Suami 189 Cm-ku

Suami 189 Cm-ku
37


__ADS_3


Hari menjelang malam, keseruan Tiara, Hanum, Arthur, Damian, si kembar, Tuan Frank, Nyonya Gita dan seluruh pelayan di rumah besar itu belum berakhir. Kehadiran Tiara membuat rumah yang sudah ramai itu menjadi lebih ramai dan heboh dengan segala tingkah lucunya.


Makanan dan minuman sudah selesai dimasak dan sudah dihidangkan di atas meja. Bahkan para pelayan juga kebagian.


Sebelum jam makan malam mereka semua berkumpul di ruang keluarga. Bahkan para pelayan juga turut berkumpul dalam ruangan besar itu. Terdengar suara tawa dan riuh gembira.


"Hahahahha.... kalau begitu sekarang giliran Tiara!!" seru wanita itu. Mereka sedang bermain tebak nama hewan. Peraturan nya siapa yang berhasil menjawab dia yang akan memberikan klue dari depan.


"Tebak ya," ucap Tiara.


Semua orang memperhatikan ke arah Tiara dan menatap wanita yang sedang berdiri tegap itu.


"Hewan apa kah ini?" seru Tiara.


Tangannya naik turun, sambil menggaruk garuk dan melompat kesana kemari, dia menggembungkan wajahnya dan mengeluarkan suara sira aneh.


"Huhuhuhahahha...huhuhuhahahha......" Teriak wanita itu dengan suara kencang sambil berjalan kesana kemari.


Semua orang menahan tawa melihat totalitas wanita itu.


" Hewan apa?" tanya Tiara yang masih mengembangkan wajahnya.


"Itu sih Vernon hahahahah...." seru Tuan Frank.


"Pffthh hahaahhahahaha... benar itu Vernon kalau lagi ngamuk hahahahahahaha....." Arthur tertawa terbahak bahak, pria itu juga turut bergabung.


"Jadi kalian menyebut Vernon sebagai monyet!" Damian berdiri sambil berteriak dan menatap mereka dengan tajam.


Gelkk..


Tiba tiba semuanya terdiam. "Aku setuju bwahahahahhahaha dia memang mirip monyet kalau lagi marah ahhaahha huhu hahahah huhuhu hahahahaha... ahahahahah..." Celetuk Damian. Mereka semua tertawa terbahak bahak. Yang benar saja, Vernon dibandingkan dengan seekor monyet, apa itu sebanding.


"Ohh... jadi begini ya kelakuan kalian kalau aku tidak di rumah!!!" Suara bariton Vernon menggelegar di dalam ruangan besar itu.


Semua orang berhenti tertawa lalu menatap ke arah Vernon yang baru saja tiba bersama Max. Mereka baru selesai bekerja dan sudah mendapati seluruh keluarga sedang mengejek Vernon.


"Ver.. Bu..bukan begitu maksudnya," ucap Damian yang seketika itu ambruk ke atas lantai.


"Ver cuma bercanda, bawa santai aja, gak usah ketat ketat terus," seloroh tuan Frank yang siang tadi melarikan diri dari kantor karena malu menghadapi kelakuan bawahannya.


Vernon menatap mereka semua dengan tatapan tajam. Dia berjalan masuk dengan tubuh tegap dan berkharisma.

__ADS_1


"Tu..tuan muda, " panggil Max dia takut tuan mudanya mengamuk dan malah jadi lebih parah, apalagi mereka baru saja bertarung.


Tiara menatap suaminya, Hanum yang duduk di depan malah menundukkan kepala saat melihat Vernon. Menurutnya Vernon mirip seperti Venom, kejam dan menakutkan.


"Jadi maksudnya aku itu.... Seperti ini !??" Vernon melompat lompat sambil menaik turunkan tangannya dan mengeluarkan suara suara aneh seperti seekor mo monyet.


"huhuhhuhahahah... huhuhhuhahahah huhuh hahahah sudah mirip belum hah..." teriak Vernon sambil melompat kesana kemari seperti seekor monyet.


"pffth bwahahahahahhaah......." sontak mereka semua tertawa terbahak bahak melihat kelakuan Vernon. Benar benar hal mengejutkan bisa melihat pria itu bertingkah seperti itu.


"Ahahahahhahq mirip sekali hahahhahaha..."


Vernon juga tertawa bahagia, rasa kesal dan amarahnya seketika mereda setelah bertemu dengan keluarga dan orang orang dekatnya.


Vernon melompat dan berdiri di belakang istrinya.


"Hap... kena kamu hehehe..." celetuk Vernon sambil memeluk Tiara dari belakang.


"Piuuuiitt... suiiit suiitt!!" Mereka menggoda pasangan itu. sungguh sebuah kebersamaan yang luar biasa.


"Selamat malam sayang, aku kangen, ummah..


" ucap Vernon sambil mengecup pipi Tiara dengan gemas.


"Wohooooo... lihat tempat Ver lihat tempat, kau membuat gerah kaum jomblo!!!" seru para penonton yang dibuat gerah dengan kemesraan pasangan itu.


Max malah melongo, dia pikir tuan mudanya akan marah besar, nyatanya malah bertingkah seperti anak kecil. Mata Max sampai berkaca kaca melihat tuan mudanya begitu bahagia dengan keluarganya yang perhatian padanya. Saking terharunya mata Max malah menangkap sosok Hanum, perempuan cantik dengan hijab dan penampilan manis nan lembut.


"Ma..malaikat darimana!" celetuk Max yang tanpa sadar menatap Hanum dengan tatapan kagum, jantungnya berdegup kencang, wajah lembut Hanum yang sedang tersenyum membuatnya gugup dan terpana.


"Ya Allah inikah jodoh Hamba, terimakasih telah mengirimkan Malaikat indah ini," gumam pria itu.


"Kak Max apa yang kau lihat!" Tiara membentak Max yang menatap Hanum tanpa berkedip.


Semua orang menoleh ke arah Max. Hanum juga menoleh, dia tersenyum ramah pada pria itu. Hancur sudah pertahanan diri Max, hatinya yang galau seketika dipenuhi dengan ladang bunga yang bermekaran, sungguh indah dan mempesona seperti gadis cantik di hadapannya.


"Max? jangan menatapnya seperti itu!" kesal Tiara, dia berdiri di depan Hanum menghalangi Max. Takut kalau Max berpikiran liar tentang sahabatnya.


"Ra, dia sedang jatuh cinta," bisik Vernon.


"Hah!??? bukannya kak Max itu beda kepercayaan dengan Hanum, mana boleh!" bisik Tiara.


Vernon menggeleng," nggak, Max itu sama seperti Hanum tetapi belum bisa dibilang pria Soleh," balas Vernon.

__ADS_1


"What.... kupikir kak Max... Wahhh hebat hahaha..." Tiara malah tertawa mendengar hal itu.


Max masih menatap Hanum dengan tatapan kagum tanpa sadar kalau semua orang sudah menatap dirinya. Hanum sendiri jadi salah tingkah karena di tatap seperti itu oleh lawan jenisnya, dia menunduk dan memainkan kedua jarinya. Entah kenapa jantungnya berdebar debar saat berbalas tatap dengan pria itu.


"Max Apa yang kau lihat!?" pancing Vernon.


"Tuan muda, saya melihat Khodijah saya, baru saja diturunkan dari langit!!!" celetuk pria itu tanpa berkedip.


"Pfrt bwaahahahah...." mereka semua tertawa mendengar jawaban Max.


Bughh...


Arthur memukul tengkuk Max," Sadar bodoh, kau menatap yang bukan muhrim mu terlalu lama, ingat dosa!!" bisik Arthur.


Max terbelalak, matanya membulat sempurna saat sadar kalau dia berada di tengah kerumunan orang yang menontonnya bertingkah bodoh sejak tadi.


"Ya ampun, maafkan aku, nona maafkan aku aku tidak bermaksud aduhh.. maafkan aku.... maaf kan aku" Max terkejut bukan main, baru mendapatkan Kemabli kesadarannya dia membungkuk minta maaf karena berlaku tak sopan pada Hanum.


"Hahahhaah...."


"Tak apa apa tuan, " ucap Hanum sambil tersenyum ramah.


"Ya Tuhan cantiknya putri Langit!!" ucap Max lagi.


"ehh aduh mulut jangan berlaku tak sopan!!;" Max memukuli bibirnya sendiri, pria ini jadi gila karena menemukan tambatan hatinya. Seseorang yang benar benar membuaf hatinya bergetar.


" ahahahahahha... anda lucu sekali tuan, senang bertemu dengan anda, saya Hanum Khodijah, sahabat Tiara," sapa Hanum untuk mencairkan suasana.


"Ahhh maafkan saya lancang, saya Max asisten tuan muda Vernon, sebuah berkah dari Alla SWT bisa bertemu dengan Anda!" ucap Max sambil mengatupkan kedua tangannya memberi salam pada Hanum.


Hanum tertegun," kupikir dia...."


"Cieee.... yang ketemu jodoh hihihi...." bisik Tiara sambil menyenggol lengan sahabatnya.


"Ra.... ih aku jadi malu!" ucap Hanum dengan semburat merah di wajahnya.


"Hahahah sudah berkenalan nya ayo kita makan malam, perut sudah lapar karena banyak bermain saatnya makan!!!" seru Duo K.


" Ayo hahahahahah...."


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen ya ☺️☺️


__ADS_2