Suami 189 Cm-ku

Suami 189 Cm-ku
31


__ADS_3


" Kau hanya sebagai alat untuk menjaga pria idiot itu, jika dia sembuh maka kami akan mengambilnya kembali, jadi jangan berharap banyak untuk menguasai Vernon, dia alat untuk kami, jika kau berani macam macam, maka kami akan membawa paksa si idiot itu, camkan ini!"


isi pesan dari nomor tak dikenal yang masuk ke dalam ponsel Tiara. Beberapa saat lalu Tiara bangun dari mimpi buruknya tentang kecelakaan, saat bangun ponselnya sudah berdering pertanda pesan masuk datang.


Tiara membuka pesan itu dan menemukan pesan ancaman dari nomor tak dikenal yang sontak membuat wanita itu ketakutan apalagi terpengaruh setelah mengalami mimpi buruk yang membuat kondisi psikisnya sedikit down.


Pesan ancaman yang sangat banyak, mengatakan kalau suatu saat Vernon akan kembali normal dan Tiara akan dibuat, ditinggalkan oleh pria itu. Pesan lain yang mengatakan kalau Tiara hanya jal4ng tak berguna dan banyak pesan pesan jahat yang masuk ke ponsel Tiara.


Beberapa dari kontak Tiara dan sisanya dari nomor tak dikenal. Pantas saja Tiara sampai sehisteris itu saat Vernon mengatakan kalau dia sudah sembuh total. Rasa takut kehilangan orang yang dia cintai lagi, membuatnya lemah dan takut.


Vernon mengepalkan kedua tangannya, di letakkan nya ponsel itu, ditatapnya istrinya yang meringkuk di atas lantai.


Perlahan dia mendekati Tiara dan memeluk wanita itu dengan tenang.


"Ra, sayang tak apa apa, jangan khawatir, semuanya tidak akan terjadi," ucap Vernon lembut, dia mengangkat wajah Tiara dan menatap mata istrinya dengan lembut.


"Apanya Ver, sekarang saja kamu sudah sembuh, itu berarti kamu akan pergi ninggalin aku, kamu akan buang aku juga? kamu... lebih baik kami jadi pria bodoh asal tetap bersamaku daripada jadi pria normal tapi tak bisa bersamaku hiks hiks hiks.." Tiara mengungkapkan ketakutannya, takut kalau orang yang telah menguasai hatinya pergi dari sisinya.


"Kenapa kamu sampai setakut itu Ra!?" tanya Vernon.


"Karena cinta, aku.. aku jatuh cinta, seharusnya tidak boleh tapi aku mencintaimu, lebih baik kau tetap seperti dulu, huaaa..... aku takut!!!!" ucapnya.


Tangisan nya begitu pilu, sakit sekali rasanya membayangkan suaminya pergi dari sisinya.


Vernon terkejut dengan pengakuan Tiara, dia pikir kalau dirinya hanya mengalami cinta sepihak, ternyata Tiara jatuh hati pada dirinya, pantas saja rasa sayang Tiara terasa sangat tulus.


Vernon menarik Tiara dalam pelukannya,"kemarilah, tak perlu khawatir, Vernon juga tidak akan pernah bisa lepas dari Tiara, karena Tiara adalah rumah Vernon, Cinta pertama dalam hidup Vernon!" pria itu sekali lagi mengakui perasaannya namun sebagai seorang pria normal.


Tiara menangis, antara senang, khawatir dan sedih, semuanya bercampur aduk, di satu sisi dia bahagia dengan kesembuhan suaminya, di sisi lain dia takut ditinggalkan lagi.


Vernon menepuk nepuk punggung istrinya. Tiara yang biasanya ceria terlalu banyak menangis hari ini, kejadian sepanjang hari terlalu melelahkan bagi wanita itu.

__ADS_1


"Sudah, bukankah hal baik kalau suamimu sudah normal, kita bisa menjalani kehidupan yang bahagia, aku janji Ra," ucap Vernon.


Tiara menatap suaminya, dia mengusap wajah pria itu,"aku bersyukur, kamu akhirnya sembuh, kamu.. kamu tidak akan diejek orang lagi, aku bersyukur Ver, aku benar benar bahagia!!" ucap Tiara.


"Kalau bahagia, jangan tersenyum sambil menangis, itu terlalu menyedihkan," ucap Vernon.


Dia mengangkat tubuh istrinya dan membawa wanita itu ke atas tempat tidur.


"Jangan menangis lagi karena hal hal seperti ini," Vernon menunjukkan pesan pesan di ponsel Tiara.


"Tapi mereka... mereka bilang akan mengambilmu," lirih Tiara.


"Mereka tidak akan mengambilku kalau tau aku gila kan, jadi rahasia ini hanya kita dan seisi rumah ini yang tau, lagi pula aku sudah melakukan sedikit kekacauan kecil tadi hehehe..." ucap Vernon.


"hmm? kekacauan apa?" tanya Tiara.


"emmm mengusir hama busuk, pokoknya sudah beres, mulai sekarang kita hanya akan menjalani hidup yang bahagia, aku janji, aku tidak akan meninggalkan mu," ucap Vernon.


Tiara tersenyum bahagia," terimakasih, tapi kapan kita pulang, rumah ini agak asing bagiku, apa kita tidak bisa tinggal di kontrakan saja?" tanya Tiara.


"Ja..jadi yang kudengar tadi!?


"Ya itu pertempuran besar, aku tak ingin kamu terluka, sementara waktu kita tinggal disini, kamu masih boleh beraktivitas di luar, aku akan mengawasi dari jauh," ucap Vernon.


"Kenapa jadi ribet begini sih, mereka itu kok gak capek ya ngusik hidup orang terus, ihhh bikin kesal!!!" gerutu Tiara.


"Namanya manusia sayang, " celetuk Vernon.


"Tapi kamu gak boleh ya ikut aku aja? aku takut, emangnya kamu ngapain? mau kerja atau gimana!?" tanya Tiara.


"Aku punya banyak urusan Ra, aku harus menyelesaikan sengketa dengan keluarga D.K, beberapa hari lagi aku akan menjalankan perusahaan sesuai dengan wasiat kakek, aku mungkin akan sedikit sibuk," ucap Vernon.


"Tuh kan gak seru, kamu balik jadi bodoh lagi aja, biar waktunya bisa terus sama aku, kalau gini kamu pasti bakal pulang malam, kamu pasti sibuk kerja, sibuk ini itu, ihh nyebelin tau!!" tukas Tiara.

__ADS_1


"Ihhh kamu kok gemesin sih, " Vernon mencubit pipi Tiara.


"Kamu juga kan bakalan sibuk kuliah dan kerja sambilan Ra, udah dibilang gak usah kerja tapi kamu ngeyel," celetuk Vernon.


"Ehh i..iya sih, besok aku udah masuk semester baru, ga apa apa deh, yang penting kamu terus disisiku, jangan pergi kemana mana, aku gak bakal kasih kamu ke perempuan mana pun!" tegas Tiara.


"Wah kamu mulai jadi istri posesif ya!" ucap Vernon, jujur saja sifat blak blakan istrinya ini selalu berhasil membuatnya terkejut.


"Kan kita udah tidur bersama jadi kami seutuhnya milik Tiara, kamu bertanggungjawab atas Tiara, kalau Tiara sampai hamil gimana hmm? jangan coba coba main api sama Tiara!" ancam wanita itu sambil menunjukkan kepalan tangannya.


glekkk...


Vernon menenggak salivanya sendiri, Tiara benar benar perempuan yang tidak takut tantangan, bisa bisanya dia mengancam suaminya sendiri.


"Haih dasar kamu, baiklah, lagipula siapa yang bisa lepas dari jerat istri cantik dan baik seperti kamu, gak akan ada yang bisa Ra, aku udah jatuh sedalam dalamnya ke lautan cintamu," celetuk Vernon.


"Huweeekkk... ihhh apaan sih, ko jadi lebay ngomongnya, dasar kamu aneh hahahahahah...." Tiara malah mengejek Vernon.


"Loh bener loh permaisuri cintaku, adinda kesayanganku, aku telah jatuh cinta bahkan cinta ini luar biasa sampai menembus langit ketujuh," ucap Vernon lagu lagu mengeluarkan gombalan supernya menggoda sang istri .


"kyaaakkk apaan itu, hahhahahahah darimana kamu mempelajari kata kata mengerikan itu hahahahha... pasti Max ya hahahah..." Tiara tertawa terbahak-bahak.


"Bukan adinda sayang, kata kata ini keluar dari bibir kakanda, dari lubuk hati terdalam!" balas Vernon lagi, pa dia berpikir kalau dia adalah seorang pujangga cinta!?


Sementara itu,


"Kok aku tiba tiba merinding ya, apa ada yang membicarakan aku!?" Max menggaruk tengkuknya yang tiba tiba terasa dingin, dia sedang duduk di dalam kamarnya bekerja menyelesaikan misi dari tuan nya, tetapi tiba tiba dia merinding.


"Siapa gerangan yang membicarakan aku, apa itu dia? si mantan yang sudah mau nikah!?"


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen ya ☺️


__ADS_2