Suami 189 Cm-ku

Suami 189 Cm-ku
72


__ADS_3


Di sisi lain gedung acara fashion week , Risa yang mewakili perusahaan Admaja milik ayahnya tersenyum puas saat mengetahui kalau anak buah yang dia kirim untuk meracuni tim Tiara berhasil melakukan tugasnya dengan baik. Wanita itu tersenyum puas dengan semua rencana yang telah dia susun.


Dengan angkuh dan sombong, wanita yang mengenakan gaun merah tipis yang menunjukkan lekuk tubuhnya itu duduk seolah dia adalah atasan disana. Dia membuat para model kesal dan marah dengan sifat angkuhnya yang tiada tanding. Risa salah satu model ternama itu ternyata menunjukkan sikap tidak tau malu di dalam perusahanan ayahnya sendiri.


Tanpa sepengetahuan publik dia membully rekan modelnya hanya karena berpenampilan lebih baik dari dirinya. Dia menggoda para produser rumah produksi film untuk memasukkannnya sebagai bagian dari film itu. Menggoda para direktur dengan tubuhnya dan menunjukkan sifat polos dan tak berdosa di hadapan orang orang.


Oleh karena itu, Max dan Vernon tau seberapa berbahayanya Risa. Vernon dulu sudah tau semua kebusukan wanita itu, dia membiarkan kakaknya berhubungan dengan Risa sebagai bentuk balas dendam agar kakak angkatnya menderita. Namun kini semua itu menjadi penyesalan terbesar bagi Vernon karena membiarkan kakak angkatnya yang berharga berhubungan dengan seorang wanita seperti Risa.


Perempuan yang tidak kenal kata menyerah untuk mendapatkan semua keinginannya. Seorang hedonis yang parah, suka menghambur hamburkan uang untuk memuaskan kebutuhan tubuhnya. Membayar laki laki untuk tidur dengannya, menyuap banyak orang untuk menutupi kebusukannya. Namun kebusukan itu tidak akan bertahan lama.


Risa berpikir kalau rencananya berjalan dengan lancar, padahal dia tidak tau, pertunjukan sebenarnya kaan segera di mulai. Pertunjukan yang akan membuat Risa di permalukan oleh seluruh dunia.


“ Si om om tua itu benar benar bisa dimanfaatkan, hanya sekali belaian saja dia sudah menuruti semua keinginanku, tak sia sia aku menggunakan tubuhku untuk hasrat pria tua bau tanah itu, huh.. aku harus mencari laki laki segar, dan mungkin tuan Muda V yang paling tepat, dia membuat seluruh tubuhku bergetar, aku tak sabar ingin menikmati setiap sentuhannya.. emhhhhahhh... sabar Risaaa...” Sepertinya wanita itu benar benar sudah gila dan kehilangan kesadarannya.


Atau mungkin saja dia terkena guna guna sampai membuat otaknya tidak lagi normal. Wanita itu mengambil kotak kecil di dalam tasnya, dia mengeluarkan sebuah plastik berisi serbuk putih seperti kristal namun sangat halus.


Dia menaruh benda itu di bawah hidungnya, “ huuuffftttttrhhrhhh....” Dia menghirup dalam dalam sebuk putih itu. Tiba tiba saja dia duduk tegap sambil bersandar di kursi, tubuhnya naik turun , dadanya kembang kempis, tangannya mencengkram pegangan sofa saat efek benda itu mulai menguasai tubuhnya. Dia gemetar, tubuhnya melengkung ke atas, kepalanya, mendongak bibirnya terbuka dan matanya melotot menatap ke atas langit langit.


Jika orang melihat dia sepeti sedang kesurupan, namun nyatanya di otak Risa, dia sedang menikmati sentuhan sentuhan gaib , sentuhan sentuhan panas dari lawan main nya. Membayangkan semua adegan yang pernah dia lakukan bersama para pria. Entah sudah berapa banyak pria yang dia pakai untuk memuaskannya.


Senyum kepuasan tergambar jelas di wajah wanita itu saat efek obat itu mulai menghilang. Dia memakai oabt obatan terlarang yang memberikan efek halusinaasi yang sangat parah bahkan membuat pemakainya ketergantungan dengan benda itu.


Sementara Risa mengekploitasi tubuhnya dengan obat obatan haram itu, di salah satu rumah sakit di Milan, pasangan yang belum dihalalkan dan belum tau kapalnya akan bergerak kemana, sedang berada dalam posisi canggung saat Hanum sedang mencocokkan pakaian yang dia desain untuk Kodak. Namun karena Kodak terkena racun dari makanan itu dia tak bisa tampil hari ini dan Max akan menggantikan pria itu.


Max terus menerus menahan nafas saat Hanum berada di dekat tubuhnya dia tak ingin membuat gadis itu merasa canggung atau merasa tidak enak karena harus menyentuhnya dalam artian memasangkan pakaian itu padanya.


Setelah di bawa ke rumah sakit, kondisi Hanum membaik dengan cepat karena penanganan tidak terlambat. Belum lagi cara Max memerintah membuat merka tidak berani melawan. Seolah seorang bos besar sedang membawa istrinya yang sedang sakit ke rumah sakit dan meminta mereka melakukan perawatan yang terbaik bagi Hanum.


Setelah mendapatkan konfirmasi dari Tiara dan yang lain, Max mengganti pakaian dengan pakaian yang didesain oleh Hanum yang diantarkan oleh pengawal. Tiara tak sempat mengurus pakaian Max , selain itu Hanum yang paling tau detail pakaian itu. Meski masih sesak, Hanum memaksakan dirinya untuk melakukan yang terbaik.

__ADS_1


Sambil menggaruk garuk kulitnya Hanum memasang ornamen pelengkap pakaian itu. Pakaian bernuasa Arab yang sangat ikonik dan akan membuat semua orang memberi perhatian lebih pada pakaian yang membuat pemiliknya berkharisma.


“Tak kusangka orang yang menjadi inspirasiku membuat pakaian ini justru adalah orang yang memakai pakaian tersebut,” gumam Hanum yang sama samar di dengar oleh Max.


“ Apa Nona? Anda mengatakan apa tadi?” tanya Max bingung, dia takut salah menanggapi.


“Ahhh tidak tuan, saya hanya berbicara sendiri,” ucap Hanum sambil melirik pria itu lalu kembali memasang ornamen di pinggang pria itu.


Lagi lagi Max menahan nafasnya, tak ingin mengganggu gadis yang sudah membuat hatinya gemetaran bahkan hanya dengan menatap gadis itu


“ Aku tidak menyangka bisa sedekat ini dengan Hanum arhhh apa kuikuti saja yang diusulkan nyonya muda? Apa aku harus mengejarnya?” pikir Max yang kadar cintanya sudah semakin menggelora.


Belum lagi saat memeriksa pesan di ponselnya dia mendapatakn dukungan penuh dari nyonya mudanya, bukankah ini sebuah kesempatan untuk mendaptakn hati Hanum?


“ Tuan turunkan tangan anda, saya akan memasang ornamen bagian bahu,” ucap Hanum dengan lembut.


Max menurut dengan menurunkan tangannya. Dia menatap gadis itu dengan lembut bukan dengan niat liar.


“ Kau cantik Hanum,” bisik Max yang mulai melancarkan serangan pertamanya.


Deg deg deg...


Jantung Hanum berdegup kencang entah bagaimana dia akan menatap Max berikutnya.


“ Wajahmu merah apa kau sakit?” tanya Max yang tak lagi berbicara formal dan memanggil nama Hanum dengan lembut.


“ Sa.. saya baik ba.. baik saja tuan, tolong jangan bicara saya sedang memasang ini,” ucap Hanum yang jadi salah tingkah akibat ulah Max.


“ bailklah Hanum, aku akan menurut,” ucap Max lagi lagi dengan sangat lembut.


“ Ya Allahh kuatkan hamba, bagaimana bisa pria ini begitu lembut , astaga aku tak bisa menahan diriku kalau seperti ini,” batin Hanum.

__ADS_1


“ Fokuslah aku tak akan mengganggumu,Hanum,” bisik Max lagi.


Hanum memasang setiap ornamen di tubuh Max dengan teliti meski hatinya gemataran di dekat pria yang membuatnya tertarik.


Max tersenyum tipis saat melihat Hanum bertingkah demikian sepertinya dia mendapat lampu hijau untuk hubungannya dengan Hanum.


Beberapa menit kemudian, Hanum telah selesai, kini bagian terakhir yaitu ornamen penutup kepala Max.


“ Tuan ini bagian terakhir, biasakah anda menunduk sedikit?” ucap Hanum. Dengan senang hati Max menunduk. Dengan hati hati gadis itu menaruh ornamen penutup kepala di kepala Max dan merapikannya dengan teliti.


“ Sudah ,” ucap Hanum.


Max berdiri tegap dengan mata nya yang tajam menatap Hanum dengan lembut.


Deg deg deg...


Hanum tercengang saat melihat penampilan Max keseluruhan dia terpesona dengan penampilan Max yang memukau dan sangat pas dengan apa yang dia bayangkan saat mendesain pakaian itu.


“ masya allah....” ucap Hanum dengan tatapan takjub. Pria di depannya sangat tampan dan mempesona dengan pakaian yang di buat oleh Hanum. Max tersenyum lembut lalu mendekat ke telinga Hanum.


“ Aku akan berjuang Hanum, aku akan membuatmu bangga, aku akan berjuang untuk kita,” bisik Pria itu.


Hanum hanya bisa terdiam membatu, penampilan Max dan kata kata lembutnya membuat hanum melongo bahkan tak sadar kalau pria itu sudah pergi dari sana dengan tebruru buru karena waktu peragaan sudah tiba.


.


.


.


Like, vote dan komen

__ADS_1


__ADS_2