Suami 189 Cm-ku

Suami 189 Cm-ku
Season 2 ( Naas)


__ADS_3

Seisi perusahaan sedang digemparkan dengan kehadiran Bella dan Ibu mertua Max yang mengaku ngaku sebagai kenalan paling dekat dengan pemilik perusahaan itu. Dengan bodohnya mereka berdua menganggap kalau Max adalah pemilik perusahaan itu.


Terlebih lagi Bella dan Nyonya Malik diladeni dan dipersilahkan duduk di kursi yang ada di lobi perusahaan. Semakin heboh dan panaslah gosip di perusahaan tentang sang presdir.


Bella dengan angkuhnya duduk disana, memerintah seolah dia adalah orang penting di perusahaan itu. Namun perlakuan para staf membuat Bella jengkel karena mereka sama sekali tak menggubris ucapan Bella. Tentu saja mereka sedang mengikuti permainan dari sang tuan muda V sebelum pemain sesungguhnya tiba di gedung itu.


“ Hei kau ambilkan aku minuman paling enak di perusahaan in, aku sangat haus,” titah Bella dengan sombongnya, dia mengipasi dirinya dengan kipas merah bertabur emas di pinggirannya.. Memang wajah dan tubuhnya sangat indah tapi hati dan otaknya kosogng habis ditelan virus.


Orang yang ditunjuk Bella hanya diam dan berdiri dengan wajah kaku di depan nya. Sebenarnya delapan orang pengawal yang berdiri mengelilingi mereka di perintahkan untuk tidak membiarkan kedua wanita itu lari dari perusahaan sebelum Max tiba disana.


“ Hei apa kau sudah tuli? Aku adalah kekasih presdir kalian bagaimana bisa kau tidak menghiraukan perkataanku, tunggu sampai aku menjadi nyonya di perusahaan ini maka kau yang akan pertama kali ku pecat,” ucap perempuan itu dengan begitu sombong dan angkuh.


“ Tunggu saja sampai beruang bertelur baru jadi nyonya di perusahaan ini, songong amat jadi orang, lo pikir ini perusahaan emak kau...” ketus salah satu pengawal yang memang terkenal sebagai si mulut cabe rawit yang tak akan segan segan menyemprot orang orang yang berani berbuat onar di perusahaan itu.


“ Ka.. kau... hanya pengawal tapi sombongmu luar biasa? Lihat saja aku akan membuat kau di pecat hari ini sialan.,” Bella berteriak marah karena merasa di permalukan oleh seorang pegawai yang dia anggap tak lebih hebat dari dirinya.


“ “ Ck... ck.. ck... orang gila ya? Coba kalau nyonya muda disini udah habis dia dicabik cabik,” para karyawan mulai bisik bisik dan memberikan tatpan sinis ke arah Bella dan Nyonya Malik.


“ Apa seperti ini kalian diajari oleh menantuku hah? Dasar tidak punya etika, kalian membicarakan hal yang buruk tentang orang lain, maka habis kalian di tanganku,” kali ini Nyonya malik berdiri dan menatap mereka dengan tatapan kesal.


“ Menantu? Menantu ibu siapa?” tanya salah satu karywan.


“ ya tentu saja presdir perusahaan ini, dia menantu saya, “ ucap Nyonya Maik dengan bangga dan sombong, entah apa yang ada di kepala wanita tua ini.


“ Buk... siang siang gini jangan ngawur deh, ibunya nyonya muda udah lama mendiang, si ibu mimpinya ketinggian, lagian dari wajah aja gak kelihatan mirip, ibu jelek tapi nyonya muda kami itu cantik gak kayak ondel ondel di sebelah ibu,” tukas yang lain.


Sebenarnya citra Tiara di perusahaan itu sangat baik. Tentu saja karena sifat Tiara yang mau berbaur dengan orang orang yang bekerja di bawah kekuasaan suaminya. Tiara wanita yang sangat di hormati di perusahaan itu, jadi wajar saja kalau mereka marah ketika mendengar ada orang yang mengaku ngaku sebagai ibu dari nyonya muda mereka.


“ Ehh... beraninya anak itu bilang kalu ibunya sudah meninggal, kurang ajar..” pekik nyonya Malik .


“ Ya ampun ibu mertua ada apa disini? Ehh tunggu emang benar kok ibu istri saya udah lama meninggal, hati nuraninya udah mati dan sekarang raganya lagi berkoar koar membuat kekacauan di perusahaan orang, “ suara Max yang tajam dan menusuk terdengar di telinga mereka semua.


“ Pak Max,” para karyawan membungkuk hormat pada orang kepercayaan presdir mereka.


“ Max... huwaaa.... Max ini aku sayang, aku merindukanmu... lihatlah karyawan karyawan mu ini, dia memaki dan mengejekku sebagai perempuan jahat, mereka jahat sayang....” Bella bergelayut manja di lengan Max yang membuat semua karyawan terdiam karena merinding melihat air muka Max yang sudah berubah menjadi gelap.


“ Lepaskan aku jal4ng sialan...” pekik Max sambil menarik lengan Bella dan mendorong wanita itu ke lantai tanpa segan sedikitpun.

__ADS_1


Brujkkkkk....


Bella terjatuh ke lantai, wanita itu terkejut bukan main atas apa yang dilakukan Max terhadap dirinya.


“Ma... Max... aku kekasihmu kenapa kau melakukan ini padaku, ini sakit,...” teriak Bella sambil menangis kesakitan.


“ Max, apa yang kau lakukan pada Bella, dia perempuan baik baik, tidak seperti istrimu yang tidak tau tata krama itu, hari ini aku ingin kau menceraikan Hanum dia bukan perempuan yang baik untukmu, aku jadi menyesal setelah menikahkan... uhukk... ekhhh....


“ Sekali lagi kudengar kau menjelekkan nama kakak iparku, kubunuh kau di tempat ini wanita jla4ng sialan...” Diana yang ikut bersama Max langsung menyergap nyonya Malik dan mencekik leher wanita itu sekuat tenaga. Mendengar nama Hanum dijelekkan membuat darah Diana mendidih.


“ uhuk... uhuk... siapa kau... mau apa kau.... lepaskan au akhhhh,.... Max.. aku ibu mertuamu...” nyonya Malik berusaha meminta tolong karena cengkraman Diana di lehernya sangat kuat bahkan samapi membuatnya sulit bernafas.


“ ANDA PANTAS MENDAPATKAN ITU...” tegas Max dengan suara besar dan tajam.


“ Betapa jahatnya kalian mencoba untuk melukai istriku dengan membawanya ke dokter oplosan? Kalian pikir kalau kalian akan lepas dari hal ini hah? Lihat saja apa yang akan kulakukan untuk menghancurkan hidup kalian sampai tujuh turunan pun tak akan berhenti bajingan sialan...” Max berada pada puncak kemarahannya.


Bella dan Nyonya Maik terdiam ketakutan, bagaimana bisa perbuatan mereka terbongkar secepat ini.


“ Bawa dokter sialan itu kesini,” titah Max.


Brukkk...


Dokter gadungan yang memberikan obat penggugur pada Hanum dilemparkan ke arah Bella hingga mereka saling bertubrukan..


“ sialan kau Bella, ini semua karena ulahmu, kau membuatku masuk dalam kejahatan ini, hancur sudah karirku, hancur sudah keluargaku karena ulahmu Bella wanita jal4ngg.....” Dokter itu berteriak histeris dan memukuli Bella disana.


“ yaakkk lepaskan aku, ini sakit... kau sudah gila arrhrkkkk....” Bella berteriak kesakitan saat dokter itu memukuli Bella secara brutal.


“ Ma...maafkan aku Max, Mama hanya khilaf, maa... maafkan Mama... Mama tidak ikut dengan hal ini mereka yang uhuk.... uhukk.....


Diana memperkuat cengkramannya di leher nyonya Malik, baginya tak ada ampun jika sudha menyangkut ornag yang berharga di hidupnya.


“Kau tidakmengakui anamu sendiri, anak hasil perjal4nganmu dengan laki laki liar di luar sana kau peralat sebagai benda untuk mencapai semua keinginanmu, hahahha Nyonya Malik tamat sudah hidupmu....” teriak Max.


“ Tidak.... tidak ini semua karena anak haram sialan itu, aku harusnya membunuhnya waktu itu akkhhhh sialan kau Hanum , ini semua karena kau membawa bala bagi hidupku, mati,... kau harus matiiii...” Nyonya Malik berteriak histeris.


Brukkk

__ADS_1


Nyonya Malik dilemparkan ke lantai begitu saja seolah tubuhnya hanya segumpal sampah yang pantas untuk dibuang.


“ Jangan beraninya mengaitkan Hanum istriku dalam hal ini, “ tega Max.


“ kalian sudah dengar dan lihat sendiri kan ayah Mertua? Siapa hanum sebenarnya dan siapa pembohong ini sebenarnya,” ucap Max seraya menatap ke arah pintu masuk dimana keluarga besar Malik diminta datang kesana.


Nyonya Malik terdiam dengan tubuh gemetaran saat melihat suaminya dan anak laki lakinya disana.


“ Tidak... tidak... i... ini tidak benar.... Pa... ini tidak benar ....” Nyonya Malik langsung berdiri dan berlari menghampiri tuan Malik.


Tampak tuan Malik diam membatu dngan hati yang hancur begitu juga dengan putranya.


“ tega.. kau benar benar tega menyakiti hati keluarga ini Yani... kau kecewa..MULAI DETIK INI KAU BUKAN LAGI BAGIAN DARI KELUARGA MALIK.....” tegas tuan Malik dengan wajah memerah karena marah.


“ Tidak.. kumohon jangan ,... ini salah Hanum ini bukan kesalahanku mereka sudah merencanakan ini mereka..


plakkkk


Plaakkk


Dua tamparan keras mendarat di wajah wanita itu,” jangan pernah menyalahkan putriku untuk hal ini, kau telah membuat dia menderita maka aku akan mengambil semuanya dari dirimu, “ tuan Malik pergi dan meninggalkan nyonya Malik disana.


“ pengawal tangkap dan jebloskan orang orang ini ke penjara...” Ucap Max dengan tegas.


“Siap Tuan,” ucap mereka.


“ tidak...aku tidak mau di penjara, lepaskan aku...” pekik Bella.


Mereka bertiga diseret, dan akan dikirim ke penjara dimana mereka tak akan lepas dari tempat menakutkan dan mengerikan itu.


.


.


.


Like vote dan komen

__ADS_1


__ADS_2