Suami 189 Cm-ku

Suami 189 Cm-ku
27


__ADS_3


" Tiara atau Vernon yang mandi duluan!?" tanya wanita itu sambil memilah pakaian suaminya.


"Mandi? " Ucap Vernon sambil menatap Tiara dengan tatapan bodoh padahal otaknya sudah traveling sampai galaksi Andromeda bahkan sampa terbang ke langit ketujuh.


"Mandi ya heheh.. kayaknya bisa mandi bareng nih..." Batin pikiran nakal Vernon yang mulai membayangkan bayangan romantis di otak jeniusnya itu.


"Ver! Hei kok malah bengong sih???" Celetuk Tiara heran


"Emm? Nggak apa apa, Vernon cuma sakit kepala, masih pening... Pengen mandi tapi gak bisa mandi sendiri, sakit banget..." Pria itu meringis kesakitan sambil memegang keningnya padahal beberapa saat lalu tidak terjadi apa apa padanya, benar benar pria ini pandai memanfaatkan situasi.


"Sesakit itu? Ya udah biara Tiara panggilkan Max" ucap wanita itu.


"Gak mau, Vernon gak mau sama Max, hiks hiks hiks... Vernon gak mau!!!!" Rengek pria itu yang memulai akting menangisnya di depan Tiara.


"Bisa gak ya, berhasil gak ya, heheheh... Kalau berhasil lumayanlah modus baru hihih..." Pikiran jahat Vernon si pria tinggi itu mulai merajalela.


"Loh kenapa? Ada apa? Terus kamu mau gimana, kita obatin atau mandi dulu?" Tanya Tiara


"Mandi," ucap Vernon sambil memainkan jarinya dan menatap Tiara dengan tatapan anak anak.


"Ya udah kamu mandi sana biar Tiara tungguin," ucap wanita itu.


"Nggak mau, mau dimandiin sama kakak cantik!!" Ucap Vernon sambil menggembungkan pipinya.


"Hah!!! Nggak!! Masa iya aku mandiin kamu, gak boleh Vernon!!" Tiara langsung panik saat mendengar permintaan aneh pria itu, padahal selama ini Vernon mandi sendiri dan tak pernah mengeluh, tetapi sore ini dia benar benar aneh dengan segala permintaan anehnya itu.


"Hiks hiks hiks... Gak mau.. mau mandi sama kakak cantik, " Vernon merengek dan merondok di sudut kamar sambil menekuk kakinya menangis seperti anak kecil.


"kakak gak mau ya? Gak ada yang sayang sama Vernon, gak ada yang sayang sama Vernon hiks hiks hiks... Semuanya membenci Vernon karena Vernon bodoh, semuanya membenci Vernon, hiks hiks hiks Vernon memang tidak berguna, istri Vernon sendiri tidak mau membantu Vernon ," pria itu merengek, lagi lagi aktingnya tak pernah gagal.


Tiara menghela nafas berat, kondisi suaminya menurutnya cukup memprihatinkan, terkadang sangat sensitif, terkadang sangat normal dan seperti saat ini, kambuh tanpa sebab yang jelas.


"Tidak apa apa kali ya kalau aku bantu mandiin, toh udah suami istri," batin Tiara sambil menatap Vernon.


"Ya udah jangan nangis, Tiara bantu mandi, ayo cepat, jangan nangis lagi ya," ucapny sambil mendekati Vernon dan mengusap lengan pria itu dengan lembut.


Vernon mengangkat kepalanya dan menatap Tiara dengan tatapan berkaca kaca," benar boleh?" Tanya Vernon.


Tiara mengangguk lembut," boleh, ayo cepat mereka sudah menunggu, cepat!" Ajak Tiara.


"Yaasss hahahhahaha gak gagal deh aktingnya ,hihihi... Hebat kamu Vernon, emang Tiara istri the best!!" Batin Vernon berteriak kegirangan karena akal bulusnya berjalan lancar.

__ADS_1


"Tiara gak marah kan?" Tanya Vernon sambil menatap istrinya yang sudah berjalan terlebih dahulu ke dalam kamar mandi.


"Hmm?" Tiara berbalik dengan wajah masam.


"Tiara marah!!" Ucapnya sambil menekuk wajahnya dan menatap Vernon dengan kejam.


"Ma..maaf, ka..kalau begitu nggak usah, biar Vernon sendiri aja, maaf," Vernon menciut, sungguh ekspresi nya tak ada yang bisa mengalahkan.


"Hahahaha... Vernon mudah banget ditipunya hahahah... Tiara gak marah kok, kamu baperan sih makanya mikir nggak nggak hihih..." Tiara tertawa cekikikan melihat ekspresi sudah suaminya.


"Tiara jahil ihh...." Rengek pria itu.


"Kupikir ibu negara marah, hampir saja, tau taunya lagi bercanda hahah dasar kamu ya," batin Vernon.


"Ya udah ayo mandi," ajak Tiara.


Wanita itu menyalakan keran air dan mengisi bathtube dengan air hangat." Wah fasilitas nya lengkap sekali ya, kupikir kita harus pakai pemanas lagi, taunya airnya sudah hangat," Ucap Tiara terkagum kagum, interior kamar mandinya saja sudah membuat orang pernah syok.


"Tiara suka?" Tanya Vernon yang sedang membuka semua pakaiannya tanpa segan segan.


"He..em.. suka banget," ucap Tiara yang belum sadar dengan suaminya yang sudah tak memakai sehelai benang pun.


Setelah memastikan airnya pas, Tiara berbalik," ya sudah ayo man... Arrhhhh Vernon mana pakaian kamu!!!" Pekik Tiara yang langsung menutupi matanya saat melihat penampilan polos suaminya, postur tubuh yang luar biasa indah, bagaiman bisa seorang pria idiot memiliki postur sehebat itu.


"Kan mau mandi, ya harus buka pakaian Tiara, Tiara cepat buka pakaiannya, kita mandi, Vernon udah gerah!!" Ucap pria itu tanpa ada sedikitpun rasa malu dan segan.


"Tapi katanya mau mandiin Vernon, ga jadi yah?!?" Lagi lagi Vernon memasang wajah sedih.


"Haihh baiklah baiklah, kamu masuk dulu ke dalam bathtub, terus berbalik jangan lihat Tiara!!" Ucapnya.


"Kenapa?" Tanya Venron dengan polosnya, demi dewa Arthemus seharusnya bibir Venron ini digampar Malaikan maut biar gak sepolos itu.


"Kenapa kenapa ndasmu, dasar pria aneh, kau tidak tah kalau aku malu hah, masa iya harus buka pakaian di depanmu, ohhh Vernon gimana sih minta nya aneh aneh!!!" Gumam Tiara, jantung wanita itu berdebar debar, wajahnya memanas seketika, jujur saja saat ini dia benar benar gugup.


"Sudah diam saja, Tiara malu, lihat kesana" kesal wanita itu.


Vernon tersenyum nakal, akhirnya apa yang dia nantikan tiba, mungkinkah kejadian di malam itu akan terulang hari ini? Semua tergantung skenario sang sutradara.


Tiara melepaskan semua pakaiannya, dia menutupi tubuhnya dengan rambut panjang dan tangan nya, benar benar malu kalau harus menunjukkan semuanya di depan Vernon meskipun sebenarnya sah sah saja.


Wanita itu masuk ke dalam bathtub dengan posisi berhadapan dengan Vernon yang sedang menatap ke arah lain.


"Sudah, mendekat sini biara Tiara gosok punggungnya," ucap wanita itu yang langsung menutupi tubuhnya dengan busa.

__ADS_1


Vernon menoleh, dia menenggak salivanya saat melihat istrinya terlihat sangat indah dalam bathtub itu, dia benar benar akan menyerang Tiara jika dia normal.


"Tahan Ver, tahan junior kecil, jangan bereaksi Dulu, pelan pelan saja, kita atur skenario hehe.." gumam Vernon.


Vernon mendekati Tiara lalu membalik tubuhnya, Tiara membersihkan punggung Vernon dengan lembut menggosoknya sampai bersih.


"Sekarang tangannya, bagian depan kamu gosok sendiri," ucap Tiara dengan suara gugup.


"He..em.." Vernon patuh seperti anak kecil.


Tak beberapa lama Vernon telah selesai," sekarang giliran Tiara!" Ucap Vernon yang terlihat agresif mengambil penggosok dan memutar tubuh Tiara dengan cepat.


"Ehh biar Tiara aja Ver," ucap wanita itu.


"Biar bersih, Vernon bantu," ucapnya yang langsung menggosok punggung wanita itu dengan sangat lembut.


"Tahan Ver tahan, ampuni otak kotor ku ini, tapi aku gak tahan kalau lihat beginian pengen makan!!!" Batin Vernon bergejolak.


Tiara merasakan jari jari Vernon menyentuh tubuhnya, seketika dia menegang, benar benar hal baru baginya.


"Ver udah? Biar Tiara aja," ucapnya pelan dengan wajah bersemu merah.


Vernon tak tahan, dia menatap punggung mulus itu, sontak dia membalik tubuh Tiara dan matanya langsung melihat pemandangan indah disana


"Vernon!!" Ucap Tiara yang spontan menutup tubuhnya.


"Vernon gak tahan Ra," suara pria itu terdengar berat, dia menarik tengkuk Tiara dan melanjutkan permainannya, tangannya menjelajah dengan liar di tubuh istrinya.


"Ver uhmm.. Ver jangan begini," ucap Tiara sambil melepaskan pagutan mereka.


"Boleh tidak? Vernon.." Dia menyentuh Tiara.


Tiara tak bisa menolak jujur saja dia menyukai sentuhan lembut suaminya.


"Ba..baiklah," ucap Tiara pelan, dia tau Vernon juga pria dewasa, dan sudah sepatutnya dia melayani suaminya meski pria itu diejek idiot. Akhirnya Tiara kalah dengan sentuhan manja di kulitnya itu, siapa yang tidak tahan dengan perlakuan lembut dan memabukkan dari pria idiot itu.


Vernon akhirnya melakukan hal yang terjadi di kamar hotel waktu itu, kejadian itu terulang, dan mereka sama sama dalam keadaan sadar.


"Sudah waktunya mengungkap identitas pada Tiara, tidak bisa lebih lama lagi," batin Vernon.


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen ya 🥰


__ADS_2