tidak mungkin aku tidak mengenali putraku sendiri!!!" pekik tuan Dharma yang masih belum menerima kenyataan.
"Cihh kau benar benar tidak tau malu Tuan Dharma!!" Max berjalan ke depan dan menatap tuan Dharma.
"Anakmu sendiri tak bisa kau kenali, orang tua macam apa kau, apa dirimu pantas disebut sebagai seorang ayah!!!?" pekik Max. Kemarahan pria itu sudah di puncak level tertinggi.
"Pengawal tangkap semua pembuat masalah itu dan bawa mereka ke markas!!!" titah Max yang tak ingin lagi melanjutkan perdebatan tidak berujung dan sia sia ini.
"baik tuan!" ucap para anak buah yang berjaga di sekeliling area itu.
"Tidak jangan tangkap aku arrkhhh sialan dasar anak pembawa sial mati saja kau!!!!!" pekik tuan Dharma yang sampai akhir tidak mengakui Vernon.
"Mau apa kalian, kenapa menangkapku!!!" pekik Risa dari ujung sana. orang orang menoleh ke arah sumber suara itu, ternyata wanita bertudung tadi adalah Risa wanita tidak tau diri yang hampir menunjukkan seluruh auratnya di hadapan publik.
"Bawa mereka semua!" ucap Vernon.
Semuanya kini telah berakhir. Orang orang itu telah dibawa ke luar untuk segera di adili.
Vernon menatap lembut istri nya dia tersenyum slalu menghamburkan pelukannya pada Tiara.
"Akhirnya selesai, sayang.. semua sudah selesai, aku bahagia..." ucap Vernon yang kembali ke mode anak kecil jika di depan istrinya.
Tiara juga bahagia, tanpa dia sadari air matanya mengalir, dia memeluk suaminya dengan erat. Beban besar di punggung Vernon kini akan selesai satu per satu.
"Aku bangga padamu sayang, kamu hebat hiks hiks hiks... kamu hebat, kamu berhasil," Ucap Tiara di sela sela tangis harunya.
Semua orang terharu, Para penonton yang tau bagaimana Vernon si idiot dihina dan diejek sontak naik ke atas panggung dan memberikan permintaan maaf pada pria itu.
Semuanya sadar dengan kesalahan mereka, para petinggi yang dulunya juga menghina Vernon dan menjadikan pria itu sebagai bahan candaan dalam pidato mereka datang berlutut dan meminta maaf pada Vernon.
Semuanya berjalan dengan baik. Tiara menatap suaminya yang kembali mendapatkan hidupnya lagi. Tak perlu berpura pura lagi dan tak perlu bersandiwara.
Berita ini tersiar ke seluruh dunia. Mereka menikmati acara itu dengan penutupan yang luar biasa.
__ADS_1
Semuanya bersenang senang dengan jamuan yang sudah disiapkan untuk seluruh peserta.
"Duh mau ke toilet," gumam Tiara. Dia melirik semua orang yang sedang sibuk, bahkan suaminya sedang sibuk melayani orang orang yang datang padanya.
"Gak tahan, aku pergi sebentar deh..." gumam Tiara.
Wanita itu pergi diam diam dari sana, dia sudah tidak tahan dan semuanya sibuk dengan urusan mereka masing masing.
Dengan perlahan Tiara melepaskan selendang besar dan pernah pernik berat lainnya agar memudahkan langkahnya masuk ke dalam toilet.
Tanpa dia sadari sejak Vernon mengungkapkan jati dirinya seseorang telah mengintip dan menargetkannya namun pergerakannya sangat halus dan tidak terdeteksi sama sekali.
Orang itu berjalan menghindari kamera, bertingkah layaknya orang normal biasa.
"Putriku telah rusak popularitasnya, seharusnya putri keduaku yang menikah dengan Vernon tapi kau merebut segalanya, kau harus mati di tanganku!!!" ucap orang yang tak lain adalah tuan Admaja yang menyimpan dendam pada Tiara karena kedua putrinya ditolak oleh Keluarga D.K.
Dia mengikuti Tiara yang ada di depan nya dengan perlahan. Di belakang tubuhnya ada belati tajam yang sudah dia siapkan.
Tiara berjalan menuju toilet, buru buru dia masuk ke dalam toilet karena sudah kebelet buang air kecil.
Setelah selesai, Tiara keluar dari dalam toilet dan hendak membersihkan tangannya.
Namun yang dia dapati adalah tuan Admaja yang berdiri dengan senyuman menyeringai di depannya.
"Ma..mau apa kau!!!!" Tiara terkejut bukan main apalagi melihat dua bilah pisau tajam di tangan pria itu.
"Mau membunuhmu wanita sialan!!!" pekik tuan Admaja sambil menerjang Tiara dengan brutal menggunakan pisau itu.
"Arkhhh ... kenapa kau melakukan ini!!!!!"
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗
__ADS_1