Suami 189 Cm-ku

Suami 189 Cm-ku
Season 2( Crazy!)


__ADS_3

Praja dan anak buah mereka menyerang secara besar besaran. Pertempuran tak lagi terelakkan, Sony si gila juga mengeluarkan seluruh anak buahnya yang sudah dia latih diam diam dan bentuk menjadi pasukan yang licik dan gila sama seperti dirinya.


“Seraaanggg.!!” Teriakan keras dari Sony menggelegar, gas beracun dijatuhkan dari udara, Praja dan anak buahnya sudah membaca gerak gerik Sony sebelumnya, sebab atas peritnah Vernon mereka mengawasi kelompok Cortez untuk beberapa bulan terkahir.


Mereka semua langsung memakai masker yang sudah mereka siapkan masing masing. Masker yang mampu menangkal gas beracun. Mata Sony terbelalak saat melihat kenyataan bahwa gerakan mereka sudah terbaca sejak awal.


"Bos kita sudah terbaca!!!" Ucap anak buah Sony yang mulai panik dengan keadaan sekitar.


"Ingat cara curang goblok!!" Umpat Sony.


“ terus bergerak, desak mereka ke pinggir!!” perintah Athena si raja setan yang jika sudah mengamuk smaa menyeramkannya seperti Vernon. Dia dan Mina kembali ke Jakarta saat tau kalau Tiara akan segera melahirkan. Sudah dua minggu dia dan adiknya menjaga Tiara dari kejauhan di kota itu.


Anak buah merkea terus mendesak kelompok Sony yang sangat banyak. Pertempuran tak terelakkan , baku hantam di atas motor terjadi.


Diana dengan lihai mengendarai mobil itu. Bakat gilanya memang sudah mengalir dalam darah gadis itu. Sama seperti kakaknya Max dia adalah seorang pengendara mobil yang ahli sehingga Vernon sangat yakin ketika dia menitipkan Tiara pada Diana saat pria itu akan pergi ke London.


Ya, meski lupa ingatan, kecerdasan Vernon tak hilang. Dia memikirkan segala kemungkinan yang akan terjadi jika dia pergi dari negara itu. Jika memang Tiara sangat berarti untuknya maka dia harus memberikan pengawasan ekstra tanpa sepengetahuan siapa pun. Dia tak ingin menyesal di kemudian hari karena dia tau jelas kalau dia punya banyak musuh yang harus dihindari.


“ Diana terobos!!!” teriak Vernon yang berusaha menjaga Agar Tiara tak terguncang. Bersamaan dengan itu kontraksi Tiara makin hebat. Wanita itu mencengkram tangan Vernon dengan kuat untuk meredam rasa sakitnya.


“ Akhhh perutku, kumohon cepatlah.... “ Lirih Tiara.


“ Sabar sayang, “ ucap Vernon.


“ Diana hentikan mobilnya kita tukar posisi , kau jaga istriku,” kali ini Vernon harus bertindak sendiri, Diana tampaknya ragu untuk menabrak orang orang di depannya.


“ Baik tuan muda,” ucap Diana yang langsung berhenti dan bertukar posisi dengan Vernon.


Setelah persiapan selesai tiba tiba...


Duarrr...


Satu tembakan melesat ke kaca depan mobil yang dibawa Vernon. Beruntung mobil yang merek gunakan di desain anti peluruk..


“ Sialan!" umpat vernon.


“ Sa,... ssayang ce... cepatlah aku takut,” Tiara menangis mendengar suara tembakan itu.


Vernon menatap istrinya sebentar, merek amsih terjebak di tengah pertarungan sengit itu.


Vernon melajukan mobilnya, di depan mereka hanya ada musuh yang siap menyerng dengan pistol mereka.


“ Mati saja kalian semua bangsat!!!” pekik Vernon , dia menginjak remnya dengan kuat dan...


Bruuummmm......

__ADS_1


Krakkk... braakkkk...


Sepeda motor yang ada di depannya dihantam oleh mobil itu secara membabi buta. Dia tak bisa berlama lama lagi, jika tidak istri dan anak anaknya akan semakin dalam bahaya.


“ Vernon benar benar gila, James serang bagian depan , mereka sengaja mengalihkan kita dengan gas beracun itu, fokus ke jalan depan,” teriak Praja.


“ Baiklah,” ucap James.


“ Biar aku menggila hari ini, mati kalian semua bangsaaatt....” Athena berdiri dari dalam mobil yang dibawa asistennya. Dia mengeluarkan senjatanya dan menembak mereka semua dengan brutal. Jangan salah dia tidak akan membuat mereka mati begitu saja. Peluru peluru dari senjata besar milik Athena berisi peluru beracun yang membuat siapapun yang terkena serangan benda itu akan merasa tubuhnya seperti terbakar dan membuat mereka gila.


“ Mattiiii kalian grrrarrhhhhhhh......”


Dururuururururururr......


Athena menggempur mereka secara gila gilaan. James dan Praja terkekeh melihat kegilaan Athena.


“ Lihat caranya benar benar brutal, persis seperti si gila di dalam mobil sana,” ucap James.


"heh ayo kita menggila sekarang!!!" Praja tersenyum menyeringai sambil menatap targetnya yakni si gila Sony.


Serangan besar besaran terjadi, sangat menegangkan. Praja memburu Sony yang dengan brutal menembaki anak buah mereka.


"Mati kau bangsat!!!!" Teriak Praja yang berdiri di atas motor nya saat dia semakin dekat dengan Sony.


Pria itu terbang dan menerjang Sony hingga...


Bughh... Braaakk...


Sony terjatuh di atas jalanan yang keras setelah mendapatkan tendangan.keras dari Praja si jago tendang dari Kalvari.


"Bangsat sialan!!!" Sony mengumpat kesal dia menembaki Praja dengan brutal namun sama brutalnya, Praja langsung menerjang pria itu dan menghajarnya secara membabi buta.


Bugh... Bagh... Bugh... Bagh...


Praja dan Sony terlibat baku hantam, keduanya imbang, meski Sony terlihat gila tapi jangan remehkan Praja si pria setan dari Kalvari.


Sementara jalanan depan telah dibersihkan dari para penghalang, Vernon melaju sekencang mungkin diikuti oleh anak buah mereka yang dikhususkan untuk melindungi mobil yang mereka bawa.


Kerja sama tim yang luar biasa membuat penyerangan ini berhasil. anak buah Cortez mengalami kekalahan telak.


Vernon melaju meninggalkan mereka disana, percaya kalau rekan rekannya yang lain akan membereskan semua hama pengganggu itu.


Dia melaku sekencang kencangnya, menyalip mobil mobil di depan mereka, menguasai jalanan dengan lihai.


"Tenang sayang, kota sudah keluar dari pertempuran it,u rumah sakit sudah dekat, bersabarlah!" Vernon benar benar khawatir, dia takut terjadi apa apa pada sang istri.

__ADS_1


"Tarik nafas nyonya, buang perlahan, tenangkan diri anda, kita akan segera sampai," Diana dengan telaten membantu Tiara agar wanita itu bisa tenang.


Rasa nyerinya berhenti sebentar lalu muncul lagi, benar benar sebuah drama kelahiran yang sangat menyakitkan bagi Tiara.


Mereka melaju dengan kencang, hingga tiba di rumah sakit.Tampak Damian dan para dokter telah menunggu di depan ruang darurat.


Vernon dengan cepat keluar dari mobil dan menggendong istrinya menuju brankar rumah sakit.


"Sayang kita sudah sampai, apa masih sakit?" Vernon dengan lembut berbicara sambil meletakkan Tiara di atas brankar.


"Sedikit berkurang," ucap Tiara


"Sudah pembukaan keberapa!?" Tanya Damian sambil mendorong brankar Tiara menuju ruang operasi.


" Ke delapan kak," ucap Tiara yang sudah dipenuhi dengan keringat. Wajahnya sedikit pucat dan lemas karena menahan rasa sakit sejak tadi.


"Sebentar lagi akan melahirkan, semuanya bersiap!!" Ucap Damian.


"Apa tidak bisa langsung!?" Tanya Vernon.


"Harus sampai sepuluh pembukaan maka jalan lahirnya sempurna, kita menunggu dua pembukaan lagi, kami akan segera bersiap, ada baiknya tuan muda menunggu di luar!" Ucap Damian.


"Jangan, bisakah... Bi..bisakah Vernon bersamaku? Aku takut!!!" Ucap Tiara sambil menatap suaminya dengan mata berkaca-kaca penuh harap.


"Aku akan menemaninya, tidak masalah kan Damian!?" Tanya Vernon.


"A...Anda!??"


"Jawab saja!" Bentak Vernon.


"Tidak masalah, akan lebih baik kalau tuan muda menemaninya juga," ucap Damian yang terkejut dengan perubahan mendadak dari Vernon.


Vernon menggenggam tangan istrinya dengan lembut," aku disini jangan takut," ucapnya sambil mengusap punggung tangan istrinya.


"Anak anak, Papa disini, jangan takut," dia mengusap perut Tiara.


Mereka masuk ke dalam ruang operasi menunggu sampai pembukaan selesai.


.


.


.


like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2