Suami 189 Cm-ku

Suami 189 Cm-ku
Season 2 (Perusahaan)


__ADS_3

"Sayang lagi ngapain? udah makan? anak anak gimana?.mereka rewel gak? aku belum bisa pulang, padahal udah kangen sama kalian bertiga, kerjaan agak padat di kantor," Vernon sedang melakukan panggilan video bersama istrinya di sela sela waktu istirahat nya.


Pekerjaan di kantor cukup banyak, dan setiap hari memang seperti itu. Vernon merasakan beban yang begitu berat sama seperti yang dipikul oleh asistennya selama ini, pantas saja Max jadi gila kerja, karena kalau berhenti sebentar saja, laporan dari semua usaha mereka akan menumpuk.


"Gak apa apa sayang, kerjanya jangan dipaksakan, kamu santai aja, kalau perlu kamu cari asisten biar kerjaannya ringan, setidaknya harus ada tiga atau empat orang asisten dan kamu bagi tugas mereka, Duo K kan ikut sama kamu, jadi mereka juga bisa belajar, jangan kamu sendiri yang ngerjain," usul Tiara dengan lembut dan penuh perhatian.


Vernon mengangguk paham, benar kata istrinya dia butuh beberapa orang asisten untuk membantunya bekerja, Jiak dikerjakan seorang diri, Vernon tak akan sanggup.


"Pinter banget Mamanya anak anak, kalau caranya begitu aku bisa cepat pulang heheheh.... " ucap Vernon sambil tertawa.


Tiara tersenyum lembut, "Kamu udah makan siang sayang? bekalnya gak lupa kan dimakan? " tanya Tiara.


"Udah kok, emm sayang bisa tunjukan wajah si kembar, aku jadi kangen banget," ucap Vernon.


"Boleh sayang, tapi merek lagi tidur," Tiara dengan cepat berdiri dan membawa ponselnya untuk menunjukkan wajah si kembar.


"Halo Papa...." seru Tiara yang menirukan suara anak kecil.


"Mereka tenang sekali tidurnya, ahhh... anak anak Papa...." Vernon tampak terharu, matanya menganak sungai saat melihat wajah menggemaskan putra dan putrinya.


"sayang kenapa?" tanya Tiara saat melihat Vernon menangis.


"Aku merasa bersalah pada kalian bertiga, maafkan aku sayang...." lirih Vernon sambil mengusap matanya. Rasa bersalah karena dia merasa telah menelantarkan anak anak dan istrinya selama tujuh bulan.


Tiara berjuang sendiri dan setiap malam selalu menghubungi Vernon. Perjuangan Tiara dan rasa sepi yang dirasakan wanita itu begitu besar kala itu.


Tiara menatap suaminya, dia hanya tersenyum lembut," sayang semua sudah berlalu, lagipula mungkin kita memang harus melalui hal ini, dan hubungan kamu dengan Mama bisa jadi lebih baik seperti sekarang, semua kejadian ini mendatangkan kebaikan, jangan menyesali yang sudah terjadi," ucap Tiara.


Hati Vernon bergetar, apa yang sudah dia perbuat, jasa apa yang dia berikan di masa lalu sampai dia mendapatkan seorang wanita sesaat dan sebaik Tiara.


"sayang aku bersyukur memiliki kamu dalam hidupku, aku hanya menyesal karena terlalu keras kepala, dan aku juga menyesal karena tidak menemani kamu di masa mengidam kamu, pasti berat, beberapa kali aku mendengar berita kalau kamu pingsan dan mual mual yang sangat parah, aku benar benar menyesal," ucap Vernon.


"Sudahlah, toh sudah berlalu, kamu kan sekarang udah ingat meski gak semua, kedepannya kita jalani semuanya bersama sama ya, Anak anak pasti senang kalau Papanya lebih semangat," ucap Tiara.


Senyuman mengembang di wajah Vernon, berbicara dengan Tiara memang selalu mendatangkan rasa Dami di hati pria itu.

__ADS_1


Tiara bukan tipe wanita yang suka memancing perdebatan, jika ada selisih pendapat dia akan mendengar pendapat itu lebih dulu dan dengan tenang menjelaskan pendapat nya.


Wanita yang terlihat biasa saja, namun ada jiwa yang luar biasa dalam dirinya, kecerdasan dan kemampuan Tiara tak ada tanding. Setiap Hari Vernon dibuat jatuh cinta dengan istrinya.


"Ahhh... aku jatuh cinta padamu sayang, setiap hari aku jatuh hati pada kamu, aduhh jadi kangen pengen ketemu...." celetuk Vernon.


"Hahahah... sabar sayang, kalau baby udah enam bulan lebih, aku bisa ikut kamu ke perusahaan, aku juga pengen kerja seperti dulu, rasanya menyenangkan, kuliahku juga masih nanggung," ucap Tiara.


"Kamu yakin mau kerja? kalau kuliah aku gak masalah, tapi kerja, kamu nanti kecapekan sayang, ngurus anak, ngurus aku lagi, nanti kamu kelelahan, sebaiknya tunggu usia anak anak dua tahun baru kamu bekerja gimana?" usul Vernon.


"Tapi aku boleh kerja kan? aku mau buka boutique sama Hanum, ini cita cita kami sejak dulu," tanya Tiara.


Vernon mengangguk," boleh tapi setelah umur anak anak 2 atau 3 tahun, supaya kita bisa fokus untuk tumbuh kembang mereka, sebenarnya sih kamu gak perlu kerja, tapi aku gak mau Batasin kamu, karena aku yakin ku pasti bisa, " ucap Vernon.


"yeayyyy.... terimakasih sayang, i love you so much!!!" seru Tiara yang sangat bahagia dengan ucapan suaminya.


"Hal sekecil itu aja kamu bahagia banget, " ucap Vernon.


"Iya dong, makasih ya, ummah..." seru Tiara dengan senyuman bahagia.


Saat mereka sedang asik berbicara, tiba tiba pintu ruangan Vernon diketuk.


"Tuan muda, " seseorang memanggil Vernon dari luar.


"masuk!" ucap Vernon sambil melirik ke arah pintu.


"kamu sibuk kayaknya, nanti aja Video call nya," ucap Tiara.


"nggak apa apa kok, lanjut aja, aku masih kangen," balas Vernon.


"Ya sudah," ucap Tiara sambil tersenyum.


Sekretaris Vernon masuk ke dalam ruangan pria itu," Tuan muda, ada seorang wanita yang memaksa masuk ke perusahaan, dia mengaku sebagai kekasih pemilik perusahaan ini!!!" ucap sekretaris itu.


"Apa!!!" Vernon dan Tiara sama sama terkejut saat mendengar ucapan sekretaris wanita itu. Perempuan itu malah tekaget kaget saat mendengar suara Tiara dari ponsel tuan mudanya.

__ADS_1


"Siapa sayang?" tanya Tiara penasaran.


"Aku juga gak tau sayang, jangan jangan si ular beludak itu!!" ucap Vernon.


"Hmm? kalau gitu kak Max...


" Sayang tolong kasih tau Max," ucap Vernon.


"Iya, aku kasih tau dulu, jangan dimatiin ponselnya!" ucap Tiara yang langsung beranjak keluar dari kamar.


Sekretaris Vernon diam dalam keadaan canggung, dia tau Presdir mereka sudah menikah tapi baru kali ini dia melihat tuan mudanya begitu mesra dengan seorang wanita.


"Desi, katakan pada pengawal untuk menahannya di lobi, sampaikan bahwa pemilik perusahaan ini akan segera menemuinya!" Ucap Vernon .


"Baik tuan muda, " ucap Desi.


"Ahh apa dia dagang sendirian?" tanya Vernon.


"Tidak tuan, ada seorang ibu yang usianya sekitar 50 ke atas, dia juga mengaku sebagai orang yang dekat dengan Presdir," jelas perempuan itu.


"Heh dekat dengan Presdir, enak sekali mereka menggunakan istilah itu, dasar orang gila!" umpat Vernon.


"Ya sudah, tahan saja mereka semua di lobi, siapa pun yang datang kesini dan mengaku ngaku sebagai kenalan Presdir!" Ucap Vernon dengan ketus.


"Baik tuan muda, akan saya laksanakan!" ucap Desi undur diri.


"Max apa yang akan kau lakukan? hmmm aku tak sabar melihat rencanamu!" gumam Vernon. Senyuman licik tergambar jelas di wajah pria itu.


"Sayang kenapa senyum senyum?" suara Tiara menyadarkan lamunan Vernon.


"Eh... heheh gak apa sayang, sebentar lagi ada pertunjukan heheh..." kekeh Vernon.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2