Suami 189 Cm-ku

Suami 189 Cm-ku
Season 2 ( Di Jalan)


__ADS_3

Diana membawa melaju dengan cepat dan memilih jalan aman. Mobil mereka di kawal oleh anak buah yang berjaga. Jalanan yang macet membuat mereka sedikit lambat. Namun anak buah mereka dengan bijak langsung memberi tanda pada mobil mobil di depan untuk membuka jalan.


Di dalam mobil, Tiara mulai mengalami kontraksi lagi. Perutnya sangat sakit, pembukaan yang ke tiga terjadi dan membuat wanita itu meringis kesakitan. Rasa nyeri menusuk tulang punggungnya. Dia menarik nafas dalam dalam, namun rasanya sangat sakit padahal masih kontraksi.


"Tarik nafas dan buang dengan perlahan, kamu bisa, tenang ya... kamu pasti bisa," tanpa sadar Vernon mengucapkan kata kata yang dia pelajari sejak awal kehamilan Tiara. Dia sudah membaca banyak setelah tau istrinya hamil.


Tiara mengikuti arahan Vernon, dia mengatur pernafasan nya dengan baik. Namun lagi lagi dia mengalami kontraksi.


"Akhh... saaakitt... akkhhh.... " Tiara mencengkram bajunya sendiri untuk meredam rasa sakit itu, keringat membasahi tubuhnya. Vernon tidak tega melihat Tiara, hati kecilnya merasa sakit ketika melihat wanita itu dalam kondisi ini.


Dia menggenggam tangan Tiara, " cengkram tanganku kalau itu bisa membuatmu tenang, sebentar lagi kita sampai," ucap Vernon.


Tangannya mengusap perut Tiara, "tenanglah, sebentar lagi kalian akan melihat dunia, jangan menyiksa ibu kalian," ucap Vernon seolah memerintahkan anak anaknya untuk tidak nakal.


Benar saja, Tiara menjadi lebih tenang, tangan hangat Vernon yang mengusap perutnya membuat bayi kembar mereka tenang. Mungkin ini yang disebut ikatan batin antara orang tua dan anak.


"Tuan muda, sebaiknya anda mengusap perut nyonya muda, sepertinya itu akan membuat nyonya muda lebih tenang," usul Diana.


"Apa kau lebih tenang kalau aku usap perutmu?" Vernon langsung bertanya pada Tiara.


Wanita itu mengangguk, air matanya mengalir sambil menatap Vernon.


"Tenanglah, aku mungkin tak ingat semuanya tapi aku tau kau penting bagiku, tenanglah Tiara aku disini, jangan takut, kau bisa," ucap Vernon lembut, dia melakukan seperti yang diusulkan oleh Diana, mengusap perut Tiara dan mengucapkan kata kata penyemangat bagi istrinya.


"Terimakasih sudah datang... " lirih Tiara.


Tangan Vernon mengusap air mata istrinya, dia menepuk kepala Tiara dan membelai kepala wanita itu dengan lembut. Instingnya begitu kuat, saat tadi pagi dia tiba di Indonesia, dia langsung membereskan hama pengganggu yang mengikutinya dan entah kenapa meminta Damian menyiapkan kamar rumah sakit.


Ternyata istrinya akan segera melahirkan dan dia tau itu walau tak bersama Tiara.


Vernon mengangguk, dia menatap Tiara lalu tersenyum. Sekilas dia mengingat momen saat mereka bersama, momen saat Vernon mengungkap rasa cinta pada Tiara.


Perlahan ingatan itu mulai kembali, kepala Vernon sedikit sakit, tapi dia menahannya dan tidak menunjukkan hal itu pada Tiara, takut membuat wanita itu khawatir.


"Tiara..." ucap Vernon tiba tiba dengan nada yang sangat lembut membuat Tiara terkejut dan menatap suaminya.


"Ada apa?" tanya wanita itu.


Vernon terus menatap Tiara, semakin dilihat, semakin jelas memorinya tentang Tiara. Semakin jelas seberapa besar rasa sayang Vernon pada Tiara, semakin jelas betapa pentingnya Tiara bagi hidup Vernon.


Hatinya merasa sakit saat menyadari perbuatannya selama tujuh bulan terakhir, tak mempedulikan istri dan calon anak anaknya, meninggalkan Tiara sendirian dan menikmati kehidupannya bersama keluarganya.


"Maaf..

__ADS_1


Vernon memeluk Tiara dengan erat, entah bagaimana perasaannya saat ini, yang pasti dia mulai ingat semuanya perlahan. Yang paling pasti adalah dia ingat kalau Tiara adalah orang terpenting baginya. Padahal hanya bersama wanita itu beberapa jam, tetapi ingatannya perlahan kembali.


Tiara terdiam, dia membalas pelukan Vernon," ka..kamu... ingat? ingatanmu....


"Sedikit, ingatanku kembali sedikit demi sedikit sayang, maaf aku baru ingat sekarang maaf sa..sayang... maafkan aku..." Vernon menangis sambil memeluk Tiara. Rasa rindu yang besar memenuhi hatinya, dia memeluk Tiara dengan erat sambil menyesali semua perbuatannya.


Diana melirik dari kaca, dia merasa lega. Tuan mudanya perlahan ingat tentang Tiara, apalagi di momen ini Tiara butuh suami nya.


"ahh... syukurlah hiks hiks hiks... syukurlah kamu kembali huwaa.... terimakasih, syukurlah kamu kembali!!!!!" Tangis Tiara pecah dia memeluk Vernon dengan sangat erat air matanya mengalir begitu deras.


Vernon mengusap punggung Tiara, punggung wanitanya dengan lembut.


"Maaf sayang, aku ...aku baru bisa mengingatmu, meski sedikit tapi aku tau betapa pentingnya kau bagiku, maafkan aku pergi terlalu lama, maaf karena aku egois..." ucap Vernon.


"Tak apa, selama kamu kembali, aku tidak apa apa. Mau selama apa pun kami akan terus menunggumu pulang sayang, ini sudah lebih dari cukup!" ucap Tiara.


Mereka berpelukan menyalurkan rasa bahagia itu.


Namun saat di perjalanan tuan tiba Diana menginjak rem mendadak membuat Tiara dan Vernon tersentak.


" Ada apa Diana!!!" Teriak Vernon terkejut.


"Kamu baik baik saja? ada yang sakit!?" tanya Vernon yang langsung memeriksa istrinya.


Tiara menunjuk geng motor yang menghadang jalan mereka padahal Tiara dalam kondisi akan segera melahirkan.


Vernon mengikuti arah pandang Tiara, betapa kesalnya dia saat melihat Sony si gila itu berada di depan mobil mereka, menghadang dan mengepung mereka dalam kondisi seperti ini.


"Sony sialan!!!" umpat Vernon, dia mengeraskan rahangnya kala melihat pria itu disana. Vernon sudah menebak hal ini dari awal kepulangan nya. Ternyata meski diam diam, dia juga tetap ketahuan.


"Tuan muda apa yang harus kita lakukan!?" tanya Diana, kondisi tidak memungkinkan, Sony Cortez adalah orang yang gila dan tak takut apa pun.


"Sepertinya dia sudah tau kondisi tuan muda, belakangan kami menangkap beberapa anak buahnya yang menatap mataku rumah utama, dan jelas anda tau itu," ucap Diana.


"Sialan, kenapa harus di saat seperti ini!" kesal Vernon.


"aakhh... Sa..sayang perutku sakit lagi... akkhhh..." Lagi lagi Tiara meringis kesakitan, kontraksinya semakin menjadi-jadi. Vernon menggenggam tangan Tiara dan mengusap pinggul istrinya agar Tiara lebih tenang.


"CK... Diana terobos saja si gila itu, Tiara akan segera melahirkan, dia dan bayi kami bisa dalam keadaan bahaya!!" ucap Vernon.


"Baik tuan muda!" ucap Diana dengan yakin.


Sementara itu di luar, Sony tertawa terbahak bahak, dengan bangga dia akan menyambut kemenangannya.

__ADS_1


"Keluar kau Vernon sialan, keluar kau, jika tidak akan ku bunuh semua anak buahmu ini!!!" teriak Sony dengan angkuhnya.


"Dasar cecunguk berengsek!" umpat Vernon lagi.


" Sayang tolong cepatlah,ini sakit akhhh...." Tiara masih kontraksi dan kali ini rasa sakitnya lebih lama.


Tok... Tok...Tok


Kaca mobil diketuk dar luar, Vernon menatap dan melihat Praja disana.


" Kalian terobos saja, kami akan mencegat mereka, aku sudah bawa pasukan, James dan Athena juga mengirim pasukan mereka!!!!" teriak Praja yang sudah bergabung dengan mereka untuk berjaga jaga.


"James, dan Athena berjaga di sisi depan, kalian terobos saja, kami akan jadi tameng, Max dan yang lainnya sudah menunggu di rumah sakit!" jelas Praja lagi.


"Baiklah, terimakasih!!" ucap Vernon yang langsung menutup jendela mobil setelah selesai bicara.


Seperti yang dikatakan Praja, mereka melaju dan menerobos kerumunan itu. Suara mesin motor dan mobil terdengar riuh di luar. Ratusan anggota Praja, James, Vernon dan Athena berkumpul disana dan menghadang Cortez yang mencari masalah pada Vernon dan Tiara.


"Tuan Sony, kita bisa mati, anggota mereka sangat banyak, empa aliansi berkumpul disini, kita terjebak, wanita itu punya banyak relasi dengan aliansi Mafia!!!" ucap asisten Sony.


"Sialan, bagaimana bisa!!!" umpat Sony.


"Serang saja, kita sudah lebih kuat, lemparkan gas beracun dan hajar saja mereka, aku tidak peduli dengan yang lain, hancurkan saja!!!" teriak Sony.


"Tuan kemungkinan menangnya sangat tipis!!"


"Pakai cara curang bodoh!" umpat Sony.


"Diana Terobos saja, mereka akan melindungi kita!!!" titah Vernon.


"Baik tuan muda!" ucap Diana dengan serius.


Diana menginjak gas sekencang-kencangnya dan menerobos jalanan itu tak peduli dia menyenggol motor motor di depannya.


Vernon memeluk Tiara untuk mengurangi guncangan pada istrinya, mereka melaju dengan kencang.


"Seraaaang!!!!!"pekik Praja yang langsung mengarahkan anak buahnya .


.


.


like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2