
Waktu yang ditunggu tunggu pun tiba, Seluruh persiapan telah dipersiapkan dengan sangat matang.
Hari ini Tiara dan timnya terbang ke Milan untuk mengikuti acara fashion week dua hari lagi. Vernon dan anak buahnya mendampingi perjalanan mereka secara langsung.
Tim Tiara menaiki pesawat pribadi milik Vernon, membuat tim mereka dilayani secara khusus.
"Ra.. kemarilah," bisik Vernon saat anggota tim yang lain sedang istirahat menunggu tiba di Milan.
"Ehh ada apa?" Tiara langsung bangkit berdiri dan mengikuti suaminya yang diam diam mengajaknya keluar dari ruangan itu.
"Kita tidur disini," bisik Vernon.
Max yang melihat pasangan itu hanya bisa senyum senyum tampan. Tuan mudanya sangat pintar memanfaatkan situasi bahkan dalam pesawat sekalipun.
Atas keinginan Tiara, Vernon belum membuka identitas istrinya ke hadapan publik.
"Tuan muda benar benar memiliki stamina yang hebat hahahha..." gumam Max.
Vernon membawa istrinya menuju kamar pribadinya di dalam pesawat tersebut.Tentu saja setiap detail pesawat disesuaikan untuk kebutuhan pribadi Vernon, semua fasilitas ada disana. Sebut saja kalau burung besi itu adalah rumah terbang yang siap dibawa kemana mana.
"Kenapa kita kesini?" tanya Tiara dengan polosnya. Padahal dia tidak sadar kalau baru saja dia masuk dalam perangkap serigala tampan dan mempesona.
Klakk..
Pintu dikunci," kita disini saja sayang, mau nyicil!" celetuk Vernon sambil senyum senyum menghanyutkan, berjalan mendekati istrinya dengan tatapan menggoda.
"heh nyicil apa sayang, nyicil utang?" tanya wanita itu yang masih bingung dengan maksud dan tujuan suaminya.
Vernon tergelak ," hahahahah kamu polos atau pura pura gak tau sih," Ucapnya sambil memeluk Tiara dari belakang.
"Ngomong yang jelas biar aku paham sayang," ucap Tiara sambil menepuk tangan suaminya.
"Mau nyicil bikin dedek sayang," bisik Vernon sambil mengusap dua harta Karun kenyal Tiara dengan lembut. Mata wanita itu membulat sempurna, dikira nyicil apa, ternyata suaminya mengajaknya mengadon racikan membuat Vernon Junior.
"ihhkk malu...." celetuk Tiara sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya. kedua pipi menggemaskan itu kini berubah menjadi merah karena malu.
"Kita buat ya sayang ya..." goda Vernon sambil membalikkan tubuh Tiara dan membuat posisi mereka saling berhadapan. Siapa yang tidak akan tergoda jika seorang pria tampan apalagi suami sendiri yang menggoda. Rasanya bagaikan menonton pertunjukan kembang api dari atas puncak ditemani wine dan sepucuk bunga mawar membuat perasaan berbunga bunga.
__ADS_1
Wajah Tiara tersipu malu, suaminya benar benar bisa membuatnya panas dingin, apalagi tangan Vernon mulai aktif menjelajah kesana kemari menyusuri lekuk tubuh indah istrinya.
"Dasar mesum, kita di pesawat loh Ver, gak enak sama yang lain, " ucap Tiara
"Gak enak kenapa hemmm? suara indahmu gak akan kedengaran kok, ruangan ini kedap suara sayang," ucap Vernon sambil membelai wajah istrinya dengan lembut.
"Ver.. malu ihhh!!!!!" Tira benar benar dibuat salah tingkah oleh suaminya. Vernon tersenyum, hari ini dia pasti akan menang banyak, tak peduli di darat, di udara maupun di laut dia akan menikmati surga dunia selam bersama istrinya.
"Sayang aku mau ini..." tangan Vernon mengusap bibir ranum istrinya dan memberikan tatapan sayup yang sangat mematikan ,hati siapa yang tidak gemetar di mabukkan panah asmara sang Vernon yang mempesona.
Cepat cepat Vernon menyambar bibir istrinya, sepertinya dia sudah dikuasai oleh kabut asmara. Memainkan lidahnya di rongga mulut sang istri. Membisikkan kata kata cinta di sela sela ciuman lembutnya.
"Sayang aku mau... boleh ya..." ucap pria itu sambil menatap Tiara, tangannya membelai punggung Tiara dengan lembut.
"Baiklah," ucap Tiara yang mulai terpancing akibat permainan lembut Vernon.
Vernon tersenyum bahagia, mendapatkan ijin dari sang nyai membuat semangat Vernon menggebu gebu. Vernon mengiring istrinya ke atas kasur empuk, memulai permainan panas dengan bunga bunga cinta yang bermekaran diantara mereka.
Permainan yang memabukkan, tanda cinta yang menyenangkan. gejolak asmara yang tak bisa ditolak sama sekali.
Pakaian mereka berhamburan di atas lantai, suara suara nyaring menggema di dalam ruangan itu. Degup jantung dan suhu tubuh yang semakin memuncak di kala permainan semakin panas dan nikmat.
Peluh dan nikmat, lelah namun menyenangkan, keduanya menikmati waktu mereka bersama.
Hingga beberapa ronde, Vernon ambruk di samping Tiara.
"Terimakasih, aku mencintaimu," bisik Pria itu sambil memeluk istrinya dan terlelap bersama dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun.
Tira terlalu lelah, dia memilih terlelap sambil memeluk lemburan suaminya.
Jam terus berjalan hingga tiba waktunya pesawat mereka akan mendarat. Tiara dan Vernon sudah bangun dari tidur nyenyak mereka.
"Sayang cepat kita sudah mau mendarat," ucap Vernon yang sudah selesai mandi, dia juga membersihkan tubuh istrinya untuk menghemat waktu.
"ihh ini lagi nutupi merah merahnya, banyak banget Ver, kamu kayak kucing, gigit sana sini i!!" gerutu Tiara yang sedang menutupi bekas cinta Vernon di leher dan bagian dadanya dengan menggunakan foundation.
Vernon terkikik geli melihat wajah kesal istrinya, cepat cepat dia mengambil krim foundation itu lalu membantu Tiara menutupi bekas bekas yang sebenarnya ingin Vernon pamerkan ke pada orang orang .
"Aku juga punya tapi gak mau ditutupi, hahahhaha... ini karya seni pertama Tiara di tubuhku," batin pria itu sambil mengusap tiga tanda kemerahan di lehernya bekas gigitan Tiara.
__ADS_1
"Ini aku bantuin biar cepat, jangan marah dong," ucap Vernon.
"CK.. ngeselin ihh, malu loh sayang di lihat orang, emang kamu gak malu gitu!?" ketus Tiara.
"nggak, malah pengen pamerin ke seluruh dunia kalau kamu itu milik Vernon seorang, biar gak ada yang berani mengusik atau menculik kamu dari aku hahahah..." ujar Vernon .
"Dasar kamu ini,"
Setelah selesai berpakaian, keduanya keluar dari kamar itu dan menemui yang lain.
"Ra kamu darimana? kok sama pak Presdir!??" tiba tiba surat rekannya yang belum tau Tiara istri Vernon mendengung di telinga Tiara.
"Eh... da..dari..."
"Dari kamar, apa ada masalah dengan itu nona Tasya?" sindir Vernon sambil merangkul bahu istrinya.
"Eh ma.. maksudnya apa !" tanya Tasya yang terlihat bingung, dia tidak tau kalau kedua orang itu punya hubungan.
"Aku suaminya, dia istriku, apa ada yang salah kalau kami keluar dar dalam kamar yang sama!? jangan banyak tanya, persiapkan saja dirimu," ketus Vernon sambil membawa istrinya.
"What!??? Tiara istri Presdir!!!??" Tasya terbelalak, matanya membulat sempurna .
"Kenapa lu?" ucap temannya yang lain.
"Jos, Tiara itu istri Presdir, kok aku gak tau!!!!!" ucap Tasya.
"Ya ampun, perasaan semalam Hanum udah kasih tau deh, kamu sih udah keburu mabuk udara, " celetuk Josua, rekan Tiara.
"Ya elah, namanya juga perut orang yang gak pernah naik pesawat mewah," celetuk tasya.
"Tapi jangan beritahu siapapun tentang ini, atau karirmu akan tamat!" ucap Josua.
" Kita akan mendarat!!!"
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 🤗