
Beberapa menit yang lalu,
Max mengemudikan mobilnya dengan cepat menuju lokasi peragaan busana. Dia benar benar sudah terlambat apalagi sempat terjebak macet. Beruntung ada anak buah yang mengikutinya, mereka membawa sepeda motor . Akhirnya Max mengendarai sepeda motor menuju lokasi peragaan busana.
Melaju dengan kencang, dia berusaha agar semua pernak pernik tidak rusak.
Setibanya disana Max memperbaiki penampilannya sendiri, dia sudah berada di posisi seharusnya dia masuk tanpa menemui nyonya mudanya dahulu karena pasti akan memakan waktu yang lama.
Dengan cepat dia merapikan detail yang dibuat Hanum tadi, merapikan semuanya kembali ke tempat semula.
Max menghela nafas lega saat dia selesai memperbaiki penampilannya, disaat itu juga gilirannya untuk masuk.
Setelah menarik nafas panjang dan menenangkan dirinya, Max melangkah kan kakinya dengan gagah memasuki panggung melalui pintu yang sudah disediakan.
Tiara mengintip dari sisi lain panggung, dia sudah sangat cemas, namun saat melihat sosok Max yang diliputi dengan kabut putih berdiri di ujung pintu membuat Tiara sontak bernafas lega karena penampilan ini akan segera dimulai.
Musik perang dibunyikan, genderang perdamaian di tabuh. Layar Lcd menunjukkan area kerajaan yang luar biasa indah. Efek hologram membuat suasana seolah berada di negeri dongeng. Kerajaan yang makmur di tangan gurun pasir yang kering.
Langkah kaki pria berbadan besar itu begitu tegas. Vernon yang sedang minum Coca sontak tersedak melihat penampilan baru Max yang luar biasa gagah seperti seorang Pangeran dari negeri Arab. Gagah berani dengan semua ornamen di tubuhnya.
"prrrffftt... uhuk uhuk uhuk... sejak kapan dia punya kumis setebal itu uhuk... kalau kutahu penampilan nya setampan itu lebih baik aku yang berdiri disana..." celetuk Vernon yang mengakui ketampanan dan kegagahan seorang Max.
Max berjalan dengan bangga, tema kostumnya adalah Dewa Perang Arabian Prince. Berjalan dengan gagah, kumis tebal, sorban di kepala, pedang di pinggang, pakaian tebal berlapis bak baju Jirah. Hebat gagah dan berani.
Max tersenyum dengan bangga," heheheh tuan muda pasti iri, beruntung nya aku dipakaikan design dari Hanum, " batin pria itu.
Dia berjalan mengelilingi panggung, semua orang terpukau dengan penampilan nya yang luar biasa. Para wanita di buat terpana dan para pria dibuat melongo. Seolah mereka sedang menatap sang raja perang, baru saja menyelesaikan pertempuran di Medan perang, berjalan dengan bangga membawa kemenangan bagi negerinya.
"waahhhhh.....
Semua orang berdecak kagum, namun tidak bagi dua manusia sampah yang menatap Max dengan tatapan melongo apalagi tuan Dharma, dia jelas atau Max adalah asisten putra bodohnya yang tak dia kenali.
__ADS_1
Risa juga demikian, dia melongo menatap design pakaian yang begitu gagah dan sempurna itu, siapa yang tidak tertarik dengan sang Pangeran perang.
"Ba..bagaimana bisa... mereka menggunakan asisten si pria bodoh itu!!!" Risa terbelalak.
Tuan Dharma menatap Max," kenapa dia disini!? apa anak bodoh itu juga disini? sialan aku tidak mengantisipasi hal ini sebelumnya... grrhhh sialan, tapi Wanita itu belum maju, heheheh... kita lihat bagaimana kau akan bertahan dengan serangan terakhirku!!" batin tuan Dharma.
Pria tua itu melirik ke belakang panggung, seseorang berpakaian hitam sedang berdiri disana sambil memegang seutas tali. karena sisi panggung yang gelap membuat pria itu tak nampak.
"Kau pasti akan dipermalukan!!!!" batin tuan Dharma.
Sementara itu Max berhasil memukau semua orang. Di rumah sakit, Hanum tersenyum bangga menatap karya yang berhasil melenggang di fashion show terkemuka ini. Tanpa sadar dia malah menangis, dia bersyukur ada Max yang menggantikan Josua untuk tampil.
"Terimakasih telah mengirimkan Malaikat pelindung ini ya Allah, hambar bersyukur, sungguh indah jubah itu di tubuhnya, hiks hiks hiks.. kami berhasil..." Hanum menangis penuh haru sambil menatap layar televisi yang disediakan khusus agar dia bisa menonton pagelaran itu.
Semua fasilitas disana disiapkan oleh Max agar Hanum gadis pujaannya nyaman berada disana menunggu kedatangan teman teman mereka yang lain.
Setelah sang Pangeran Perang menampilkan pertunjukan yang gagah, kini panggung kembali hening. lagi lagi kegelapan menguasai panggung. Tak ada yang berbicara, semua penasaran dengan apa yang akan selanjutnya di tampilkan.
Beberapa detik suasana masih sama, namun tiba tiba suara gamelan dibunyikan.
Kabut keemasan dengan lampu sorot memenuhi ruangan itu. Semua orang terdiam, suasana yang sangat sakral dan tenang namu tidak bagi Risa yang sudah gelisah.
"Sialan,apa mereka berhasil menampilkan semuanya arrkhh bagaimana bisa ini terjadi!!!!" geram wanita itu. Matanya jelalatan menatap kesana kemari. Suasana jadi hening.
Langkah kaki yang lembut seperti sedang berjalan di atas air terdengar, seorang wanita masuk dan berjalan dengan anggun. Selendang merah, kain tradisional yang sudah dipermak melekat di tubuhnya.
siapa sangka gadis yang pemberontak dan terkesan urakan itu ternyata sangat manis dengan balutan busana merah dan batik di bagian bawah. Rambutnya disanggul dengan rapi, berjalan dengan lembut bak putri keraton.
Diana tampil memukau, siapa sangka wanita yang hanya tau berperang itu sangat hebat dalam dunia modeling.
Kebay modern, rok batik, sanggul dan selendang merah yang sangat indah dan menawan membalut tubuh ramping dan semampai Diana. Dia berjalan dengan elegan, semu orang menatap ke arah wanita itu. Berjalan dengan anggun sepanjang panggung.
__ADS_1
Lagi lagi semuanya dibuat berdecak kagum dengan keanggunan Diana. Risa dan Tuan Dharma semakin menggila. Setelah Diana tampil, kini suara gamelan semakin riuh diikuti suara kecapi dan permainan. harpa yang sangat indah. lampu sorot berkumpul di tengah panggung.
Vernon berdiri di tempatnya membaut semua orang penasaran. Dengan bangga Vernon menantikan sang istri, figur utama dalam pergaulan hari ini.
"Tiara Azriel Weizmann from Nusantara grup!!!" Pengisi suara memanggil ketua Tim perwakilan.
Tiara masuk dengan langkah anggun dan kemayu, memakai pakaian pengantin Keraton dengan detail yang sempurna. Busana dengan nuansa hitam dan emas, make up bold, rambut disanggul, selendang yang indah, penampilan yang sangat sempurna.
Semua orang terdiam, lagi lagi mereka dibuat terpana dengan penampilan penutup dari sang Tiara.
Indah, menawan, anggun dan berkelas.Tak ada tandingannya. Adat Nusantara yang sangat kental, budaya tradisional dan modern yang dipadukan dalam balutan busana indah di tubuh Tiara.
Vernon terpana menatap sang istri, dia tersenyum lagi lagi jatuh cinta dengan keanggunan istrinya.
"Sungguh cantik, ahhh dia istri ku, cantik dan menawan!!!" gumam Vernon.
Di saat yang bersamaan tuan Dharma melirik ke arah orang suruhannya, namun pria itu tak lagi disana.
"Sial ,kemana orang itu, dia harus mati sekarang!!!!" geram tuan Dharma.
Pria berjalan diam diam menuju sudut ruangan . Dengan seringai jahat dia berjalan menuju simpul tali berupa jebakan yang sudah dia siapkan. Jika tali itu di tarik maka lampu gantung di atas panggung akan jatuh dan menimpa Tiara.
"Mati saja kau!!!!" geram Tuan Dharma sambil melepaskan simpul tali itu dan...
Braakkkkkk.....
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 🤗