Suami 189 Cm-ku

Suami 189 Cm-ku
35


__ADS_3


Di sebuah rumah mewah namun tak sebesar rumah keluarga Karl tampaknya keributan terjadi. Suara barang barang yang pecah terdengar seperti dibanting ke atas lantai.


Ruangan itu tampak berantakan dan hancur, barang barang kaca hancur berserakan di atas lantai.


"Ini semua gara gara Tiara hiks hiks hiks... Gibran dia yang membuat hidupku selama ini menderita, aku tak ingin di hidup, aku benar benar ingin membunuh wanita itu, dia jahat!!!!" Gea menangis tersedu-sedu di dalam kamarnya, sementara Gibran hanya bisa diam dan melihat apa yang dilakukan oleh istrinya.


"Kenapa kau sampai se marah itu Gea, mau balas dendam ya langsung saja, jangan menghancurkan barang barang di rumah ini, ujung ujungnya kita kan yang rugi, dasar!!!!!" kesal Gibran.


" Biasanya kamu adalah wanita yang lembut kenapa hari ini..." Gibran menatap seluruh ruangan yang dibuat berantakan oleh Gea, baru kali ini dia melihat wanita itu segila ini hanya karena Tiara. " kau menggila!" tukas Gibran di akhir kata katanya.l sambil memberikan tatapan kebencian pada Gea.


Glekk..


Gea menelan kasar Salivanya, "Ma..maaf hiks hiks hiks.. ini semua karena Tiara, maafkan aku sayang, aku ketakutan setiap melihat perempuan itu, dia perempuan ular yang licik dan bermuka dua, dia selalu menindasku dulu tanpa sepengetahuan semua orang, maafkan aku..." Gea menangis di atas lantai, sosok polos, lemah dan tak berdaya selalu dia andalkan untuk memenangkan hati suaminya.


Dan tentu saja cara itu berhasil meluluhkan hati Gibran," Haihh ... Semua ini karena perempuan sialan itu..." ucap Gibran sambil mendekatkan diri pada Gea.


Sambil menunduk Gea tersenyum tipis, Gibran sudah ada dalam genggaman tangannya tinggal menunggu bagaimana cara memanfaatkan pria itu untuk melukai hati dan perasaan Tiara.


Gibran mengangkat tubuh Gea dan membawanya duduk di sofa," lain kali kalau marah langsung hajar saja orang nya, jangan melukai dirimu seperti ini, " ucap Gibran.


"Apa boleh? apa kau tidak marah, bukannya kau sangat mencintai Tiara? aku kan hanya sebagai pengganti?" lirih Gea .


"Hehehehe pancing dia untuk masuk perangkap lalu melemparkan balik ke lawan, kau akan hancur dalam tangan ku Tiara!" batin Gea.


"Cih itu dulu Gea, sebelum aku tau perempuan macam apa dia, orang yang tega menyakiti sahabatnya sendiri tidak patut mendapat cinta!" ketus Gibran.


"Lalu apa boleh aku membalasnya, aku.. aku sebenarnya tidak ingin tetapi perbuatannya di masa lalu sudah membuatku trauma sampai sedalam ini, aku bahkan tidak bisa terlelap dengan tenang, selalu dihantui tindakan kasarnya dulu," ucap Gea lagi.


"Kau tak perlu minta ijin untuk membalasnya, lakukan saja, kau bisa menggunakan semua fasilitas ini untuk membalas perempuan seperti itu, aku akan membantumu sayang, pasti, aku akan membantumu!" ucap Gibran.


"Huwaaaa terimakasih, terimakasih, aku mencintaimu Gibran aku mencintaimu!!!" Gea memeluk Gibran dengan air mata buayanya padahal di sisi lain dia tersenyum licik dengan semua rencana jahatnya untuk melukai Tiara dan membuat hidup wanita itu tidak tenang.


"Mampus kau!!!" batin Gea.


Sementara itu, Tiara sedang berbelanja bersama Hanum untuk keperluan rumah, setelah selesai dari kampus mereka berdua langsung beranjak menuju Supermarket, Vernon sudah mulai bekerja hari ini sehingga dia hanya mengantar Tiara ke kampus.


"Num nanti ikut ke rumah ya, kita masak bareng, paman dan Bibi pasti senang," ucap Tiara yang sedang berjalan keluar kampus.


"Bolehkah!?" tanya Hanum dengan mata berbinar-binar.

__ADS_1


"Tentu saja boleh," ucap Tiara.


"Kakak ipar!!!" terdengar suara Duo K yang tidak masuk kampus hari ini karena ada jadwal pemotretan dadakan yang dilakukan di studio pribadi mereka.


"Kanon, Kodak!? " ucap Tiara sambil memandang si kembar.


"Hah... hah.. untung kalian belum pergi, kita berangkat bersama, kami di perintahkan oleh Kak Vernon untuk melindungi Nyonya muda Karl hehehe..." ucap keduanya sambil tersenyum dengan tampan, belum lagi penampilan kasual si kembar ini benar benar menarik perhatian, nyata buktinya kala mereka adalah model kelas dunia.


"Vernon? untuk apa!?" tanya Tiara.


"Ya untuk jaga istrinya yang cantik inilah, kamu mah gak peka Ra, suami kamu tuh keliatan banget bucinnya," celetuk Hanum sambil mencubit gemas pipi sahabatnya.


"Benarkah!?" tanya Tiara.


"Benar!!" ucap mereka bertiga.


"Hahahahah baiklah kalau begitu malam ini aku akan masak enak, ayo semuanya kita berangkat!!!" seru Tiara dengan penuh semangat.


"Waahh kakak ipar akan masak!?" tanya Kanon.


"He eem... aku akan masak makanan enak, kalian nikmati saja nanti, Sekarang kita belanja!" ucap Tiara.


"Wah Ra, kamu dikawal ketat ya, apa gak risih?" bisik Hanum.


"Mereka aja gak keliatan num, aku mana risih, kadang aku malah gak sadar kalau lagi diawasin heheh... " balas Tiara sambil tersenyum.


"Suami kamu kerjaannya apa sih? kok bisa punya pengaruh sebesar itu?" tanya Hanum lagi.


"Kak Vernon itu orang hebat, dia itu pimpinan grup Karl yang dikelola oleh kakek, namun karena Kakek sudah meninggal dan kak Vernon waktu itu sedang sakit, maka kepemimpinan dialihkan sementara pada Papi, hari ini adalah pengalihan kekuasaan, dan D.K grup adalah warisan Kakek yang lain untuk kak Vernon, dia itu punya banyak pengaruh," jelas Kodak.


"Wahh benarkah, suami kamu hebat Ra!!" ucap Hanum.


Tiara hanya tersenyum," Aku justru khawatir dengan perebutan warisan ini, setelah melihat bagaimana kerasnya keluarga D.K, aku takut Vernon akan terluka," batin Tiara.


Wanita itu mengeluarkan ponselnya, mencari nama suaminya dan mengirim pesan.


✉️ ( Tiara) "Sedang apa?"


Drrtt... drrtt... drrtt...


Baru saja mengirim satu pesan, Vernon langsung menghubungi istrinya.

__ADS_1


"Halo sayang, aku sedang rapat, lihat mereka semua kesal dan tidak terima karena aku jadi pimpinan, mereka menolakku karena aku idiot bagaimana dong!?" celetuk Vernon dari seberang sana sambil menunjukkan wajah para petinggi yang menolak dirinya sebagai pimpinan baru grup Karl.


Tiara terbelalak, bagaimana bisa suaminya menjawab panggilan saat sedang rapat.


"Ver jangan begini, kamu lagi rapat seharusnya bilang dong," ucap Tiara.


"Kangen, orang orang disini tidak sebaik kamu, harus kukatakan orang orang yang menghina aku, aku butuh saran Ra," tanya Vernon.


Jelas jelas dia berada di tengah rapat bahan tuan Frank sampai tepuk jidat melihat tingkah Vernon ini. Baru saja dia terlihat seperti seekor serigala lapar di depan para petinggi perusahaan, kini dia terlihat seperti seekor bayi panda yang imut saat berbicara dengan Tiara.


"Kalau salah ya dihukum saja, lagipula kamu gak harus jadi pimpinannya, yang penting kamu mengendalikan semuanya, untuk yang tidak patuh kamu beri saja hukuman,"ucap Tiara.


"Hmm? hukuman? baiklah, kalau begitu sampai jumpa di rumah sayang, aku mencintaimu!" ucap Vernon.


"Baiklah, jangan bekerja terlalu keras, aku juga mencintaimu, bye!" ucap Tiara sebelum mengakhiri panggilan itu.


Di kantor Vernon terjadi ketegangan,


Brakkk....


"Eh mampus eh kodok kodok kepala kanon botak eh botak..." Seloroh tuan Frank saking kagetnya dengan ulah Vernon.


"Vernon tenang sedikit kamu bikin paman senam jantung!!" gerutu pria itu.


"Sorry uncle," ucapnya sebelum dia menatap para petinggi itu dengan tatapan tajam.


" Kalian dengar? nyonya muda Karl memerintahkan aku untuk menghukum para pengkhianat!" ucap Vernon dengan tatapan lapar dan senyuman menyeringai.


Glekk...


Semua orang menelan Saliva mereka.


"Tangkap para pengkhianat ini dan bawa ke markas, semua orang yang sudah kutandai!" titah Vernon dengan aura mafianya.


.


.


.


like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2