
📍 Kampus Pelita Bangsa
Jam pelajaran telah selesai. Tampaknya kelas Tiara masih belum keluar. Mereka semua baru saja menerima surat keterangan untuk melakukan magang di perusahaan yang sudah ditentukan. Kali ini mahasiswa tidak diberi ijin untuk memilih perusahaan mana yang akan mereka datangi.
Sekitar 20 orang dalam kelas Tiara, semuanya masuk sebagai muahasiswa magang di Nusantara grup. Perusahaan yang dipimpin oleh suami Tiara tanpa sepengetahuan wanita itu.
"Waahh kalau begini, tidak memilih pun aku tidak masalah kalau perusahaannya adalah Nusantara grup, ini benar benar luar biasa!!" ucap para mahasiswa.
Tentu saja mereka senang bisa mendapatkan kesempatan magang dengan perusahaan besar yang melahirkan fashion designer terkenal dunia internasional. Meski sebuah perusahaan yang bergerak dalam banyak bidang. Tetapi setiap bidang di perusahaan itu tidak dapat diragukan lagi.
Hanya saja, Gea mendengus kesal. Dia bukan salah satu mahasiswa yang terpilih, sebab hanya dua puluh kuota yang diterima dan semua nama sudah ditentukan oleh perusahaan itu.
"Bu, kenapa nama saya tidak ada!!" kesal Gea. Padahal dia berharap bisa masuk ke perusahaan itu dengan kemampuan hebatnya. Belum lagi perusahaan itu memiliki seorang Presdir yang penuh dengan skandal. Akan menyenangkan bagi Gea jika bisa sedikit terlibat skandal dengan Presdir Nusantara dan mendapat keuntungan darinya.
"Memang kamu tidak dipilih. Kamu kan sudah punya suami, kamu bisa masuk ke perusahaan milik suamimu, kenapa harus ke Nusantara grup, " ketus Ibu Dosen yang menawarkan kerja sama dengan Tiara beberapa Minggu lalu.
"Loh bu, nilai saya kan paling tinggi, kenapa begini, seharusnya saya yang terpilih bukan mereka, apalagi kedua perempuan sialan ini, mereka tidak layak!!!"tegas Gea sambil menunjuk Hanum dan Tiara yang sejak tadi diam dan hanya memperhatikan kertas di tangan mereka masing-masing dengan mata berbinar-binar.
Disaat semua orang menatap mereka, Tiara sama sekali tidak peduli. Dia hanya sedang mencerna apa yang terjadi.
"Sudahlah Gea, bukannya suamimu itu hebat, Kau kan berhasil merebut Gibran dari Tiara, kurasa kau akan lebih bersinar dibandingkan dengan wanita yang menikah dengan pria idiot!" bisik teman sepergaulan Gea yang sifatnya tak jauh dari Gea, sama sama busuk dan licik.
"CK... sialan, aku pasti akan membalasnya Tiara, kau menghancurkan semuanya, hahahah tunggulah, besok adalah pertunjukan paling spektakuler, aku sudah menyiapkan segalanya. Kau tinggal tunggu saja agar dirimu dipermalukan satu sekolah!" batin Gea.
"Sudah, sekian pengumumannya, Mulai Minggu depan kalian akan mulai magang, persiapan diri kalian dengan baik!" ucap dosen itu.
Semuanya beranjak dari dalam kelas kecuali Tiara, Hanum dan Duo K yang terus menempel pada kakak ipar mereka.
"Cihhh hanya masuk perusahaan itu saja kalau sudah belagu, kupikir kalian tidak akan bisa masuk ke ajang fashion show internasional dengan kemampuan kalian yang lemah itu!" ketus Gea.
"Ishh dasar perempuan ular, pengen kucekik sial sial sial...." Geram Hanum.
"Istighfar Hanum, jangan kebawa emosi, dia memang rubah yang harus segera di basmi!" ucap Kanon.
Tiara tak mempedulikan mereka. Dia sejak pagi diam saja. Masalah dengan suaminya membuat moodnya tidak enak.
Namun saat membaca surat itu mata wanita itu seketika membulat dengan sempurna saat melihat nama pria menyebalkan yang membuat harinya rusak beberapa waktu lalu.
"Hanum aku kenapa bisa baru ingat!!" Tiara terkejut.
"Kenapa Ra? "tanya Hanum.
__ADS_1
"Aku membenci Presdir perusahaan ini arrhhh sial, kenapa aku harus bertemu pria mesum ini lagi, menjijikkan!!!" Tiara merengut, dia benar benar kesal kalau harus bertemu pria yang secar sembarangan mengecup tangannya di depan umum padahal itu suaminya sendiri.
"Memangnya ada apa kakak ipar?" tanya Kodak.
"Arhhh dia itu pria aneh, bodoh dan mesum, kenapa aku harus ditempatkan di perusahaan itu sih, sial sekali nasibku!!" Gerutu Tiara.
"Tetapi perusahaan ini memiliki potensi besar Ra, kurasa kita bisa berkembang dengan pesat jika bergabung dengan mereka!" ucap Hanum.
"Arrhh kesal kesal kesal... kenapa harus perusahaan Inis ih!!!" Tiara bangkit dari tempat duduknya. Dia benar bena kesal, jujur saja rasa kesal terhadap suaminya justru bertambah dengan rasa kesal karena harus bertemu dengan Presdir songong itu.
"Haihh sudahlah, ini benar benar akan jadi masalah!!" kesal Tiara sambil bangkit dari tempat duduknya.
"Num, hari ini aku boleh menginap di rumahmu?" tanya Tiara. Sontak ketiga orang itu menoleh sambil menatap Tiara dengan tatapan heran. Kenapa Tiara meminta hal seperti itu.
"Loh kenapa Ra? " tanya Hanum heran.
"Emm hehehe... gak kenapa.. gak jadi deh... udah yuk pulang, oh iya kita jalan sendiri-sendiri ya, aku ada urusan, aku duluan ya num, Duo K." ucap Tiara yang langsung melesat pergi sebelum mereka bertanya apa yang sebenarnya terjadi.
Hanum dan Duo K saling menatap. Mereka mendelik bingung melihat tingkah wanita itu.
"Dia kenapa ya? apa ada masalah di rumah!?" tanya Hanum pada Duo K.
"Nggak ada tuh, tadi pagi ketika kami bertanya, kakak ipar bilang tidak ada apa apa," ucap Kanon.
"CK... kalau dia begini pasti ada masalah," ucap Hanum.
Hanum terdiam, dia merasa ada yang aneh dengan Tiara. Tapi apa boleh buat Tiara tidak mau terbuka Sekarang.
"Haihh positif thinking aja kali ya," gumam Hanum.
Sementara itu Tiara berangkat menggunakan taksi menuju rumah kontrakannya yang masa kontraknya belum habis. Dia berangkat kesana dengan perasaan berkecamuk. Kejadian tadi malam di rumah keluarga Karl membuatnya pusing sendiri.
"Huhh... mengesalkan, dia benar benar mengesalkan!!" ketus wanita itu.
Saat sedang dalam perjalanan, tiba tiba taksi yang Tiara naik berhenti. Sepertinya terjadi kecelakaan.
"Ada apa pak!?' tanya Tiara terkejut.
"Maaf non, sepertinya ada kecelakaan!" ucap supir taksi tersebut.
Tiara menatap ke depan. Di menatap namun tiba tiba matanya menangkap sosok seseorang yang sangat ia kenal.
"Bukannya itu tuan Dharma dan Risa, tunangan Kevin!!? mengapa mereka disana!?" gumam Tiara saat melihat kedua orang itu berdiri disana sambil menatap ke jalan. Namun setelahnya mereka pergi dengan mobil pribadi tuan Dharma.
__ADS_1
Seketika Tiara teringat dengan Kevin yang bertemu dengannya semalam. Leher Kevin yang tampak seperti lebam dan tangannya juga demikian. Meski berusaha ditutupi, masih ada bekas bekas lebam yang tampak.
"Pak saya turun disini ya!" ucap Tiara yang langsung memberikan ongkos pada supir.
Wanita itu keluar dengan terburu buru, dia berlari ke depan melihat siapa yang ada disana. Tak lupa wanita itu memakai topi dan masker untuk menutup identitasnya.
"Apa yang terjadi!?" ucap Tiara.
Dia berjalan ke depan dan akhirnya melihat ada seorang pria yang tergeletak di atas jalanan, bersimbah darah dan tak berdaya.
Mata wanita itu membulat sempurna. Dia melihat Kevin, kakak angkat suaminya tergelak di jalanan dengan tubuh terluka.
"Kak Kevin!!!" pekik Tiara sambil menghampiri pria itu.
Panik!
Satu kata yang menggambarkan perasaan Tiara saat ini.
"Ya Tuhan, siapa pun tolong !!" pekik Tiara.
Tiba tiba ada seorang Pria yang menghampiri Tiara.
"Apa kah mengenal orang ini nona?" tanya pria tinggi berambut kecokelatan itu.
"Iya, dia kakak.. dia kakakku!" ucap Tiara.
"Baiklah, anda bisa menjadi walinya, " Pria itu menghubungi ambulance dan membantu Tiara.
"Sayang apa yang terjadi!?" seorang wanita cantik dan elegan menghampiri mereka.
"Ya ampun!!!" Wanita itu terkejut melihat kondisi Kevin.
"Biar kuperiksa!" ucapnya .
"Apa anda seorang dokter?" tanya Tiara.
"Ya aku seorang Dokter, tolong bantu rentangkan kakinya, kita tidak tau dibagian mana yang paling parah, biar aku mengecek pernafasannya!" ucap wanita itu.
"Mohon bantuannya kak!?" ucap Tiara dengan suara Lirih.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen ya ☺️