Suami 189 Cm-ku

Suami 189 Cm-ku
61


__ADS_3


Tiara menatap lurus ke depan, sosok pria yang dulunya masih muda dan tidak berkeriput bahkan berdiri dengan tegap kini berubah menjadi seorang pria tua yang sudah renta duduk di atas kursi roda sedang menyanyikan lagu selamat ulangtahun pada Tiara sambil menatapnya dengan mata berkaca-kaca.


Tubuh Tiara bergerak dengan sendirinya. Wanita itu menangis sesenggukan sambil berlari dan menghamburkan pelukannya pada Papi yang selama ini hanya bisa dia ingat melalui mimpi.


Sosok Papi yang lembut dan penuh kasih sayang, yang mendidiknya meski di waktu yang sebentar di masa kecilnya.


"Papi... hiks hiks hiks.. ini Rara.. Ini Tiara... Papi kita bertemu lagi huwaaa....." Tiara menangis tersedu sedu, memeluk erat pria itu.


Tuan Weizmann juga menangis bahagia, akhirnya di penghujung usianya dia bisa menemukan putrinya dan memeluk Tiara mewakili istrinya yang sudah meninggal terlebih dahulu .


"Anak Papi sudah dewasa, lama kita berpisah sayang, kami benar benar merindukanmu, maaf Papi tidak bisa menemukanmu selama ini, maafkan Papi yang tidak bertanggung jawab ini ," tuan Weizmann menangis sesenggukan .


Kedua orang membuat semuanya terharu di ruangan itu. Ternyata Vernon menyusun semua rencana ini untuk memberikan kejutan spesial bagi Tiara di hari ulangtahun wanitanya. Tak sia sia ternyata semua rencananya berjalan dengan lancar.


Tuan Frank, Nyonya Gita, Duo K, Hanum, Arthur, Max, Damian dan pasangan Johan Nastusha juga ada disana bersama orang orang penting lainnya.


Mereka turut bahagia dengan pertemuan ini. Putra Nastusha dan Johan juga bersama mereka, sedang duduk anteng di atas pangkuan Daddy nya. Wajah yang benar benar fotocopy asli wajah Johan tidak membuat siapapun ragu tentang hubungan ayah dan anak itu.


Bak pinang di belah dua, wajah mereka benar benar mirip.


"Daddy, pa itu aunty Shaka?" tanya bocah kecil itu seraya berbisik di telinga Johan.


"He.. emm.. Itu aunty shaka," jawab Johan sambil menepuk pucuk kepala putranya.


"Waah benal benal milip cama nenek ya, cantik sekayiii!!!" ucap anak usia 4 tahun itu dengan wajah menggemaskan dan ekspresi nya yang sangat menarik.


Sementara itu Tiara menatap wajah Papinya, di usapnya air mata Papinya sambil tersenyum," ini hadiah terindah, kupikir tidak akan ada yang ingat ulangtahun ku, bahkan aku sendiri tidak ingat"ucap Tiara.


"Semua berkat dia..." ucap Tuan Weizmann sambil melirik Vernon yang sejak tadi hanya diam dan menatap sahabatnya.


"Ver!??" tanya Tiara, pasalnya dia tidak tau kalau Vernon menyiapkan semua ini padahal jadwal pria itu sangat sibuk.


"This is the surprise hahahahahahah..." seru mereka samua sambil tertawa bahagia.

__ADS_1


Vernon mendekati Tiara dan ayah mertuanya.


"Ra... Vernon gak tau harus mengucapkan terimakasih sebesar apa, harus ngasih hadiah dan kejutan sebesar apa buat kamu bahagia, Vernon taunya kebahagiaan Tiara adalah yang paling utama dari semuanya.," ucap pria itu sambil menatap istri dengan lembut.


Tiara berdiri tegap menatap suaminya dengan mata berkaca-kaca, tuan Weizmann menggenggam tangan Tiara dengan sangat lembut sambil menatap pasangan itu.


"Vernon bersyukur karena ada Tiara di hidup Vernon, sejak kita bertemu, Tiara gak pernah sekalipun membuat Vernon merasa kesepian, Tiara adalah berkat paling indah di hidup Vernon, " pria itu menumpukan satu kakinya di atas lantai, dia menatap istrinya dan tuan Weizmann dengan senyuman lembut di wajahnya.


Pria ini benar benar berhasil membuat jantung Tiara berdebar tak karuan.


"Sayang..."lirih Tiara.


Vernon menatap Tuan Weizmann, "Papi... Kita adalah keluarga, maukah Papi membiarkan Vernon menjaga putri Papi yang mempesona, baik hati dan cantik ini untuk selamanya? Vernon berjanji akan memberikan Tiara kehidupan yang layak dan bahagia," ucap pria itu sambil menatap tuan Weizmann dengan tulus.


Tuan Weizmann mengangguk ," Nak, kalian memang di takdirkan bersama, Papi sudah renta, Papi telah menghabiskan banyak waktu tanpa melihat Tiara gadis kecil Papi bertumbuh hingga dewasa, Papi hanya ingin kebahagiaan kalian, Vernon dan Tiara sudah melewati banyak hal, mana mungkin Papi tidak memberikan restu bagi kalian," ucap Pria itu sambil menyatukan tangan Tiara dan Vernon.


"Hiduplah yang bahagia sampai rambut kalian memutih, restu papi menyertai kalian," ucapnya sambil menangis haru.


Tiara dan Vernon memeluk pria itu, mereka bersyukur masih ada orang tua yang menyayangi mereka.


Vernon kembali ke posisinya," Shaka come here!" ucap Vernon sambil melirik jagoan kecil Johan dan Nastusha.


"Ini Om Vernon," celetuk anak kecil itu.


"Halo Tante, uwaaahhhh.... Daddy Mommy, Aunty milip sekali dengan Nenek, huwaaaaaahhh ini Kelen sekali!!!!!" teriak anak itu sambil menunjuk Tiara.


Mereka semua tertawa mendengar ucapan bocah kecil menggemaskan itu.


"Go back to your Daddy," bisik Vernon.


"Okay Om," seru anak itu.


Vernon menatap istrinya dia masih berlutut di depan Tiara dan Tuan Weizmann.


"Sayang, ini mungkin terlambat, maaf aku belum bisa membuat pesta yang meriah untuk pernikahan kita, tapi disini, hari ini, dihadapan semua orang penting, di hadapan semua keluarga," Vernon menatap mereka sambil tersenyum.

__ADS_1


"Aku Vernon Dharmasraya Karl, ingin meminangmu sekali lagi dan untuk selamanya, menjadi pendamping hidupku sampai aku tua, hidup bahagia bersama anak anak kita nanti, hidup bahagia dengan jalan yang kita pilih, aku berjanji dengan segenap hatiku akan menjadi kepala rumah tangga yang bisa kamu andalkan kapan pun dia setiap waktu, tegur aku jika salah, beri aku nasihat, jadi rumah untukku pulang dan aku juga akan menjadi seperti itu," ucap Vernon sambil menggenggam batangan istrinya.


"Maukah kamu, Tiara Azriel Weizmann, menjadi bagian dari hidupku sekarang dan sampai selamanya!?" Vernon menatap Tiara dengan penuh cinta.


Tiara terharu, dia menangis sambil tersenyum, tak menyangka hari ulangtahunnya begitu spesial dengan lamaran dari suaminya sendiri.


"Aku mau, aku mau bersamamu sampai selamanya!!" Tiara mengangguk sambil menangis bahagia.


Vernon tersenyum, dia menyematkan cincin itu di jari manis istrinya, cincin berlian yang begitu cantik dan elegan di jari jari Tiara.


Wanita itu menghamburkan pelukannya pada Vernon.


"Hiks hiks hiks... terimakasih sayang, terimakasih banyak ,aku mencintaimu, aku benar benar mencintaimu," ucap Tiara.


Vernon membalas pelukan istrinya, dia menepuk punggung wanitanya dengan lembut.


"Aku juga mencintaimu sayang, kamu telah melalui banyak hal, berikutnya hanya kebahagiaan yang akan kita temukan," ucap Vernon.


Mereka terharu dengan pasangan ini, Keduanya telah melalui banyak hal menyakitkan di masa lalu.Tiara dengan kehidupan yang keras bersama keluarga angkatnya yang bahkan tak pernah sekalipun menanyakan kondisi Tiara saat ini, Vernon dengan masalah bersama.kekuarga besarnya, dia yang tidak dianggap dan perselisihan dengan kakak angkatnya yang ternyata begitu menyayanginya, sungguh banyak drama yang harus dilewati.


Acara itu berlangsung dengan sangat baik, semuanya mengucapkan selamat pada Vernon dan Tiara.


Di saat yang bersamaan Max tengah mengurus sesuatu di belakang acara. Tampaknya ada hak besar yang sedang terjadi.


Ketika acara berlangsung, Max tampak mendekati Vernon dan membisikkan sesuatu ke telinga pria itu.


"Tuan muda kami menemukan seseorang di dekat rumah kontrakan nyonya muda, dan mata mata yang mengawasi kita sudah ditangkap, dia adalah bawahan Praja, pria berengsek itu!!!" bisik Max.


Vernon terdiam, bagaimana bisa Praja yang merupakan rivalnya mengikuti Tiara?


"Cari tau dengan siapa saja si bodoh itu berhubungan!" titah Vernon.


"Baik Tuan muda!"


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2