Suami 189 Cm-ku

Suami 189 Cm-ku
41


__ADS_3


Tak beberapa lama, ambulance tiba. Tubuh Kevin dibawa ke rumah sakit. Tiara dan wanita dokter tadi turut serta di dalam ambulance sebagai wali dan orang yang bertanggung jawab melakukan pertolongan pertama.


Pria tinggi tadi mengikuti mereka dengan menggunakan mobil pribadinya. Di dalam ambulance Tiara terus panik dan khawatir.


"Kak bagaiman keadaannya? apa dia baik baik saja!?" tanya Tiara.


"Tenanglah, ini memang sedikit serius tetapi masih tertolong. Namun apa kau tau tentang ini!?" Wanita itu menyibakkan baju Kevin . Tampaklah bekas luka pukulan, lebam dan bekas luka yang masih baru dan ada yang sudah lama. Memenuhi seluruh tubuh Kevin.


Mata Tiara membulat sempurna, kecurigaannya ternyata benar. Kevin terluka, seluruh tubuhnya terdapat luka lebam membiru keunguan.


"Ya ampun, aku sempat curiga dan ternyata benar!!" ucap Tiara, tanpa sadar air matanya malah mengalir.


Wanita cantik yang jelas dilihat dari sisi manapun bukan orang Indonesia tetapi lebih condong ke wajah orang Rusia itu menatap Tiara dan mengusap punggung wanita itu dengan lembut.


"Benar benar persis seperti mendiang Mami," batin wanita itu.


"Tenanglah, dia akan baik baik saja," ucapnya.


"Tolong selamatkan dia... kasihan sekali,kumohon," lirih Tiara.


"Siapa namamu adik kecil?"tanya wanita itu dengan ramah sambil memberikan sapu tangan untuk Tiara Tiara menoleh dengan mata sembabnya dan menerima sapu tangan itu.


"Terimakasih kak, namaku Tiara," ucapnya sambil mengusap air matanya.


"Ahhh Tiara, kenalkan aku Nastusha, apa hubungan mu dengan orang ini?" tanya wanita itu.


"Dia.. dia sebenarnya kakak angkat suamiku, aku kasihan padanya," ucap Tiara sambil menatap Kevin.


Nastusha mengangguk dan tak menanyakan lebih dalam lagi. Akan aneh bagi orang yang baru bertemu menanyakan hal yang lebih rinci.


"Kalau begitu hubungi keluarganya, mereka akan khawatir," Ucap Nastusha.


"Aku keluarganya, biarkan saja untuk sementara waktu, aku akan jadi walinya kak," ucap Tiara. Jelas dia mengingat kalau tuan Dharma dan Risa ada di tempat kejadian, tetapi mereka berdua sama sekali tidak peduli dan malah pergi dari tempat itu begitu saja.


"Baiklah!" ucapnya.


"Kurasa Johan sedang menangis sekarang, takdir memang lucu, kami bisa bertemu dengannya ditempat seperti ini," batin Nastusha sambil melirik Tiara.


Tak beberapa lama mereka tiba di rumah sakit. Kevin langsung ditangani oleh dokter yang bertugas. Beruntung rumah sakit yang didatangi Tiara bukan rumah sakit tempat suaminya berobat sehingga dia bisa menyembunyikan Kevin.

__ADS_1


Tiara bersama Nastusha duduk di ruang tunggu.Jelas terlihat kalau Tiara sangat khawatir. Di saat yang bersamaan, Pria tinggi berambut cokelat itu berlari menghampiri mereka setelah mengurus administrasi.


"Sayang," panggil pria yang akrab disapa Johan itu.


"Kamu sudah tiba, duduklah dulu," ucap Nastusha.


Tiara menoleh ke arah pria itu. Dalam sekejap jantungnya bagai dihunus pedang. Berdebar tak karuan saat melihat wajah pria itu lebih jelas lagi. Sama halnya dengan Johan, dia berjalan dengan ragu ragu. Deru jantungnya mengiringi setiap langkahnya. Kecelakaan di masa lalu tergambar jelas di kepala Johan.


Kecelakaan saat hujan besar terjadi di sebuah jalan tol. Saat itu keluarga Weizmann sedang liburan. Di tengah jalan tiba tiba hujan badai disertai petir melanda jalanan, belum lagi langit gelap dan angin kencang.


Bus besar di depan mereka kehilangan kendali sehingga menabrak tiang pembatas jalan dan menyebabkan kecelakaan besar. Jalanan yang cukup padat dengan kendaraan dipenuhi dengan korban laka lantas. Banyak korban jiwa saat itu. Tiara kecil tercampak dari dalam mobil dan berpisah dari keluarganya. Johan kecil berada di dekat kedua orangtuanya yang sudah pingsan tak sadarkan diri. Kondisinya sendiri sangat buruk saat itu.


Adik Johan dipastikan meninggal dalam kecelakaan itu. Namun Johan tidak percaya sampai dia menemukan adiknya. Karena dalam ingatannya ada seseorang yang membawa pergi adiknya.


"Dia..." Tiara menatap Johan. Rasanya di dadanya semakin berkecamuk. Wajah dan sosok itu dia kenal betul. Saat di jalan tadi dia tak terlalu fokus memperhatikan Johan. Namun ternyata pria itu adalah seseorang yang dia kenal dan ada dalam ingatannya.


Johan berjalan pelan. Namun hatinya semakin tak sabaran. Dia mempercepat langkahnya dan menghamburkan pelukannya pada Tiara. Wanita yang benar benar mirip dengan mendiang ibunya. Paras cantik Tiara di dapat kan dari ibu mereka.


"Rara.. Rara... adikku sayang, adikku... arhhh kamu masih hidup, kamu benar benar selamat, ini kakak sayang ini kak Johan!!!" ucap pria itu. Tak kuasa lagi dia menahan rasa rindunya. Air matanya mengalir membasahi kedua pipinya. Dipeluknya dengan erat perempuan itu.


Tiara terdiam. Dia ingat betul sosok pria itu. Kakak laki laki yang dia sayangi. Kakak yang selalu menjaganya di setiap waktu.


"Kakak... Hiks hiks hiks... Kakaaaakk.. Kak Jooohaannn ahhhhhhh.... huwaaaaaaa... kupikir.. kupikir kakak... hiks hiks hiks..." Tiara membalas pelukan pria itu. Memeluknya dengan erat. Perbedaan tinggi mereka sangat mencolok. Tiara seperti anak kecil yang berada dalam pelukan seorang paman.


"Adikku cantik sekali, Rara sudah besar sekarang, maaf kakak terlambat menemukanmu sayang, maaf kakak terlambat." Johan menatap Wajah Tiara dan mengusapnya dengan lembut.


Tiara juga menangis," Tak apa.. selama kita masih bisa bertemu hiks hiks hiks...." ucapnya.


Johan tersenyum bahagia. Foto wanita yang dikirim Arthur waktu itu benar benar adiknya, memastikan hal itu dia melihat tanda lahir di bawah telinga Tiara dan wanita itu benar benar adik kecilnya yang terpisah kala itu.


"Akhhh aku tak menyangka foto yang dikirim Arthur memang benar benar dirimu, kupikir hanya mirip, aku sampai terbang kesini bersama kakak iparmi, akhhh senang sekali rasanya." Ucap Johan.


"Arthur? Apa kakak mengenal Arthur!?" Tanya Tiara terkejut.


Johan mengangguk, " Tentu saja, bahkan aku mengenal suamimu, Vernon, mereka teman temanku," ucap Johan sambil mengusap air mata adiknya.


"Ja..jadi....Kakak teman Vernon !!?" Mata Tiara membulat sempurna, dia tak menyangka kalau Kakaknya adalah teman suaminya. bagaimana takdir mempersatukan dia dengan kakaknya melalui pernikahan dengan Vernon.


"iya, kami sudah berteman sejak remaja," Jelas Johan.


"ahh kenalkan kakak iparmu yang cantik ini," ucap Johan sambil menarik lengan istrinya Nastusha.

__ADS_1


"Kami sudah berkenalan sayang, " ucap wanita itu.


Tiara menatap Nastusha, sontak dia memeluk wanita itu dengan senyuman bahagia di wajahnya.


"Terimakasih sudah mendampingi kakakku, waahh aku tak sangka kalau aku punya kakak ipar secantik dirimu, senang sekali rasanya!!!" Ucap Tiara.


"Aku juga senang, akhirnya kalian berdua bertemu, kuharap kakakmu tidak mimpi buruk lagi," ucap Nastusha.


"Mimpi buruk!? Kakak juga!?" Tanya Tiara sambil melepaskan pelukannya.


"Iya, apa kamu...


Tiara menganggukkan kepalanya.


"Ku harap tak ada lagi mimpi buruk," ucap Johan sambil menepuk pucuk kepala Tiara. Begitu bahagia mereka dengan pertemuan ini.


Hanya saja ada satu kenyataan yang harus di terima oleh Tiara, ibunya sudah meninggal setahun yang lalu karena penyakit kanker darah. Sedangkan ayahnya masih sehat dan kini tinggal di Rusia bersama Johan, Nastusha dan putra kecil mereka yang masih berusia 4 tahun.


"Jadi ini ayah dan keponakanku!? arhhh waktu berlalu begitu cepat... " lagi lagi Tiara menangis.


"Waktu memang berlalu dengan cepat Ra, aku bersyukur kita bisa bertemu setelah sekian lama, Papi pasti senang," ucap Johan.


"Aku tidak sabar, aku ingin bertemu dengan mereka," ucap Tiara sambil memandang foto di ponsel Nastusha itu.


Saat mereka asik berbicara, dokter yang menangani Kevin keluar dari dalam ruang operasi pertanda operasi telah selesai.


"Bagaimana keadaannya dok!?" Tanya Tiara.


"Beruntung cepat dibawa, pasien sudah melewati masa kritis, kami akan memindahkan ke ruang perawatan," ucap dokter tersebut.


Hahhh...


Tiara bernafas lega, Kevin ternyata masih bisa diselamatkan.


"Apa hubunganmu dengan pria itu Ra, dia kan orang yang sudah membuat hidup suamimu menderita!?" Ucap Johan heran.


"Dia bukan orang yang seperti itu kak, dia orang baik!" Ucap Tiara.


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen ya 🥰


__ADS_2