Suami 189 Cm-ku

Suami 189 Cm-ku
90


__ADS_3


Max dan yang lainnya melongo mendengar ucapan Hanum yang begitu bersemangat dan malah mengusulkan pernikahan saat ini juga.


"Hahahah Hanum sudah tidak sabar ya, wah kak Max menang banyak!" Celetuk Tiara yang menggoda pasangan itu.


Semuanya tertawa terbahak-bahak melihat pasangan yang menggemaskan itu. Yang satu melamar menggunakan rujak, yang satunya malah langsung mengajak menikah.


"emmm ka..kalau tuan Max mau Hanum tidak masalah, karena toh juga kita akan menikah bukan? Ha..Hanum gak mau ada setan yang datang dan malah merusak semuanya, ka..kalau tuan Max ma..mau sih," ucap Hanum sambil menunduk dengan wajah tersipu malu.


"Dia blak blakan sekali, apa kamu yang ajari sayang?" Bisik Vernon.


"Emm Hanum memang nggak tertebak seperti ini sayang hihihi... Mereka menggemaskan," bsisim Tiara.


Max berdiri dan menatap mereka semua. Dia mencerna semuanya dengan baik dan berusaha menenangkan situasi. Dia berpikir keras tentang apa yang harus dia lakukan saat ini.


Jika mengingat kembali ke masa lalu, sudah beberapa kali Max menjalin hubungan dengan seorang wanita dan berakhir kandas ditikung orang karena dia tidak punya komitmen yang jelas.


Max terdiam, dia mencerna semuanya dengan matang.


"Daripada aku harus kehilangan lagi, dan sepertinya berpacaran lama dan bertunangan lama tidak membuatku mendapatkan jodoh karena sudah beberapa kali aku gagal dalam hal ini, lebih baik langsung kuhalalkan dan tak akan ada yang menculiknya lagi dari diriku!" Batin Max sambil melirik Hanum yang sangat cantik dalam balutan gaun hijau pastel semi kebayanya.


Kejadian tidak menyenangkan di masa lalu saat dia terlalu fokus dengan pekerjaan nya dan malah ditinggal nikah kekasihnya, dicampakkan oleh beberapa wanita dan perasaannya digantung beberapa kali karena dia tidak mengungkapkan jati dirinya.


Kini ada seorang gadis polos dan Solehah seperti Hanum yang jelas Max dengar kalau gadis itu juga punya rasa yang sama dengannya. Untuk apa lagi dia ambil waktu percuma, toh mereka akan menikah sekaligus di halalkan saja agar tidak terjadi maksiat atau niat jahat setan untuk menggagalkan rencana mereka.


Tak disangka hati Max ternyata sudah jatuh sedalam itu dalam pesona sang gadis impian. Hatinya telah menetapkan satu nama.yang seterusnya akan bertahta disana.

__ADS_1


Max berdiri dengan aura pemimpinnya, sejujurnya dia adalah seorang pemimpin yang hebat, dia memilih mengabdi pada Vernon karena hanya tuan mudanya yang dulu menganggapnya sebagai manusia baik disaat orang orang selalu mengkritiknya sebagai orang jahat, ******* dan pembuat masalah.


"Aku mau jadi temanmu!" Satu kata yang selalu teringat di kepala Max jika berkaitan dengan tuan mudanya.


Ketika itu Max masih remaja dia dibawa oleh seorang pelayan ke rumah keluarga D.K. Max remaja melarikan diri dari rumah dan memilih hidup mandiri di kota orang. Semua menganggap nya sebagai pembunuh, sebagai seorang pembuat masalah, sebagai ******* Karena tatapan dan tampangnya yang menyeramkan.


Di rumah itu dia bekerja sebagai pelayan muda. Dan jelas tau apa saja yang terjadi disana. Tetapi karena sifatnya yang pendiam dia diberikan kepercayaan oleh tuan Dharma.


Saat semua orang hanya menganggapnya sebagai robot untuk disuruh, Vernon datang kepadanya dengan wajah terbakar sambil berkata," aku temanmu," dan tersenyum dengan luka bakar di wajahnya.


Selama ini dia telah memberikan seluruh hidupnya untuk Vernon. Tetapi saat ini Vernon berdiri di depannya mendukungnya sebagai seorang sahabat dan mendorong Max untuk memulai kehidupan yang baru seperti tuan dan nyonya mudanya.


Max menatap tuan dan nyonya muda nya. Kedua orang itu tersenyum sambil memberikan semangat pada Max.


"Ayo kejar terus Kak Max!" Bisik Tiara.


"Tuan, nyonya muda, terimakasih," ucap Max sambil membungkuk hormat.


Tiara dan Vernon saling menatap dan tersenyum, sebesar apa pun usaha Vernon untuk mengubah kepribadian kaku Max sepertinya akan mustahil karena memang begitulah Max, dia menunjukkan rasa hormatnya pada orang yang memang pantas untuk mendapatkan hormat.


"Baiklah, saya mohon ijin untuk ada orang tua kami yang terhormat, " Max berdiri dengan gagah.


" daripada menunggu lama saya akan menghalalkan Hanum esok hari atas ijin dari semua keluarga, besok saya akan resmi mempersunting Hanum menjadi istri saya, saya harap kedua keluarga tidak keberatan dengan hal ini!" Ucap Max seraya memerintahkan mereka untuk menyetujui ucapan mereka.


"Pffth bwahahahhahahah..." Semua orang tertawa terbahak bahak dengan kelakuan Max. pria kaku seperti robot itu membuat suasana jadi aneh dengan kata kata baku seolah dia sedang memimpin rapat.


"Kak Max yang benar saja, kau pintar bicara saat rapat, tapi kenapa melamar seorang gadis saja kau sejelek ini!"ejek Tiara.

__ADS_1


Bahkan Hanum yang sejak tadi sudah tegang malah ikutan tertawa mendengar dan melihat tingkah pria yang telah memikat hatinya itu.


"Ternyata aku tidak salah, sisi lembutnya bahkan lebih besar dari yang kulihat sewaktu di Milan," batin Hanum.


"Siapa bilang kau boleh menikah besok Max!!!" Seseorang berteriak dari antara kerumunan. Entah sejak kapan social distancing dihilangkan dan rumah itu sudah ramai saja dengan orang orang berpakaian kondangan.


Semua orang menatap ke arah kedatangan pria itu.Dia tak lain dan tak bukan adalah Kevin, Duo K dan Damian yang datang bersama beberapa pihak dari KUA, dan seorang penghulu berbajuh putih hitam.


"Ada yang bilang akan menikah? Maka menikahnya hari ini!!" Seru Damian dengan wajah sumringah sambil menggendong setandan pisang kuning di bahunya.


"Menikah tidak harus tunggu lama, kami sudah bawa seserahan pernikahan nya!!!" Seru Duo K sambil menunjuk ke arah pintu dimana semua pelayan dan keluarga Karl dan kenalan mereka berdiri sambil memegang seserahan pernikahan. Semuanya sudah berpakaian rapi, dan sudah dipersiapkan dengan baik oleh sahabat sahabat Max dan Hanum.


"Ada apa ini sebenarnya!?" Hanum terbelalak kaget melihat apa yang terjadi ,tiba tiba rumahnya dipenuhi oleh banyak orang bahkan ada penghulu, saksi, pencatatan sipil dan semua yang dia kenal ada disana, sejak kapan ini direncanakan!?


Tiara dan Diana menarik tangan Hanum sama hal nya dengan Vernon dan Arthur menarik Max dengan paksa. Mereka membawa kedua calon menuju ruang ganti pengantin. Betapa terkejutnya Max dan Hanum saat melihat di kamar sudah tersedia pakaian pengantin dan para MUA yang bersiap merias mereka.


"tu.. tuan muda, saya tau anda sedikit gila, tapi apa ini tidak berlebihan? Apa ini tidak aneh, saya baru melamar, setidaknya beri batas, kenapa semuanya tiba tiba...


"Ya sudah kubatalkan saja dan bilang pada Hanum untuk menikahi Rian dan kau...


"Tidak tuan muda, baik saya akan menurut, saya ikut jangan dibatalkan, saya ganti pakaian sekarang!!" Max langsung menyambar pakaian pengantin berwarna putih gading di dalam ruangan itu.


Sama halnya dengan Hanum, gadis itu langsung dibantu berdandan oleh Tiara, Diana dan para MUA.


"Cieee yang mau nikahan, selamat ya sayangku," Tiara terus menerus menggoda Hanum.


"Hanum jadi kakak iparku, welcome to uer Family kakak ipar!" Seru Diana sambil mengedip sebelah matanya.

__ADS_1


"Jangan menggodaku, aku jadi malu!!" Celetuk Hanum dengan wajah memerah sambil menunduk.


__ADS_2