Suami 189 Cm-ku

Suami 189 Cm-ku
69


__ADS_3

Hari yang dinantikan pun tiba. Semua orang sudah siap dengan karya mereka masing masing untuk ditampilkan di acara yang sudah dinantikan oleh semua orang.


Perwakilan dari setiap perusahaan dan rumah mode sudah berada di area penonton. semuanya menunggu penampilan eksklusif dari para pecinta dunia Fashion, dengan design yang menarik dan memukau dari mereka masing-masing.


Tentu saja penampilan dalam acara ini membuat para fashion Designer gugup bukan main, sebab even ini adalah even langka yang dihadiri oleh banyak pecinta seni berbakat dunia. jika sampai mempermalukan diri sendiri maka jangan harap bisa masuk dalam dunia Fashion untuk kedua kalinya.


Semua orang bersiap siap di ruang ganti masing masing yang sudah di sediakan oleh penyelenggara acara. Tiara dan Timnya sedang duduk berbincang, mereka akan tampil sesuai giliran masing masing, perpaduan karya dari keenam fashion designer itu membuat model yang akan berjalan di atas panggung benar benar terlihat luar biasa.


Tiara menggaet si kembar Duo K dan Arthur sebagai model dan tiga wanita lainnya yang sudah dipilihkan oleh Vernon, sebagai.model terbaik untuk istrinya.


Semuanya menurut di bawah pimpinan Tiara, ide ide cemerlang dari wanita itu membuat mereka masing masing bersinar dengan karya yang sudah disediakan.


"Semoga peragaan busana har ini berjalan lancar, semuanya ayo lakukan yang terbaik!!!" Seru Tiara menyemangati timnya.


"ayok!!!" Seru mereka tak kalah semangat.


Di saat yang sama seorang petugas masuk smabil membawakan minuman untuk mereka. Semuanya dibagi rata bersama cemilan untuk para model sebagai pengganjal perut.


"Loh disediakan Snack ya? Biasanya tidak!?" Celetuk Kanon.


"Khusus tahun ini disediakan Snack ringan dari penyelenggaraan tuan, silahkan dinikmati," Ucap pria bertopi hitam itu sambil meletakkan minuman dan cemilan di atas meja.


Dua model wanita meminum minuman yang diberikan itu, Kanon yang sudah kelaparan mengambil roti isi yang disediakan dan menyantapnya denga lahap, Hanum , Tasya dan Josua juga menyantap cemilan itu dengan senang hati.


Tiara mengambil satu bungkus sandwich, dia sedikit lapar karena gugup. saat hendak membuka,Vernon memanggil dirinya membuat wanita itu menghentikan aktivitasnya.


"Sayang, apa kalian sudah siap!?" Tanya Vernon yang melangkah dengan semangat memasuki ruang ganti para model dari Tim istrinya.


"Sudah, kami sedang makan," ucap Tiara sambil mengangkat sandwich nya.


"makan? Darimana?" Tanya Vernon heran.


"Diberikan oleh pihak penyelenggara katanya, sepertinya enak!" Ucap Tiara.


Vernon menatap Sandwich itu, tampaknya tidak sehat karena banyak saos dan mayonaise.


"Jangan dimakan, kamu makan ini aja, kayaknya gak sehat, kamu makan bekal ini aja," Vernon memberikan kotak bekal yang dia bawa secara khusus dan minta dibuatkan oleh Chef hotel karena dia tidak sempat makan ,tau tanya istrinya juga butuh makanan.


"Ehh gak apa apa, aku makan ini aja," ucap Tiara yang merasa tidak enak dengan yang lain.


"uhuk... Uhuk... Raaaa jangan makan sandwich nya... Akhhhh gatal... Aku.. alergi kacang... Kenapa disini ada kacang... Dan perutku akkhh sakit... Ada apa dengan sandwich ini!!!" Hanum kesakitan, muncul bintik bintik merah di wajah tantang membuat mereka semua panik.


sontak mereka terkejut melihat apa yang terjadi pada Hanum.


"loh Hanum kenapa!!!??" Tiara panik, dia langsung mendekati Hanum, dia jelas tau Hanum alergi dengan kacang bagaimana bisa gadis itu lupa kalau dia alergi dan malah memakan sandwich itu.


"uhukk.. raaaa aku sesak, ini Gatal, perutku juga sakit seperti nya ada yang salah dengan Sandwichnya... Uhukk... Uhukk..." Hanum mulai meras sesak karena kandungan dalam kacang itu membuatnya merasa sulit bernafas.

__ADS_1


"Ya ampun, Hanum kok kamu asal makan sih..." .


"Ver Hanum!!!" Lirih Tiara.


Max dengan sigap mengubungi dokter untuk segera datang ke lokasi mereka, sebenarnya sudah disiapkan tim medis oleh Veneon untuk berjaga jaga jika terjadi sesuatu.


"Saya sudah meminta Damian datang tuan, nona Hanum apa anda membawa obat alergi?" Tanya Max yang juga tampak panik dan khawatir dengan kondisi Hanum, pasalnya wajah gadis itu sudah memerah.


"Ada, tapi ketinggalan di kamar hotel," ucap Hanum yang sudah sesak.


"Ya Tuhan, bagaimana ini..." Ucap Tiara.


"tenang sayang, biar Hanum di bawa ke rumah sakit saja langsung, " ucap Vernon.


"Max tolong bawa Hanum!" Ucap Vernon.


"Baik tuan muda, " ucap Max .


"Akhhh... Perutku sakit... kok tiba tiba sakit begini!!!!!!" Kanon dan kedua model wanita yang memang sandwich dan meminum minuman itu juga ikut kesakitan. Tiba tiba perut merek mules seperti sedang diaduk aduk.


cepat cepat mereka melepas kostum dan berlari menuju toilet. Sepertinya makanan mereka dicampur dengan sesuatu yang membuat perut sakit.


"Loh kalian kenapa lagi!!!??" Tiara terlihat mengkhawatirkan teman temannya, tiba tiba mereka kesakitan dan Hanum alergi.


"Sakit perut raaa.. ini sakit sekali, mules..." Ucap Tasya dan Josua juga.


"Sayang tenang dulu" Vernon menopang tubuh istrinya yang langsung lemas karena mendnegar teman temannya sakit perut.


"Kenapa tiba tiba begin,i apanyang mereka berikan di alam cemilan itu!!??" Tanpa sadar Tiara menangis, dia kasihan dengan teman temannya yang terkena efek makanan itu dan malah kesakitan seperti saat ini.


Tiara memijit pelipisnya, dia benar benar terkejut dengan apa yang baru saja terjadi. Timnya tiba tiba sakit dan tidak memungkinkan bagi mereka untuk tampil.


"kalian bagaimana?" Tanya Tiara pada Arthur, Kanon dan model wanita itu.


"Kami baik baik saja, kami tidak menyentuh makanan atau minuman itu," ucap Arthur.


"Aku hampir saja memakannya," ucap model wanita bernama Jenny sambil mengangkat sandwich yang sudah terbuka dan siap dimakan.


"aku baik " jawab Kodak.


"Ada yang aneh dengan makanan ini, aku sudah curiga tapi kupikir memang disediakan oleh pihak penyelenggara, tak kusangka akan begini!" Ucap Arthur.


"Sial siapa yang berani bermain main denga kami!!!!" Geram Vernon.


"Kak Max tolong bawa Hanum, dia benar benar. Sesak, " ucap Tiara dengan mata berkaca-kaca.


"aku akan mengantarmu!" Ucap Tiara.

__ADS_1


"Nggak Ra, peragaan tim kita sebentar lagi akan dimulai dari kak Arthur, jangan meninggalkan panggung, aku tak apa biar aku bersama Max!!" Ucap Hanum sambil menahan rasa gatal yang sangat hebat di kulitnya.


"tapi...


"Sayang dengarkan Hanum, kamu harus melanjutkan peragaan ini, Max akan menangani Hanum, selanjutnya kita cari cara untuk menemukan model untuk peragaan ini!!" Ucap Vernon.


"Tapi mereka hiks hiks hiks...


"Rasa kumohon, ini mimpi kita semua, berjuanglah agar kita bisa tampil!!" Ucap Hanum memohon .


"Arhhh baiklah akan kulakukan, tapi siapa yang akan menggantikan Kanon!??" Tanya Tiara sambil menatap mereka.


"Saya akan menggantikan Kanon, biar pakaian Kanon saya bawa, sekalian nona Hanum menyesuaikannya dengan saya di rumah sakit nanti, beruntung Kanon tampil terakhir, saya akan cepat!!" Ucap Max yang menawarkan bantuannya.


"Baiklah, segera Max !" Ucap Vernon.


"Bawa beberapa anak buah untuk menemani kalian dan menjaga Hanum disana!" Ucap Vernon.


"Baik tuan muda!" Ucap Max.


"Saya ijin membawa anda nona," ucap Max .


"Lakukanlah," ucap Hanum .


Max memapah Hanum, tak ada asisten wanita disana, terpaksa mereka harus bersentuhan meski dalam kepercayaan Hanum itu dilarang. Hanum sudah dalam kondisi yang sangat buruk dan lemah, bahkan berjalan saja kakinya gemetaran.


"Saya akan menggendong anda nona, mohon maaf yang sebesar-besarnya," ucap Max yang merasa tidak enak, namun apa boleh buat Hanum gemetaran bahkan duhu tubuhnya meningkat secara drastis, tim medis baru saja tiba, mereka aka memeriksa Tasya, Josua dan yang lainnya.


Hanum hanya mengangguk dan diam, rasanya tubuhnya panas, gatal, nafasnya sesak dan tidak nyaman di sekujur tubuhnya.


Sementara itu Tiara sedang kacau karena kejadian yang tiba tiba ini. Model mereka kurang dan Tiara tidak tau harus berbuat apa.


"Arrhh kenapa bisa begini, padahal semuanya sudah disiapkan dengan matang," lirih Tiara.


"Aku akan membantu Ra.. apa aku juga bisa jadi salah satu modelnya!?" Tanya Vernon.


"tidak bisa, kau harus duduk di jajaran eksekutif, akan aneh jika kau menjadi model!" Ucap Arthur.


"Saya akan membantu!" Suara seseorang sontak membuat mereka semu menoleh.


.


.


.


Like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2