Suami 189 Cm-ku

Suami 189 Cm-ku
60


__ADS_3


Keesokan harinya,


Hari ini adalah akhir pekan dan kantor tidak masuk. Seperti orang orang pada umumnya, Tiara dan Vernon menghabiskan waktu mereka berduaan di rumah kontrakan Tiara.


Vernon jadi lebih sering mengajak Tiara disana daripada di rumah utama keluarga Karl. Meskipun membawa Tiara kesana membuat telinga pria itu berdengung setiap saat karena omelan tuan Frank dan Nyonya Gita yang kesal kalau Tiara tidak bersama mereka.


Baru beberapa saat mereka merasakan memiliki seorang anak perempuan yang bisa mereka manjakan, nyatanya si suami malah membawa kabur Tiara ke kontrakan mereka


Hari ini Vernon dan Tiara berencana pergi ke suatu tempat. Ada acara spesial yang akan mereka laksanakan hari ini. Hanya saja Tiara belum diberitahu lokasi acaranya. Dia hanya diminta berdandan dengan cantik dan memakai gaun yang dibawakan suaminya.


"Sayang kita mau kemana? kok main dirahasiakan? aku jadi penasaran!!!" celetuk Tiara sambil mendongak ke atas. Suaminya sedang mengeringkan rambut panjangnya.


"Ada deh, rahasia, pokoknya kamu dandan yang cantik dan nyaman, entar kamu juga tau," ucap Vernon.


"hmmm... kemana ya.. jadi penasaran banget hehehehe..." seru Tiara sambil menghentakkan kakinya di atas lantai pertanda dia sedang bersemangat.


Vernon tersenyum menatap tingkah lucu istrinya. Pasangan itu mengganti pakaian mereka . Keduanya tampak bersinar dengan pakaian senada. Tiara dengan gaun cantik sepanjang mata kaki. Gaun berwarna hitam polos dengan pita putih d depan dadanya dipadukan dengan high heels putih dan rambutnya diikat setengah ke atas ditambah dengan polesan make up segar membuat dia sangat cantik.


Vernon dengan gagahnya memakai kaos putih, Jas bertema hitam putih dan celana bahan hitam serta sepatu putih, penampilan yang sempurna dari pria tampan itu.


"Wahh istriku cantik sekali," ucap Vernon sambil menatap Tiara dari ujung kepala sampai kaki.


"Kamu juga tampan" balas wanita itu.


"Sekarang ayo kita pergi," ucap Vernon sambil menggandeng tangan istrinya.


Setelah memastikan rumah aman, Vernon membawa Tiara menaiki mobilnya, dia membawa sebuah mobil mewah berwarna merah merona. Salah satu mobil yang cukup sulit untuk di dapatkan, dia ingin membuat kejutan untuk istrinya.


"Waahh kenapa kita naik mobil mewah sayang? mobil yang kemarin emang kemana?" tanya Tiara dengan polosnya.


"ohh mobil yang itu lagi di perbaiki, kita sementara pakai ini dulu, kamu gak suka? aku masih ada Lima lagi jenis ini warnanya beda beda, kamu mau warna apa, atau mau mobil jenis lain biar kita ambil...


"Eh... kok kamu malah jadi salesman mobil hahahhaa.... udah naik yang mana aja gak masalah yang penting sampai!" celetuk Tiara.


"Siapa tau kamu gak nyaman sayang," ucap Vernon.


"Nyaman kok selama ada kamu hahahaha..."dan lagi lagi Tiara tertawa, sepertinya mood wanita itu sangat baik hari ini.


Vernon dan Tiara berangkat berdua. Saat melewati jalanan kompleks, mata Tiara menangkap sosok perempuan dengan pakaian lusuh dan wajah penuh lebam.


"Sayang, sebentar!!" ucap Tiara .


"Eh kenapa? ada yang ketinggalan?" tanya Vernon menghentikan mobilnya.

__ADS_1


"Kamu lihat kesana deh," ucap Tiara sambil menunjuk pohon besar itu.


"Apa sayang? gak ada apa apa? kamu mau lihat jemuran orang? atau mau lihat pohon!??" celetuk Vernon sambil menatap ke arah yang ditunjuk Tiara.


"Ehh kok gak ada!? perasaan tadi masih disitu!?" ucap Tiara bingung. Pasalnya wanita yang dia lihat tempo hari masih berada disana dan terus menatap ke arah kontrakan Tiara, hanya saja wajahnya tidak terlalu kelihatan dengan jelas karena kotor akibat lumpur dan Debu.


"Memangnya kamu lihat apa?" tanya Vernon.


"Kayak lihat seseorang, tapi gak tau siapa pastinya, tapi gak ada disana, aneh, deh," ucap Tiara


"mungkin kamu halusinasi kali?" tanya Vernon. Dia masih bersikap tenang di depan Tiara. Tapi tanpa sepengetahuan Tiara, Vernon benar benar panik, takut kalau komplotan musuhnya mulai mendekati istrinya dan mengusik ketenangan mereka.


"Nggak loh yang, soalnya tempo hari saat aku ke kampus bareng kak Arthur, aku lihat juga. Kupikir sudah pergi, barusan aku lihat dia disana menatap rumah kita terus sekarang gak ada lagi," jelas Tiara..


Vernon hanya bisa diam, dia juga tidak tau siapa itu, sebab anak buahnya belum melaporkan hal mencurigakan di sekitar rumah mereka.


"Sudahlah, kalau nanti kita pulang kamu lihat dia disana lagi, segera kita temui," ucap Vernon yang kembali melajukan mobilnya.


"hmm? aneh banget," ucap Tiara.


"Kamu berpikir itu aneh, aku justru takut Ra," ucap Vernon jujur.


Tiara sontak menoleh ke arah suaminya. Tentu saja Vernon takut di tengah persaingan panas antara grup Vernon dengan lawannya.


"Aku takut Ra, bagaimana kalau aku tidak ada dan aku lengah," lirih pria itu.


"Hei ini hari bahagia, jangan bersedih, kita pasti bisa melewati nya bersama sama," ucap Tiara sambil tersenyum manis menyemangati suaminya.


"Hahahah maaf sayang, aku hanya terlalu panik," ucap Vernon.


Mereka melaju menuju tempat acara dilaksanakan. Sepanjang perjalanan Vernon hanya bisa memendam rasa takutnya di dalam hati. Entah siapa yang dilihat istrinya, yang pasti dia akan menemukan orang itu.


Beberapa menit perjalanan mereka akhirnya tiba di sebuah mansion super mewah yang belum pernah dikunjungi Tiara sebelumnya. Mansion ini adalah tempat hang out Vernon dan sahabat sahabatnya. Mansion mewah milik Vernon yang dihadiahkan oleh mendiang kakeknya atas nama pria itu.


Halaman depan mansion dihiasi dengan berbagai macam jenis bunga, pohon- pohon yang hijau dan tatanan taman yang rapi. Ada banyak penjaga di sana untuk memastikan keamanan rumah itu.


"Waahh rumahnya besar sekali, rumah siapa saya h? ada acara apa disini!?"" tanya Tiara sambil memandang seluruh rumah itu dengan tatapan takjub.


Vernon tersenyum dia keluar dari dalam mobil dan membukakan pintu untuk istrinya.


"Keluarlah, kamu akan tau nanti," ucap Vernon sambil mempersilahkan istrinya keluar.


Tiara menggenggam tangan Vernon . Dia menatap rumah itu dengan takjub.


"rumah siapa sih??" bisik Tiara yang sedikit malu melihat puluhan pelayan menyambut kedatangan mereka.

__ADS_1


"Rumah kita dan anak anak kita nanti sayang," balas Vernon.


"Hah!?? jangan mengada ada kamu, masa iya rumah sebesar ini? jangan ngomong yang aneh aneh, kamu ihh!!" celetuk Tiara yang malah kaget dengan ucapan suaminya.


"pffth hahahahhaha... kamu mah gak percaya banget, udah ayo masuk," ucap Vernon.


"Selamat datang tuan muda, nyonya Muda," sambut para layan sambil membungkuk hormat.


"Ehh jangan begitu,..." Tiara merasa tidak enak.


"Sayang bilang mereka berdiri tegak, ihh kok begini sih!?!" ucap Tiara.


"Hahahah.... itu tugas mereka sayang, udah ayo masuk gak usah dipikirkan," ucap Vernon.


Para pelayan sontak terkejut, mendegradasi tawa tuan muda mereka yang begitu puas. Ini kali pertama mereka mendengar Vernon tertawa seceria itu.


Vernon membawa istrinya masuk ke dalam rumah. Ruangan gelap, tak ada yang bisa dilihat tanpa cahaya, erat erat Tiara menggenggam tangan suaminya.


"Sayang takut.."lirih Tiara.


"Sebentar sayang, ada aku,.jangan takut, " Ucao Vernon.


Tap....


Lampu dinyalakan, tiba tiba alunan musik yang indah dimainkan.


"Happy Birthday To You... Happy birthday to you...."


Tiara terdiam membeku saat mendengar nyanyian itu.


"sayang!??" Mata Tiara menatap suaminya.


"Enjoy baby," ucap Vernon.


Tiara dia membatu saat mendengar suara itu dia menatap ke depan, sosok pria paruh baya duduk di atas kursi sedang menanti dengan nada lirih dan bahagia di depan Tiara sambil menatap wanita itu dengan bulir bulir air mata yang terus berjatuhan.


"Pa...Papi!!!!"


.


.


.


like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2