
Seminggu kemudian,
Max baru pulang dari supermarket, dia membawa beberapa cemilan dan makanan yang diinginkan istrinya juga cemilan untuk nyonya mudanya. Tangan pria itu penuh dengan belanjaan.
Dia sudah memulai cutinya dan Vernon mulai sibuk dengan urusan kantor bersama Kevin dan Duo K yang belajar di bawah bimbingannya untuk menjadi penerus grup Karl. Kevin yang akan mengendalikan Tretto grup, sedang Vernon mengendalikan Nusantara grup dan juga D.K grup.
Perlahan pria itu berjalan menuju ruang keluarga, dia merasa aneh karena dirinya cukup santai belakangan ini, menikmati waktu bersama istrinya dan memantau perkembangan janin istrinya sambil menyiapkan rencana penyerangan untuk mempermalukan Bella dan Ibu mertua yang telah mengusik istrinya.
"Hahahhaha... ini sangat lucu, King dan Queen punya kepribadian yang sangat berbeda hahahah... mereka berdua kembar tapi sifatnya sudah beda sejak bayi!!" Tawa Hanum terdengar begitu bahagia.
Hanum, Tiara dan Nyonya Kiara sedang bermain bersama.si kembar di dalam ruangan keluarga. Hanum dan Max memutuskan untuk tinggal di mansion utama Karl, tetu rumah yang berbeda dengan rumah utama yang ditinggali oleh tuan Frank dan keluarganya.
Mansion besar yang diberikan mendiang kakek Vernon khusus pada pria itu dan kini telah dihuni oleh orang orang penting.
"Cucu nenek ganteng dan antik banget sih, aduh kalian menggemaskan sekali hahhahaha...." Nyonya Kiara tak habis habisnya memuji kecantikan dan ketampanan bayi kembar itu.
"Mereka sangat menggemaskan," ucap Hanum sambil menatap si kembar. King yang sangat aktif dan Queena yang terkesan pendiam dan tenang seperti Papanya.
"Mama senang banget akhirnya jadi nenek, Mama gak nyangka akan punya cucu lagi dari Hanum, selamat ya sayang," ucap Nyonya Kiara sambil mengusap wajah Hanum dan memperlakukan wanita itu seperti putrNya sendiri.
Hanum tertegun, perlakuan hangat nyonya Kiara membuat Hati Hanum bahagia dan bisa merasakan hangatnya tangan seorang ibu.
"Terimakasih nyonya," ucap Hanum dengan wajah berbinar binar sambil tersenyum. Dia tersipu malu dengan senyuman nyonya Kiara yang sangat lembut.
"e..em..? jangan panggil nyonya ya sayang, panggil Mama saja, Mama juga pengen dekat sama Hanum, kamu mau kan dekat sama Mama?" ucap Nyonya Kiara sambil menggenggam tangan Hanum dengan hangat.
Nyonya Kiara benar benar banyak berubah, Tiara sendiri sampai terharu melihat perubahan besar pada ibu mertuanya.
Hanum tertegun, bahkan mamanya sendiri menolak untuk dipanggil mama oleh Hanum. Menghindar Hanum dan tak menganggap Hanum sebagai putrinya, tapi nyonya Kiara yang jelas orangtua dari atasan suaminya justru menganggapnya sebagai seorang anak.
Hanum yang haus akan kasih sayang terlihat berkaca kaca menatap nyonya Kiara dan Tiara bergantian..Dia belum mengucapakan kebenaran tentang dirinya dan Tiara tetap diam tanpa bilang apa pun.
"Apa bo.. boleh?" Hanum terlihat penuh harap.
Max mendengar pembicaraan mereka, dia melihat ekspresi penuh harap dari istrinya. Hanum sudah melalui hal yang sulit dan dia haus akan kasih sayang dari seorang ibu.
Nyonya Kiara mengangguk," tentu saja sayang, kamu boleh, Mama akan senang heheh, iya kan sayang," ucap Nyonya Kiara sambil menggenggam tangan menantu nya.
Tiara mengangguk setuju sambil tersenyum manis.
__ADS_1
Hanum terdiam, rasanya begitu bahagia saat dia bisa memanggil seseorang dengan panggilan itu secara bebas.
"Huwaa..... Hanum senang hiks hiks hiks hiks..." Akhirnya Hanum menangis di depan mereka berdua.
"loh Hanum kenapa menangis sayang? " Nyonya Kiara tampak heran, tentu saja dia heran karena dia belum tau kala Hanum adalah seorang anak yang tak diinginkan.
Tiara bahkan terlihat berkaca kaca saat melihat wajah bahagia sahabatnya. Ada rasa lega di Hata Tiara saat melihat sahabatnya akhirnya bisa merasa bahagia.
"Hanum senang Ma... Mama.... huwaa... Hanum senang maaaa hiks hiks hiks......
wanita itu menangis tersedu sedu sambil memanggil nyonya Kiara dengan sebutan itu.
Nyonya Kiara yang heran menatap Tiara, yang ditatap. juga menangis.
"Hayuuhhh kalian ini cengeng sekali, sini Mama peluk, kenapa menangis hmm???" Nyonya Kiara memeluk kedua wanita itu dengan erat.
Baik Hanum maupun Tiara yang sama sama haus akan kasih sayang seorang ibu membalas pelukan nyonya Kiara dengan erat.
"anak anak Mama cengeng sekali ya hahaha.... sudah jangan menangis," ucap Nyonya Kiara.
"Mama....huwaaa......
Bukannya makin tenang kedua wanita itu malah menangis penuh haru.
Max di balik pintu terharu dengan kebahagiaan sederhana ini. Dia malah berkaca kaca mendengar perbincangan mereka.
"Hanum, Nyonya muda, kalian berhak menerima kebahagiaan ini," gumam Max penuh haru.
Namun seketika rasa senangnya hilang saat melihat Arthur sedang berjalan mengikuti Diana dari dapur ke arah depan dan kemanapun gadis itu pergi.
"Arthur apa yang kau lakukan kenapa mengekoriku hah, mengesalkan sekali!!!!" gerutu Diana sambil menatap Arthur dengan tatapan kesal.
"Hmm? aku mana ada mengikutimu kau terlalu kepedean,"celetuk Arthur.
"Grrhhh dasar aneh!!" kesal Diana yang mengubah arah jalannya menuju ruang makan.
Lagi lagi Arthur mengikutinya seperti seekor peliharaan yang mengikuti tuannya kemana pun tuannya pergi.
"Tuh kan mau ngapain sih!!!!" kesal Diana sambil menggerutu dan menghentakkan kakinya ke lantai saking kesalnya karena Sejak bangun pagi, Arthur yang tidur di rumah itu terus menempel pada dirinya.
__ADS_1
"aku memang mau kesini, dasar aneh!" balas Arthur seolah tak terjadi apa apa.
"Hahahahah wajahnya jadi menggemaskan kalau lagi kesal ahhahahaja... aku baru sadar kalau membuat Diana kesal seseru ini hahahhahahah...." Batin Arthur tertawa terbahak bahak.
Tiba tiba khayalannya hancur saat melihat tatapan tajam dan liar dari seorang Max yang berdiri di elang ruang keluarga. Menatapnya dengan tatapan setajam ular dan seringai seseram singa liar yang siap menerkam nya kapanpun.
"Sial, kenapa Max jadi posesif begitu sih? aku ka serius mau cari jodoh, apa gak boleh pdkt sama adiknya, dasar pria kaku!" batin Arthur yang membalas tatapan tajam Max sama tajamnya.
Mereka berdua saling menatap, suasananya jadi menegangkan seperti ada sengatan listrik keluar dari mata kedua orang itu.
"Diana kemari!" panggil Max dengan suara tegas. Diana yang resah dengan kelakuan Arthur berlari menghampiri kakaknya yang memanggilnya.
"ahhh kakak adalah penyelamat ku, terimakasih telah memanggilku, pria itu terus mengikutiku, sangat menyebalkan!" celetuk Diana.
Arthur memicingkan matanya saat melihat Diana bisik bisik di telinga Max.
"Aku juga bergabung!" celetuk Arthur yang langsung mendekati mereka berdua.
"Mau kemana kau!?" kesal Max.
"Mau melihat si kembar, apa ada masalah dengan itu kakak ipar ??" ucap Arthur dengan berani sambil menatap Max dengan seringai licik di wajahnya.
"Ka..kakak ipar!???" Mata Diana membulat sempurna bahkan Max dibuat geram.
"Hahahahah.... ayo masuk baby, si kembar menunggu kita!!" celetuk Arthur sambil mencolek dagu Diana dan mengedipkan sebelah matanya.
"Arthur!!!!" geram Max yang langsung menarik tangan Diana dan menyembunyikan gadis itu ke belakang tubuhnya.
"Hahahahha.... jangan marah kakak ipar," goda Arthur sambil melenggang masuk ke dalam ruangan itu.
"CK... si kampret ini!!!!" geram Max.
Sementara mereka menikmati hari mereka, Bella sedang berada dalam perjalanannya menuju Nusantara grup untuk membuat kekacauan lagi hari ini, entah apa yang sedang direncanakan oleh wanita itu, tapi tampak dari penampilannya yang glamour dan mewah dia akan membuat dunia gempar.
"Aku akan membuatmu kembali padaku Max," gumam Bella dengan senyuman selicik nenek sihir di wajahnya.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 🤗