
Semua orang melongo melihat kemapuan Tiara. Memang di bagian fisik dia tidak mengimbangi tetapi kecerdasan dan penempatan waktu untuk memanfaatkan segala macam situasi membuat wanita itu berhasil melumpuhkan lawannya dengan cara licik dan curang.
Siapapun pasti akan kalah jika bertarung dengan wakil Praja itu, namun otot pasti selalu bisa dikalahkan dengan otak sekecil apa pun fisikmu.
Tiara berlari ke arah suaminya yang tertusuk, dia benar benar panik melihat kondisi Vernon yang berlumuran darah segar di bagian perut nya.
"Sayang bagaimana keadaanmu,!??" Tiara terdengar khawatir, dia malah gemetar melihat perut Vernon yang terluka.
"Lukanya cukup dalam, tapi masih bisa ku tahan, kamu baik baik saja?" tanya Vernon.
hiks hiks hiks
Bukannya menjawab, Tiara malah menangis di dekat suaminya. Jujur saja istri mana yang tidak khawatir jika sampai suaminya tertusuk benda tajam dan menyebabkan nya kehilangan banyak darah.
"Sayang... hei gak apa apa.. " Vernon memeluk istrinya dengan lembut.
Wanita itu menatap Vernon, masih menangi sesenggukan.
"Kenapa bisa begini hiks hiks hiks... Kak Damian cepat periksa Vernon, darahnya keluar banyak sekali, cepat huwaaa....." Tiara menangi sesenggukan.
"Tak apa, tenang sayang, aku baik baik saja, ini bukan apa apa, yang penting kamu aman," ucap Vernon.
"itu sakit sekali, bagaimana kamu bisa tahan..."dilirih Tiara.
"Tenang Ra, dia itu robot, gak ngerasain sakit sama sekali, " celetuk Johan.
"Huh.. pokoknya ayo cepat ke rumah sakit, darahnya mengalir terus, nanti kamu kehilangan banyak darah," ucap Tiara, dia menatap mereka semua sambil menangis.
"Sebaiknya kita ke rumah sakit bos, kau bisa kehilangan banyak darah nanti," usul Damian.
"Wah... wah... wah... ternyata sang ketua Davichi justru kalah telak hahahaha... tak kusangka kalau pria bodoh ini malah tertusuk oleh anak buahku hahahhahahah... " Suara seseorang terdengar menggelegar di halaman markas tersebut.
" Tuan muda, Praja datang bersama lebih banyak anak buah, apa yang harus kita lakukan!?" bisik Max yang mendapat informasi dari anak buah yang lain.
"Sialan!!" umpat Vernon, dia menyembunyikan Tiara di balik tubuhnya.
"Siapa?" pikir Tiara.
"Mau apa kalian bajingan!!!" pekik Vernon.
"sayang sabar sayang, orang sabar di sayang Tuhan, kuburannya gak sempit, sabar ya sabar..." celetuk Tiara dari belakang sambil mengusap usap punggung suaminya seperti anak kecil yang sedang berlindung di belakang punggung lebar ayahnya.
Hampir saja Johan, Arthur, Max dan Damian tertawa dengan kata kata Tiara. Wanita itu memang membuat mood cepat berubah di dalam kondisi apa pun itu.
"Astaga, bisa bisanya Tiara bercanda saat ini, haduhhhh..." Vernon tergelak sendiri.
"Tak kusangka ternyata Tiara memiliki banyak pria di dekatnya, " seorang wanita datangi dari antara para pria. Dia adalah Gea, namun memakai topeng untuk menutupi identitasnya.
__ADS_1
Namun Tiara yang sudah kenal dengan Gea bertahun tahun justru tau suara siapa itu
"Ehh suara Mak lampir!!!!" Celetuk Tiara sambil menjulurkan kepalanya dari balik punggung Vernon dan menatap kesana kemari mencari sosok wanita iblis itu.
"Heh... kamu kenal Ra?" tanya Arthur.
"Kenal, itu mah suara kembaran anjing pak Ujang tetangga rumah kita, masa kalian gak kenal, hilihhhh..." celetuk Tiara.
"Heh perempuan gila, beraninya kau menghinaku!!!" kesal Gea.
"Sayang hukum dia, hancurkan saja mereka semua, dia mengejekku nenek lampir hiks hiks hiks..." Gea bergelayut manja di lengan Paja.
"Huuweekkkk... kok ada bau bau busuk ya, bau bau tukang selingkuh!!!!" celetuk Tiara.
"Tuh kan, bunuh saja perempuan gila itu!!!!" teriak Gea.
"Heh Gea, buka saja topengku itu, aku tau kau siapa!!!" ucap Tiara dengan nada ketus.
Gea terdiam, " sial bagaimana bisa dia tau siapa aku!??" batin wanita itu.
"Praja, apa yang kau lakukan cepat serang mereka!!!" teriak Gea. Namun Praja yang menatap Tiara tiba terdiam dengan mata tak berkedip.Matanya terus menatap wanita itu.
"Praja!? tunggu dulu!!!" ucap Tiara sambil melangkahkan kakinya ke depan, keluar dari persembunyiannya.
"Dia Praja musuh kalian!??" tanya Tiara dan kelima pria itu mengangguk.
"Sebenarnya tidak si,h dia yang menganggap kami musuh nyonya muda," jelas Max.
Tiara memicingkan matanya dan melemparkan tatapan tajam ke arah Praja.
"Kak Praaajaaaaaaa!!!!!!!!!" pekik wanita itu yang sontak membuat semua orang terkejut bukan main. Tiara mendengus kesal sambil menatap Praja yang sejak tadi terdiam membatu saat melihat siapa sosok wanita yang ternyata menjadi target pembunuhan yang dibicarakan oleh teman ranjangnya itu.
"Apa dia wanita yang kau katakan Gea!!!!" pekik Praja sambil mencekik leher Gea dan melepaskan topeng wanita itu dengan kasar.
"Uhukk... uhukk.. itu dia, bukannya aku sudah memberikan fotonya!!!??" balas Gea sambil menepuk nepuk lengan Praja.
"Uhuk ... lepaskan aku praja, ini sakit!!!!" pekik Gea.
"Sialan kenapa aku tidak melihatnya kemarin!!!" ucap pria itu dengan wajah penuh penyesalan.
Kejadian kemarin,
Gea datang membawa foto Tiara sesuai dengan permintaan Praja.
“Sayang ini foto perempuan itu, kalian bunuh saja dia dan nikmati kalau kalian mau dengan wanita menjijikkan itu,” ucap Gea sambil meletakkan foto itu di atas meja kerja Praja.
“Hmmm berikan saja pada asistenku, mereka akan mengurusnya, aku sedang sibuk, jangan ganggu aku,” celetuk Praja sambil menggerakkan tangannya seolah mengusir Gea dari ruangan itu.
__ADS_1
“baiklah,” Gea memberikan foto Tiara pada asisten pria itu tanpa Praja lihat dahulu siapa wanita yang dimaksud oleh Gea.
Anak buah Praja sebelumnya ternyata adalah orang yang menyogok orang kepercayaan Vernon untuk membocorkan rahasia dan identistas orang orang di dekat Vernon.
Setelah diselidiki ternyata wanita itu adalah istri ketua Davichi. hal ini menarik perhatian Praja hingga dia menyusun semua skenario untuk memancing mereka ke markas dan mengepung markas itu untuk memusnahkan Davichi dan wanita yang dimaksud oleh Gea.
Saat ini Praja terdiam saat meihat Tiara berjalan mendekatinya.
“Sayang mau kemana?” Vernon menahan tangan istrinya.
“Tenanglah, kuda liar ini tidak akan berani menyakitiku,” ucap Tiara.
“ Kak Praja... kenapa kakak melakukan ini!!!!?" Pekik Tiara.
Praja menghempaskan Gea ke atas tanah dan menunjuk wanita itu.
“Tiara... maaf dia yang meminta, awalnya aku tidak tau kalau targetnya adalah dirimu, maaf adik kecil dan senang bertemu denganmu,” ucap Praja sambil merentangkan kedua tangannya.
Tiara tersenyum manis dia mengambilkan pelukannya pada Praja. Ternyata Pria itu adalah kakak dari perempuan yang dia selamatkan waktu itu. Dia adalah kakak dari wanita hamil yang terjebak dalam pertikaian antar mafia kala itu.
“ Kak Praja jahat!!!!” Pekik tiara saat memeluk pria itu, kedua tangannya mencubit telinga pria itu dengan sangat kuat.
“Arrkhhh ampun.... jangan telinga ra... ampunnn.......”
Vernon terbelalak melihat apa yang terjadi, bukan hanya dia, tetapi semua orang terkejut melihat kedua manusia itu tampak akrab satu sama lain bahkan terlihat seperti pasangan kakak adik yang sedang berdebat.
“ Maafkan aku maaf, aku tidak tau, kalau tau aku pasti akan menolaknya,” ucap Praja.
“Ck... kakak benar benar tidak berubah ya...” kesal Tiara .
“ Maaf Tiara, aku menyesal, maafkan aku maaf,” ucap Praja sambil memohon di depan wanita itu.
“ Ck grrhhhh ... kenapa kalian bermain-main dengan nyawa orang!!!" kesal Tiara , tanpa sadar air matanya malah mengalir begitu deras, dia menatap jijik ke arah Gea yang sama terkejutnya saat mengetahui hubungan Tiara dengan para anggota mafia itu.
“ Kau pikir nyawa manusia itu mainan hah!!”
“ Bodoh... kau bodoh Gea... kau perempuan paling bodoh yang pernah kutemui. Kak Praja juga, kalian semua juga, kalian bodoh... hiks hiks hiks hik.....” Tiara menangis sesenggukan di tengah tengah lapangan.
“ Ra... sayang...... maaf membuatmu melalui semua ini..” Vernon memeluk istrinya.
“ hiks hiks hiks... kenapa harus bermain main dengan nyawa!!??”
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen.