Suami 189 Cm-ku

Suami 189 Cm-ku
28


__ADS_3


Setelah selesai dengan aktivitas panas mereka, Vernon membawa Tiara ke atas tempat tidur dan membaringkan istrinya yang kelelahan karena menuruti semua permintaan Vernon.


Tiara terlelap begitu saja, tubuhnya lelah, Vernon memasang pakaian istrinya, mengusap wajah wanitanya dengan lembut dengan senyuman merekah di wajahnya, senyuman bahagia yang tak pernah hilang dari wajah pria tampan itu.


"Kamu pasti lelah, istirahat lah sayang," gumam Vernon sambil mengecup kening istrinya dengan lembut.


Vernon menatap bekas bekas cinta mereka di tubuh Tiara, dia tersenyum tak menyangka kalau Tiara tidak akan menolaknya mengingat Vernon itu masih dalam kondisi sebagai pria idiot.


"Setidaknya kamu berhak tau kalau aku bukan pria idiot sayang, tapi untuk identitas yang lain aku belum bisa, aku takut mereka akan mengincarmu, aku takut kamu dalam bahaya karena menjadi seorang istri mafia, dan entah apa yang akan kamu pikirkan jika tau aku ini seorang dari dunia bawah," batin Vernon.


Vernon menyelimuti tubuh istrinya, sekali lagi memberikan kecupan lembut di wajah istrinya.


"Dia belum makan, nanti saja kalau sudah bangun," gumam Vernon.


Pria itu beranjak, dia menatap pakaian bertema anak anak yang diberikan Max untuk menutupi identitasnya. Dia menyingkirkan benda itu, perlahan dia berjalan ke walk on closed .


Ruangan besar itu memiliki banyak stelan kemeja formal dan pakaian pakaian orang dewasa, semuanya adalah milik Vernon yang jauh jauh hari sudah disiapkan oleh mendiang kakek neneknya.


"Sepertinya kita butuh perubahan dalam ruangan ini, pakaian Tiara juga harus dibawa kesini, perhiasan, sepatu, semuanya, barang barang kebutuhan istriku harus diletakkan disini," gumam Vernon.


Pria itu memilih sendiri pakaiannya, dia ingat selera istrinya, T-shirt polos berwarna biru tua ditemani jas biru langit dan celana senada serta sepatu flat hitam tanpa kaos kaki, rambutnya dia ubah, dia tata dengan sedikit acak acakan, semuanya sesuai dengan selera istrinya.


Kasual namun formal, Kata kata itu yang menggambarkan penampilan Vernon saat ini. Dia memakai jam tangan mewah berwarna silver di lengan kirinya, "Cincin pernikahan, kami belum punya itu, sepertinya harus dimulai dari benda itu," batin Vernon.


"Tiara akan masuk kuliah, aku tidak boleh mempermalukannya dengan penampilan bodohku, dia itu perempuan jenius, hanya dibatasi oleh finansial, tetapi sekarang tak ada halangan lagi bagi sayangku," gumam Vernon, sejak tadi dia hanya memikirkan tentang istrinya, apa yang akan mereka lakukan, kehidupan yang indah dan semua rencana dalam otaknya.


Vernon berjalan keluar, dia sangat gagah dengan penampilan yang segar dan sangat nyaman itu, dia lagi lagi mendekati istrinya.


Cup..


Sebuah kecupan lembut lagi dan lagi mendarat di wajah cantik istrinya.


"Aku ke bawah dulu sayang, tidur yang nyenyak," gumam Vernon.


Vernon menyalakan lampu tidur, menyalakan musik penenang untuk tidur dan memasang sistem kedap suara karena Tiara takut dengan petir dan suara hujan. Menyemprotkan ramuan terapi penenang agar tidur istrinya lelap.


Vernon berjalan ke lantai satu, semua orang sedang berkumpul di ruang tamu, tampaknya ada orang yang berkunjung.


"tuan muda, kenapa berpakaian seperti ini!??" Max langsung panik saat melihat penampilan tuan mudanya yang berbeda dari biasanya, dia berlari menghampiri Vernon di tangga.


"Sudah saatnya Max, lagipula kita berada di rumah ini, ada apa?" tanya Vernon.


"Tuan Duke dari Jerman datang bersama anak perempuan nya yang pernah berencana akan dijodohkan dengan Anda, ini akan jadi masalah kalau sampai nyonya muda tau," ucap Max pelan.

__ADS_1


"Tenang saja Max, aku selalu punya cara untuk menghindari hal seperti ini, lagipula kau tau pasti tujuan Duke sialan itu menjodohkan putrinya padaku, siapa yang dia coba tipu," ucap Vernon.


"Ta..tapi bagaimana dengan nyonya muda, kalau dia melihat ini, dia pasti akan marah," ucap Max.


"Tenanglah, bertingkah seperti biasa, kita tunggu sampai Tiara bangun, " ucap Vernon.


"Bangun? bukannya tadi..


"Max sejak kapan kau jadi banyak tanya!!" gertak Vernon.


Glekk...


"Lalu yang tadi, kenapa kau tidak mengetuk pintu hmm???" Vernon mencengkram bahu Max dengan kuat.


"Bagaimana kalau Tiara sedang ganti pakaian, atau sedang tidur atau yang lain, kau lupa hah!!??" geram Vernon.


"Ma..maaf tuan muda, saya tak sengaja, lagipula pintunya tidak dikunci!" Ucap Max.


"CK.. yakk kalian berdua jangan ribut ribut disana, cepat kemari!!!" tegur Arthur yang sejak tadi jadi patung di tengah pembicaraan membosankan itu.


"Bawel, dimana Damian?" tanya Vernon.


"Sedang istirahat di kamar tamu tuan," ucap Max yang dibalas anggukan oleh Vernon.


"Vernon sayang, " Sambut nyonya Gita.


"Bibi, Vernon kangen, maaf tadi langsung istirahat, Istri Vernon kelelahan," ucap Vernon sambil memeluk nyonya Gita dan menekankan kata 'istri' pada kalimatnya.


"Dimana dia?" tanya tuan Frank seraya melirik tuan Duke dan keluarganya, Vernon paham kekhawatiran paman dan bibinya.


"Sedang istirahat, Paman Bibi," ucap Vernon sambil menepuk punggung mereka agar mereka tenang.


Tuan Frank dan Nyonya Gita saling menatap, Vernon benar benar berbeda hari ini, dia tidak terlihat gila, bodoh ataupun idiot, dia sangat berkharisma.


"Apa itu keponakan kita Pa!?" bisik Nyonya Gita.


"Tentu saja Ma, siapa lagi, Mami aneh ihhh, kurang piknik nih!!" celetuk tuan Frank.


Bugh..


"Papi bisa bisanya bercanda, dasar!!"


"Heheh maaf sayang," bisik tuan Frank.


Vernon duduk di kursinya tepat di depan anak perempuan tuan Duke yang sangat mirip dengan seseorang yang pernah dia temui di kediaman keluarga D.K.

__ADS_1


"Pintar sekali bajingan tua itu memilih wanita, dia mengambil Admaja bersaudara, cihh... padahal baru seminggu lalu pria bajingan di depanku ini menawarkan salah satu putrinya padaku saat menjadi tuan muda V, benar benar gila," batin Vernon.


Tuan Duke Admaja, adalah ayah dari Risa Admaja perempuan yang dijodohkan dengan Kevin. Kakak beradik itu tidak jauh berbeda, angkuh dan sangat sombong, sama sama model dunia, sama sama pemboros.


Mereka tidak tau Vernon ada di rumah itu, awalnya hanya berencana mengunjungi tuan Frank dan keluarganya sekaligus memberitahu tentang rencana perjodohan yang diusulkan tuan Dharma, ternyata mereka bertemu Vernon disana.


"Halo Vernon, om datang bersama Sherly dan tantemu, senang bertemu dengan Kamu," sapa tuan Duke dengan senyuman ramah dan mandi seperti sedang menyapa anak kecil.


"Halo Vernon," sapa Nyonya Duke," bocah idiot ini seperti nya mudah dimanfaatkan," lanjut nyonya Duke dalam batinnya.


"berdiri, sapa dia!!" tuan Duke menyenggol lengan Sherly.


"CK..dia itu idiot Pa!!" kesal gadis itu, jelas Vernon bisa mendengar ucapan gadis yang Minggu lalu digosipkan menjadi kekasih gelap tuan muda V dan rumornya langsung dibantah. Hal itu terjadi karena Sherly memeluk lengan Vernon secara tiba tiba saat dia sedang berjalan keluar kantor dan gosip murahan itu tak lagi bisa dihindari.


"cepat lah, " ucap tuan Duke sambil memasang senyum canggung.


"CK.."


"Halo Vernon, senang bertemu denganmu, aku Sherly," ucapnya dengan berpura pura lembut.


Vernon cuek saja dan malah menanyakan pertanyaan lain," Paman Bibi, ada makanan tidak, Vernon lapar!??" tanya pria itu.


"Sial, beraninya pria idiot ini mengacuhkan kami, jika bukan karena ingin menguasai D.K aku tidak akan berbuat seperti ini!" batin tuan Duke.


"Eh makan? oh iya kamu belum makan, ada ada di ruang makan saja," ucap nyonya Gita.


"Eh nanti saja Bibi, kan ada tamu, tadi bilang apa kakek Sugiono dan Tante girang!?" celetuk Vernon sambil mengunyah roti kering di depannya.


"pffth hahahaha..." Arthur tak bisa menahan tawanya saat Vernon mengatakan itu, bisa bisanya Vernon berpikir ke arah itu.


"Tuan muda, anda sudah gila!! hahahhaah" bahkan Max berusaha sekuat tenaga menahan tawanya.


Paman dan Bibi Vernon hampir saja kelepasan tawa melihat wajah suram tuan Duke, Sherly dan nyonya Duke di depan mereka.


"ahahahahah.... Vernon ternyata sangat pandai bercanda, Om semakin menyukaimu," celetuk tuan Duke dengan senyum palsunya.


"Suka ya, tampaknya tidak begitu kakek mesum, mau apa kau datang kesini, apa kau menjadi orang suruhan pria bau tanah itu? Kau jadi kaki tangan si Dharma ya!?" celetuk Vernon yang sontak beralih ke mode normal dengan gelagat dan tatapan mafianya yang mendominasi.


.


.


.


Like, vote dan komen 😉

__ADS_1


__ADS_2