
Di dalam mobil, Vernon menatap pertempuran yang dihadapi oleh anak buahnya dengan baik meski terlihat seperti dalam kekacauan padahal semuanya sudah diatur dalam rumus Vernon.
“ Sayang petirnya...” lirih Tiara sambil menatap suaminya dengan tatapan berkaca kaca.
“ tidak apa apa, Cuma petir, kamu akan jadi seorang ibu kamu harus bisa menghadapi rasa takut kamu demi dirimu dan anak kita , apalagi saat keadaan seperti ini,” ucap Vernon dengan tegas. Terkadang dia berbicara tegas pada istrinya jika memang sangat diperlukan seperti saat ini.
Tiara sadar kalau dia tidak boleh terus menerus berada di dalam ketakutannya. Suaminya juga pasti khawatir. Wanita itu mengintip keluar, dia melihat Diana dan yang lainnya sedang berjuang membersihkan hama pengganggu itu. Kalau mereka bisa kenapa Tiara juga tidak bisa mengatasi ketakutannya.
“ A-aku...” Tiara lagi lagi melirik keluar, dia menenggak salivanya dengan kasar, kalau di siang hari dan dalam keadaan normal dia berani maka untuk kondisi ini dia juga harus bisa melindungi dirinya dan janin dalam kandungannya.
“ Sudah jangan dipikirkan, kalau ada apa apa kamu langsung lari saja bersama Arthur aku akan mengawasi disini,” ucap Vernon yang tak ingin memaksakan istrinya.
Di luar sana Diana dan yang lainnya berjuang mati matian.
“ Diana tertusuk...” pekikan anak buah Davichi terdengar ke telinga mereka, hal ini malah membuat Vernon dan Arthur risau pasalnya Diana pimpinan perang sedang Max tidak disini dan pendekar lainnya bertugas di luar negeri.
“ Sial..” umpat Vernon.
“ Tuan muda saya akan maju,” ucap Arthur yang langsung keluar dan mulai menyerang.
“ jangan takut aku akan menjaga kalian,” ucap vernon sambil mengusap bahu istrinya dengan lembut.
“ kalau terus begini aku hanya jadi beban dan tak bisa melakukan apa pun, seharusnya aku bisa menjaga diriku sementara mereka berjuang disana, tapi yang kulakukan hanya bersembunyi di balik ketiak suamiku, apa yang salah padaku?? Trauma? Petir, gelap? Aku sudah menghadapi semua itu... ayo Tiara saatnya jadi berguna...” batin wanita itu.
“ Sayang bantulah mereka, aku akan jaga diriku baik baik, tapi sebelum itu berikan aku senjata, “ ucap Tiara.
Vernon tersentak dengan ucapan istrinya, dia menatap Tiara dengan mata bulatnya yang besar itu . Tak percaya dengan apa yang barusan istrinya katakan.
“ Sayang, tak perlu memaksakan diri, mereka akan menanganinya, aku akan tetap menjagamu disini,” tolak Vernon dengan halus. Padahal keadaan diluar terlihat semakin genting. Diana tertusuk di bagian perut, jelas gadis itu dibawa bersembunyi di salah satu mobil untuk menghindari luka yang lebih berat. Beberapa anak buah mulai kewalahan karena tuan muda mereka belum memberi perintah.
__ADS_1
“ Pergilah, aku tak apa, aku akan menjaga anak kita, Diana dan yang lain sedang berjuang disana, cepatlah selesaikan lalu kita pulang,” ucap Tiara dengan serius. Memang benar apa yang Tiara katakan di luar butuh komado dari Vernon, butuh taktik untuk menghadapi pria vampire itu.
“ Sayang aku tak bisa meninggalkan kalian , biarkan saja,” ucap Vernon yang bersikeras menemani istrinya.
Tiara menatap suaminya dan mencoba meyakinkan Vernon, dia juga tak mau ada lebih banyak korban jiwa di pertempuran darah itu. Belum lagi yang mereka hadapi adalah si licik Athena yang bisa melakukan hal hal penuh muslihat . Tak salah kalau dia dijuluki saingan terberat Vernon di dunia hitam.
“ Pergilah, bantu mereka, lagi pula mobil ini anti peluru, aku juga punya pendukung disana,” ucap Tiara sambil menatap jauh ke depan. Tampak jelas lambang Kalvari terpancar di aras langit.
Vernon mengikuti arah pandang istrinya, dia melihat lambang Kalvari dan satu lambang lagi ada di atas. Lambang bulan merah yang jelas Vernon tau siapa mereka.
“ Kalvari dan red moon, kenapa mereka ada disini? Itu Praja dan adik iparnya kan?” tanya Vernon sambil menatap istrinya.
“ Hutang darah sayang, sudah sana cepat, mereka penjaga rahasia yang selalu mengikuti ku sejak kejadian di Milan, tenang saja, sekarang kalian bereskan si putih tanpa sopan santun itu,” ketus Tiara sambil menatap Athena yang mulai merasakan efek akibat luka tusuk itu.
“ Tapi kau... a-aku..
Vernon menghela nafas berat, dia masih saja khawatir. Vernon memasangkan baju anti peluru itu pada istrinya sebelum dia keluar.
“ Aku akan cepat sayang, “ ucap Vernon sambil mengecup kening istrinya.
“ papa akan bereskan meraka, sabar ya nak,” ucapnya sambil mengelus perut istrinya.
Vernon keluar dengan rasa percaya pada istrinya meski dia takut tapi anak buahnya juga butuh bantuan dan istrinya memaksa dia untuk pergi.
Vernon keluar dengan langkah tegas, Tiara dari dalam mengunci pintu mobil dengan rapat. Meski takut, Dia akan berusaha untuk tetap tenang, ada janin yang harus dia lindungi dan ada orang orang yang sedang berusaha menjaganya di luar sana.
Vernon menatap kekacauan besar itu. Panglimanya runtuh karena ulah Athena. Meski Athena kekurangan banyak darah akibat ulah Diana, tapi kekuatan pria itu selevel dengan Vernon. Untuk menghadapinya harus dengan cara kotor dan licik.
Tangan Vernon mengangkat bendera putih yang berarti timnya mengaku kalah .
__ADS_1
“ Davichi menyerah..” teriakan dari para musuh membuat pertempuran berhenti. Para anggota Davichi menghindar dari area pertempuran dan membawa anak buah mereka dengan wajah muram.
“ Ahhh tidak seru, jadi sudah menyerah ya? Cihhh memalukan, apa ini semua karena wanita jal4ng di dalam mobil itu Vernon?” Athena dengan angkuhnya berjalan menghampiri Vernon dengan senyuman meledek.
“ Kenapa kau mengincar istriku?” suara Vernon terdengar pelan. Jujur saja dia sedang meredam emosinya, tangannya yang memegang bendera mencengkram benda itu di belakang.
“ Vernon marah, matilah....” batin Arthur yang melihat kemrahan dari balik punggung Vernon.
“ wohohohoh.... sejak kapan kau jadi merendah seperti ini ketika berbicara dengan lawan mainmu terutama musuh lama,” ucap Athena dengan seringai licik. Wajah Vampirenya megatakan segalanya.
“ jawab saja pertanyaanku,” tegas Vernon.
Athena menatap sekeliling, semua anak buah Davichi sudah undur diri,kemenangan telak ada di tangan mereka, Erthur dan Diana ajudan kepercayaan Vernon berhasil dilumpuhkan oleh pria gila itu.
“ Ahhh mengenai wanita itu, aku ingin bermain dengannya, tampaknya wanita yang jadi mainan sang Vernon menyenangkan mungkin menyenangkan di ranjang sampai membuat Vernon mengkhianati adikku yang manis, Mina Delriata,” ucap Athena.
“ Sialan kau, beraninya kau berkata seperti itu tentang istriku, pria bajingan tak tau diri, masih beruntung kau kukasih kesempatan hidup tiga tahun lalu tapi adik jal4ng mu itu mengusik kehidupanku cih sialan memuakkan, cara paling menjijikkan yang pernah ku lihat,” Vernon jelas kehilangan kesabarannya saat istrinya dianggap sebagai wanita murahan oleh musuhnya.
“ Hahahhahahhahahha... inikah sosok Vernon yang jadi lemah karena wanita? Hei kau yang benar, rumor yang beredar jelas mengatakan kalau kau dekat dengan Mina adikku, jelas kalian selalu ada dalam topik hangat, tapi hanya karena rayuan wanita sialan itu kau mencampakkan adikku yang berharga hah... wanita itu pantas mati...” pekik Athena yang bodohnya sudah dirayu oleh Mina adiknya sendiri.
Ada alasan besar dibalik kenap Athena sampai membela Mina sejauh ini. Alasannya......
.
.
.
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR DENGAN LIKE, VOTE, KOMENTAR DAN JUGA HADIAH YA TERIMAKASIH
__ADS_1