Suami 189 Cm-ku

Suami 189 Cm-ku
47


__ADS_3


Vernon menatap mereka semua dengan wajah kesal. Bagaimana mereka semua mengerjai dirinya sampai seperti itu.


"Ulah siapa ini!!!" kesal Vernon.


Mereka semua tertawa dan menunjuk Tiara. Bahkan Tiara sendiri angkat tangan dengan wajah tak bersalah.


"Maaf sayang, habisnya kamu keras kepala, terpaksa aku melakukan ini," ucap Tiara.


Sebenarnya kemarin Tiara membicarakan niatnya untuk membuat hubungan Vernon dan Kevin semakin baik. Kondisi Kevin memang sesuai dengan yang diucapkan Tiara pada Vernon hanya saja dia menambahkan sedikit bumbu drama di dalamnya.


Johan dan Nastusha yang mengetahui rencana itu terlebih dahulu, setelah nya Johan menghubungi Arthur dan Damian terkait kepulangannya ke Indonesia dan tidak memberitahu Vernon. Akhirnya Arthur dan Damian ikut dalam rencana itu. Max sendiri diberitahu secara pribadi oleh Tiara dan meminta menyembunyikan rencana itu dari Vernon.


Tiara berpikir kalau rencananya akan terbongkar dari awal, sebab dia masih sempat mengajak Vernon ke kampus padahal dari kata-kata nya sudah menjelaskan kalau Kevin dalam keadaan kritis. Namun ternyata semuanya lancar, bahkan Kevin sendiri mau diajak bekerja sama demi hubungan baiknya dengan Vernon kembali.


"Raaa aku benar benar takut tadi!!!" gerutu Vernon.


"Kalian juga kapan kalian berdua datang, bukannya si kunyuk ini bilang kau tidak akan kembali ke Indonesia hah!? dan kau Damian kenapa tidak bilang apa apa padaku, Max!!! kau juga!!!??" ketus Vernon.


"Maaf tuan muda," ucap Max lagi.


Mereka hanya bisa tertawa melihat wajah kesal Vernon.


"Kalian tau tidak, aku sangat khawatir, kupikir dia benar benar pergi, haishhhh..." Lagi lagi Vernon mendengus kesal sambil menatap mereka semua. Hilang sudah harga diri seorang Vernon di depan mereka.


"Maaf sayang, ini salahku," Ucap Tiara dengan mata berkaca-kaca.


" Jangan memarahi mereka, aku hanya ingin hubungan kamu dan kak Kevin membaik, maaf kalau itu membuatmu marah aku...


Vernon menarik Tiara ke dalam pelukannya," Haihh kamu ini cengeng banget, siapa juga yang marah sama kamu, aku mana ada marah, kamu sudah melakukan yang terbaik, ini juga karena kebodohanku," ucap Vernon sambil memeluk istrinya dengan lembut, menenangkan Tiara yang merasa bersalah dengan semua kejadian hari ini.


Para jomblo hanya bisa gigit kuku melihat kemesraan pasangan itu, Johan dan Nastusha tak kalah mesra, mereka juga saling berpelukan, bahagia melihat semuanya berjalan dengan lancar.


"Beneran gak marah?" tanya Tiara sambil menatap Vernon meski dia harus benar benar mendongakkan kepalanya.


"He em..gak marah kok, jangan nangis ya," ucap Vernon sambil mengecup kening istrinya dengan lembut.


"Ohh ya Tuhan, mataku ternodai oleh kemesraan ini, jodoh man jodoh!!!" celetuk Vernon.


"Bisakah kalian tak bermesraan di depan kami!!" tambah Damian seraya menutup matanya.


Max hanya diam tanpa ekspresi, dia sedang dilanda kegalauan level atas setelah kejadian di kampus tadi.


"Baru mau dekatin cewek, ehh udah dijodohin, apes banget, kapan aku seperti mereka ya Allah, masa iya jadi penonton keuwuan ini terus?" pikir Max.


"Mereka mesra sekali heheheh..." celetuk Nastusha.


"Seperti kita sayang," ucap Johan sambil tersenyum.

__ADS_1


"he em... apa kalian datang kesini hanya untuk bermesraan?" celetuk Kevin dengan suara beratnya.


"Ehh lupa!!" ucap Tiara.


"CK... dasar kakak tidak bertanggung jawab, kenapa kau terluka tanpa ijinku hmm?" ketus Vernon sambil memalingkan wajahnya.


Segurat senyum indah tergambar jelas di wajah Kevin. " Terimakasih Tiara, terimakasih sudah membawa Adik keras kepala ini kesini, aku jadi tenang untuk pergi," ucap Kevin.


"Heh jangan katakan itu, kau mau pergi kemana hah, kau pikir kau diijinkan pergi ? tidak boleh, aku masih harus menepati kata kataku tadi!!" kesal Vernon. Dia benar benar tidak suka dengan kata kata itu saat ini.


"Hei adik kecil, aku hanya akan menjalani operasi besar, kalau aku tidak pergi sekarang, mungkin kau tak akan melihatku lagi esok hari," ucap Kevin yang mengingatkan jam operasi nya.


"Sekarang adalah jadwal operasi Kevin, ini sudah jamnya, bukan begitu dokter?" ucap Nastusha.


"Sebenarnya sejak 15 menit yang lalu seharusnya operasi sudah dilaksanakan, kita di luar jadwal tuan tuan dan nyonya sekalian," jelas dokter itu.


"Apa!! kalau begitu cepat sana bawa dia, jangan sampai kakakku kenapa kenapa, kalau dia terluka rumah sakit ini akan kuratakan dengan tanah ingat itu!!!" ancam Vernon.Dia menatap para medis dengan tatapan tajam.


Gleekkk...


Plaaakkk...


"Heh jangan sok jagoan, siapa yang tidak menganggap kakaknya sebelum ini heh? jangan memarahi dan mengancam orang lain dodol!" ketus Johan yang memukul kepala Vernon.


"Johan jangan memukul kepalaku kampret!!!" kesal Vernon sambil mengusap usap kepalanya.


"Ehh...i..iya.. bawa dia cepat!" titah Vernon.


"pffthh..."


Mereka hanya menahan tawa melihat Vernon yang langsung menurut dengan kata kata Tiara.


"Kalau begitu kami permisi, operasi akan segera dilaksanakan,"ucap Dokter yang menangani Kevin.


"Ver tidak ingin menyampaikan sesuatu?" tanya Kevin penuh harap.


"Ekhmm Ng..nggak tuh!" ketus Vernon yang masih mempertahankan harga dirinya.


"Sayang jangan begitu," bisik Tiara.


"Ekhmm...kau harus sembuh, aku sudah menjanjikan banyak hal tadi, belum lagi aku berjanji di depan istriku, aku harus menepati nya demi Tiara, aku ini seorang pria sejati cam kan itu!! jadi kau harus baik baik saja saat keluar dari ruangan itu paham!" Vernon seolah memerintahkan Kevin untuk tidak sakit. Dia ini memang seorang psikopat.


"Sayang kamu ini,"


"Hahahah baiklah, aku akan menagih janjimu adik kecil, dan ingat ini, aku juga menyayangi mu adikku, dan terimakasih adik ipar untuk semuanya, aku berhutang banyak padamu," ucap Kevin dengan mata berkaca-kaca.


"Hei hei sudahlah cepat bawa dia,menangis tidak cocok untuk mu, lagi pula kenapa menatap istriku seperti itu, jangan jangan kau mau mengambil kesayanganku ya!??" ketus Vernon sambil menyembunyikan wajah Tiara dalam pelukannya. Mode posesif dan cemburunya mulai aktif kembali.


"Hahahaha baiklah dasar posesif, kalian berdua memang sangat cocok!" celetuk Kevin.

__ADS_1


"Sudah sana, cepat sembuh nya agar aku bisa membalasmu!!" seru Vernon.


"Oke, kunantikan hal itu adik kecil!" ucap Kevin sambil mengangkat jari jempolnya


Kevin dibawa menuju ruang operasi, mereka semua turut mengantarkan pria itu dan berdoa untuk keselamatan Kevin.


"Akhirnya aku bisa menjalani hidup ini dengan bahagia, aku senang, aku bahagia... terimakasih..." Kevin menangis terharu, keinginannya terwujud, berdamai dengan Vernon dan memiliki orang orang baik disisinya.


Vernon, dan yang lainnya menunggu di ruang tunggu operasi. Semuanya mengharapkan yang terbaik untuk Kevin.


"Tiara kamu berhasil sayang, sini kupeluk dulu!!" Johan merentangkan kedua tangannya dan menatap Taira dengan penuh cinta.


"Heheh... terimakasih sudah membantuku, aku menyayangimu!!!" Tiara langsung berlari ke pelukan Johan seperti anak kecil. Memeluk pria itu dengan erat tanpa ada keraguan sedikitpun.


"loh ka..kalian ngapain, kenapa peluk pelukan, hei Johan itu istriku, istrimu disampingmu goblok, kenapa peluk peluk istri orang!!!!" kesal Vernon yang hendak menarik Tiara dari Johan namun pria itu menghalangi nya.


"Jangan mengganggu aku dan kesayanganku!!!" kesal Johan.


Arthur, Max, Damian dan Vernon terbelalak melihat apa yang terjadi.


"Ka..kalian berselingkuh yaaaa!!!!" teriak Vernon sambil menatap mereka berdua dengan wajah kesal dan marah.


"Nastusha, itu suamimu tarik!!!" kesal Vernon.


"Aku mana berani Vernon," ucap Nastusha sambil menunduk seolah dia menangis, nyatanya dia tertawa karena lagi lagi, kakak beradik itu mengerjai orang orang disekitarnya.


"Hahahahha memang benar darah itu lebih kental dari air, mereka ini sehati sepemikiran hahahah..." Nastusha tertawa dalam hatinya.


Vernon mendengus kesal, mana rela dia melihat istrinya dipeluk pria lain.


"Tiara bukannya kamu bilang kamu sayang padaku, tapi kenapa...


"Maaf Ver, aku juga menyayangi nya jangan salahkan aku... aku gak mungkin bisa melepasnya, " ucap Tiara yang menyembunyikan wajahnya di dalam pelukan sang kakak.


"Wahh Ver kau di duakan!"


"Ver yang sabar!"


"Tuan muda saya benar benar tidak tau ini!!" ucap Max.


"Tidak mungkin!!!"


.


.


.


like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2