
“ Tuan kalau begitu saya permisi,” ucapa Tiara saat mendengar kalau ada tamu yang datang berkunjung ke ruangan pria itu.
“Jangan!" ucap Vernon.
Tanpa Tiara sadari kaki pria itu gemetaran dengan sangat hebat saat ini. Bayang bayang tuan Dharma yang menyiksanya saat dia menjadi korban bully masih tergambar jelas dalam ingatan pria itu. Masa paling kelam di dalam hidupnya yang bahkan istri dan teman temannya sendiri tidak tahu. Dia menyimpan beban itu selama bertahun tahun dan menderita sendirian.
Meskipun sudah dinyatakan sembuh dari penyakit mentalnya, terkadang pada situasi tidak tentu dia bisa terpengaruh dengan kondisi dimana dia merasa marah dan tertekan di saat yang bersamaan. Hal tersebut akan memicu trauma Vernon dan membuatnya ketakutan seperti saat ini.
Tujuan Vernon menahan Tiara adalah, karena baginya Tiara adalah kekuatannya untuk menghadapi semua lawan dan musuhnya. Ada Tiara disana maka dia akan tenang untuk melanjutkan rencananya.
Tiara paham, namun dia tak ingin menunjukkan kalau dia sudah tau siapa vernon sebenarnya.
“Kenapa tuan? Apa masih ada yang perlu kita bahas?” tanya Tiara seolah tidak tau apa apa.
“Duduklah di ruangan di belakangku, tetap disana, pelajari dokumen itu dan siapkan semua design yang akan dibawa dalam acara tersebut, kau bisa menggunakan fasilitas di dalam ruangan itu.” Ucap vernon sambil menunjukkan ruangan yang hanya ditutup dengan tirai hitam yang tampak menerawang namun masih cukup menghalangi untuk tidak menunjukkan siapa yang ada di ruangan di belakang meja kerja vernon itu.
“Baiklah ,” ucap Tiara yang langsung beranjak menuju ruangan itu dengan beberapa dokumen di tangannya.
“ Jangan menunjukkan wajahmu, apa pun yang terjadi di ruangan ini nanti,” ucap Vernon saat Tiara melewatinya. Langkah kaki wanita itu berhenti. Hatinya menjadi risau dalam sekejap, dia takut terjadi apa apa dengan suaminya. Tapi tuan Dharma adalah orang yang licik, dia bisa memanfaatkan situasi ini dengan berbagai cara.
“Baik tuan muda,” ucap Tiara yang langsung paham dan tidak banyak tanya.
Sementara itu, bersamaan dengan Tiara yang masuk ke dalam ruangan itu, Tuan Dharma, Risa Admaja dan Beni asistennya masuk ke dalam ruangan itu dengan senyuman secarah mentari di wajah mereka lebih tepatnya di wajah tuan Dharma dan Risa.
“ Waah bahkan kantornya saja lebih besar dari kantor ku di Toretto, benar benar beruntung bisa menjain kerja sama dengan perusahaan ini,” celetuk tuan Dharma sambi menatap seisi ruangan itu dengan mata berbinar binar.
Sedangkan mata Risa langsung menatap ke arah meja Presdir yang berada di bagian paling ujung ruangan itu. Dia penasaran dengan orang di balik kursi presdir serta ruangan dengan tirai hitam dan sosok wanita yang ada di balik ruangan itu.
“Waahhh presdir Nusantara grup tampaknya sangat menarik, lihat ruangan ini dan ruangan di belakang meja presdir itu, tapi siapa sososk wanita itu?” pikir Risa.
“Silahkan lewat sini tuan tuan dan nona," ucap asisten vernon yang mengarahkan mereka ke meja tamu dengan nuansa hitam klasik itu.
Mereka bertiga duduk disana. Sementara itu asisten Vernon melapor lagi pada pria itu.
“Tuan muda, mereka sudah disini,” ucap pria itu dengan snatun dan penuh hormat.
Sreettt....
Kursi Vernon berputar dan langung menghadap ke arah mereka,” ohooo sudah tiba?” celetuk Vernon yang memakai kacamata berwarna orange di wajahnya. Sambil tersenyum dia menatap ke arah ketiga orang itu.
__ADS_1
“ Sudah tuan,” uccap asistennya.
“Kalau begitu, Pak Andre tolong ambilkan minuman yang paling enak untuk mereka, sediakan hidangan paling enak di perusahaan ini, “ ucap pria itu sambil menurunkan kacamatanya dan menatap Pak Andre dengan mengedipkan sebelah matanya.
“baik tuan muda,” ucap Andre sambil undur diri dari hadapan pria itu.
Syyuuuutttt...
Vernon meluncur dengan menggunakan kursinya yang memiliki roda di keempat kaki kursi itu.
“Eh.. eh.. eh... kelewatan dodol, haisshhh.. kita kesini...” celetuk Vernon sambil menggeser kursinya dan duduk di dekat ketiga orang itu. Sontak mereka bertiga berdiri dan membungkuk hormat pada pria yang dikenal sebagai pembuat masalah dan pembuat onar itu.
“Sungguh sikap yang tidak sopan, kurasa pria ini tidak diajari denagn baik oleh kedua orangtuanya, sangat tidak sopan.” Batin Tuan Dharma yang merasa direndahkan dengan tingkah laku Vernon.
“Ahh duduk duduk, tak perlu terlau formal, santai saja denganku, hehehehhe...” celetuk Vernon dengan senyum menyeringai di wajahnya, dia duduk dengan tegap, melipat kedua tangannya dan menatap mereka dengan tajam.
“Te..terimkasih tuan,” ucap Tuan Dharma yang malah jadi gagap di depan Vernon.
“Never mind,” celetuk Vernon dengan santai sambil meniup niup kukunya.
Risa mengangkat kepalanya dan menatap wajah pria itu lebih jelas, sontak matanya berbunga bunga melihat wajah tampan di balik kacamata orange itu, pantas saja Vernon selau dirundung skkandal dengan banyak orang, dia memiliki wajah yang sangat tampan, hanya terlibat skandal dengan pria itu saja sudah menjadi kebanggan tersendiri setiap wanita apalagi kalau sampai bersanding dnegan pria pujaan hati semua orang sungguh sebuah mimpi yang tidak akan pernah terjadi.
“ Wahhh wajahnya benar benar sebuah karya seni, dia luar biasa...” batin Risa.
“Siapa nona ini, sangat jelek kenapa merusak pemandangan di depanku, pakaian itu terlalu terbuka apa kau mau bertelanjang bulat ke perusahaan orang hah, dasar tidak tau malu!!!" ketus Vernon dengan kata kata kasar dan menusuknya itu.
“Pfrthh bwahahahahahhaha... ahahahhahahaha” Dari balik tirai, Tiara tertawa terbahak bahak mendengar ucapan pedas suaminya. Dia tak bisa menahan karena sejak tadi di amenunggu Risa dipermalukan.
“ jangan tertawa terlalu kencang kau membuat perempuan ini malu,” teriak vernon.
“ Ahahahahmaafkan saya tuan, saya sedang menonton sebuah drama, pelakornya disiram pakai air comberan dan dipermalukan di depan komplek hahahhaha sangat lucu,” seloroh Tiara.
Jujur saja Tiara sudah panas dingin disana ingin segera mencakar cakar wajah Risa yang menatap suaminya dengan tatapan sensual. Dia tidak suka itu.
Risa diam, dia mengancingkan bajunya dengan benar dan menarik roknya. Sial sekai nasibnya malah dipermalukan pria itu disini.
“Maafkan asisten saya tuan muda V, dia masih baru dan perlu belajar banyak, “ tuan Dharma langsung membela Risa.
“Ck jadi kau memintaku bekerja sama dengan orang yang tidak kompeten bahkan dari segi berpakaian pun dia nilai nol tuan Dharma, memalukan, cuihh....” Ketus Vernon.
“Ma.. maafkan saya tuan muda V, tidak akan saya ulangi,” ucap Risa yang langsung membungkuk memohon maaf.
__ADS_1
“Sialan, sialan sialan aku dipermalukan seperti ini? Lihat skandala yang akan kubuat tuan muda V, kau tidak akan lepas dari tanganku..” geram Risa.
“ Ck... terserah, baik langsung saja ke intinya, saya sudah menyetujui semua proposal bisnis yang kalian sodorkan itu, meski kelihatannya Toretto dalam ambang kehancuran, saya yakin kalian bisa mengembangkannya dengan modal yang sudah ku berikan bukan?” ucap Vernon.
“Ahh tentu saja tuan, sebuah kehormatan besar bagi kami untuk bisa bekerja sama dengan anda, pemuda yang sangat berbakat ini,” ucap tuan Dharma.
“ hmmm baiklah, kalau begitu dananya akan segera di transfer ke akun perusahaan dan urus semua dokumen dengan benar, dan aku ingin minta pembukuan selama satu tahun terakhir, “ ucap vernon.
“Baik tuanmuda V, tapi kenapa meminta pembukuan, bukannya...
“Menurutku aku layak bukan? Apalagi aku sekarang menjadi pemegang saham terbesar di Toretto apa salah kalu aku meminta buku besar keuangan perusahaan? Atau kau ingin membatalkan semua ini!?" tanya Vernon.
“ahh ti.. tidak tuan, akan saya serahkan lusa,” ucap tuan Dharma.
“Tidak, serahkan hari ini ke sekretarisku, jika terlambat maka..
“Kami tidak akan terlambat akan segera kami berikan tuan.” Potong tuan Dharma.
“Hmmm baiklah, aku percaya, tapi ingat susun file itu dalam map kuning untuk semester pertama dan warna biru untuk semester kedua, masing masing setiap bulan harus diberi pembatas buku beda warna lalu di setiap akhir halaman laporan perbulan harus ada gambar pokemon jika tidak... aku akan mebatalkannya..” ucap Vernon.
“ ba.. baik tuan muda,” ucap tuan Dharma .
“Sialan kau pikir aku anak anak, dasar berengsek beraninya memerintah tuan Dharma seperti ini. Tunggu sampai aku mengusai pasar akan kuhancurkan kau...” batin tuan Dharma.
“kalau begitu kami undur diri tuan agar segera menyelesaikan tugas itu!"
“Dan ingat harus di tulis tangan oleh anda sendiri...” ucap Vernon.
“a.. apa tulis tangan?” mata tuan Dharma membulat.
“ Dia juga bisa membantu,” ucap vernon sambil melirik Risa.
“Ba.. baik tuan muda V, kalau begitu kami permisi,” ucap mereka sambil undur diri dari ruangan itu.
"Sialan arrkhhhh beraninya kau beraninya mempermainkan aku tuan Dharma yang terhormat sialan!!!!!!!!"
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen ya...