
Vernon membelalakkan matanya saat mendengar ucapan istrinya. Ternyata Tiara bukan orang biasa seperti informasi yang dia dengar. Mereka berdua memang sudah ditakdirkan bersama bahkan dari latar belakang mereka saja sama sama pernah menjalani kehidupan di dunia bawah.
Tiara berteman dengan beberapa pimpinan dari kelompok mafia. Hanya saja dia tak begitu jelas mengingat nama kelompok itu. Hal ini membuat Vernon terkejut dengan istrinya, bagaimana bisa Tiara memiliki koneksi dengan dunia bawah padahal dia adalah orang biasa.
"Ra... kamu benar!?" tanya Vernon lagi, ini sudah ke 68 kalinya dia menanyakan hal itu.
"iya sayang, benar, jadi aku tidak terlalu terkejut dengan dunia yang kamu ceritakan itu, Karena aku punya beberapa teman yang termasuk dalam anggota kelompok mafia, aku tidak ingat nama kelompok mereka, tapi kami berteman karena sebuah insiden," jelas Tiara
"Insiden apa!?" tanya Vernon heran.
"Hmm waktu itu kelompok kelompok mafia itu sedang dalam keributan besar. Bahkan mereka terlibat keributan di jalanan kota Bandung kampung halamanku. Kau tau kan aku bisa bela diri. Saat itu ada seorang wanita hamil dan seorang pria muda yang sedang terperangkap di antara keributan itu, aku menyelamatkan keduanya, ternyata dia adalah istri ketua kelompok mafia itu, dan adik dari ketua kelompok yang lain, alhasil kami berteman sampai sekarang," jelas Tiara.
"Waktu itu aku masih berusia 16 tahun, kejadiannya tujuh tahun lalu, sejak itu kami berteman dengan baik, " jelas Tiara .
Vernon mencerna perkataan Tiara, jika itu tujuh tahun kalau maka dia baru sembuh kala itu dan belum bergabung dengan kelompok yang dia pimpin sekarang. Kejadian besar di Kota Banding waktu itu, kelompoknya juga terlibat tetapi di bawah pimpinan ketua yang lama, ketua yang mati di tangan Vernon karena melukai banyak orang.
"Apa kamu gak ingat nama mereka!?" tanya Vernon.
"nggak sayang, waktu itu ada tiga kelompok yang beradu, namun dua kelompok ini berhasil dibantai oleh kelompok mafia yang kejam itu, menurut rumor mereka masih bermusuhan sampai saat ini!" ucap Tiara
Vernon mengangguk paham," tapi apa kamu masih berhubungan dengan mereka!?" tanya Vernon.
Tiara mengangguk," masih, tadi aku baru saja berbincang dengan wanita yang kuselamatkan waktu itu, dia sudah melahirkan anak keduanya, syukur waktu itu aku membantunya, jika tidak dia mungkin sudah meninggal dalam keributan itu," jelas Tiara.
"Waahh ternyata jam kerjamu ekstrim juga ya sayang," ucap Vernon yang tak menyangka kalau istrinya bisa berhubungan dengan dunia bawah.
" Ya begitulah hahahah... " celetuk Tiara.
"Tapi sayang, kuharap mulai sekarang kamu berhati hati, karena kamu bisa dalam bahaya kapan pun, aku tidak bisa selalu di sampingmu, satu satunya cara aku akan menempatkan beberapa orang di sekitar mu, mereka tidak akan mengusik mu, dan beberapa orang yang akan mengikuti secara terang terangan, dengan demikian aku bisa tenang," ucap Vernon.
__ADS_1
"Tak apa, selama kamu tenang dan kamu juga selamat," ucap Tiara.
Vernon mengangguk paham.
Sementara itu di sebuah markas besar kelompok mafia musuh Vernon, tampak seorang wanita sedang duduk di atas pangkuan ketua komplotan Mafia itu.
"Sayang kapan kamu akan menghabisi wanita itu, aku sangat membencinya, dia merusak namaku di kampus!" wanita itu tak lain adalah Gea, wanita yang sudah menikah tapi nyatanya berhubungan dengan banyak pria termasuk pria menyeramkan ini.
"Kamu sendiri kapan berpisah dari Gibran sialan itu, bukannya tujuan mu sudah terpenuhi hmm?" tanya pria dengan rambut panjang berwarna hijau tua itu. Entah dia ingin terlihat seperti Joker si badut sad boy, tapi jelas kalau dia hanya meniru seramnya saja.
"Setelah semua aset kualihkan atas namaku, dan aku bisa kembali bersamamu sayang," goda Gea yang mulai mengusap usap dada pria yang kerap disapa Praja itu. Seorang ketua kelompok mafia yang terlibat banyak kekerasan bahkan menjadi buronan polisi namun selalu berhasil melarikan diro dengan semua taktik nya.
Dia dan Gea sudah lama bersama, sering bermain dan tentu saja hubungan gelap itu hanya diketahui orang orang tertentu.
"hmm jangan menggodaku, kau tau aku tak akan melepaskan mu jika kau melakukannya sekarang, si bodoh itu akan curiga kalau kau menghilang terlalu lama!" ketus Praja.
"CK... dia terlalu bodoh, mudah sekali ditipu, aku hanya menginginkan dirimu, sudah lama aku tak merasakan dirimu," ucap Gea lagi dengan nada benar benar menggoda. Dia berdiri di depan pria itu lalu dengan berani melepaskan gaun yang dia pakai dan kini yang tersisa hanya sebuah kacamata hitam di dadanya dan segitiga transparan di bawahnya.
Praja menelan kasar Saliva nya, kekasih gelapnya sangat menggoda. Gea dengan agresif naik ke atas pangkuan Praja dan menempelkan wajahnya ke dada pria itu.
"Emphh Geaa kau tidak akan lepas hari ini!!" Praja sangat mudah dikuasai oleh wanita itu.
Gea tersenyum puas, tak sia sia dia merawat tubuhnya dengan perawatan mahal. Dia bisa memuaskan pria pria simpanannya dengan itu.
"Kau boleh melakukannya," ucap Gea sambil menarik tangan pria itu dan meletakkannya di bagian dadanya.
"Tapi bunuh satu orang untukku!" ucapnya sambil mengecup leher pria itu.
"Maka aku akan memuaskan mu malam ini sayang," ucap Gea.
"Baiklah, apa dia wanita itu? wanita yang selama ini menjadi sahabatmu? "
__ADS_1
"No..no dia bukan sahabatku, dia hanya ulat pengganggu yang merusak semu rencanaku. Merusak reputasi ku dan merusak namaku, aku ingin wanita itu mati sayang," ucap Gea yang jari jarinya mulai nakal menyentuh tubuh Praja dengan sensual, memainkan titik titik sensitif pria itu.
Siapa yang tau ternyata Gea salah seseorang yang sangat berbahaya, memiliki hubungan gelap dengan ketua kelompok mafia pengacau dan juga memiliki obsesi untuk menjadi tidak tertandingi.
"Kau mau kuapakan dia sayang hmmm?" tanya Praja sambil mengangkat tubuh Gea dan menggiringnya menuju kasur.
"Aku ingin dia mati secara perlahan lahan, tersiksa dan dipermalukan oleh seluruh dunia, aku ingin dia mengalami hal yang kualami berlipat kali ganda, apa kau sanggup sayang,"tanya Gea.
"Tentu saja, aku adalah ketua Mafia terkuat Abad ini, aku akan menghancurkan wanita itu dalam sekejap tanpa ada yang mengetahuinya, hanya jika dia menggoda, aku mungkin bisa sedikit bermain-main dengannya bukan?" bisik Praja yang mulai melancarkan aksinya, dia mengungkung Gea di bawah tubuh kekarnya.
Gea tersenyum, mereka memang teman ranjang dan sudah sering berbagi ranjang bukan hanya pada satu orang tetapi banyak orang. Jadi bagi Gea bukan masalah besar jika pria itu ingin bermain main dengan Tiara.
"bukan masalah Honey, asalkan dia menderita, selama lamanya!' ucap Gea.
"as you wish my lady, kirim fotonya nanti, aku akan menghabisinya!" ucap Praja.
" sekarang puaskan aku sayang," ucap pria itu yang memulai aksinya dengan brutal. Mengecup bibir ranum wanita itu dengan rakus, menekan bongkahan kenyal di bagian dada wanita itu dengan sensual.
Baru dipermainkan seperti itu sudah membuat Gea di mabuk kepayang, dia membalas permainan pria itu. Mereka bersenggama tanpa ikatan apa pun, sudah sering dia lakukan tanpa sepengetahuan Gibran.
Erangan nikmat keluar dari mulut keduanya. Menyatu dengan brutal dan menikmati malam itu dengan penuh hasrat.
"Setelah ini aku tidak akan melihat wanita dengan nama Tiara berdiri dan menginjak injak namaku lagi, Karena dia akan mati di tanganku!!!" batin Gea, dia tersenyum puas dengan semua rencana busuknya.
.
.
.
like, vote dan komen 🤗
__ADS_1