
Seorang wanita cantik berjalan menghampiri mereka dengan senyuman lembut nan manis. Wanita cantik yang beberapa hari lalu berhasil dibantai bertekuk lutut dan mengaku kalah di hadapan Tiara.
Ya, perempuan itu adalah Diana yang datang menyusul tuan dan nyonya mudanya untuk memberikan perlindungan lebih terhadap kedua orang yang kini menjadi orang penting bagi aliansi Davichi.
"Selamat siang tuan, nyonya, saya datang untuk membantu," ucap Diana sambil membungkuk hormat ke arah mereka berdua.
Sontak Tiara dan Vernon serta Arthur terkejut, pasalnya mereka tidak tau kalau Diana ikut serta ke acara itu.
"Diana!? Dia Diana bukan!?" Tanya Tiara sambil menatap suaminya.
Vernon mengangguk sambil menatap Diana dengan penuh selidik, wanita di depannya itu memang setia namun bisa juga menjadi bumerang bagi Davichi.
"Mau apa kau!?' tanya Vernon dengan nada ketus.
“ Sayang dengar dulu, jangan langsung marah,” Tiara menepuk punggung suaminya yang langsung naik pitam saat melihat Diana disana. Wanita itu memang dihukum namun atas keinginan Tiara dia tidak diusir dari Aliansi.
“ Dia sudah menyakitimu dengan kata katanya, entah mau dengan cara apa lagi dia akan menyakitimu, aku tidak suka,” ketus Vernon sambil melemparkan tatapan pembunuh ke arah Diana.
Diana yang sudah biasa dengan hal seperti itu diam dan tetap tenang. Dia mengaku salah dengan cara bersikap dan cara dia menilai Tiara waktu itu. Kali ini dia akan mengabdi dengan cara yang benar pada vernon dan Tiara.
“ Bicaralah Diana,” ucap Tiara yang menahan lengan suaminya.
“ Saya pikir disini ada masalah, beberapa menit lalu kami menangkap salah satu kru yang membawa minuman ke ruang ganti nyonya muda dan rekan rekan anda, sepertinya dia disuruh oleh seseorang namun belum tau siapa dalangnya, anak buah sedang menginterogasi pria itu,” jelas Diana yang langsung bergerak cepat. Dia mengawasi semua pergerakan orang di sekitar tuan dan nyonya mudanya dari jauh, sehingga meski sedikit kecolongan mereka bisa bertindak dengan cepat.
“ Dan yang pasti dari keterangan pria yang kami tangkap target utamanya adalah nyonya muda, kami terlambat mengetahui gerak gerik pria itu, sebab dia juga memberikan makanan yang sama pada peserta lain, namun anehnya hanya pada beberapa perusahaan, oleh karena itu kami bertindak, ternyata benar dia digerakkan oleh seseorang ,” jelas Diana lagi.
“ Jadi maksudnmu makanan itu diberi racun.?” Tanya Tiara denagn mata membulat sempurna.
__ADS_1
Diana mengangguk.
“ Benar Nyonya, sepertinya diberi obat pencahar atau semacam racun untuk membuat sakit perut dan mengganggu pencernaan untuk beberapa jam bahkan mungkin sampai besok,” jelas Diana.
Tiara dan yang lainnya terbelalak kaget, mereka pikir disana aman, ternyata ada juga orang yang mengganggu ketenangan mereka.
Vernon mengeraskan rahangnya, sialnya dia bisa kecolongan untuk gal se-fatal itu.
“ Sialan, bagaimana bisa sampai lengah!!”geram Vernon namun di kepalanya sudah menerka siapa gerangan dalang dari hal ini. Dia sudah bisa menebak siapa pelaku di balik kejadian ini.
“ Lalu bagaimana dengan mereka, kasihan mereka, gara gara aku..
“ ini bukan gara gara anda Nona, jangan menyalahkan diri anda, lebih baik kita bersiap untuk acaranya bukankah sebentar lagi giliran tim Anda?” Diana mengingatkan jadwal mereka yang akan segera dimulai.
“ Lau bagaimana dengan Tasya dan yang lainnya, mereka..” Tiara menatap mereka dengan tatapan berkaca kaca, dia tidak tega membiarkan teman temannya dalam kondisi buruk sementara dirinya sibuk mengurus runaway.
“ Tenang sayang,” Vernon memegang bahu istrinya dan menatapnya dnegan lembut.
“ Mereka juga harus melihat ini... ini mimpi kami bersama, bagaimana bisa hanya aku yang tampil.. hiks hiks hiks.... Hanum, Tasya, Josua.... mereka berusaha keras untuk mencapai semua target, mereka berjuang keras untuk menentukan desain yang akan di bawa ke panggung... apa hak ku mewakili nama merka, aku tidaklah bisa...” Tiara merasa buruk dengan dirinya yang tidak bisa berbuat apa apa di saat seperti ini.
“ ini semua karena diriku, seharusnya aku tidak ikut, karena aku mereka jadi korban hik shiks hiks...” Tiara terduduk sambil menangis sedih.
“Sayang dengarkan aku!!” Vernon sedikit membentak istirnya.
Tiara menatap Vernon dengan tatapan bersalah, air matanya terus saja mengalir.
“ ini bukan salahmu, tenang saja semua akan baik baik saja, kamu harus bisa membuat impianmu dan impian timmu kenyataan, jangan buat merkea kecewa sayang,” ucap Vernon.
“ Raa.... tolong majulah mewakili kami, kami percaya padamu..” Tasya datang sambil ditopang pengawal, wajahnya pucat tampak kalau dia mengalami dehidrasi berat.
__ADS_1
“ benar Ra... sekarang nasib dan karir kita di tanganmu, ini acara penting, acara perdana bagi kita untuk menampilkan karya kita, kamu pasti bisa... Hanum juga pasti berharap kamu maju dan melakukan yang terbaik..” Ucap Josua yang kondisinya sama dengan Tasya, sementara dua model wanita itu sudah pingsan dan dibawa ke rumah sakit.
“ Hiks hiks hiks... maafkan aku... seandainya kalian tidak ikut tim ini kalian tidak akan mengalami hal ini... ini salahku, aku memang membawa sial...” tangis Tiara semakin kencang dan hal ini membuat Vernon , Arthur dan duo K heran, mereka kenal jelas dengan Tiara yang tidak akan merasa sedih hanya dengan kejadian seperti ini. Namun sikap Tiara sejak pagi tadi terlihat aneh, dia tampak murung namun saat ditanya dia selalu menjawab tidak apa apa.
Vernon memeluk istrinya dan membawanya berdiri, entah apa yang terjadi pada Tiara, pasti ada sesuatu yang mengganggu istrinya.
“ Tenang sayang,.... tenang ya... ada aku....” Dengan lembut Vernon menenangkan istrinya, membiarkannya menangis sampai puas dalam pelukannya.
“ Hiks hiks hiks.... aku memang gak berguna hiks hiks...
“shhh jangan bilang begitu, semua akan baik baik saja.
Sementara Vernon menenangkan Tiara, yang lain sudah bersiap siap untuk penampilan selanjutnya. Merka tidak lagi membuang waktu , pertunjukan kali ini harus dibuat sebaik mungkin untuk membalas orang orang yang telah mengacaukan tim Tiara.
“ Kita akan melakukannya bersama sama, jangan takut, aku ada disisimu, aku akan membantumu, apapun yang terjadi nanti, percaya padaku kalau aku akan menyelesaikannya untukmu,” ucap Vernon sambil menangkupkan kedua tangannya di wajah Tiara.
“ Kamu bisa sayang, kamu pasti bisa..” Ucpa Vernon.
Tiara mengangguk lemah, dia menatap teman temannya. Ada Tasya dan Josua yang menaruh kepercaaan padanya, ada Arthur, Duo K, bahkan Diana dan suaminya yang mendukungnya. Ada Hanum dan Max yang pasti memiliki harapan yang sama pada Tiara.
“ Aku akan melakukannya, apa pun yang mereka katakan, aku adalah aku... aku tidak akan mengecewakan kalian..” ucap Tiara.
“ Sekarang jujur, apa yang terjadi padamu, kenapa kamu tiba tiba seperti ini?” kali ini tatapan mata Vernon begitu tegas, dia tau ada yang tidak beres dengan mood istrinya hari ini.
Tiara terdiam, dia tau tidak akan bisa berbohong di depan suaminya. Wanita itu menunduk, dia merogoh ponselnya lalu memberikan ponselnya pada vernon.
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen.