
Penampilan yang memukau dari duo K berhasil menarik perhatian para penonton. Penampilan memukau nan mempesona membuat semua orang terpana dengan mereka berdua.
Duo K, berjalan perlahan ke belakang panggung dengan Kodak yang setia mendampingi kakaknya yang terkena racun, meski lemah namun Kanon masih bisa bertahan. Perlahan lahan mereka berjalan hingga sampai sampai dibelakang panggung titik buta penonton dan...
Brukk..
Kanon ambruk di atas lantai dengan tubuh penuh peluh, dia berjuang dengan sekuat tenaga untuk mewujudkan mimpi adiknya yang ingin tampil bersama sang kakak di fashion week seperti saat ini bukan mewakili karya orang lain tetapi dengan karya tangan mereka sendiri. Mimpi yang sudah lama mereka nantikan dan akhirnya bisa dilakukan hari ini. Tidak mungkin Kanon membiarkan adik kembarnya tampil sendirian dan merusak konsep yang telah mereka rancang denagn matang.
“ Kak... kau terlau lemah, sebaiknya kita ke rumah sakit,” ucap Kodak yang tidak tega melihat kakaknya lemah seperti itu. Dia menopang tubuh kakaknya.
“ Kanon kamu semakin memburuk, pergilah ke rumah sakit supaya kami melanjutkan sisanya,” ucap Tiara yang juga kahwatir dengan Kanon.
Kanon menggelengkan kepalanya, dia tau kondisi tubuhnya dan dia tau kalaiu dia masih bisa bertahan sampai cara itu selesai meski mungkin akan pingsan nantinya.
“ Aku masih bisa, aku harus menyelesaikan ini sampai akhir, aku tidak bisa mengecewakan Kodak, ini mimpi kami bersama, bagaimana bisa aku mengecewakan adikku,” ucap pria itu sambil menatap Kodak dengan senyuman lembut.
Kodak terharu menatap kakaknya, hubungan persaudaraan mereka sukses mmebuat semua orang iri. Akur dan saling melindungi meski terkadang mereka sering berdebat karena kesalahpahaman kecil yang terjadi diantara mereka.
“ Kak... tapi kondisimu sudah seperti ini, aku juga tidak akan bisa fokus kalau kakak semakin lemah,” ucap Kodak, tanpa sadar dia malah menangisi kakak kembarnya.
Kanon tergelak menatap ekpresi sedih adiknya jarang jarang kodak menaruh simpati pada kakaknya tapi sekalinya perhatian, sampai membuat pria itu menangis haru.
“ tenang saja, aku tau kondisiku, bukannya kita punya tim medis disini?” ucap Kanon sambil melirik Damian yang sejak tadi sudah berdiri denagn timnya untuk segera menangani Kanon.
“Dokter Damian tolong ya,” ucap Kanon.
“ dengan senang hati,” ucap Damian.
Tim medis membawa Kanon dan memeriksa kondisi pria itu lalu memberikan pertolongan pertama.
“ sekarang giliran siapa?” tanya Kodak.
__ADS_1
“ Kak Arthur dan Shifa, merka akan tampil, aku masih menunggu kak Max, dia belum datang juga, bagaimanan ini...” Tiara terlihat risau karena sedari tadi Max belum juga menunjukkan batang hidungnya. Yang Tiara khawatirkan adalah jika terjadi hal yang gawat pada Hanum bukan penampilannya.
“ tenang saja kakak ipar, kak Max pasti akan datang, sekarang kita melihat penampilan kak Arthur dan Shifa.” Ucap Kodak yang dibalas dengan anggukan kepala oleh Tiara.
"Semoga Hanum baik baik saja," gumamnya.
Sementara itu di ujung tempat duduk penonton, Tuan Dharma dan Risa dibuat melongo karena mereka kira tak akan ada model yang maju mewakili Nusantara grup, kalau pun ada pasti model dadakan yang tidak sesuai dengan model baju yang sudah di design, namun yang terjadi malah di luar dugaan mereka.
Risa susah gelisah, dia tidak ingin rencananya gagal lagi bahkan tuan Dharma dari seberang sana sudah berwajah masam, dia pikir akan bisa menggunakan kesemptan ini untuk menjebak Vernon namun nyatanya penampilan Duo K justru menjadi pusat perhatian di acara itu .
“ Sial bagaimana bisa mereka tidak terkena efek obat itu..” geram Risa.
“ Sialan, orang orang ini benar licik, apa mereka sudah menyadari jebakan itu? Padahal jelas tadi kami sudah menyamarkan kejadian ini dengan memberi kelompok lain makanan yang sama, apa yang terjadi!?" batin tuan Dharma.
Vernon menyeringai, senyuman misteriusnya lagi lagi menjadi perhatian orang orang. Pria itu duduk sendirian di kursi ekslusif, tak ada yang berani menyinggungnya, tak ada yang berani mengggagu pria itu.
Saat model belum tampil perhatian orang orang adalah Vernon, aura mahal dan aura menyeramkan yang dikeluarkan pria itu sungguh menarik perhatian semua orang .
Tema kali ini adalah pernikahan khayangan. Karya ini adalah paduan karya dari Tasya dan Johan. Arthur berjalan dengan gagah. Dia memakai rambul palsu yang panjang berwana hitam pekat. Pakaian berwarna silver, ukiran bunga di ujung pakaian dan pakaian tradisional yang dipadukan membuat aksen yang menarik. dua kebudayaan yang dilebur menjadi satu dalam sebuah karya. Gagah dan berani, tampan dan mempesona.
Jangan lupakan senjata dari masing masing budaya yang disematkan di pinggang pria itu membuat nya tampak seperti seorang raja yang agung.
Berdiri dengan gagah dan angkuh menatap keramaian dengan tatapan tegas dan berkharisma, sangat cocok untuk kepribadian pria itu.
Disampingnya ada Shifa dengan penampilan lembut namun berkarakter tegas dan aura dingin yang menyeruak. Tatapan dingin dan tak tergoyahkan dari seorang permaisuri. Rambut yang disanggul dengan indah ditambah ornamen hiasan kepala yang membuat pemakainya tampak anggun dan menawan.
Mahkota emas yang bertahta di atas kepalanya seiras dengan mahkota emas sang Kaisar.
Gaun kebaya dipadukan dengan pakaian tenun berwarna silver senada dengan sang Kaisar, kain batik ukiran tangan yang khas dan selendang halus selembut sutra bertahta di tangan wanita itu.
Cantik, arogan dan tak tergoyahkan. Kaisar dan permaisuri arogan adalah tema mereka. Kesan yang kuat dan realistis, unik dan tidak bertabrakan.
Semua berdecak kagum, alunan musik tradisional yang sangat menenangkan sontak membuat suasana itu benar benar seperti pesta penyambutan Kaisar dan Permaisuri.
__ADS_1
Semua orang terdiam bahkan para wartawan sampai melupakan tugas mereka untuk mengambil gambar model itu.
Alunan musik yang merdu, tarian yang lembut dari sang permaisuri dan hentakan kaki yang gagah dari sang kaisar menemani langkah mereka berdua.
Semua orang berdecak kagum, setelah Duo K, pasangan model ini menarik perhatian seluruh dunia dengan budaya khas dari negeri Indonesia.
Arthur berjalan dengan Shifa menggandeng tangannya.
Setelah berjalan berkeliling memanjakan mata para penonton dengan tampilan yang unik dan menarik, keduanya berjalan dengan anggun menuju belakang panggung.
Sungguh penampilan yang sangat sayang jika dilewatkan.
Penampil kedua telah selesai, kini Lampu sorot berubah menjadi berwarna Merah. Kabut putih memenuhi ruangan itu dan suasana tampak gelap.
Hologram menampilkan gambar istana kerajaan. Namun belum ada seorang pun yang berjalan masuk ke dalam panggung .
"Apa dia sudah tiba? " pikir Vernon.
Tiba tiba sebuah langkah kaki terdengar. langkah kaki seseorang yang datang dari sudut panggung.
Tak... tak.. tak...
Semuanya terdiam menahan nafas saat pria itu masuk dengan aura Pangeran Kerajaan.
"huh hampir saja!" ucap Max pelan.
.
.
.
like, vote dan komen 🤗
__ADS_1