
Hari berlalu sangat cepat. Tiara dan Vernon sudah berbaikan, hubungan mereka sedikit membaik meski Tiara masih menyimpan banyak hal dalam hatinya.
Vernon tampak bangun dari tidurnya, dia menatap wajah istrinya yang cantik, mengusap wajah itu dengan sangat lembut. Namun matanya menemukan bercak bercak seperti flek di beberapa bagian wajah Tiara, hal yang belum pernah dia lihat sebelumnya dan tentu saja ini membuatnya takut karena Tiara tak pernah memiliki flek seperti itu.
"Kenapa ada flek hitam di wajahnya? apa istriku sakit!?" pikir Vernon.
Namun siapa sangka flek ini adalah efek dari pil KB yang dikonsumsi oleh Tiara secara teratur dan menimbulkan efek seperti itu pada wajahnya meski tidak banyak namun Vernon bisa melihat dengan jelas bintik bintik hitam yang masih samar samar itu.
Saat sedang menatap Tiara, tiba tiba wanita itu memeluk Vernon dan lagi lagi sepertinya mengalami mimpi buruk. Hari ini Tiara menangis sambil memeluk Vernon seolah takut kehilangan suaminya.
"Jangan pergi... hiks hiks hiks... jangan pergi Ver" racau wanita itu.
Vernon sudah sangat sering mendapati istrinya mengalami mimpi buruk, terlalu sering bahkan Vernon lupa sudah menghitung sampai berapa.
"Kenapa kamu sering mimpi buruk sayang, apa yang kamu pikirkan? apa ada masalah? apa kamu sakit?" ucap Vernon sambil memeluk istrinya dengan lembut.
"Ra tenang, ayo bangun itu cuma mimpi sayang," ucap Vernon dengan lembut.
Tiara membuka matanya, dia masih terbawa suasana mimpi. Mimpi dimana Vernon pergi jauh dari dirinya dan meninggalkan dia sendirian.
" Ver, masih disini, Vernon!!"
"Vernon disini sayang," ucap pria itu.
"Akhhh hanya mimpi buruk, kupikir kamu pergi hiks hiks hiks...."
"ssuhhhhh tenang sayang, cuma mimpi, tenang ya, " ucap Vernon.
"Sekarang ayo bangun kamu harus ngampus lagi, bukannya kalian akan segera magang sayang?" tanya Vernon.
Tiara terbelalak, dia langsung bangkit dan menatap jam dinding. Namun dia lega karena masih ada waktu untuk bersiap.
"Hufft kupikir sudah kesiangan," gumam Tiara.
"Kenapa yang?" tanya Vernon.
"Kupikir tadi terlambat, " ucapnya sambil tersenyum. Mood wanita itu sudah membaik, inilah yang ditunggu oleh Vernon, senyuman manis dari istrinya.
"Sayang," Vernon menarik tangan Tiara dan membawanya duduk di atas kasur.
"Hmm? ada apa? mau marah lagi?" celetuk Tiara.
__ADS_1
"Heh kamu sangat pendendam ya, membuatku sampai panik dan pusing, kamu memang ahli membuat ku kacau," ucap Vernon.
"itu kan salah kamu, udah gak perlu dibahas, ada apa?" tanya Tiara.
" Aku akan mendengar, " ucapnya.
"Mendengar apa? bicara yang jelas Ver," ucap Tiara.
"Kevin... tentang dia, bicaralah, aku akan mendengar," ucap Vernon.
Tiara langsung terdiam saat suaminya yang pertama kali membahas tentang Kevin yang masih dirawat di rumah sakit saat ini. Padahal Tiara berniat menanyakannya jika sudah pulang ke kerja.
"Kamu yakin? kamu bilang kamu sangat membenci pria itu," tanya Tiara heran.
"Emm... i..itu...
Vernon tampak gugup, dia sampai menggaruk garuk tengkuknya.
"A..aku akan mendengar, aku tidak mau kamu marah seperti kemarin lagi, aku gak sanggup kalau Tiara gak bicara sama Vernon," ucapnya sambil memainkan jarinya.
Anehnya pria itu malah terlihat imut ketika bertingkah seperti ini.
Tiara tersenyum ceria," ahahahha... baiklah akan kujelaskan, mungkin kamu akan terkejut dengan berita ini sayang," ucap Tiara sambil menepuk kepala Vernon dengan lembut.
"Baiklah katakan apa yang terjadi!" ucap Vernon dengan mode serius.
"Aku harus mendengar, sebenci apa pun, aku harus mengalahkan egoku demi istriku, aku tak ingin karena masalah internal keluarga aku dan istriku malah berkelahi seperti waktu itu, "batin Vernon.
"Lagi pula aku penasaran kenapa Pak tua itu juga seolah mengincar Kevin, entah siasat apa lagi yang mereka lakukan kali ini!" pikirnya.
"Kamu dengar baik baik," ucap Tiara dan dibalas anggukan kepala oleh Vernon.
"Kak Kevin bukan orang yang seperti dalam pikiran kamu sayang, dia orang baik yang sebenarnya melindungi kamu dari amukan tuan Dharma!" ucap Tiara.
"Melindungi? yang benar saja!!!" ketus Vernon yang lagi lagi tak bisa menahan emosinya.
"Ver?" Tiara menatap pria itu seolah menagih kata kata Vernon tadi yang mengatakan kalau dia akan jadi pendengar yang baik.
"Baik lanjutkan!" ucap Vernon.
"Coba kamu ingat lagi masa kecil kamu, apa kamu pernah melihat kak Kevin dipukul oleh tuan Dharma? ingat sedetail mungkin dan seberapa sering!" ucap Tiara.
Vernon terdiam, kata kata Tiara seolah menyadarkan dirinya akan sebuah momen yang penting yang dia lupakan dari masa lalu.
__ADS_1
Jika mengulas kembali kehidupan Vernon di masa lalu, dirinya tidak pernah terkena pukulan dari tuan Dharma dan Nyonya Kiara secara langsung. Namun Kevin, selalu terkena amarah, satu satunya cara menenangkan kedua orang itu adalah dengan menunju senyum polos dan prestasi. Dengan cara itu mereka akan kembali menyayangi Kevin.
Kevin kala itu sering mendapatkan tekanan karena terlalu banyak bermain, sering dimarahi karena dekat dekat dengan Vernon, sering dimarahi karena membawa nilai Vernon yang sempurna ke hadapan mereka. Amarah mereka yang seharusnya diberikan pada Vernon justru dilampiaskan pada Kevin yang selalu membela Vernon.
"Sering kan? bahkan mungkin kamu sendiri nggak pernah dipukul semasa kecil, kamu paling cuma diabaikan dan tidak dianggap, hanya kejadian saat wajahmu saja yang paling parah, iya kan?" tanya Tiara.
Vernon melihat kembali dari sisi yang berbeda, semua memori itu bersatu dalam pikirannya.
"Adik maaf, kakak tidak berhasil menunjukkan nilai adik pada Papi dan Mami, lain kali Kakak akan berusaha lebih baik," Kata Kevin sambil membawa kertas hasil ujian Vernon dan memberikannya kembali pada pria itu. Sambil menyembunyikan lengannya yang lain yang terluka, Kevin tersenyum manis menatap Vernon kecil.
"Semua karenamu, Papi dan Mami membenciku karena dirimu!!!" Vernon selalu mengucapkan kata kata yang sama setiap kali Kevin gagal menunjukkan prestasinya pada kedua orangtuanya.
"Maaf adik," Satu satunya kalimat yang terlontar dari bibir kecil Kevin waktu itu.
Jika diulas lagi semakin banyak kejadian yang disamarkan seolah Vernon tersakiti, namun nyatanya Kevin melindungi pria itu dari tuan Dharma karena dia tau betapa kerasnya didikan pria itu. Satu satunya alasan kenapa Kevin melakukan itu, karena dia mengharapkan sebuah keluarga dan dia mendapatkan nya, sebisa mungkin dia akan mempertahankan keluarga itu meski dia harus terus berkorban.
"Sayang... apa yang kulakukan selama ini??!!" Vernon menatap istrinya, dia akhirnya tersadar dengan semua sikap kasar dan jahatnya pada Kevin yang jelas jelas menjaganya dengan baik.
"Kamu salah menilai kak Kevin, aku tau hal ini dari paman dan Bibi, dari Duo K dan dari beberapa pengawal yang sudah bekerja lama di rumah ini. Mereka sering melihat kak Kevin dimarahi oleh tuan Dharma, dituntut ini itu dan harus sempurna dalam segala hal, mereka mungkin membencimu tetapi yang menahan semua pukulan itu adalah kak Kevin, meski dihina dia tetap bertahan demi kamu, apa kamu tidak sadar!?" tanya Tiara.
Deghhh...
Kenyataan yang begitu menyakitkan, semua yang dikatakan Tiara benar, bahkan Vernon ingat jelas bagaimana Kevin tiba tiba memiliki banyak luka, saat ditanya dia berkata itu karena terjatuh, dan selalu alasan yang sama.
"Sa..sayang... aku... ba.. bagaimana ini aku berhutang banyak pada Kak Kevin!!" Suara Vernon tercekat, akhirnya dia sadar seberapa besar rasa sayang Kevin pada dirinya.
"Kak Kevin sedang sekarat Ver, Kak Kevin mungkin tidak punya banyak waktu lagi, kemarin aku terlambat pulang karena mengurus Kak Kevin, Tuan Dharma dan Risa tunangannya bahkan tak peduli padanya," jelas Tiara dengan air mata menggenangi matanya.
"A..ada apa dengannya!??" tanya Vernon, dia langsung panik.
"Kak Kevin kecelakaan, dia tidak akan bertahan sayang, ini mungkin waktu terakhirnya..."
Degkkkhhhh....
"Ti..tidak mungkin, kakakku, gak mungkin Raaa... kakakku.... tidaaaakkk...
.
.
.
like, vote dan komen 🤗
__ADS_1