Suami 189 Cm-ku

Suami 189 Cm-ku
Season 2 (kembar)


__ADS_3

"arrrkhhhh......... Huh...huh... Huh...


Suara teriakan Tiara terdengar di dalam ruangan operasi. Proses melahirkan secara normal sedang dilakukan dengan panduan dari bidan rumah sakit di dampingi oleh dokter lainnya. Tiara dibawa ke ruang operasi untuk jaga-jaga bila diperlukan tindakan operasi besar mengingat Tiara mengandung anak kembar.


Keringat membasahi wajah Tiara, karena ini kelahiran pertamanya, rasanya benar benar sakit seolah seluruh tulang di tubuhnya lepas. Rasa sakit yang tak tertahankan dirasakan oleh Tiara.


Tangannya menggenggam tangan Vernon dengan kuat, sambil menangis kesakitan dia berusaha melahirkan anak anaknya ke dunia ini.


"Sayang kamu kuat, kamu bisa, aku mencintaimu, aku menyayangimu," bisik Vernon.


Ada rasa lega di hati Tira kala mendengar ucapan suaminya, rasa lega saat suaminya mengungkapkan rasa cinta itu lagi pada dirinya terutama di momen penting ini.


"Sakit Ver, hiks hiks hiks... Apa aku bisa..." Lirih Tiara sambil menatap suaminya dengan berderai air mata.


Tangan Vernon mengusap surai Tiara dengan lembut, di momen ini dia sadar betapa penting Tiara bagi hidupnya, dia belum sepenuhnya ingat tentang semua kenangan mereka tetapi rasa sayang dan cinta di hatinya tak bisa dibohongi.


Pria itu menatap mata istrinya, menguatkan Tiara dan meyakinkan wanitanya kalau dia bisa melakukan ini.


"Kamu bisa, kamu ibu yang kuat sayang, kamu bisa, anak anak kita punya ibu yang hebat, " ucap Vernon sambil tersenyum lembut.


Semangat Tiara kembali, sekali lagi dia mengej*n dengan kuat dan...


"Arrkhhh.......


Oeeekkk... Oeeekkk... Oeekkkk....


Tangis bayi kecil terdengar saat Tiara berhasil melahirkan anak pertamanya.


"Selama tuan, nyonya anak pertama kalinya berjenis kelamin laki laki!!" Ucap Biran yang bertugas. Dengan cepat dan penuh pengawasan perawat membersihkan bayi laki laki yang sangat menggemaskan itu. Kulitnya kemerahan dan tubuhnya gemuk.


"Kamu berhasil sayang, kamu hebat!!" Ucap Vernon yang tanpa sadar menangis sambil mengecup kening istrinya.


"Aku berhasil," ucap Tiara sambil menangis.


"Akhh... Satu lagi ... Aku mau melahirkan lagi...akhhh....


Tiara mulai meringis kesakitan.


"Baik nyonya, tenang dan tarik nafas perlahan, lakukan seperti yang tadi, anda pasti bisa!" Ucap sang bidan.


Tiara menurut, dia mengambil nafas perlahan lahan, menarik nafasnya dengan penuh dan mengeluarkannya sambil mengej*n dengan kuat.


Vernon menatap istrinya, perjuangan Tiara sangat berat, drama melahirkan yang penuh dengan risiko. Tiara mempertaruhkan nyawanya untuk anak anak mereka, berusaha sekuat tenaga untuk melahirkan anak kembar mereka.


"Arkhhhhhhh........


Seorang bayi perempuan telah lahir ke dunia. Bayi


perempuan yang parasnya lembut, kulitnya yang putih cerah dan ketenangannya yang luar biasa membuat semua orang tertegun.

__ADS_1


Bayi kecil itu tak menangis, dia menggerakkan tangannya ke kanan kiri, seolah tau situasi kalau kakak kembarnya telah mewakili dirinya untuk menangis.


"Kalem sekali, selamat tuan, nyonya bayi perempuan kalian lahir dengan sempurna, sangat lembut dan tenang, dia bahkan tak menangis," ucap sang bidan.


Vernon mengucap syukur karena anak anaknya lahir dengan selamat. Dia tidak sabar ingin bertemu dengan keduanya, tetapi terlebih dahulu dia memeluk dan mencium istrinya dengan penuh cinta.


Berterimakasih karena telah melahirkan anak anak mereka dengan selamat.


"Kamu hebat sayang, kamu berhasil, Terimakasih telah memberikan hadiah terindah bagiku, terimakasih karena telah melahirkan mereka dengan selamat, terimakasih karena telah hadir di hidupku, aku mencintaimu Tiara, sangat mencintaimu," bisik Vernon.


Cup...cup... Cup...


Kecupan mendarat di kening, pipi dan bibir Tiara. Wanita itu menangis, dia begitu bahagia saat anak anaknya lahir dengan selamat tanpa kurang apa pun.


"Aku berhasil, semua karena berkat Tuhan, semua karena dukungan kalian hiks hiks hiks....." Tiara menangis sesenggukan. Bangga pada dirinya yang berhasil membawa dua jiwa ke dunia ini dengan selamat.


"Kamu hebat, aku semakin mencintai mu!" Ucap Vernon.


Sungguh keromantisan pasangan ini membuat semua orang dalam ruangan itu gigit jari.


Tiara di bersihkan dan lukanya di jahit. Bayi kembar mereka juga telah dibersihkan oleh perawat. Vernon dengan setia mendampingi istrinya, tak meninggalkan Tiara barang sedetik pun. Meski dia tau dua bayi mungil telah lahir, tetapi dia paham perasaan Tiara. Bagaimana kalau mereka hanya perhatian pada bayi bayi itu tetapi Tiara malah dibiarkan sendiri tentu hal ini bisa membuat Tiara merasa sedih.


Vernon tak ingin hal itu terjadi pada istrinya.


"Tuan, Nyonya bayi bayinya sudah boleh digendong," ucap perawat yang membawa kedua anak itu mendekat ke arah mereka.


Bayi laki laki mereka terus menangis, dan bayi perempuannya sangat tenang.


Vernon mengangguk paham, bayi kembar itu diletakkan di samping Tiara di masing masing sisi wanita itu.


"Yang laki laki kenapa rewel sekali?" Tanya Vernon yang heran dengan putranya.


"Justru kami heran dengan bayi perempuan anda tuan, dia sangat tenang tidak rewel seperti kakaknya," ucap Damian.


"Ahahaha... Kau benar juga, putraku Sanga cengeng dan putriku setenang ibunya, waahh ini luar biasa...." Ucap Vernon yang menatap keduanya dengan mata berbinar-binar.


Tiara juga tersenyum bahagia, bayi laki laki mereka terus menangis, tangan Tiara mengusap lembut kepala anak itu. Sungguh hal yang menakjubkan saat bayi kecil itu langsung berhenti menangi ketika Tiara menyentuh kepalanya.


"Wahh dia langsung berhenti menangis, sepertinya aku punya saingan baru," Celetuk Vernon.


"Hahahhaha... Dia akan jad anak yang penurut pada ibunya," ucap Damian.


Tiara tersenyum bahagia, anak anaknya begitu tenang ketika di sampingnya. Bahkan di bayi perempuan sudah terlelap begit diletakkan di samping Tiara.


"Apa tidak masalah bayi perempuan kami terllaubtenah seperti ini? Dia sudah tidur saja?" Tanya Vernon heran.


"Insting anak anak terhadap ibu mereka sangat kuat tuan muda, setelah lahir dan dipisahkan dari ibunya sebentar, putra anda langsung rewel karena merasa kehilangan rumahnya, tetapi saat didekatkan mereka menjadi tenang bahkan terlelap seperti putri anda tuan," jelas Damian.


Vernon mengangguk paham," ahhh aku tak menemani tumbuh kembang mereka selama dalam kandungan, aku jadi merasa bersalah," ucap Vernon sambil menatap anak anaknya.

__ADS_1


Tangan Tiara mengusap rahang suaminya," selalu ada waktu untuk memperbaiki semuanya sayang, selalu ada kesempatan kedua," ucap Tiara dengan senyum lembut di wajahnya.


Air mata Vernon tak terbendung, dia yang dulu tak ingin seperti mendiang ayahnya malah sempat meninggalkan istri dan bayi mereka.


"Aku takut aku jadi seperti Papa, aku takut... Aku tidak bisa membuat kalian bahagia, " lirih Vernon sambil menggenggam tangan istrinya.


"Kamu bisa, kamu pria yang hebat dan kuat, kami percaya padamu sayang," ucap Tiara sambil mengusap air mata suaminya.


"Terimakasih," ucap Vernon sambil memeluk mereka. Memberikan kecupan pada istri dan anak anaknya.


Setelahnya, Tiara dan kedua bayi mereka dipindahkan ke ruangan perawatan.


Vernon keluar dan menemui yang lain.


"Aku menjadi Seorang ayah, anak anakku lahir dengan selamat!!!" Seru Vernon sambil mengangkat kedua tangannya dengan penuh semangat.


Max, Hanum, Johan, Nastusha, Duo K, Aya mertua Vernon dan semua keluarga tertegun melihat wajah bahagia Vernon.


"Tuan muda... Ingatan Anda...?


"Aku sudah ingat tapi sebagian, belum keseluruhan, akhhh aku sangat bahagia hari ini, " ucap Vernon.


Mereka semua turut bahagia dengan kelahiran si bayi kembar yang sangat dinantikan.


"Waahhh keponakan Paman ternyata hebat juga ya, sekalinya bercocok tanam langsung dapat dua seperti kami hahahahahahaha...." Celetuk tuan Frank .


"Sayang kenapa bicara begitu, malu ihhhh..." Gerutu nyonya Gita dengan wajah bersemu merah.


"Hahahhaha... Ndak apa apa, toh semuanya sudah dewasa, nak apa kah pakai obat ku...hemphhh...


"Jangan bicara yang nggak jelas lagi kalau gak mau jatahmu malam ini ludes!!!" Ancam nyonya Gita yang langsung menutup mulut suaminya.


"Pftthhh hahahahahahaha.....


Tawa mereka pecah di ruangan itu.


Drrt... Drrtt.. drrtt


Ponsel Vernon berbunyi, saking bahagianya dia cepat cepat menjawab panggilan itu tanpa melihat siapa nama peneleponnya.


"Halo...


"DIMANA KAU VERNON ANAK TENGIK!!!!!!!!" Teriakan nyonya Kiara terdengar melengking di telinga Vernon.


"Mampus, aku lupa!" Ucap Vernon.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2