Suami 189 Cm-ku

Suami 189 Cm-ku
Season 2


__ADS_3

Max kembali ke ruang perawatan menemui sahabat sahabatnya. Langkah kakinya begitu cepat, dia menggenggam surat pernyataan kesehatan Hanum dan obat yang dikonsumsi istrinya belakangan ini.


Dia benar benar marah saat ini, marah pada orang-orang yang memanfaatkan keadaan ini, marah pada dirinya sendiri yang tidak sigap dan malah membuat istrinya overthinking dan marah pada keadaan dimana Hanum dan calon anak mereka harus mengalami kejadian mengerikan ini.


Max tak pernah menyangka kalau dia akan mengalami drama seperti ini, bahkan disaat menantikan kehadiran anaknya, dia dan Hanum harus bertarung dengan orang-orang tak bertanggung jawab yang selalu sirik dan berusaha mengusik ketenangan mereka.


“ tak akan kubiarkan, siapa pun yang berani melakukan hal ini pada istriku tak akan pernah kubiarkan lolos barang sedetikpun,” geram Max.


Dia mengepalkan kedua tangannya, menggertakkan giginya menatap tajam surat-surat yang dipalsukan itu. Padahal dari keterangan Damian disaat mereka mulai melakukan konsultasi, kandungan Hanum cukup kuat, entah setan apa yang menggoda Hanum sampai wanita itu secara diam-diam memeriksa kandungannya ke dokter oplosan itu.


Max membuka ponsel istrinya, sebenarnya dia tak suka melakukan ini, tapi demi keamanan Hanum dia harus melakukan segala cara agar Hanum tidak lagi diganggu oleh orang orang jahat di luar sana,


Max berdiri di depan ruang perawatan rumah itu. Dia membaca semua pesan yang masuk ke dalam ponsel Hanum. Betapa sialnya Max saat membaca pesan-pesan menohok dari orang orang yang jelas tak ada hubungannya dengan Hanum tapi dengan berani mengirim pesan ancaman pada istri seornag Max seolah Hanum sedang merebut Max dari orang orang itu.


“ Bella? Jadi ini pilihanmu , kau mengusik istriku setelah membuat kekacauan di perusahaan, dan kau bekerja sama dengan ibu mertuaku? Cihhh manusia sampah seperti kalian tidak akan lepas dari tanganku,” gumam Max.


Max membaca semua pesan yang dikirim nyonya Malik, betapa terkejutnya Max saat membaca hasil tes DNA Hanum dengan tuan Malik yang menyatakan kalau Hanum bukan anak kandung dari tuan Malik bahkan Nyonya Malik sendiri mengakui kalau Hanum hanya anak haram yang tumbuh di rahimnya, fakta yang sangat mengejutkan Max dapatkan. Dia tak tau hal ini bahkan mungkin keluarga besar Malik tidak tau ini, jika sampai tau pasti sudah lama nyonya Malik diusir dari rumah itu.


“ jadi Hanum...


Max benar benar terkejut, pantas saja Hanum tidak akur dengan ibunya, pesan-pesan ancaman dan pesan menohok dari nyonya Malik membuat mental istrinya perlahan lahan dibunuh. Hanum tidak pernah cerita tentang ini, alasannya mungkin karena takut jika Max tau kebenarnnya maka Max mungkin akan membuangnya juga sama seperti ibunya.


“ Aku ... suami macam apa aku ini? Istriku menderita selama ini tapi aku sama sekali tidak tau? Seberapa banyak penderitaan yang dia alami... aku benar benar tak berguna,” Max menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang terjadi pada hanum.


Dia memukul kepalanya yang dia rasa tak berguna hanya sekedar memikirkan cara untuk melindungi istrinya. Padahal jelas dia melihat bagaiman tuan mudanya begitu protektif dan posesif pada Tiara bahkan di masa ketika tuan mudanya tak mengingat apapun dia tetap memberikan perlindungan dan penjagaan super terhadap Tiara.


“ Sialan, kau benar benar tak berguna Max, kau bahkan tak pernah menyediakan waktu pribadi bersama Hanum dan sibuk dengan pekerjaan, akkhhh bodohnya kau Max,” Dia masih saja merutuki dirinya yang tak berguna.

__ADS_1


Perlahan Max menarik nafas dan mengontrol pikirannya, tak ingin dia merusak hari ini dengan rasa bersalahnya. Dia berusaha agar bisa tersenyum menemui istrinya yang pasti sedang dalam keadaan terpuruk saat ini. Max dengan tenang memasukkan kertas hasil uji lab itu dan obat itu ke dalam kantongnya. Dia masuk ke dalam ruang perawatan.


“ Bagaimana kak?” Tiara langsung bertanya karena penasaran.


“ Kecurigaan anda benar nyonya muda, Hanum sepertinya di jebak oleh seseorang dan ada fakta lain yang harus saya sampaikan tapi tunggu setelah keadaan Hanum lebih baik,” ucap Max sambil menunjukan kertas uji lab dan obat obat itu.


Mereka semua terkjeut, benar benar sebuah kejadian yang ada di luar pikiran mereka.


“ Damian , aku minta tolong periksa obat ini, Hanum sudah mengonsumsinya tiga kali,” ucap Max.


“ Dan ini uji lab palsu yang disimpan Hanum, aku benar benar tak berguna sampai bisa kecolongan seperti ini,” ucap Max dengan wajah sendu.


Tiara menatap Max, dia tak tega melihat pria itu menjadi murung. “ Sepertinya aku harus ambil tindakan untuk masalah ini,” batin Tiara.


Di saat yang sama Hanum membuka matanya sambil berteriak kesakitan dan menekan perutnya sendiri yangtiba tiba terasa sangat nyeri.


“ Arrkkhhh.... perutku akkkkk.... akkkkk.........


“ Hanum, sayang ada apa? Apa yang terjadi sayang....?” Max menghampiri istirnya dengan wajah khawtir. Dia benar benar ketakutan saat mendengar suara Hanum yang kesakitan saat baru membuka matanya.


“ Damian apa yang terjadi pada Hanum?” tanya Vernon.


“ sebentar ku cek,” Dengan cepat Damian mendekati Hanum dan memriksa kondisi wanita itu.


“ Kram perut, ini efek awal obat yang dimakan oleh Hanum , tak kusangka secepat ini,” ucap Damian yang langsung tau apa yang dialami oleh Hanum.


“ Kalau begitu lakukan sesuatu jangan hanya diam disana damian, Hanum kesakitan..” teriak Max.

__ADS_1


“ heh tenang lah bro, ini hanya sebentar, untuk beberapa hari ini, Hanum mungkin akan kesakitan, aku akan memberi pereda nyeri, karena kandungannya masih sangat rentan kita tidak bisa sembarangan melakukan tindakan yang ujungnya membahayakan ibu dan bayinya, kau harus tenang,” ucap Damian yang mengambil suntik dan obat pereda nyeri yang aman untuk ibu hamil.


“ Kumohon lakukan apa pun, “ ucap Max memohon.


“ Tenanglah Max, kau harus bisa berkepala dingin di saat seperti ini,” ucap Vernon.


Damian melakukan pekerjaannya, dia memberikan obat pereda nyeri pada Hanum dan memberikan infus nustrisi bagi wanita itu. Kandungan Hanum terbilang sangat kuat, janin yang masih berusia satu bulan itu melawan obat jahat yang berusaha untuk menghilangkannya dari dunia ini, sungguh sebuah keruntungan yang baik bagi pasangan itu.


Beberapa menit kemudian Hanum tenang dan dia sudah kembali sadar. Hanum menatap mereka semua dengan mata berkaca kaca apalagi saat melihat tatapan suaminya yang begitu khawatir dengan kondisinya.


“ Mas....


“ Sayang , mas disini tenang ya, mas disini,” ucap Max sambil menggenggam tangan Hanum dan mengusap wajah istrinya dengan lembut.


“ sebaiknya kita keluar,” ajak Arthur yang dianggukkan oleh yang lain. Mereka semua keluar dan memberi ruang bagi pasangan itu.


Tiara sendiri langsung menarik lengan suaminya menuju kamar, tampak wajah Tiara benar benar serius saat ini.


Sementara itu di dalam kamar, Max tak habis habisnya mengecup wajah Hanum tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


“ Mas ada apa? Apa yang terjadi padaku kemarin?” tanya Hanum dengan mata berkaca kaca, dia merasa bersalah karena telah merusak hari bahagia Tiara dan Vernon.


“ Kamu yang ada apa sayang? Kenapa tidak bilang apa pun padaku selama ini? Kamu... kamu membuat Mas khawatir, Mas benar benar takut semalaman ini, mas takut kehilangan kalian,” ucap Pria itu sambil memeluk Hanum bahkan air mata Max sampai mengalir.


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen


__ADS_2