
Vernon dan Tiara melaju menuju rumah sakit tanpa Max. Max sendiri menyelesaikan urusan situs sekolah yang membuat nama nyonya mudanya rusak dan juga mengurus hatinya yang mulai retak padahal belum sempat diisi oleh sang pujaan hati.
"Apa Kak Max akan baik baik saja, aku jadi khawatir dengan ekspresi nya tadi," tanya Tiara di dalam mobil. Vernon yang menyetir.
"Dia akan baik baik saja Ra, Max sudah biasa, tapi kurasa untuk yang satu ini, dia mungkin akan sangat sulit untuk bangkit, " jawab Vernon.
"Whahahahahha.... kalau begitu kak Max akan galau setiap hari ahhahahahah... kasihan juga, tapi Hanum juga akan mengalami hal yang sama," ucap Tiara.
"Maksud kamu Hanum juga...?"
"He em.." Tiara mengangguk.
"Hanum juga sepertinya menyukai Kak Max, dia tak pernah sampai malu malu seperti itu saat bertemu lawan jenis, biasanya cuek atau bersikap dingin," ucap Tiara.
"Apa perlu kita urus mereka?" tanya Vernon.
Tiara sontak menatap suaminya dengan mata berbinar binar.
"He em.. akan menyenangkan kalau mereka bisa bersama hehehhe... tapi biar kak Max berjuang dulu hihihi...." Celetuk Tiara sambil tersenyum licik.
"Kamu ini seperti rubah licik ya, bisa bisanya kamu ngerjain Max," Vernon menepuk pucuk kepala istrinya.
"Heheheh biar wajahnya gak tegang melulu hehehe..." Ucap Tiara sambil bergelayut manja di lengan suaminya. Siapa pun yang melihat kemesraan ini pasti akan iri.
"Tapi sayang, aku gugup, bukannya kak Kevin hari ini...
Tiara teringat dengan skenario nya," Udah rileks aja, mungkin kamu bisa menyampaikan rasa sayang kamu pada kak Kevin hari ini, sebelum dia pergi," ucap Tiara yang berubah menjadi sendu. Tiara menunduk sambil menahan tawanya.
"Hihihi... kita lihat bagaimana hubunganmu dan kak Kevin membaik," batin Tiara.
"Apa kecelakaan itu sangat parah Ra? sampai Kak Kevin tidak bisa selamat!?" tanya Vernon.
"Sangat parah, kepalanya terbentur, hari itu saja kak Kevin kehilangan banyak darah, hampir dia tak bisa bertahan, namun dia selalu mengucapkan namamu, sepertinya Kak Kevin ingin bertemu kami sebelum dia pergi Sayang, kuharap kamu kuat," ucap Tiara.
"Sebelum pergi operasi besar hahahahahahah... kasihan kamu sayang, seru juga ngerjain kamu hahahaha.... " Tiara menertawakan suaminya di dalam hati.
Sebenarnya Kevin akan pergi maksudnya bukan pergi selamanya melainkan melakukan operasi besar untuk pembedahan selanjutnya dan jadwalnya adalah sore ini. Tiara sengaja menggunakan kata kata menggantung untuk membuat suaminya jujur pada perasaannya terhadap kakak angkatnya.
__ADS_1
Dengan cara ini hubungan Kevin dan Vernon bisa lebih baik dari sebelumnya.
"Arrkkkhh kenapa aku jahat padanya, dan sekarang aku menyesal sayang, aku... aku bahkan tak bisa menebus waktu yang hilang, dia... dia selalu berusaha dekat denganku tapi aku malah menolaknya," lirih Vernon, dia mencengkram setir mobil sekuat kuatnya.
Tiara tersenyum menatap wajah suaminya, "Maka dari itu gunakan kesempatan ini untuk memperbaiki hubungan mu dengan kakak, gunakan waktu yang ada Sayang, aku yakin dia juga akan bahagia," ucap Tiara.
"Akan kulakukan, akan kulakukan untuknya," ucap Vernon dengan tekad bulat.
"Hahahahah.... Lucu sekali, emmm kak Johan dan kak Nastusha apa mereka sudah bersiap ya? Vernon mungkin akan terkejut dengan semua ini, " pikir Tiara.
Mereka berdua akhirnya tiba di rumah sakit tempat Kevin di rawat. Dengan langkah cepat Tiara membawa suaminya menuju ruangan rawat inap .
"Ayo sayang, ikut aku," Tiara berlari membuat Vernon jadi semakin gugup.
"Kenapa harus berlarian seperti ini Ra?" tanya Vernon dengan polosnya.
"Waktunya tidak banyak lagi," ucap Tiara sambil melirik jam tangannya. Memang benar kalah waktu operasi akan segera tiba oleh karena itu Tiara buru buru membawa suaminya ke ruangan Kevin.
Mereka tiba di ruangan VVIP, dengan cepat Tiara membuka pintu di saat yang sama para petugas medis sudah melepaskan semua alat yang terhubung ke tubuh Kevin.
"Dok apa kamu sudah terlambat" Tanya Tiara sambil menatap Kevin yang menutup mata dan setengah tubuhnya ditutup dengan kain putih.
Vernon terbujur kaku melihat Kevin yang tampak pucat. Tak menyangka kalau waktunya telah habis.
"Tidakkk.... kak Kevin... Ti..tidak... mungkin Kak Kevin..." Vernon terjatuh ke atas lantai sambil menatap Kevin yang tak bergerak sama sekali di atas ranjang pasien. Seolah olah sudah meninggalkan dunia ini begitu saja.
"Sayang... kita terlambat," ucap Tiara sambil menepuk punggung Vernon dengan lembut, dia juga menangis tersedu-sedu di samping Vernon.
"Kak.. Kak Kevin... urusan kita belum selesai. Kenapa kau pergi secepat ini!!!" teriak Vernon. Tanpa sadar air matanya malah mengalir deras. Hampir saja Tiara dan para petugas medis disana tertawa melihat wajah sedih Vernon. Sungguh berdosa mereka memperlakukan seorang pria sampai seperti ini.
Apalagi dua manusia usil yang sedang bersembunyi dan mengintip dari balik kamar mandi, Johan dan Nastusha tak bisa menahan tawa mereka melihat kelakuan jahil Tiara pada Vernon.
"Sayang lihat tingkah adikmu, hahaha aku tak bisa menahan tawaku," ucap Nastusha yang menyembunyikan tawanya di balik dada bidang suaminya.
"Sstttyy jangan ribut ahhahaha... aku juga tak bisa tahan, lihat wajah penuh penyesalan si bodoh itu hahahahah..." balas Johan yang juga cekikikan disana.
Sementara itu Vernon mendekati Tubuh Kevin, melihat wajah itu dengan lebih dekat sambil menangis. Jujur saja dia benar benar menyesal dengan kejadian masa lalu. Bagaimana dia sekarang akan menebus semua kesalahannya pada Kevin.
"Kenapa kau pergi secepat ini kak, Aku bahkan belum sempat membalas semua perbuatan mu padaku, kenapa kau pergi saat urusan kita belum selesai, apa kau tidak menganggap ku sebagai adikmu!??" ucap Vernon, pria itu masih menangis. Begitu hancur hatinya saat melihat wajah Kevin tampak sangat pucat.
__ADS_1
"Sayang kak Kevin sudah berusaha semaksimal mungkin, ini sudah waktunya..." lirih Tiara, hampir saja wanita itu melepaskan tawanya.
"Aku gak rela, jangan pergi dulu kak, aku... aku belum sempat bilang kalau aku menyayangimu, aku selalu ingin punya seorang kakak dan kau datang padaku, tapi aku... aku menolakmu, saat tau kejadian sebenarnya, saat aku mengingat bagaimana kau melindungi ku selama ini aku menyesali perbuatanku, arkkkkhh apa aku tak punya kesempatan lagi, kumohon bangunlah... hiks hiks hiks..." Vernon memeluk Kevin sambil menangis.
Disaat dia hancur hati, yang lain sedang bersenang hati karena akhirnya beban di pundak Vernon dan Kevin akhirnya lepas.
"Sudahlah sayang, kak Kevin sudah tidak bisa....
"Tidak... aku belum rela Ra aku belum rela dia mati seperti ini!!!" ucap Vernon sambil menatap Tiara dengan mata berkaca-kaca.
Tiara menunduk," pffth maafkan aku sayang, astaga betapa berdosanya aku mengerjai suamiku sendiri hahahahah...."
"Kak Kevin bangunlah, kumohon bangun, aku akan melakukan apa pun asal kau bangun, aku akan tinggal bersamamu, akan bermain bersamamu, bekerja bersamamu melakukan banyak hal sebagai seorang saudara kumohon!!!!" teriak Vernon sambil mengguncang tubuh Kevin.
"Hei kau mengguncangku terlalu keras adik kecil, kau pikir itu tidak sakit!!!" Kevin tiba tiba membuka matanya dan...
Brukk...
"Se..setaaaann!!!!" pekik Vernon. Pria itu terjatuh ke atas lantai, benar benar kaget saat melihat Kevin membuka mata tepat di depan wajahnya.
"Pffth bwahahahahahhahaha hahahahahah"
Mereka semua tak lagi bisa menahan tawa mereka, kedua manusia jahil itu juga sampai keluar dari tempat persembunyian mereka dan menertawakan Vernon.
"Ahahahahhah maafkan aku sayang... maafkan aku hahahahah...."
" apa ini!!!!" pekik Vernon sambil menatap mereka semua yang menertawakan dirinya.
"Jo..Johan , Nastusha!! kenapa manusia kampret ini disini!!!!.... "
"Hei bro, jangan lupakan kami hahahahha!" Arthur, Damian dan Max juga disana.
"Maafkan saya tuan muda," ucap Max sambil membungkuk hormat.
"Apa yang sebenarnya terjadi!!!!!!
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 🤗🤣🤣🤣🤣