Suami 189 Cm-ku

Suami 189 Cm-ku
21


__ADS_3


Tiara terus menatap Vernon dengan curiga, tingkah suaminya tentu membuat dirinya merasa aneh, belum lagi beberapa waktu belakangan cara berbicara Vernon sering berubah, terkadang pria itu melupakan statusnya sebagai pria idiot dan berbicara hal hal normal pada Tiara.


"Kamu nyembunyiin sesuatu ya!??" ucap Tiara sambil menunjuk Vernon.


"Mampus mampus, kenapa juga aku sampai lupa ganti sepatunya, ya ampun gimana nih ,Tiara susah banget dikibulin, waduhh bisa mampus aku kalau sampai ketahuan!!" batin Vernon.


" Ver jujur sama Tiara!" tegas wanita itu sambil mengangkat sepatu kerja yang dipakai oleh Vernon.


"Kenapa sepatunya ganti, dan setahu Tiara Vernon gak punya sepatu seperti ini, ini dari mana!?" tanya Tiara tegas.


"Ver??" tanya Tiara lagi sambil menatap Vernon dengan serius.


"Ehh apa wanita itu memang terus menekan Vernon seperti itu? ini sama saja dengan penyiksaan Pasien ODGJ, yakin dia baik sama Vernon?" bisik Arthur yang lagi lagi meragukan ketulusan Tiara.


"CK.. lihat saja Arthur, kau ribut sekali, aku pusing memikirkan cara agar nyonya tidak curiga!!" kesal Max.


"cihh pelit," seloroh Arthur sambil mengambil tempat duduk dan meminum air mineral yang tersedia di ruangan itu.


Kembali ke Vernon, pria itu masih belum menjawab pertanyaan Tiara dan malah sibuk memainkan jari jarinya di bawah sana sambil memasang wajah bersalah.


Vernon menunduk, sepertinya permainan akan dimulai.


"Ver kok gak jawab Tiara? " tanya Wanita itu lagi.


"Hiks hiks hiks.. maaf Vernon.. Vernon tadi bawa sepatu Max, Vernon suka pakai sepatu seperti ini biar bisa jadi orang hebat kayak mereka, Vernon gak mau terus dibilang idiot, hiks hiks hiks maafkan Vernon salah..." sungguh Vernon telah memikirkan matang matang cara yang paling ampuh untuk meluluhkan wanita super di sampingnya itu, tentu saja dengan senjata air mata dan wajah penuh dengan rasa bersalah.


Byurrrrr..


"pffrrhhh.. uhuk uhuk uhuk.. apa apaan itu!!!" Arthur menyemburkan air minum dari mulutnya saat mendengar cara Vernon menyelesaikan masalah dan menyelamatkan diri dari Tiara.


"buset dah, demi si nyai gak marah, akangnya bela belain akting konyol begitu jadi orang idiot, hahahaha... dunia memang sudah gila!!!" batin Arthur sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah Vernon.


Dia tak lupa mengabadikan momen itu dan mengirim foto foto dan rekaman lucu itu kepada sahabat mereka Johan di Rusia, sebab saat Arthur pulang pria itu berpesan untuk selalu memberinya kabar tentang Vernon.


"Siap siap ngakak online Lu Johan hahahahha..." tangan jahil Arthur mulai bergerak.


Ternyata cara yang dilakukan Vernon berhasil meluluhkan Tiara, wanita itu jadi merasa bersalah karena telah mencurigai Vernon untuk hal yang tidak beralasan.


"Maafkan Vernon hiks hiks hiks... Vernon gak mau Tiara diejek karena punya suami idiot, Vernon memang bodoh, Vernon bodoh, bodoh sekali !!" ucapnya sambil memukuli kepalanya sendiri dan menangis sesenggukan di depan Tiara.

__ADS_1


"Max kau ajari apa si Vernon sampai aktingnya sebagus ini, kau kasih makan daun apa batu!?" bisik Damian.


"CK.. jangan mengatakan yang aneh aneh Damian, apa kau ingin terlibat masalah denganku!" ucap Max sambil menatap tajam ke arah Damian.


Glekk...


Tatapan mata Max tentu membuat Damian terdiam, pria itu sama saja dengan Vernon di versi normal tetapi tentu saja Vernon lebih kejam.


"ya..ya maaf, aku hanya bertanya saja, karena aktingnya semakin baik," bisik Damian.


"Diamlah!" kesal Max.


"CK.... es batu!" kesal Damian yang malah menjauh dan ikut bergabung dengan Arthur yang tengah menikmati kue milik Damian di ruangan itu.


Tiara menatap Vernon dengan rasa bersalah, dia menurunkan sepatu itu lalu menatap Vernon dengan mata berkaca-kaca.


"Maaf Tiara gak ngertiin perasaan Vernon lagi, Tiara semena mena lagi, maaf ya, Tiara sempat curiga kalau Vernon bohong tentang kondisi Vernon pada Tiara, maaf ya," ucap wanita itu sambil membingkai wajah Vernon dengan kedua tangannya, hal yang selalu dia lakukan jika Vernon menangis atau bersedih.


"Hiks hiks hiks.. tapi boleh tidak Vernon pakai ini?" tanya pria itu.


"Boleh kok, Vernon boleh pakai semua yang Vernon mau, tapi tanya sama Tiara ya, karena ini gak cocok sama baju yang Vernon pakai," jelas Tiara sambil membersihkan air mata Vernon dengan tangannya.


"lembutnya," ucap Vernon sambil menggenggam tangan Tiara yang mengusap wajahnya.


Vernon menatap Tiara dengan mata terharu," ini kelihatannya sangat lembut!" ucap Vernon sambil mengecup bibir Tiara secara spontan.


Cup..


"Ya ampun!!" Ketiga pria di dekat mereka malah tersipu malu saat Vernon mengecup Tiara di depan mereka.


"astaga ayo beri mereka ruang, benar benar tak bisa mikirin tempat ya!!!" gerutu Arthur sambil beranjak keluar dari ruangan Damian.


"Yaaak kalian berdua jangan menonton orang lagi mesra mesraan, ayo bodoh!!" Arthur menarik kerah Damian dan Max keluar dari ruangan itu.


"Ver Tiara malu ihh, jangan begitu lagi di depan orang, malu tau!!" ucap Tiara dengan wajah merona karena malu belum lagi jantungnya malah berdegup kencang saat ini.


"Maaf, Vernon kelepasan, habisnya bibir Tiara lembut banget, manis kayak permen, jadi pengen makan Tiara hihihi..." ucap Vernon yang cekikikan sambil menutup mulutnya.


"haihh sebenarnya pengen makan kamu sayang, pengen, tapi harus tahan, tahan sampai kamu tau semuanya, aku belum bisa memberitahukan identitas asliku padamu, aku takut mereka akan mengusik mu," batin Vernon.


"ihh Vernon kok berubah jadi aki aki mesum sih, kamu mah nyebelin!!!" gerutu Tiara sambil memukul dada Vernon.

__ADS_1


"heheh maaf, tapi Vernon bukan aki aki Tiara, " ucapnya sambil tersenyum dengan wajah sembabnya itu.


"Aki aki, kamu itu aki aki mesum, dikit dikit main cium, dasar kamu ini," gerutu Tiara.


"Sebenarnya normal sih, Karena dia juga kan pria dewasa bahkan mampu melakukan... wait apa yang kupikirkan arrhhh... Tiara kamu kok jadi mesum sih yaakk..." batin Tiara berteriak saat dia membayangkan kejadian saat dia menghabiskan malam bersama Vernon untuk pertama kali.


"Maaf heheheh.." Vernon hanya tertawa seperti biasa.


tiba tiba...


kruuukkk....


"pffth bwaahahhahaha..." mereka berdua tertawa saat mendengar suara cacing cacing kelaparan yang saling menyahut satu sama lain.


"Ya udah ayo makan siang dulu," ajak Tiara sambil bangkit berdiri.


"Ayooo maakaaan, Vernon udah lapar banget, kita makan dimana? Tiara yang nentuin, Vernon suka makan heheh kita makan.... kita makan... kita makan!!!" seru pria itu sambil melompat lompat kegirangan sebagaimana kebiasaannya.


Tiara tersenyum," kamu pakai sendal rumah sakit aja, kita pinjam punya dokter Damian, daripada pakai ini, gak cocok," ucap Tiara sambil mengambilkan sendal rumah sakit untuk Vernon dan memasukkan sepatu tadi ke dalam kantong plastik.


"sudah, ayo pergi," ucap Vernon yang langsung mengambil barang bawaan Tiara dan menggenggam barang itu sedangkan Tiara di genggam di sisi lain.


Mereka keluar dari ruangan itu sambil mengajak ketiga pria yang sedang menunggu di luar ruangan sampai pasutri itu selesai dengan urusan mereka.


Sementara itu di negara Rusia, Johan, pria tampan pemilik netra hitam pekat dengan alis tebalnya yang khas tengah tertawa cekikikan melihat tingkah Vernon di Indonesia.


"Ada ada saja kelakuanmu kawan," gumam Johan yang sedang duduk dalam sebuah restoran.


Dia belum tau sosok dan wajah Tiara seperti apa karena Arthur hanya menyorot bagian belakang wanita itu.


"Aku penasaran seperti apa sosok istri si kunyuk itu!?" pikir Johan, lalu dia tampak mengetik sesuatu di ponselnya.


Tak beberapa lama sebuah pesan masuk ke ponselnya berisi foto Tiara yang dikirim langsung oleh Arthur.


Johan membuka foto itu dan..


Deghh...


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen ya ☺️


__ADS_2