Suami 189 Cm-ku

Suami 189 Cm-ku
55


__ADS_3


D. K grup


Tuan Dharma berlari pontang panting ke dalam ruangannya sambil memerintahkan asistennya membawakan pembukuan setahun terakhir serta semua peralatan yang dia butuhkan untuk menulis pembukuan selama setahun dengan tangannya sendiri.


Yang benar saja, menulis pembukuan perusahaan selama setahun terakhir dengan tulisan tangan dan harus diserahkan sore ini, apa tuan muda V yang terhormat ingin mencabut nyawa orang itu sekarang juga.


“Kalian cepat bantu aku memilah semua pembukuan itu, pisahkan laporan perbulan pada semester pertama di map kuning dan semester kedua di map biru jangan sampai salah,” titah tuan Dharma.


“Tapi tuan, semunya sudah dalam bentuk file, dan anda harus menulis dengan tangan anda sendiri,” jelas Beni yang mengingatkan peratutran utama dari tuan muda V si orang kaya raya yang kelakuannya seperti anak anak.


“Arrkhhh sialan, sudah cepat berikan semuanya padaku, Risa segera ambil bagianmu,” teriak tuan Dharma yang benar benar tidak ingin kehilangan kesmepatan ini untuk mendapatkan bantuan dana dari Nusantara grup.


“ Ck apa aku juga harus ikut om, tanganku yang halus ini akanlecet karena mneulis dengan pulpen,” gerutu Risa.


“Kalau kau tidak mau hubungan gelap kita terbongkar maka lakukan dengan baik risa, toh juga kau akan menikmati semuanya, jadi jangan sia siakan kesempatan ini paham...” senggak tuan Dharma.


Risa menenggak salivanya dengan kasar, tuan Dharma memang sudah berada dalam kendalinya tetapi ketika berurusan dengan uang, dia tak bisa dalam kendali Risa.


“Baiklah akan kulakukan,” ucap Risa .


Mereka mengerjakan semuanya sesuai dengan perintah Vernon. Pria itu menulis tangan semua pembukuan itu dan memisahkannya sesuai dengan apa yang dikatakan oleh tuan muda V.


Jam terus berlalu hingga sudah waktunya untuk menyerahkan. Tuan Dharma dan Risa bekerja dengan cepat meski harus merasakan keram yang sangat hebat di pergelengan tanganmereka dan wajah keriting karena menatap semua dokumen itu .


Tiba tiba ponsel tuan Dharma berbunyi.


“Ck siap ayang menghubungiku di waktu seperti ini, jam ku sudah mepet, ini akan segera selesai tinggal beberapa kata lagi,” gerutu tuan Dharma sambil melirik ponselnya. Sedetik kemudian matanya terbelalak saat melihat wajah Tuanmuda V memenuhi layar ponselnya bagauiaman hal itu bisa terjadi. Sepertinya ponsel pria itu diretas.


“Apa aku mengatakan di tuis tangan tadi? Arkhhhh sepertinya itu sebuah kesalahan tuan, antarkan saja besok filenya ke kantorku jam 8 pagi dan titip saja pada sekretarisku, aku tidak mungkin membaca tiulisan tangan dari seorang pria tua dan wanita penggoda yang berpakaian saja tidak tau, kalau begitu sampai jumpa lagi hahahhaha ,” ucap vernon yang sedang bermain ayunan di dalam video yang dikirim itu.


“Ohh iya aku lupa, jangan pernah bawa perempuan sialan itu ke kantorku atau akau kan menghancurkan tidak hanya Toretto tetapi D.K grup juga akan kuambil.” Ancam Vernon sambil tersenyum menyeringai di dalam video itu.


Tuan Dharma dan Risa terdiam membeku, tau begini mereka tidak akan benar benar mngerjakan perintah pria gila itu.


“Soialan beraninya kau mempemainkan aku... arrkkkhhh percuma semuanya percuma sudah kutulis taoi kenapa dibatalakna sialan...” pekik tuan Dharma ayang terbawa emosi dan menghancurkan semua data yang telah dia tulis tangan itu. Sebuah kesialan yang paling menyebalkan.


Risa demikian juga kesanya dia malah merobek robek kertas yang dia tulis tangan itu, percuma saja jari jarinya samapi sakit dan kuku palsunya samapi copot karena menulis.


“Ehh tidak jadi, kirim saja yang kalian tulis tangan besok , ingat peraturannya ya.... maaf merepotkan...” sara vernon muncul begitu saja di ponsel tuan Dharma.

__ADS_1


Seketika tuan Dharma dan Risa bagai di timpa batu besar, hancur berantakan sudah hasil kerja mereka dan sekarang tuan muda V yang meresahkn itu malah meminta mereka mengirim sesuai permintaan pertama pria itu setelah semuanya hancur berantakan.


“Sial sial sial.. beeraninya mempermainkanku.aku menyerah Om arrhkkhhh sialan sudah dipermalukan akiu malah disuruh seperti ini,lihat apa yang akan kulakukan pada kalian sialan...” pekik Risa yang wajahnya sudah keriting karena ulah Vernon.


Tuan Dharma sama kesalnya dia terdiam kaku di atas kursinya bagaimana bisa dia dipermainkan oleh seorang bocah yang usianya jauh di bawahnya.


“Beraninyaaaaa.........”


“ pfthhh bwahahahahah rasakan itu ahhahahah ini serangan paling memuaskan , rasakan , kalian akan mampus di tanganku...” Vernon tertawa terbahak bahak sambil menonton mereka dari layar laptopnya yang terhubung dengan kamera tersembunyi di ruangan itu.


Tiara menatap suaminya yang sedang berkutat dengan laptop. Wajah ceria Vernon yang sedang tertawa menatap benda persegi panjang itu membuat Tiara merasa senang karena Vernon tidak lagi murung .


“Sayang lihat apa sih sepertinya seru sekai?” tanya Tiara penasaran.


“hehehehhh.. lagi lihat tikus kecemplung ke dalam minyak heheheh lucu aja sayang,” balas Vernon sambil tersenyum selembut mungkin. Pria itu sudah berjanjii pada dirinya bahwa mulai saat ini hanya kebahagiaan yang akan dilihat oleh istrinya.


Tiara membalas senyuman suaminya," ada ada saja, " celetuk Tiara.


"Sayang bisa kemari?" panggil Tiara sambil merentangkan kedua tangannya.


"Hmm? ada apa tuan putri!?" Vernon langsung berlari dengan cepat menghampiri istrinya.


hap...


"ehh? kenapa yang!?" Vernon terkejut saat istrinya tiba tiba memeluk dirinya.


"pengen peluk aja," ucap Tiara dengan nada manja, seperti biasa ketika dia bersama Vernon si idiot.


Vernon tersenyum," mulai deh manjanya, " celetuk Vernon sambil menepuk punggung istrinya dengan lembut.


"Ver, aku mau tanya sesuatu," ucap Tiara.


"Tanya apa sayang? Kok pakai ijin segala, biasanya juga langsung nyerocos," seloroh Vernon.


"Heheh... emm... kenapa kamu nyembunyiin fakta tentang wajah kamu? dan berapa lama?" tanya Tiara sambil mendongakkan kepalanya dan menatap suaminya.


Vernon sedikit terkejut dengan pertanyaan Tiara, namun memang sudah saatnya Tiara tau semua tentang dirinya jika dia ingin hidup bahagia bersama istrinya.


"Karena aku takut Ra, aku takut kalau Papa dan Mama tau aku sembuh lebih awal mereka akan menjilat ke arahku dan tidak menyayangi ku dengan benar, aku takut aku malah terjebak dengan kasih sayang palsu yang akan mereka tunjukkan, satu satunya keinginanku adalah memiliki orangtua yang menyayangi ku dengan benar, meski kutahu itu mungkin tak akan bisa kudapatkan,"


"Aku sembuh sendiri, hidup sendiri dan dipisahkan dari keluarga sejak aku kecil, luka di wajahku dulu karena dibakar oleh Papa, dulu aku gendut, tida seperti saat ini, dan tubuhku saat remaja tidak setinggi ini, aku menjadi korban bully di sekolah, tapi Papa malah marah dan menyalahkan aku yang tidak berguna," jelas Vernon.

__ADS_1


"Jika kuingat Ingat aku memang adik yang tidak berguna, Kak Kevin selalu berusaha mengalihkan perhatian Papa saat sedang marah padaku, agar aku tidak terkena amukan, tapi nyatanya aku menganggap bahwa Kak Kevin hanya berusaha merebut papa dari diriku, sejak itu aku semakin membenci kak Kevin," ucapnya lagi.


"Apa sekarang kamu sudah sadar?" tanya Tiara.


"Banyak orang yang menyayangi kamu di lingkunganmu, jangan hanya melihat pada orang orang yang tidak menganggap mu tetapi lihat sekitarmu, banyak yang peduli padamu," ucap Tiara.


"Tentu saja, aku janji!" ucap Vernon sambil menepuk pucuk kepala istrinya.


"Tapi apa aku boleh mengatakan pada orang orang kalau pria tampan ini suamiku hmmm?" tanya Tiara.


"kurasa.... boleh sih," ucap Vernon.


"emm kurasa jangan dulu sayang, aku merasa masih ada yang perlu kita bereskan, jangan gegabah, dan lagi aku ingin hanya orang tertentu saja yang tau ini wajah suamiku," ucap Tiara sambil mengelus rahang suaminya.


"Apa kau malu? atau tidak suka?" tanya Vernon.


Tiara menggeleng," bukan malu, aku hanya sedikit gugup, kamu begitu tampan dan sering terkena skandal, aku mungkin tidak akan tahan jika melihat ada ular yang mendekati mu seperti Risa tadi, sebenarnya sudah ingin kucabik cabik wajahnya itu, benar benar membuatku kesal!!!" gerutu Tiara sambil mengerucutkan bibirnya.


"hahahhaha... jadi kamu cemburu ya? hahahaha baiklah akan kuhapus semua rumor itu, besok kamu tak akan mendengar rumor jelek itu lagi, " ucap Vernon.


"hmmm baiklah, aku bahagia, sangat bahagia," ucap Tiara.


"Tapi bagaimana kalau aku tidak bisa punya anak karena KB itu Ver!?!" tanya Tiara tiba tua.


"Sudah kubilang punya anak atau tidak itu terserah Tuhan, yang penting kita berdua bersama, itu intinya," ucap Vernon sambil menepuk kepala Tiara.


"Kepalamu kecil tapi isinya banyak sekali ya, kamu memikirkan semuanya sekaligus," celetuk Vernon.


"Heheheh... mereka muncul begitu saja di kepalaku," balas Tiara dengan semburat merah di pipinya.


Mereka asik bercanda hingga membuat barisan para jomblo yang sejak tadi juga duduk di dalam ruangan itu hanya bisa gigit ikan kering karena keromantisan pasangan yang tidak kenal tempat ini.


Hanum, Duo K, Arthur yang baru tiba, Damian dan Max hanya menjadi nyamuk dalam show romansa ini.


"Miris sekali dunia jomblo, seharusnya ada undang-undang perlindungan khusus Jomblo Huwaaaaaaa..... kenapa kami harus melihat pemandangan ini!!!!!


.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG!!!!!!


__ADS_2