
Vernon tampak uring uringan. Sejak bangun pagi tadi, tiara sama sekali tidak mau berbicara dengannya. Bahkan sekedar menatapnya saja Tiara enggan. Wanita itu memang sulit di luluhkan jika sudah marah. Lagipula ini semua karena kesalahan Vernon yang terburu buru mengambil kesimpulan bahkan berkata kasar pasa istrinya. Pria bodoh ini memang pantas untuk diberikan sedikit hukuman.
Tiara keluar dari kamar tanpa berbicara sepatah katapun. Menyiapkan pakaian kerja suaminya pun dia tidak. Saat Vernon memanggil dia hanya melemparkan tatapan datar lalu pergi keluar membawa tas sekolahnya tanpa berbicara.
“ Ini semua salahku arrhh sial kenapa juga kau berbicara kasar dengannya Vernon..” dia memukul bibirnya sendiri Menghukum dirinya karena sembarang bicara tanpa memperdulikan istrinya.
Cepat cepat pria itu mengganti pakaiannya. Mencari kesana kemari semua barang yang dia butuhkan. Saking kesalnya semua barang di dalam lemari dia tarik begitu saja hingga berhamburan di atas lantai.
“Arrhhh sial jadi berantakan....” Vernon berdecak kesal. Dia memilih pakaian random. Memakainya dengan cepat bahkan kacingnya saja sudah tidak tau di jalur mana.
“ Sial dimana dasiku, pinnya juga, kenapa aku jadi bodoh begini,” vernon yang kacau tanpa istrinya mengumpat seperti orang gila. Tubuhnya yang sudah terbiasa dengan Tiara yang selalu menyiapkan barang barang pribadinya kini berubah menjadi bodoh hanya karena dicueki oleh sang istri padahal belum ada sehari.
“ Arhhh sudahlah tak usah memakai dasi...” gerutu Vernon.
Selesai mengganti pakaian dan mengubah kamar menjadi kapal pecah. Cepat cepat pria itu berlari keluar kamar mengejar istrinya. Tak lupa dia menyambar ponsel dan dompetnya dari atas meja. Pakaiannya berantakan tak seirama dan acak acakan. Mandi dan sikat gigi pun dia tidak sama sekali.
Vernon berlari sekencang-kencangnya, turun dari lantai dua bahkan sampai membuat semua penghuni rumah itu terkejut dengan penampilan aneh Vernon.
"Paman Bibi, Tiara dimana!?" Tanya Vernon dengan nafas ngos-ngosan.
"Baru saja pergi bersama Duo K. Belum sarapan tapi langsung pergi begitu saja. Ada apa? Kenapa penampilan mu acak acakan begitu!?" Tanya Nyonya Gita. Dia menatap Vernon dari ujung kepala sampai ujung kaki.
"Astaga kenapa Tiara tidak menungguku, apa dia bilang sesuatu tadi Bi!?" Tanya Vernon panik.
"Tidak, dia tidak bilang apa apa. Jangan bilang kau sedang bertengkar dengan istri mu!?" Tanya Nyonya Gita sambil menatap Vernon dengan tatapan tajam.
Vernon diam dan menunduk dengan wajah bersalah. Nyonya Gita menghela nafas.
"Dasar bodoh, kesalahan apa yang kau lakukan sampai istrimu marah dan mengabaikan dirimu!" Celetuk Nyonya Gita.
" Biar kutebak. Kau membentaknya dan tidak mendengar perkataannya sampai selesai bicara!" Tebak Tuan Frank.
__ADS_1
Vernon sontak mengangkat kepalanya saat mendengar perkataan Tuan Frank. "Bagaimana paman tau!?" tanya Vernon dengan polosnya.
"Pffthh bwahahahahah.... jadi benar!? ahahhahaah... dasar bodoh, mampuslah kau Vernon, kau akan dicueki paling singkat lima hari paling lama siapa yang tau hahahahahah..." Tuan Frank tertawa cekikikan. Pasalnya dia juga pernah melakukan hal yang sama dan berimbas di cueki selama hampir sebulan apalagi saat itu Nyonya Gita mengandung si kembar.
"Apa Paman pernah begitu?" tanya Vernon.
"Pernah, karena dia marah marah waktu Bibi minta manjat ke pohon nangka untuk menangkap burung Pipit. Bibi lagi ngidam waktu itu, tau taunya lihat burung Pipit jadi kepengen ngelus. Bibi minta diambilkan Paman kamu marah marah gak jelas padahal Bibi belum selesai jelasin caranya dia langsung marah," jelas wanita itu.
"Hahahahah kalau ingat itu aku malu sendiri, padahal maksud Bibi kamu tuh menangkap gambar alias memotret burung Pipit nya tapi Paman ga dengerin akhirnya dicuekin hampir sebulan. Tidur terpisah dan gak dikasih jatah hahahah..." Tuan Frank masih saja tertawa setiap mengingat kejadian itu.
"dihh tertawa lah kamu, dasar gak pengertian!" celetuk Nyonya Gita.
"Ya maaf sayang, " ucap tuan Frank.
"Lalu apa yang harus kulakukan? kalian lihat aku kan, benar benar kacau tanpa Tiara padahal belum ada sehari!" tanya Vernon.
"Berjuanglah nak, dengarkan dia dulu, jangan terbawa emosi, dengar dulu penjelasannya, sebenci apa pun kamu dengan topik bahasan kalian, kamu harus dengar baru mengambil kesimpulan." ucap Tuan Frank.
Paman dan Bibi Vernon saling menatap. Mereka kenal dengan Kevin. Dan mereka tau bagaimana anak itu juga sebenarnya menderita karena tuan Dharma. Bagaimana Kevin melindungi Vernon dari amukan dan tuntunan besar dari tuan Dharma dengan mengorbankan dirinya.
"Ver.. apa kau sebenci itu pada Kevin?" tanya Bibi Gita. Suara wanita itu terdengar berat.
"Ya aku sangat membencinya!" tegas Vernon.
"Kalau begitu kau mungkin tidak akan pernah berbaikan dengan Tiara!" ucap Tuan Frank. Dia sudah mendengar kejadian di supermarket dari Duo K.
"Loh Paman jangan bicara begitu dong!" ucap Vernon.
"Nak apa yang kamu lihat dengan matamu belum tentu benar. Karena apa yang dilihat mata kadang menipu kita. Cobalah berdamai dengan Kevin. Kau akan tau kebenaran di balik semua kejadian di masa lalu. Kevin bukan orang yang seperti kamu pikirkan. Ini nasehat kami. Kamu dengar, sungguh baik, tetapi jika tidak, Bibi tidak tau harus bilang apa." Nyonya Gita menepuk bahu Vernon.
"Aku tidak akan pernah bisa berdamai dengan pria itu. Tidak akan!" tegas Vernon.
Tuan Frank dan Nyonya Gita hanya bisa saling memandang. Setidaknya mereka sudah berusaha menasehati Vernon.
__ADS_1
"Max ayo ke kantor!" Ucap Vernon pada Max yang sejak tadi hanya diam dan berdiri seperti patung memperhatikan percakapan tuannya dengan kedua orang tua itu.
"Baik tuan!" ucap Max langsung menurut.
Vernon keluar rumah dengan perasaan berkecamuk. Bagiamana bisa mereka meminta Vernon berdamai dengan musuhnya. Hal itu adalah hal yang paling tidak mungkin dia lakukan. Lalu bagaimana dengan Tiara. Urusan itu bisa dipikirkan.
"Kevin.. kau membuat seluruh kehidupan ku rusak lagi, padahal aku baru menemukan keluarga yang sebenarnya tapi kau.. kau terlibat terlalu jauh sialan!!!" geram Vernon.
"Bagaimana Max, apa sudah kau hancurkan perusahaan sialan itu hah!!!" Vernon menatap Max dari belakang.
"Sedang dikerjakan tuan muda. Namun tim kami kesulitan mencari informasi rahasia perusahaan itu. Tampaknya informasi tentang perusahaan itu sudah dihapus keseluruhan. Ada yang mengambil data perusahaan dan kami belum tau siapa orang itu!" jelas Max.
"Hmm... kerjakan dengan cepat. Lalu D.K kita akan segera merebutnya. Kevin sialan itu, hancurkan saja dia sampai sehancur hancurnya!" ucap Vernon.
Max terdiam. Dia juga tau bagaimana Kevin yang sebenarnya. Pria baik yang jadi korban kekerasan dari tuan Dharma.
"Tuan, sebaiknya dengarkan perkataan Paman dan bibi, Tuan Kevin mungkin tidak seperti yang anda bayangkan," ucap Max.
"Max!!" teriak Vernon.
"Apa kau juga membela baj*ng*n sialan itu hah!!" kesal Vernon. Semua orang yang dekat dengannya membela Kevin bahkan asistennya sendiri juga ikut membela pria itu.
"Apa otak kalian sudah rusak karena pria itu hah!!! sial!!!" Vernon mendengus kesal.
"Maaf tuan muda," ucap Max .
.
.
.
like, vote dan komen ya ☺️
__ADS_1