
Semua ucapan Tiara bagaikan cambuk yang melibas hati Vernon. Fakta yang menyedihkan tentang hubungan persaudaraan nya dengan Kevin. Hubungan yang rusak karena Vernon menolak Kevin sebagai keluarga nya. Hubungan yang rusak karena keegoisan orangtua.
Vernon terdiam, tak bisa lagi dia membantah semua ucapan istrinya. Selama ini Kevin selalu mencoba dekat dengan dirinya, tapi yang dia lakukan hanya menolak pria itu mentah mentah. Padahal jelas bukan hanya Vernon yang menderita karena ambisi gila orangtuanya. Kevin juga menderita secara langsung.
"Ra, aku memang tidak berguna, Ke..Kevin...
Tiara menggenggam tangan suaminya, menatap pria itu dengan lembut. Dia bisa melihat penyesalan yang begitu besar dari mata Vernon.
"Kak Kevin berusaha untuk melindungi kamu selama ini sayang, bahkan tanpa kamu minta, dia memberikan data data penting di dalam flashdisk yang aku berikan padamu kemarin, aku juga tidak tau apa isinya tetapi itu terlihat seperti data yang sangat penting," ucap Tiara.
"Kenapa dia melakukan itu, seharusnya dia... dia bisa hidup tenang tanpa aku," ucap Vernon.
"Karena kasih, dia mengasihi saudaranya, dia ingin dekat dengan manusia keras kepala di depanku ini, " ucap Tiara.
"Apa yang harus kulakukan Ra, aku sudah terlambat, aku selalu mengetahui kebenarannya setelah orang di sekitar ku tersakiti, aku...
"Semuanya belum terlambat!" ucap Tiara sambil menggenggam tangan Vernon.
"Kita ke rumah sakit hari ini sebelum dia pergi," ucap Tiara.
"Pergi!??" tanya Vernon, entah sekacau apa pikirannya saat ini.
Tiara mengangguk. "Aku akan menemanimu, kita pergi bersama," ucap Tiara, dia mengusap lengan suaminya dengan lembut.
"Ra... aku... apa yang harus kulakukan, ini semua salahku, aku takut... aku tak mau dia pergi.." Suara Vernon terdengar berat, tanpa sadar air matanya mengalir. Tiara terkejut, ternyata suaminya juga menangis karena kakaknya. Diam diam di dalam lubuk hatinya, ternyata Vernon juga menyayangi Kevin.
Tiara memeluk Vernon dengan erat, menepuk punggung pria tampannya itu. " Sudah, ayo kita bersiap, tapi aku ke kampus dulu, ada beberapa berkas yang harus kusiapkan untuk persiapan magang, bolehkan temani aku ke kampus?" tanya Tiara.
"Dia tidak curiga hihi..." batin Tiara.
"Baiklah, ayo pergi," ucap Vernon.
Kedua orang itu bersiap siap, setelah beres dengan pakaian dan sarapan pagi, mereka berdua melaju menuju kampus Tiara bersama Max.
Sesampainya di kampus Tiara langsung menuju ke kantor administrasi untuk mengurus beberapa berkas.
Vernon dan Max duduk di luar menunggu wanita itu selesai dengan semua urusannya. Saat duduk di kursi tunggu, tiba tiba mereka mendengar bisik bisik menjengkelkan dari pra mahasiswa yang membicarakan Tiara.
"Berani sekali si Tiara datang ke sekolah, padahal jelas dia hanya simpanan orang idiot!"
__ADS_1
"Wahh lihat perempuan munafik itu, wajahnya saja yang kelihatan polos, nyatanya dia hanya seorang pel***!"
"Tega sekali dia menyelingkuhi Gibran, cihh dia memang pantas mendapatkan suami idiot!"
Bisik bisik itu terdengar sampai ke telinga Vernon dan Max. Keduanya sontak saling menatap. Mereka sama sama kaget mendengar kata kata buruk tentang Tiara.
Di saat yang bersamaan, Hanum dan Duo K berlari mendekati mereka.
"Tuan dimana Tiara!? ini gawat, apa kalian sudah melihat situs sekolah!?" ucap Hanum, dia tampak kelelahan karena berlari terburu buru.
"Apa yang terjadi!?" tanya Vernon heran.
" Kak, nama Kak Tiara dirusak, lihat lah berita berita busuk ini, jelas mereka membicarakan tentang kakak ipar dan foto ini... kakak pasti tau," ucap Kanon.
Vernon menerima ponsel Kanon dan melihat foto serta berita di ponsel itu.
"Tiara A.W seorang perempuan busuk di balik sosok polos ternyata hanya simpanan orang bodoh!"
"Mahasiswi Pelita Bangsa Berinisial T kedapatan Tidur dengan seorang pria idiot demi harta!"
Vernon mengeraskan rahangnya data membaca berita berita buruk tentang Istri nya. Bagaimana bis aada orang yang menyebarkan berita jahat seperti itu ke forum sekolah dan membuat buruk nama Tiara.
"Jangan beritahu Tiara tentang hal ini!" ucap Vernon sambil menggenggam erat ponsel Kanon.
"Baik tuan Muda!" ucapnya.
"Tiara pasti akan sedih jika membaca berita ini... Kenapa ada orang jahat yang melakukan ini!!" kesal Hanum.
"Kak Ver, sepertinya Gea dan Gibran, pasangan curut itu terlibat dalam hal ini, sebab portal berita yang pertama kali memunculkan berita ini adalah porta berita cabang perusahaan Gibran, dan.. hanya mereka orang luar yang tau masalah itu, dan foto ini juga," jelas Kodak.
Vernon diam, dia mengeraskan rahangnya, benar benar kesal dan marah.
"Hai sedang membahas apa!?" Tiara tiba tiba bergabung dengan mereka. Urusannya sudah selesai.
Cepat cepat mereka menyembunyikan berita itu agar tidak sampai ke telinga Tiara.
"Bahas makan, gue lapar Raaaa..." celetuk Hanum sambil bergelayut manja di lengan Tiara.
"Heh lapar? kamu belum makan pagi? " Tanya Tiara dan Hanum hanya menjawab dengan gelengan kepala.
"Dasar bodoh, kamu makan ini aja, udah tau punya penyakit mag masih aja telat makan!" kesal Tiara sambil mengeluarkan kotak bekal dari dalam tasnya.
__ADS_1
Kotak kecil berisi cookies yang biasa dimakan Tiara untuk mencegah lapar.
"Yeeee makasih sayang hahahaha..." Hanum melonjak kegirangan.
"Subhanallah sungguh indah ciptaan Tuhan!!" celetuk Max yang sejak tadi terpana dengan kecantikan seorang Hanum Khodijah.
Mereka semua menoleh ke arah Max. Siapa sangka pria kaku itu bisa mengucapkan kata kata selain 'baik bos', 'siap tuan muda' dan kata kata kaku lainnya.
"Wahhh asisten Max sudah gila!!" celetuk Kodak.
"Kak Max aku tau kau menyukai sahabatku yang cantik ini, kalau mau langsung dihalalin ya jangan dimainin!!" celetuk Tiara .
"Hahahahahah... Max jatuh cinta hahahah... " Vernon turut menertawakan Max yang tanpa sadar terpikat terus meneruskan oleh gadis cantik itu.
" ihh Ra aku jadi malu," bisik Hanum sambil menyembunyikan wajahnya di balik tubuh Tiara.
"Hahahahah... Hanum katanya malu kak Max, halalin tuh hahahahah..."
Mereka semua tertawa melihat tingkah malu malu kedua orang itu.
"Eh aduh ma...maaf bukan maksud saya bersikap tidak sopan," ucap Max sambil menggaruk garuk tengkuknya. Lucu sekali saat melihat wajah pria itu memerah karena malu dan gugup.
"Ahhh ya ampun, bagaimana bisa aku mengucapkan kata kata seperti itu, haihh bibir jangan terlalu jujur, kau bisa terkena masalah nanti, bagaimana kau akan menghadapinya nabati, bagaimana kalau dia sampai illfeel jangan Max Jangan!!!" batin pria itu berteriak membayangkan segala kemungkinan yang akan terjadi karena ulah konyolnya.
"Ra, Semuanya sepertinya aku harus pergi dahulu, ada panggilan dari rumah," ucap Hanum sambil mengangkat ponselnya.
"Ada apa Num? orangtua kamu pulang!?" tanya Tiara .
"Iya..." Jawabnya sambil mengangguk.
"Tumben, apa..."Tiara melirik Max.
"Masalah perjodohan itu lagi?" tanya Tiara .
"Eh Ra.. i..iya," ucap Hanum sambil melirik Max, Entah ke apa dia malah merasa bersalah.
Max hanya diam tanpa ekspresi tapi Vernon dan si kembar tau kalau Max sedang patah hati, dipatahkan oleh harapan dan dihempaskan oleh kenyataan sungguh malang nasibmu Max.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 🤗